[Recap Singkat] Full House Versi Thailand Episode 15-16

=EPISODE 15=
Rasa yang tak biasa



Ini adalah salah satu episode favoritku… banyak moment kebersamaan antara Aom Am dan Mike. Mike benar-benar romantis, perhatian banget sama Aom Am. Senang ngeliatnya.

Keseruan dan keasyikan Mike dan Aom Am kembali berlanjut. Setelah menyelesaikan proses syuting untuk iklan es krim, mereka berdua belajar membuat kimchi dan juga coklat.

Tak hanya itu, Mike dan Aom Am melakukan perjalanan ke sebuah tempat bermain ice skating. Canda tawa, senyuman tak henti terpancar dari ke dua pasangan suami istri ini. 
Proses syuting terasa seperti bulan madu yang kedua bagi mereka atau bisa dikatakan bulan madu yang sesungguhnya. Mike menikmati kebersamaannya bersama Aom Am. Mike merasa tak ingin jauh dari gadis yang seringkali dipanggilnya pendek tersebut. Hari-hari mereka selama berada di Korea terasa sangat menyenangkan. 
Mike bahkan rela berbagi tempat tidur dengan Aom Am, Mike membiarkan Aom Am tidur di atas kasur sementara dirinya tidur di lantai tepat di samping Aom Am.
Perjalanan kembali ke Thailand
Mike melihat sesaat kepada Aom Am yang sedang tertidur pulas di sampingnya. Diperbaikinya selimut yang menutupi sebagian tubuh Aom Am. Mike membelai lembut rambut Aom Am dan tiba-tiba Aom Am menarik tangan Mike ke dalam pelukannya. Mike terdiam sesaat dan memilih membiarkan Aom Am bersandar di bahunya. Sepertinya istrinya tersebut sangat kelelahan akibat pekerjaan yang mereka jalani selama beberapa hari belakangan ini. Omo, Mike so sweet banget.
Full House, Thailand
Aom Am kembali ke rutinitasnya, membersihkan rumah dan menyiapkan makanan untuk Mike, suaminya. Tapi ada yang berbeda, kali ini Mike dengan senang hati turun tangan membantunya. Mike bahkan sesekali menggoda dan mengerjai Aom Am. Entah kenapa hubungan mereka semakin dekat pasca Aom Am dan Mike kembali dari Korea. 
Mike bahkan tak bisa melepaskan pandangannya sedetikpun dari Aom Am. Saat Aom Am membersihkan rumah, memasak, Mike terus saja memandanginya. Mike seolah merasa semua hal yang dilakukan Aom Am adalah sebuah pemandangan yang mengasyikan dan sangat sayang bila dilewatkan termasuk saat berolahraga bersama dengan istrinya tersebut. 
Ditatapnya mata Aom Am untuk sepersekian detik dan Mike merasa jantungnya berdegup kencang bahkan seolah-olah akan copot.. Hal yang sama pun dirasakan Aom Am, waktu seakan berhenti berputar seakan mendukung kebersamaan mereka. 

