Friday, September 19, 2014

=EPISODE 15=
Rasa yang tak biasa



Ini adalah salah satu episode favoritku… banyak moment kebersamaan antara Aom Am dan Mike. Mike benar-benar romantis, perhatian banget sama Aom Am. Senang ngeliatnya.

Keseruan dan keasyikan Mike dan Aom Am kembali berlanjut. Setelah menyelesaikan proses syuting untuk iklan es krim, mereka berdua belajar membuat kimchi dan juga coklat.

Tak hanya itu, Mike dan Aom Am melakukan perjalanan ke sebuah tempat bermain ice skating. Canda tawa, senyuman tak henti terpancar dari ke dua pasangan suami istri ini. 
Proses syuting terasa seperti bulan madu yang kedua bagi mereka atau bisa dikatakan bulan madu yang sesungguhnya. Mike menikmati kebersamaannya bersama Aom Am. Mike merasa tak ingin jauh dari gadis yang seringkali dipanggilnya pendek tersebut. Hari-hari mereka selama berada di Korea terasa sangat menyenangkan. 
Mike bahkan rela berbagi tempat tidur dengan Aom Am, Mike membiarkan Aom Am tidur di atas kasur sementara dirinya tidur di lantai tepat di samping Aom Am.
Perjalanan kembali ke Thailand
Mike melihat sesaat kepada Aom Am yang sedang tertidur pulas di sampingnya. Diperbaikinya selimut yang menutupi sebagian tubuh Aom Am. Mike membelai lembut rambut Aom Am dan tiba-tiba Aom Am menarik tangan Mike ke dalam pelukannya. Mike terdiam sesaat dan memilih membiarkan Aom Am bersandar di bahunya. Sepertinya istrinya tersebut sangat kelelahan akibat pekerjaan yang mereka jalani selama beberapa hari belakangan ini. Omo, Mike so sweet banget.
Full House, Thailand
Aom Am kembali ke rutinitasnya, membersihkan rumah dan menyiapkan makanan untuk Mike, suaminya. Tapi ada yang berbeda, kali ini Mike dengan senang hati turun tangan membantunya. Mike bahkan sesekali menggoda dan mengerjai Aom Am. Entah kenapa hubungan mereka semakin dekat pasca Aom Am dan Mike kembali dari Korea. 
Mike bahkan tak bisa melepaskan pandangannya sedetikpun dari Aom Am. Saat Aom Am membersihkan rumah, memasak, Mike terus saja memandanginya. Mike seolah merasa semua hal yang dilakukan Aom Am adalah sebuah pemandangan yang mengasyikan dan sangat sayang bila dilewatkan termasuk saat berolahraga bersama dengan istrinya tersebut. 
Ditatapnya mata Aom Am untuk sepersekian detik dan Mike merasa jantungnya berdegup kencang bahkan seolah-olah akan copot.. Hal yang sama pun dirasakan Aom Am, waktu seakan berhenti berputar seakan mendukung kebersamaan mereka. 

Moment makan es krim kembali dijalani pasangan suami istri ini. Kali ini tidak ada staf ataupun tim produksi, yang ada hanya mereka berdua. Suasananya memang tidaklah seindah saat mereka berada di Korea dulu tapi sama sekali tak mengurangi nuansa romantisme yang sedang menggelayuti Mike dan Aom Am.