Moment makan es krim kembali dijalani pasangan suami istri ini. Kali ini tidak ada staf ataupun tim produksi, yang ada hanya mereka berdua. Suasananya memang tidaklah seindah saat mereka berada di Korea dulu tapi sama sekali tak mengurangi nuansa romantisme yang sedang menggelayuti Mike dan Aom Am.
“Besok aku akan kembali kerja” ucap Mike santai
“Kamu bilang sepertinya kamu jauh sekali saat ini” balas Aom Am
“Aku tidak tahu. Beberapa hari ini, aku merasa begitu santai dan nyaman. Aku tidak tahu bagaimana mengungkapkannya” ucap Mike lagi
“Ketika kamu santai dan nyaman, kamu lucu” ucap Aom Am memuji
“Benarkah?” tanya Mike tak percaya
“Ya, itu benar. Tidak berkeluh, tidak pemilih, tidak rewel. Tidak berteriak , tidak...” ucap Aom Am namun ucapannya segera dipotong Mike
“Cukup, cukup. Ini lebih ke mengeluh daripada memuji sekarang” ucap Mike tertawa
“Oh, Khun. Aku ada sesuatu yang harus merepotkanmu. Bisakah aku memiliki sebagaian gajiku di muka? Sisanya, aku akan terus membayarmu” pinta Aom Am
“Baiklah, tapi bisakah aku tanya apa rencananmu dengan uang itu?” tanya Mike penasaran
“Mungkin ada masalah dengan bayinya Oum. Aku perlu uang untuk memeriksakannya apakah bayinya baik-baik saja” jawab Aom Am
“Am. Ini bukan urusanku, tapi... mereka sudah melakukan begitu banyak untukmu, apa kamu masih tetap akan memberi mereka uang?” tanya Mike lagi
“Aku ditinggalkan sendirian, hanya ada kakakku. Apa pun yang ada, kita harus saling membantu. Baiklah, aku akan cepat membayarmu kembali” jawab Aom Am
“Seumpamanya kamu membayar semua hutangmu padaku… Kamu akan segera pergi, bukan?” tanya Mike serius
“Apa kamu ingin aku tinggal?” tanya Aom Am balik
Mike menatap jauh ke dalam mata Aom Am dan berucap “Jika kamu tidak di sini... siapa yang akan menjadi pembantu rumahku? Siapa yang akan memasak untukku? Mencuci pakaian, mencuci piring, memotong rumput?” #gubrak
“Oke, oke. Aku hanya seorang pembantu rumah tangga” ucap Aom Am
“Pembantu yang manis... “ tambah Mike dan kembali tertawa.
Keesokan harinya
Aom Am sedang mencuci piring. Sebuah kejadian mengejutkan kembali terjadi pada Aom Am. Mike tiba-tiba berdiri disampingnya dan membantu Aom Am menyelesaikan pekerjaannya. Tak hanya itu, Mike bahkan mengajak Aom Am makan malam bersama nanti.
“Hah...sadarlah Aom-Am. Sadarlah. Tidak... Jangan jatuh cinta padanya” ucap Aom Am mengingatkan dirinya sendiri selepas kepergian Mike. Aom Am sadar pernikahan mereka hanyalah kontrak dan jatuh cinta pada Mike adalah kesalahan besar untuknya. 

Aom Am mengunjungi Oum, sahabat sekaligus seseorang yang sudah dianggapnya kakak. Tujuan kedatangan Aom Am adalah untuk memberikan sejumlah uang kepada Oum.
“Pergilah periksa bagaimana keadaan keponakanku” ucap Aom Am
“Aku tidak bisa mengambil uangmu, ambillah itu kembali” tolak Oum
“Apa kamu masih marah padaku? Oum, maafkan aku” bujuk Aom Am
“Akulah yang harus bertanya padamu. Apakah kamu tidak marah padaku?” tanya Oum