“Besok aku akan kembali kerja” ucap Mike santai
“Kamu bilang sepertinya kamu jauh sekali saat ini” balas Aom Am
“Aku tidak tahu. Beberapa hari ini, aku merasa begitu santai dan nyaman. Aku tidak tahu bagaimana mengungkapkannya” ucap Mike lagi
“Ketika kamu santai dan nyaman, kamu lucu” ucap Aom Am memuji
“Benarkah?” tanya Mike tak percaya
“Ya, itu benar. Tidak berkeluh, tidak pemilih, tidak rewel. Tidak berteriak , tidak...” ucap Aom Am namun ucapannya segera dipotong Mike
“Cukup, cukup. Ini lebih ke mengeluh daripada memuji sekarang” ucap Mike tertawa
“Oh, Khun. Aku ada sesuatu yang harus merepotkanmu. Bisakah aku memiliki sebagaian gajiku di muka? Sisanya, aku akan terus membayarmu” pinta Aom Am
“Baiklah, tapi bisakah aku tanya apa rencananmu dengan uang itu?” tanya Mike penasaran
“Mungkin ada masalah dengan bayinya Oum. Aku perlu uang untuk memeriksakannya apakah bayinya baik-baik saja” jawab Aom Am
“Am. Ini bukan urusanku, tapi... mereka sudah melakukan begitu banyak untukmu, apa kamu masih tetap akan memberi mereka uang?” tanya Mike lagi
“Aku ditinggalkan sendirian, hanya ada kakakku. Apa pun yang ada, kita harus saling membantu. Baiklah, aku akan cepat membayarmu kembali” jawab Aom Am
“Seumpamanya kamu membayar semua hutangmu padaku… Kamu akan segera pergi, bukan?” tanya Mike serius
“Apa kamu ingin aku tinggal?” tanya Aom Am balik
Mike menatap jauh ke dalam mata Aom Am dan berucap “Jika kamu tidak di sini... siapa yang akan menjadi pembantu rumahku? Siapa yang akan memasak untukku? Mencuci pakaian, mencuci piring, memotong rumput?” #gubrak
“Oke, oke. Aku hanya seorang pembantu rumah tangga” ucap Aom Am
“Pembantu yang manis... “ tambah Mike dan kembali tertawa.
Keesokan harinya
Aom Am sedang mencuci piring. Sebuah kejadian mengejutkan kembali terjadi pada Aom Am. Mike tiba-tiba berdiri disampingnya dan membantu Aom Am menyelesaikan pekerjaannya. Tak hanya itu, Mike bahkan mengajak Aom Am makan malam bersama nanti.
“Hah...sadarlah Aom-Am. Sadarlah. Tidak... Jangan jatuh cinta padanya” ucap Aom Am mengingatkan dirinya sendiri selepas kepergian Mike. Aom Am sadar pernikahan mereka hanyalah kontrak dan jatuh cinta pada Mike adalah kesalahan besar untuknya. 

Aom Am mengunjungi Oum, sahabat sekaligus seseorang yang sudah dianggapnya kakak. Tujuan kedatangan Aom Am adalah untuk memberikan sejumlah uang kepada Oum.
“Pergilah periksa bagaimana keadaan keponakanku” ucap Aom Am
“Aku tidak bisa mengambil uangmu, ambillah itu kembali” tolak Oum
“Apa kamu masih marah padaku? Oum, maafkan aku” bujuk Aom Am
“Akulah yang harus bertanya padamu. Apakah kamu tidak marah padaku?” tanya Oum
“Ya, marah. Marah saja tidak cukup. Aku marah hingga aku ingin membunuhmu sampai mati… Tapi sekarang aku sudah melupakannya. Ayolah, ambil ini. Aku hanya punya kamu sekarang, kamu adalah kakakku” jawab Aom Am dan menyodorkan amplop yang sempat ditolak Oum tadi. Oum berusaha menahan air mata yang sudah bersiap jatuh membasahi pipinya. Aom Am, adik yang sudah disakitinya masih memikirkan tentang dirinya.
Aom Am tersenyum senang menuju tempat dimana dirinya berjanji untuk makan malam bersama dengan Mike. Sayang, hingga malam menjelang, sosok yang sedaritadi ditunggunya tak kunjung muncul. Aom Am mencoba menghubungi Mike namun Hp Mike tidak aktif. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa sesuatu hal yang buruk terjadi pada Mike? Ataukah Mike sedang bekerja, tapi kenapa Mike tidak mengabarinya dan membiarkannya menunggu tanpa kepastian seperti ini? Menunggu pekerjaan yang paling membosankan…. Huffftttt.
Usut punya usut, Mike ternyata memilih makan malam bersama dengan Min. Min meminta Mike untuk menemaninya makan malam sebagai ganti karena Mike tidak membawakannya souvenir dari Korea. Mike sebenarnya ingin menolak tapi rasanya sangat sulit, terlebih Mike telah berjanji untuk menjaga dan menemani Min agar Min tak berangkat ke New York. Poor Aom Am
Mike mengantar Mike kembali ke butiknya. Min tiba-tiba bertanya sesuatu hal yang sepertinya sangat sulit untuk dijawab Mike
“Hei, biar aku tanya kamu sejujurnya, Mike. Pergi ke Korea, apakah itu menyenangkan? Kamu merasa baik, bukan?” tanya Min
“Kenapa kamu bertanya seperti itu?” tanya Mike balik
“Karena kamu telah berubah. Kamu denganku tapi sepertinya kamu tidak denganku. Kamu tidak pernah seperti ini, apa kamu tahu itu? Aku hanya ingin memberitahu kalau aku menyadari itu dan tidak menerimanya” jawab Min tersenyum dan menyelipkan sebuah ciuman hangat di pipi Min. Mike terdiam di tempatnya… entah bagaimana perasaannya sekarang? Apakah Mike harus senang ataukah sedih? Jika saja dari dulu Min melakukan hal seperti ini padanya, menerima cintanya, Mike tak harus bersusah payah menjalani nikah kontrak dengan gadis yang sama sekali tidak dikenalnya… Mike tak perlu berpura-pura di depan semua orang dan melibatkan Aom Am dalam semua masalahnya. Tapi sekarang, Mike merasa hatinya tak sepenuhnya lagi tertuju pada Min, Mike merasa sebagian hatinya telah terpatri pada gadis lain, istrinya, Aom Am.
Mike baru saja pulang. Dilangkahkannya kakinya menuju kamar Aom Am. Lampu di kamar Aom Am telah mati dan itu artinya Aom Am telah tertidur. Tapi apa salahnya mencoba mengetuk pintu kamar Aom Am, siapa tahu Aom Am akan terbangun dan bersedia mendengar penjelasannya kenapa dirinya membatalkan janji yang sudah dibuatnya secara sepihak dengan Aom Am. Sayang, tak ada reaksi dari dalam… Mike memilih pergi dan memutuskan menemui Aom Am besok pagi.
Keesokan harinya
Mike berjalan lesu menuju lantai dasar. Sebuah pemandangan yang tak biasa menyambutnya. Di meja makan telah tersedia sarapan dan 5 jenis minuman yang sudah disiapkan untuknya. Lagi,lagi Mike mendapati sebuah pesan dari Aom Aom “aku keluar, kembali malam hari”.

Kita ke suasana yang berbeda. Oum dan Pao bertengkar hebat. Oum baru saja akan memeriksakan kandungannya ke dokter tetapi Pao, suaminya sudah menghabiskan uang pemberian Aom untuk hal yang tak masuk akal, investasi saham.
“Kenapa kamu tidak sadar!!! Berapa kali kamu kehilangan uang seperti ini? Kamu memiliki kekasih lain bukan? Kamu menggunakan semua uang untuk orang lain bukan?” teriak Oum
“Hei, Oum! Apa kamu gila? Aku tidak punya orang lain, aku hanya ingin kita cepat menjadi lebih kaya, itu saja. Kita bisa menghasilkan itu dari uang terakhir kita.”
“Tidak ada uang yang didapatkan dengan cara mudah Pao, kaya mendadak itu mustahil. Am bersedia mencari uang untuk menolong anak kita. Kamu ayahnya tapi belum pernah melakukan apa-apa. Jika kamu tidak siap untuk berkeluarga, kalau begitu jangan memulainya. Kita, kita bisa berpisah. Apa kamu tahu itu, Pao?” ucap Oum lagi
“Oum, aku cinta kamu dan anak kita” ucap Pao memohon
“Jika kamu benar-benar mencintaiku, lalu tunjukkan padaku bahwa kamu benar-benar mencintaiku” teriak Oum dan berlalu pergi meninggalkan Pao.