“Ya, marah. Marah saja tidak cukup. Aku marah hingga aku ingin membunuhmu sampai mati… Tapi sekarang aku sudah melupakannya. Ayolah, ambil ini. Aku hanya punya kamu sekarang, kamu adalah kakakku” jawab Aom Am dan menyodorkan amplop yang sempat ditolak Oum tadi. Oum berusaha menahan air mata yang sudah bersiap jatuh membasahi pipinya. Aom Am, adik yang sudah disakitinya masih memikirkan tentang dirinya.
Aom Am tersenyum senang menuju tempat dimana dirinya berjanji untuk makan malam bersama dengan Mike. Sayang, hingga malam menjelang, sosok yang sedaritadi ditunggunya tak kunjung muncul. Aom Am mencoba menghubungi Mike namun Hp Mike tidak aktif. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa sesuatu hal yang buruk terjadi pada Mike? Ataukah Mike sedang bekerja, tapi kenapa Mike tidak mengabarinya dan membiarkannya menunggu tanpa kepastian seperti ini? Menunggu pekerjaan yang paling membosankan…. Huffftttt.
Usut punya usut, Mike ternyata memilih makan malam bersama dengan Min. Min meminta Mike untuk menemaninya makan malam sebagai ganti karena Mike tidak membawakannya souvenir dari Korea. Mike sebenarnya ingin menolak tapi rasanya sangat sulit, terlebih Mike telah berjanji untuk menjaga dan menemani Min agar Min tak berangkat ke New York. Poor Aom Am
Mike mengantar Mike kembali ke butiknya. Min tiba-tiba bertanya sesuatu hal yang sepertinya sangat sulit untuk dijawab Mike
“Hei, biar aku tanya kamu sejujurnya, Mike. Pergi ke Korea, apakah itu menyenangkan? Kamu merasa baik, bukan?” tanya Min
“Kenapa kamu bertanya seperti itu?” tanya Mike balik
“Karena kamu telah berubah. Kamu denganku tapi sepertinya kamu tidak denganku. Kamu tidak pernah seperti ini, apa kamu tahu itu? Aku hanya ingin memberitahu kalau aku menyadari itu dan tidak menerimanya” jawab Min tersenyum dan menyelipkan sebuah ciuman hangat di pipi Min. Mike terdiam di tempatnya… entah bagaimana perasaannya sekarang? Apakah Mike harus senang ataukah sedih? Jika saja dari dulu Min melakukan hal seperti ini padanya, menerima cintanya, Mike tak harus bersusah payah menjalani nikah kontrak dengan gadis yang sama sekali tidak dikenalnya… Mike tak perlu berpura-pura di depan semua orang dan melibatkan Aom Am dalam semua masalahnya. Tapi sekarang, Mike merasa hatinya tak sepenuhnya lagi tertuju pada Min, Mike merasa sebagian hatinya telah terpatri pada gadis lain, istrinya, Aom Am.
Mike baru saja pulang. Dilangkahkannya kakinya menuju kamar Aom Am. Lampu di kamar Aom Am telah mati dan itu artinya Aom Am telah tertidur. Tapi apa salahnya mencoba mengetuk pintu kamar Aom Am, siapa tahu Aom Am akan terbangun dan bersedia mendengar penjelasannya kenapa dirinya membatalkan janji yang sudah dibuatnya secara sepihak dengan Aom Am. Sayang, tak ada reaksi dari dalam… Mike memilih pergi dan memutuskan menemui Aom Am besok pagi.
Keesokan harinya
Mike berjalan lesu menuju lantai dasar. Sebuah pemandangan yang tak biasa menyambutnya. Di meja makan telah tersedia sarapan dan 5 jenis minuman yang sudah disiapkan untuknya. Lagi,lagi Mike mendapati sebuah pesan dari Aom Aom “aku keluar, kembali malam hari”.