Oum dan Aom Am bertemu di sebuah tempat. Saat ini suasana hati mereka sedang kacau. Mereka berdua sama-sama dikecewakan oleh orang yang mereka sayangi. Bertemu dan saling berbagi duka mungkin salah satu cara untuk melepaskan sedikit beban yang membelenggu hati mereka.
“Oum, bisakah aku tanya kamu sesuatu? Bagaimana bisa kamu menyukai Pao? Dia kelihatan tidak bertanggung jawab” tanya Aom Am
Oum tertawa dan menjawab “Apakah dia seburuk itu? Ketika pertama kali dia mengejarku, aku pikir dia marah”
“Dan... Kapan kamu menyadari bahwa kamu benar-benar mencintainya?” tanya Aom Am lagi
“Menanyakanku seperti ini, apakah kamu sudah menyukai Super Star itu?” tanya Oum namun Aom Am hanya terdiam dan memilih menutupi wajahnya yang memerah sangkin malunya “Ohh, itu waktu yang sulit untukmu Am”
“Itu hampir mustahil. Dia dan aku...tidak kelihatan cocok, bukan?” tanya Aom Am untuk kesekian kalinya
“Itu buruk, Am. Tapi itu tidak hanya tergantung pada cocok atau tidak. Jika kamu pikir itu tidak baik, mundur. Jika tidak, kamu akan terluka” pesan Oum. Aom Am hanya mengangguk, tak tahu mau bicara apa lagi.
Belum selesai satu masalah, masalah yang lain kembali datang. Nenek Mike menelepon Aom Am dan memarahinya karena tidak pernah lagi datang berkunjung ke rumah. Aom Am gelagapan dan menjawab sekenanya jika saat ini dirinya sedang sibuk. Nenek berucap jika dirinya sangat bosan sendirian di rumah dan ucapannya tersebut seolah keluhan sekaligus ajakan jika Aom Am harus benar-benar datang dan menghiburnya… Aom Am akhirnya menyanggupi permintaan Nenek Mike dan memintanya untuk bersiap-siap karena sebentar lagi dirinya akan datang dan mengajak Nenek ke suatu tempat.
Senyum terus saja terulas dari wajah Nenek Mike. Dirinya sangat senang karena Aom Am, cucu menantunya mengajaknya ke sebuah tempat dansa dimana para lansia berkumpul disini. Nenek Mike bahkan tanpa sengaja bertemu dengan mantan pacarnya dan menyempatkan diri berdansa bersama.
Dari kejauhan Aom Am turut senang melihat Nenek bisa berinteraksi dengan teman seusianya. Tiba-tiba, sebuah tangan terulur ke arahnya. Seorang pria mengajaknya berdansa bersama. Aom Am tentu saja terkejut dan menolaknya namun pria tersebut tak mendengar kata penolakan dan reflex menarik Aom Am ke sisinya.
“Bagaimana kamu ada disini?” tanya Aom Am
“Ibu memberitahuku kamu membawa Nenek kemari” jawab Mike tersenyum
“Lihatlah, Nenek kelihatannya benar-benar senang. Kamu harus membawanya kesini kapan-kapan dan lihat bagaimana perasaannya” ucap Aom Am dan berusaha melepaskan diri dari Mike
“Kamu kamu belum selesai marah padaku? Maafkan aku” ucap Mike dan memeluk Aom Am paksa
“Apa kamu gila? Lepaskan aku” keluh Aom Am dan kembali berusaha melepaskan diri dari jeratan Mike
“Berhentilah marah padaku kalau begitu. Berhentilah marah? Apa kamu akan berhenti marah atau tidak?” tanya Mike dan semakin mempererat pelukannya hingga membuat Aom Am susah bernafas
“Baiklah. Baiklah. Lepaskan” ucap Aom Am akhirnya dan Mike seketika melepaskannya hingga membuat Aom Am terjatuh. Hehehehehe, dasar Mike.