Kita ke suasana yang berbeda. Oum dan Pao bertengkar hebat. Oum baru saja akan memeriksakan kandungannya ke dokter tetapi Pao, suaminya sudah menghabiskan uang pemberian Aom untuk hal yang tak masuk akal, investasi saham.
“Kenapa kamu tidak sadar!!! Berapa kali kamu kehilangan uang seperti ini? Kamu memiliki kekasih lain bukan? Kamu menggunakan semua uang untuk orang lain bukan?” teriak Oum
“Hei, Oum! Apa kamu gila? Aku tidak punya orang lain, aku hanya ingin kita cepat menjadi lebih kaya, itu saja. Kita bisa menghasilkan itu dari uang terakhir kita.”
“Tidak ada uang yang didapatkan dengan cara mudah Pao, kaya mendadak itu mustahil. Am bersedia mencari uang untuk menolong anak kita. Kamu ayahnya tapi belum pernah melakukan apa-apa. Jika kamu tidak siap untuk berkeluarga, kalau begitu jangan memulainya. Kita, kita bisa berpisah. Apa kamu tahu itu, Pao?” ucap Oum lagi
“Oum, aku cinta kamu dan anak kita” ucap Pao memohon
“Jika kamu benar-benar mencintaiku, lalu tunjukkan padaku bahwa kamu benar-benar mencintaiku” teriak Oum dan berlalu pergi meninggalkan Pao.
Oum dan Aom Am bertemu di sebuah tempat. Saat ini suasana hati mereka sedang kacau. Mereka berdua sama-sama dikecewakan oleh orang yang mereka sayangi. Bertemu dan saling berbagi duka mungkin salah satu cara untuk melepaskan sedikit beban yang membelenggu hati mereka.
“Oum, bisakah aku tanya kamu sesuatu? Bagaimana bisa kamu menyukai Pao? Dia kelihatan tidak bertanggung jawab” tanya Aom Am
Oum tertawa dan menjawab “Apakah dia seburuk itu? Ketika pertama kali dia mengejarku, aku pikir dia marah”
“Dan... Kapan kamu menyadari bahwa kamu benar-benar mencintainya?” tanya Aom Am lagi
“Menanyakanku seperti ini, apakah kamu sudah menyukai Super Star itu?” tanya Oum namun Aom Am hanya terdiam dan memilih menutupi wajahnya yang memerah sangkin malunya “Ohh, itu waktu yang sulit untukmu Am”
“Itu hampir mustahil. Dia dan aku...tidak kelihatan cocok, bukan?” tanya Aom Am untuk kesekian kalinya
“Itu buruk, Am. Tapi itu tidak hanya tergantung pada cocok atau tidak. Jika kamu pikir itu tidak baik, mundur. Jika tidak, kamu akan terluka” pesan Oum. Aom Am hanya mengangguk, tak tahu mau bicara apa lagi.
Belum selesai satu masalah, masalah yang lain kembali datang. Nenek Mike menelepon Aom Am dan memarahinya karena tidak pernah lagi datang berkunjung ke rumah. Aom Am gelagapan dan menjawab sekenanya jika saat ini dirinya sedang sibuk. Nenek berucap jika dirinya sangat bosan sendirian di rumah dan ucapannya tersebut seolah keluhan sekaligus ajakan jika Aom Am harus benar-benar datang dan menghiburnya… Aom Am akhirnya menyanggupi permintaan Nenek Mike dan memintanya untuk bersiap-siap karena sebentar lagi dirinya akan datang dan mengajak Nenek ke suatu tempat.
Senyum terus saja terulas dari wajah Nenek Mike. Dirinya sangat senang karena Aom Am, cucu menantunya mengajaknya ke sebuah tempat dansa dimana para lansia berkumpul disini. Nenek Mike bahkan tanpa sengaja bertemu dengan mantan pacarnya dan menyempatkan diri berdansa bersama.
Dari kejauhan Aom Am turut senang melihat Nenek bisa berinteraksi dengan teman seusianya. Tiba-tiba, sebuah tangan terulur ke arahnya. Seorang pria mengajaknya berdansa bersama. Aom Am tentu saja terkejut dan menolaknya namun pria tersebut tak mendengar kata penolakan dan reflex menarik Aom Am ke sisinya.
“Bagaimana kamu ada disini?” tanya Aom Am
“Ibu memberitahuku kamu membawa Nenek kemari” jawab Mike tersenyum
“Lihatlah, Nenek kelihatannya benar-benar senang. Kamu harus membawanya kesini kapan-kapan dan lihat bagaimana perasaannya” ucap Aom Am dan berusaha melepaskan diri dari Mike
“Kamu kamu belum selesai marah padaku? Maafkan aku” ucap Mike dan memeluk Aom Am paksa
“Apa kamu gila? Lepaskan aku” keluh Aom Am dan kembali berusaha melepaskan diri dari jeratan Mike
“Berhentilah marah padaku kalau begitu. Berhentilah marah? Apa kamu akan berhenti marah atau tidak?” tanya Mike dan semakin mempererat pelukannya hingga membuat Aom Am susah bernafas
“Baiklah. Baiklah. Lepaskan” ucap Aom Am akhirnya dan Mike seketika melepaskannya hingga membuat Aom Am terjatuh. Hehehehehe, dasar Mike.
Malam harinya
Mike dan Aom Am menyempatkan makan malam bersama di rumah Mike. Disaat bersamaan, Ayah Mike baru saja pulang dari rumah sakit. Aom Am dengan cepat mengajak ayah mertuanya untuk makan malam bersama dan beruntung ayah mertua Aom Am langsung mengiyakannya. Aom Am merasa sangat senang begitupun dengan Ibu serta Nenek Mike. Setelah sekian lama akhirnya mereka bisa makan bersama di satu tempat. Ibu Mike merasa Aom Am adalah anugerah terindah yang dikirimkan Tuhan untuk mereka. Aom Am mampu merubah suasana yang membeku menjadi cair, Aom Am mampu membuat Mike dan Ayahnya duduk dalam satu meja. Tapi semuanya hanya berlangsung sesaat… Mike bergegas pergi begitu menerima telepon dari seseorang.