Malam harinya
Mike dan Aom Am menyempatkan makan malam bersama di rumah Mike. Disaat bersamaan, Ayah Mike baru saja pulang dari rumah sakit. Aom Am dengan cepat mengajak ayah mertuanya untuk makan malam bersama dan beruntung ayah mertua Aom Am langsung mengiyakannya. Aom Am merasa sangat senang begitupun dengan Ibu serta Nenek Mike. Setelah sekian lama akhirnya mereka bisa makan bersama di satu tempat. Ibu Mike merasa Aom Am adalah anugerah terindah yang dikirimkan Tuhan untuk mereka. Aom Am mampu merubah suasana yang membeku menjadi cair, Aom Am mampu membuat Mike dan Ayahnya duduk dalam satu meja. Tapi semuanya hanya berlangsung sesaat… Mike bergegas pergi begitu menerima telepon dari seseorang.



=EPISODE 16=
Saat Cinta tak bisa memiliki



Mike mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh. Telepon dari seseorang seketika membuatnya panik. Si penelepon mengabarkan jika Min sedang berada di rumah sakit. Saat bertemu dokter, dokter memberitahukan jika penyakit lama Min kembali kambuh. Stress kronik, migrain yang semakin bertambah parah dan diiringi dengan muntah. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan keesokan harinya untuk lebih memperkuat hasil diagnosis
Mike mendekati Min begitu dokter pergi. Mike membelai lembut rambut Min dan membuat Min yang sedang tertidur terbangun dan mengulas senyum tipis.
“Kamu disini sekarang?” ucap Min lemah dan Mike hanya mengangguk singkat “Aku senang kamu datang. Aku tidak bisa tidur jika aku tidak melihatmu disampingku” tambah Min. Mike seketika merasa bersalah. Semua ini adalah kesalahannya karena akhir-akhir ini dirinya jarang memperhatikan Min, sahabatnya. Mike lebih terfokus pada sosok Aom Am, istri kontraknya. 
Hp Mike tiba-tiba berbunyi. Mike hanya memandangi layar ponselnya begitu melihat nama si penelepon, entah kenapa Mike tidak berniat sedikitpun untuk mengangkatnya. Dan tentu saja hal tersebut membuat sang penelepon di ujung sana mejadi gelisah dan khawatir karena Mike, suaminya tiba-tiba pergi tanpa menjelaskan kemana tujuannya. Aom Am akhirya memilih pulang diantar supir keluarga Mike.
Bunyi suara pintu yang dibuka kemudian ditutup membuat Aom Am yang memilih tidur di ruang tamu terbangun. Aom Am dengan mata yang masih mengantuk samar-sama melihat Mike sedang sibuk di dapur, sepertinya hendak memasak sesuatu. Aom Am menghampiri Mike dan bertanya apa Mike lapar? Jika memang iya, dirinya akan membuatkan makanan. Mike menjawab tidak. Sebenarnya Min sedang dirawat di rumah sakit dan dirinya ingin membuatkan bubur untuknya, ada baiknya jika Aom Am kembali melanjutkan tidurnya.
Bukannya kembali tertidur, Aom Am justru terjaga dan sama sekali tak bisa memejamkan mata. Pikirannya terus saja tertuju pada Mike. Sebegitu pentingnyakah Min untuknya? Mike bahkan rela bangun pagi keesokan harinya hanya untuk memasak bubur, hal yang sangat jarang terjadi selama Aom Am mengenal sosok Mike. Mike bahkan tak memperdulikan kehadirannya dan berlalu pergi tanpa sempat menyapa atau sekedar mengucapkan selamat pagi ataupun mengejeknya pendek.
Hari ini adalah jadwal belajar Aom Am bersama guru Guy. Sayang, selama jam pelajaran Aom Am lebih banyak melamun dibandingkan fokus dengan tulisannya. Keanehan tersebut seketika ditangkap Guy. Guy bertanya apa ada sesuatu yang terjadi dengan Aom Am dan dijawab Aom Am singkat “tidak”. Guy kembali bertanya apa Mike baik-baik saja dan kali ini jawaban yang diberikan Aom Am terdengar jauh lebih panjang dan merupakan jawaban yang sedaritadi ingin didengar Guy. Aom Am menjelaskan jika Mike mungkin saja sedang berada di rumah sakit, menjaga Min. Guy tentu saja terkejut mendengarnya dan memilih mengakhiri pelajaran hari ini dan menjenguk Min. Lagipula pikiran dn hati Aom Am sedang tidak berada di tempatnya. 