=EPISODE 16=
Saat Cinta tak bisa memiliki



Mike mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh. Telepon dari seseorang seketika membuatnya panik. Si penelepon mengabarkan jika Min sedang berada di rumah sakit. Saat bertemu dokter, dokter memberitahukan jika penyakit lama Min kembali kambuh. Stress kronik, migrain yang semakin bertambah parah dan diiringi dengan muntah. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan keesokan harinya untuk lebih memperkuat hasil diagnosis
Mike mendekati Min begitu dokter pergi. Mike membelai lembut rambut Min dan membuat Min yang sedang tertidur terbangun dan mengulas senyum tipis.
“Kamu disini sekarang?” ucap Min lemah dan Mike hanya mengangguk singkat “Aku senang kamu datang. Aku tidak bisa tidur jika aku tidak melihatmu disampingku” tambah Min. Mike seketika merasa bersalah. Semua ini adalah kesalahannya karena akhir-akhir ini dirinya jarang memperhatikan Min, sahabatnya. Mike lebih terfokus pada sosok Aom Am, istri kontraknya. 
Hp Mike tiba-tiba berbunyi. Mike hanya memandangi layar ponselnya begitu melihat nama si penelepon, entah kenapa Mike tidak berniat sedikitpun untuk mengangkatnya. Dan tentu saja hal tersebut membuat sang penelepon di ujung sana mejadi gelisah dan khawatir karena Mike, suaminya tiba-tiba pergi tanpa menjelaskan kemana tujuannya. Aom Am akhirya memilih pulang diantar supir keluarga Mike.
Bunyi suara pintu yang dibuka kemudian ditutup membuat Aom Am yang memilih tidur di ruang tamu terbangun. Aom Am dengan mata yang masih mengantuk samar-sama melihat Mike sedang sibuk di dapur, sepertinya hendak memasak sesuatu. Aom Am menghampiri Mike dan bertanya apa Mike lapar? Jika memang iya, dirinya akan membuatkan makanan. Mike menjawab tidak. Sebenarnya Min sedang dirawat di rumah sakit dan dirinya ingin membuatkan bubur untuknya, ada baiknya jika Aom Am kembali melanjutkan tidurnya.
Bukannya kembali tertidur, Aom Am justru terjaga dan sama sekali tak bisa memejamkan mata. Pikirannya terus saja tertuju pada Mike. Sebegitu pentingnyakah Min untuknya? Mike bahkan rela bangun pagi keesokan harinya hanya untuk memasak bubur, hal yang sangat jarang terjadi selama Aom Am mengenal sosok Mike. Mike bahkan tak memperdulikan kehadirannya dan berlalu pergi tanpa sempat menyapa atau sekedar mengucapkan selamat pagi ataupun mengejeknya pendek.
Hari ini adalah jadwal belajar Aom Am bersama guru Guy. Sayang, selama jam pelajaran Aom Am lebih banyak melamun dibandingkan fokus dengan tulisannya. Keanehan tersebut seketika ditangkap Guy. Guy bertanya apa ada sesuatu yang terjadi dengan Aom Am dan dijawab Aom Am singkat “tidak”. Guy kembali bertanya apa Mike baik-baik saja dan kali ini jawaban yang diberikan Aom Am terdengar jauh lebih panjang dan merupakan jawaban yang sedaritadi ingin didengar Guy. Aom Am menjelaskan jika Mike mungkin saja sedang berada di rumah sakit, menjaga Min. Guy tentu saja terkejut mendengarnya dan memilih mengakhiri pelajaran hari ini dan menjenguk Min. Lagipula pikiran dn hati Aom Am sedang tidak berada di tempatnya. 

Mike terkejut begitu melihat istrinya datang bersama dengan Guy ke rumah sakit. Mike seketika menatap Aom Am kesal seolah bertanya kenapa Aom Am bisa bersama dengan Guy? Guy menyapa Min singkat dan menanyakan kondisinya. Guy kemudian beralih pada Mike dan meminta Mike untuk pulang, dirinya yang akan menjaga Min untuk hari ini.
“Kemarin…. Mike memberitahuku kalau keluarga kalian sedang makan malam. Maafkan aku, aku menelepon Mike begitu tiba-tiba. Aku tidak tahu harus menelepon siapa” ucap Min santai saat Mike memutuskan keluar telebih dahulu
“Tidak apa” jawab Aom Am
“Kalau begitu bisakah aku pinjam Mike untuk sedikit lama kali ini?” tanya Min lagi
“Ya, tidak apa. Silahkan Khun Min” jawab Aom Am berusaha tersenyum. Aom Am kemudian memilih berpamitan pulang terlebih dahulu. Tidak ada alasan bagi Aom Am untuk lebih lama berada di tempat ini. Dadanya terasa sesak melihat sikap manis Mike terhadap Min.. Aom Am sadar, dirinya hanya istri kontrak Mike dan tak lebih. Dan… Aom Am juga tak memiliki hak untuk melarang Mike berada di dekat orang yang dicintainya. Aom Am harus menghentikan perasaan yang tak boleh hadir di hatinya. Perasaan cinta terhadap Mike, suaminya.
Guy menyesalkan semua ucapan Min yang dikatakannya tadi pada Aom Am.
“Aku tidak tahu kenapa kamu bersikap seperti itu barusan” ucap Guy
“apa maksudmu?” tanya Min tak mengerti
“Menarik suami orang lain untuk bersamamu seperti itu” jawab Guy
“P'Guy!” ucap Min tak terima
“Pikirkan, tolong pikirkan sebelum kamu katakan kalau itu tidak benar” saran Guy mengingatkan.
Guy mengejar Aom Am dan menawarkan untuk mengantarnya pulang. Aom Am dengan tegas menolak.
“Rumahmu sangat jauh, Mike mungkin khawatir” ucap Guy berusaha membujuk Aom Am
“Apa yang kamu bicarakan? Dia itu gila, mereka berdua gila. Aku tidak tahu permainan apa yang mereka mainkan. Kamu tahu apa. Aku merasa sepertinya aku ini bola yang mereka lempar kesana dan kemari. Tidak seorangpun peduli bagaimana perasaanku” ucap Aom Am dengan mata berkaca-kaca
“Ada! Aku peduli, aku peduli tentang kamu” ucap Guy serius
“Aku mohon, mohon biarkan aku pulang sendirian. Aku ingin sendirian” ucap Aom Am akhirnya. Aom Am dan Guy sama sekali tak menyadari jika tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang, Mike diam-diam mengamati dan mendengarkan semua yang mereka berdua perbincangkan.
Mike mendekati Guy selepas kepergian Aom Am
“Apa kamu senang sekarang?” tanya Mike kesal
“Tentang apa?” tanya Guy
“Kenapa kamu harus bawa Aom-Am kemari? Kenapa kamu harus membuat kami semau merasa aneh seperti ini?” tanya Mike lagi
“Apa aku yang melakukan itu? Apa kamu yakin tentang itu, Mike? Alasan aku membawa Aom-Am untuk mengunjungi Min. Ketika kamu merawat wanita lain seperti ini, tu tidak benar? Kita bertiga teman. Aom-Am itu istrimu. Tidakkah kamu pikir dia ingin melihat kenapa kamu harus merawat wanita lain seperti ini? Oke, itu mungkin aneh karena jauh di dalam, hal tidak kelihatan normal” jawab Guy
“Aku… harus memegang janji yang aku buat pada Mintra. Aku harus menjaga dia, oke?” ucap Mike tegas
“Itu sebelum kamu punya Aom Am. Punya istri selagi merawat wanita lain, bagaimana itu mungkin? Itu artinya salah satu dari mereka harus menjadi selir. Pikirkan dulu. Kamu dan Min, itu sama. Bertindak tanpa berpikir” ucap Guy dan membuat Mike yang terlihat bersiap untuk memukulnya memilih pergi dengan emosi yang meluap-luap.
Aom Am berjalan lesu meninggalkan rumah sakit. Air mata yang sedaritadi berusaha ditahannya akhirnya tumpah jua. Sakit, rasanya sakit melihat orang yang kau cintai malah mencintai orang lain dan lebih memilih bersamanya. #curcol