Mike terkejut begitu melihat istrinya datang bersama dengan Guy ke rumah sakit. Mike seketika menatap Aom Am kesal seolah bertanya kenapa Aom Am bisa bersama dengan Guy? Guy menyapa Min singkat dan menanyakan kondisinya. Guy kemudian beralih pada Mike dan meminta Mike untuk pulang, dirinya yang akan menjaga Min untuk hari ini.
“Kemarin…. Mike memberitahuku kalau keluarga kalian sedang makan malam. Maafkan aku, aku menelepon Mike begitu tiba-tiba. Aku tidak tahu harus menelepon siapa” ucap Min santai saat Mike memutuskan keluar telebih dahulu
“Tidak apa” jawab Aom Am
“Kalau begitu bisakah aku pinjam Mike untuk sedikit lama kali ini?” tanya Min lagi
“Ya, tidak apa. Silahkan Khun Min” jawab Aom Am berusaha tersenyum. Aom Am kemudian memilih berpamitan pulang terlebih dahulu. Tidak ada alasan bagi Aom Am untuk lebih lama berada di tempat ini. Dadanya terasa sesak melihat sikap manis Mike terhadap Min.. Aom Am sadar, dirinya hanya istri kontrak Mike dan tak lebih. Dan… Aom Am juga tak memiliki hak untuk melarang Mike berada di dekat orang yang dicintainya. Aom Am harus menghentikan perasaan yang tak boleh hadir di hatinya. Perasaan cinta terhadap Mike, suaminya.
Guy menyesalkan semua ucapan Min yang dikatakannya tadi pada Aom Am.
“Aku tidak tahu kenapa kamu bersikap seperti itu barusan” ucap Guy
“apa maksudmu?” tanya Min tak mengerti
“Menarik suami orang lain untuk bersamamu seperti itu” jawab Guy
“P'Guy!” ucap Min tak terima
“Pikirkan, tolong pikirkan sebelum kamu katakan kalau itu tidak benar” saran Guy mengingatkan.
Guy mengejar Aom Am dan menawarkan untuk mengantarnya pulang. Aom Am dengan tegas menolak.
“Rumahmu sangat jauh, Mike mungkin khawatir” ucap Guy berusaha membujuk Aom Am
“Apa yang kamu bicarakan? Dia itu gila, mereka berdua gila. Aku tidak tahu permainan apa yang mereka mainkan. Kamu tahu apa. Aku merasa sepertinya aku ini bola yang mereka lempar kesana dan kemari. Tidak seorangpun peduli bagaimana perasaanku” ucap Aom Am dengan mata berkaca-kaca
“Ada! Aku peduli, aku peduli tentang kamu” ucap Guy serius
“Aku mohon, mohon biarkan aku pulang sendirian. Aku ingin sendirian” ucap Aom Am akhirnya. Aom Am dan Guy sama sekali tak menyadari jika tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang, Mike diam-diam mengamati dan mendengarkan semua yang mereka berdua perbincangkan.
Mike mendekati Guy selepas kepergian Aom Am
“Apa kamu senang sekarang?” tanya Mike kesal
“Tentang apa?” tanya Guy
“Kenapa kamu harus bawa Aom-Am kemari? Kenapa kamu harus membuat kami semau merasa aneh seperti ini?” tanya Mike lagi
“Apa aku yang melakukan itu? Apa kamu yakin tentang itu, Mike? Alasan aku membawa Aom-Am untuk mengunjungi Min. Ketika kamu merawat wanita lain seperti ini, tu tidak benar? Kita bertiga teman. Aom-Am itu istrimu. Tidakkah kamu pikir dia ingin melihat kenapa kamu harus merawat wanita lain seperti ini? Oke, itu mungkin aneh karena jauh di dalam, hal tidak kelihatan normal” jawab Guy
“Aku… harus memegang janji yang aku buat pada Mintra. Aku harus menjaga dia, oke?” ucap Mike tegas
“Itu sebelum kamu punya Aom Am. Punya istri selagi merawat wanita lain, bagaimana itu mungkin? Itu artinya salah satu dari mereka harus menjadi selir. Pikirkan dulu. Kamu dan Min, itu sama. Bertindak tanpa berpikir” ucap Guy dan membuat Mike yang terlihat bersiap untuk memukulnya memilih pergi dengan emosi yang meluap-luap.
Aom Am berjalan lesu meninggalkan rumah sakit. Air mata yang sedaritadi berusaha ditahannya akhirnya tumpah jua. Sakit, rasanya sakit melihat orang yang kau cintai malah mencintai orang lain dan lebih memilih bersamanya. #curcol

Sesampainya di rumah, Aom Am memilih menghabiskan waktunya dengan melamun di pinggir danau bersama Junior. Aom Am bahkan tak memperdulikan rasa dingin yang menyerangnya, yang menusuk hingga ke tulang. Waktu yang telah menunjukkan pukul 2 pagi bahkan tak mampu membuat Aom Am beranjak… hingga akhirnya suara berisik yang berasal dari dalam rumah membuat Aom Am memilih berdiri meninggalkan posisinya. Mike sudah pulang.
Aom Am melangkahkan kakinya menuju dapur. Ditatapnya punggung Mike yang terlihat membelakanginya. Mike sudah sibuk memasak bubur untuk Min dan entah kenapa Aom Am semakin merasa jarak antara mereka semakin jauh.
“Aku minta cerai dari kamu. Apa kamu ingat? Kita membuat persetujuan... siapa yang jatuh cinta terlebih dahulu maka dia kalah. Aku rasa aku sudah kalah. Apa kamu pikir, aku bisa punya kesempatan untuk seimbang?” ucap Aom Am dengan linangan air mata.
Mike terdiam sesaat dan menjawab “Aku berjanji pada Min bahwa apapun yang terjadi, aku akan selalu menjaga dia… meskipun aku merasa seringkali dia tidak menginginkan aku. Ketika aku bertemu kamu, aku hampir melupakan dia sepenuhnya. Kamu bertanya padaku bukan apa kamu punya kesempatan untuk seimbang? Kamu mungkin sudah seimbang tapi itu tidak mungkin terjadi. Karena aku sudah menetapkan pikiranku untuk memegang janjiku pada Min”
“Kalau begitu kamu bisa percaya aku mengenai masalah uang bukan. Aku akan mencari cara untuk membayarmu kembali secepat mungkin. Jadi aku harus pindah untuk sesungguhnya kali ini… Jangan khawatirkan aku. Aku tidak akan mencoba memberimu kesulitan apapun. Aku sudah kalah” ucap Aom Am dan mengembalikan cincin pernikahan kepada Mike. 
Mike tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Aom Am meninggalkannya? Apa ini yang diinginkan dirinya? Apa dirinya sanggup bertahan jika harus berpisah dengan gadis yang sudah membuatnya berpaling dari Min dan berhasil menyembuhkan luka di hatinya akibat penolakan cinta Min? Air mata menetes di pipi Mike… sakit, pedih rasanya melihat orang yang kamu cintai tak bisa kamu miliki. Kenangan yang dilaluinya bersama Aom Am selama beberapa bulan belakangan ini seketika sirna karena janji bodohnya. 
Keesokan harinya
Mike kembali mengunjungi Min dan membawakannya semangkuk bubur. Sementara itu di tempat lain…. Aom Am terlihat mendatangi tempat favoritnya, ayunan. Air mata masih membanjiri wajah cantik Aom Am. Derai air hujan yang turun membasahi bumi seolah ikut bersedih dan menjadi saksi bagaimana seorang gadis cantik baru saja mengalami patah hati. Seseorang berdiri di sampingnya dan mengulurkan payung untuk melindunginya dari derasnya air hujan. Aom Am menatap pria tersebut dan berdiri memeluknya erat, meluapkan semua kesedihan yang dirasakannya. 