Sesampainya di rumah, Aom Am memilih menghabiskan waktunya dengan melamun di pinggir danau bersama Junior. Aom Am bahkan tak memperdulikan rasa dingin yang menyerangnya, yang menusuk hingga ke tulang. Waktu yang telah menunjukkan pukul 2 pagi bahkan tak mampu membuat Aom Am beranjak… hingga akhirnya suara berisik yang berasal dari dalam rumah membuat Aom Am memilih berdiri meninggalkan posisinya. Mike sudah pulang.
Aom Am melangkahkan kakinya menuju dapur. Ditatapnya punggung Mike yang terlihat membelakanginya. Mike sudah sibuk memasak bubur untuk Min dan entah kenapa Aom Am semakin merasa jarak antara mereka semakin jauh.
“Aku minta cerai dari kamu. Apa kamu ingat? Kita membuat persetujuan... siapa yang jatuh cinta terlebih dahulu maka dia kalah. Aku rasa aku sudah kalah. Apa kamu pikir, aku bisa punya kesempatan untuk seimbang?” ucap Aom Am dengan linangan air mata.
Mike terdiam sesaat dan menjawab “Aku berjanji pada Min bahwa apapun yang terjadi, aku akan selalu menjaga dia… meskipun aku merasa seringkali dia tidak menginginkan aku. Ketika aku bertemu kamu, aku hampir melupakan dia sepenuhnya. Kamu bertanya padaku bukan apa kamu punya kesempatan untuk seimbang? Kamu mungkin sudah seimbang tapi itu tidak mungkin terjadi. Karena aku sudah menetapkan pikiranku untuk memegang janjiku pada Min”
“Kalau begitu kamu bisa percaya aku mengenai masalah uang bukan. Aku akan mencari cara untuk membayarmu kembali secepat mungkin. Jadi aku harus pindah untuk sesungguhnya kali ini… Jangan khawatirkan aku. Aku tidak akan mencoba memberimu kesulitan apapun. Aku sudah kalah” ucap Aom Am dan mengembalikan cincin pernikahan kepada Mike. 
Mike tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Aom Am meninggalkannya? Apa ini yang diinginkan dirinya? Apa dirinya sanggup bertahan jika harus berpisah dengan gadis yang sudah membuatnya berpaling dari Min dan berhasil menyembuhkan luka di hatinya akibat penolakan cinta Min? Air mata menetes di pipi Mike… sakit, pedih rasanya melihat orang yang kamu cintai tak bisa kamu miliki. Kenangan yang dilaluinya bersama Aom Am selama beberapa bulan belakangan ini seketika sirna karena janji bodohnya. 
Keesokan harinya
Mike kembali mengunjungi Min dan membawakannya semangkuk bubur. Sementara itu di tempat lain…. Aom Am terlihat mendatangi tempat favoritnya, ayunan. Air mata masih membanjiri wajah cantik Aom Am. Derai air hujan yang turun membasahi bumi seolah ikut bersedih dan menjadi saksi bagaimana seorang gadis cantik baru saja mengalami patah hati. Seseorang berdiri di sampingnya dan mengulurkan payung untuk melindunginya dari derasnya air hujan. Aom Am menatap pria tersebut dan berdiri memeluknya erat, meluapkan semua kesedihan yang dirasakannya. 
Aom Am terbaring lemah di tempat tidur. Badannya terasa sangat panas dan terang saja membuat Guy, malaikat penolong sekaligus gurunya menjadi khawatir. 
Kembali ke Mike
Mike memandangi Min yang tertidur pulas. Mike memutuskan pergi sejenak meninggalkan Min. Ketika melangkah keluar dari rumah sakit, Mike tak menyadari seseorang diam-diam memperhatikannya dan mengabadikan semua kegiatannya dalam sebuah kamera Hp.
Mike bergegas ke kamar Aom Am begitu tiba di Full House. Sayang, Aom Am tak berada di kamarnya. Lampu di kamar Aom Am mati dan tidak ada siapapun di dalamnya. Mike memilih menelusuri taman yang biasa dilewatinya bersama Aom Am, berharap Aom Am berada disana, namun lagi-lagi harapan Mike sia-sia. Tak ada sosok Aom Am dimanapun Mike memandang. Mike sontak semakin panik dan khawatir karena Aom Am sedari siang sama sekali tidak mengangkat Hpnya. Mike memutuskan menghubungi kembali Hp Aom Am dan beruntung langsung diangkat, tapi tunggu dulu, kenapa suara orang lain? Mike merasa sangat mengenal suara tersebut, bukankah ini suara Guy???

Aom Am berjalan menuju tempat Guy berada. Guy tersenyum menyambutnya dan mengajak Aom Am untuk duduk dan menikmati bubur buatannya.
“Bolehkah aku bertanya apa yang terjadi?” tanya Guy membuka pembicaraan
“Pernikahan antara aku dan Mike… Itu pura-pura. Aku punya sesuatu yang aku butuhkan dan Mike punya sesuatu yang dia butuhkan. Kami membuat persetujuan bahwa kami akan bersama-sama hanya untuk 2 tahun tanpa benar-benar terlibat. Kami membuat persetujuan untuk tidak saling mencintai. Tidak seorangpun harus jatuh cinta dengan yang lainnya terlebih dulu. Dan aku gagal. Aku tidak berpikir kalau aku... lucu, bukan?” jawab Aom Am sedih
“Itu memang lucu” ucap Guy dan memilih membiarkan Aom Am menangis sesuka hatinya
“Ada cerita yang lebih lucu. Dulu di Korea aku memberitahu Mike, kamu dan aku akan menikah. Ya, aku memberitahu Mike kamu menipuku untuk pergi dan menikah di Korea, tapi kamu melarikan diri dan kembali kesini. Apakah kamu marah padaku?” ucap Aom Am berterus terang
Guy tentu saja terkejut. Ini pertama kalinya Guy mendengar semuanya dan Mike sama sekali tidak pernah memberitahu dirinya sebelumnya “Aku tidak marah kamu katakan aku adalah pacarmu tapi aku marah kamu bilang aku menipumu. Itulah sebabnya kamu menangis banyak sekali hari ini. Apakah dia melakukan sesuatu padamu?” tanya Guy lagi
“Itu aku yang melakukan sesuatu. Aku tidak bisa mengendalikan hatiku, aku kalah pada judi yang aku kira aku akan memenangkannya. Siapapun yang mencintai yang lainnya duluan kalah dan aku kalah. Aku kalah pada semua orang dan semuanya di dunia ini” jawab Aom Am
“Dengarkan aku baik-baik. Aku akan memberitahumu. Tidak peduli siapa atau hal apa yang kamu kalah di dalam dunia ini. Ingatlah, bahwa kamu menang terhadapku” ucap Guy dan menggenggam tangan Aom Am. Aom Am tersenyum.
Bunyi klakson mobil menghentikan percakapan mereka. Mike datang…
“Aku datang untuk menjemput Aom Am” ucap Mike saat Guy menyambutnya di depan pintu
“Bagaimana Min?” tanya Guy
“Jangan! Jangan memulainya Guy” jawab Mike kesal dan segera mencari Aom Am ke dalam rumah “Apa yang kamu pikir kamu lakukan? Kenapa kamu berpakaian seperti ini? Kenapa kamu bertingkah seperti ini hah?” tanya Mike pada Aom Am
“Apa yang kamu bicarakan?” tanya Aom Am balik dan berusaha menahan amarahnya
“Hentikan, hentikan. Tenang, aku akan menjelaskan. Aom Am kehujanan dan aku pergi untuk menjemputnya. Pakaiannya basah,Itulah sebabnya dia berganti pakaian…. Itu saja” ucap Guy berusaha menengahi pertengkaran antara Aom Am dan Mike
“Jadi apa? Mesikpun jika aku melakukan apa yang kamu pikirkan, apa aku salah? Kita tidak saling mencintai…. Kita menikah hanya karena kamu menipu dirimu sendiri, menipu seluruh dunia. Meskipun jika aku melakukan itu apa itu salah? Apa itu urusanmu?” tantang Aom Am
“Hentikan, hentikan! Kamu melanggar janjimu. Kamu mengatakan sesuatu yang kita janjikan tidak untuk memberitahu siapapun” ucap Mike emosi
“Aku sudah melanggar begitu banyak janji, tidakkah kamu ingat? Dan jika aku melanggar satu lagi, aku tidak peduli lagi! Aku bahkan tidak peduli jika kamu tidak akan mengembalikan rumahku. Aku tidak peduli apa-apa” teriak Aom Am dan berlalu pergi
Mike berusaha mengejar Aom Am namun Guy segera mencegahnya
“Mike, hentikan. Apa kamu mencintai Aom-Am? Aku bertanya padamu, apa kamu mencintai dia? Jika kamu tidak menjawab, aku akan menganggapmu kamu tidak mencintainya” ucap Guy namun Mike memilih diam “Oke, kalau begitu aku akan memberitahumu kalau aku mencintai Aom Am dan aku tidak peduli kalau dia mencintaimu. Yang paling penting, aku sudah memutuskan untuk membawanya pergi dari siapapun yang tidak mencintai dia”
“Aku akan membawa Aom Am pulang ke rumah” ucap Mike akhirnya
“Pulanglah, kamu bahkan tidak tahu dimana dia berada sepanjang hari atau bagaimana perasaannya. Kamu tidak punya hak untuk membawanya pulang. Besok akulah yang akan membawanya pulang” ucap Guy dan menatap Mike dengan tatapan penuh aroma persaingan.


=BERSAMBUNG=

0 comments:

Post a Comment

Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015