Aom Am terbaring lemah di tempat tidur. Badannya terasa sangat panas dan terang saja membuat Guy, malaikat penolong sekaligus gurunya menjadi khawatir. 
Kembali ke Mike
Mike memandangi Min yang tertidur pulas. Mike memutuskan pergi sejenak meninggalkan Min. Ketika melangkah keluar dari rumah sakit, Mike tak menyadari seseorang diam-diam memperhatikannya dan mengabadikan semua kegiatannya dalam sebuah kamera Hp.
Mike bergegas ke kamar Aom Am begitu tiba di Full House. Sayang, Aom Am tak berada di kamarnya. Lampu di kamar Aom Am mati dan tidak ada siapapun di dalamnya. Mike memilih menelusuri taman yang biasa dilewatinya bersama Aom Am, berharap Aom Am berada disana, namun lagi-lagi harapan Mike sia-sia. Tak ada sosok Aom Am dimanapun Mike memandang. Mike sontak semakin panik dan khawatir karena Aom Am sedari siang sama sekali tidak mengangkat Hpnya. Mike memutuskan menghubungi kembali Hp Aom Am dan beruntung langsung diangkat, tapi tunggu dulu, kenapa suara orang lain? Mike merasa sangat mengenal suara tersebut, bukankah ini suara Guy???

Aom Am berjalan menuju tempat Guy berada. Guy tersenyum menyambutnya dan mengajak Aom Am untuk duduk dan menikmati bubur buatannya.
“Bolehkah aku bertanya apa yang terjadi?” tanya Guy membuka pembicaraan
“Pernikahan antara aku dan Mike… Itu pura-pura. Aku punya sesuatu yang aku butuhkan dan Mike punya sesuatu yang dia butuhkan. Kami membuat persetujuan bahwa kami akan bersama-sama hanya untuk 2 tahun tanpa benar-benar terlibat. Kami membuat persetujuan untuk tidak saling mencintai. Tidak seorangpun harus jatuh cinta dengan yang lainnya terlebih dulu. Dan aku gagal. Aku tidak berpikir kalau aku... lucu, bukan?” jawab Aom Am sedih
“Itu memang lucu” ucap Guy dan memilih membiarkan Aom Am menangis sesuka hatinya
“Ada cerita yang lebih lucu. Dulu di Korea aku memberitahu Mike, kamu dan aku akan menikah. Ya, aku memberitahu Mike kamu menipuku untuk pergi dan menikah di Korea, tapi kamu melarikan diri dan kembali kesini. Apakah kamu marah padaku?” ucap Aom Am berterus terang
Guy tentu saja terkejut. Ini pertama kalinya Guy mendengar semuanya dan Mike sama sekali tidak pernah memberitahu dirinya sebelumnya “Aku tidak marah kamu katakan aku adalah pacarmu tapi aku marah kamu bilang aku menipumu. Itulah sebabnya kamu menangis banyak sekali hari ini. Apakah dia melakukan sesuatu padamu?” tanya Guy lagi
“Itu aku yang melakukan sesuatu. Aku tidak bisa mengendalikan hatiku, aku kalah pada judi yang aku kira aku akan memenangkannya. Siapapun yang mencintai yang lainnya duluan kalah dan aku kalah. Aku kalah pada semua orang dan semuanya di dunia ini” jawab Aom Am
“Dengarkan aku baik-baik. Aku akan memberitahumu. Tidak peduli siapa atau hal apa yang kamu kalah di dalam dunia ini. Ingatlah, bahwa kamu menang terhadapku” ucap Guy dan menggenggam tangan Aom Am. Aom Am tersenyum.
Bunyi klakson mobil menghentikan percakapan mereka. Mike datang…
“Aku datang untuk menjemput Aom Am” ucap Mike saat Guy menyambutnya di depan pintu
“Bagaimana Min?” tanya Guy
“Jangan! Jangan memulainya Guy” jawab Mike kesal dan segera mencari Aom Am ke dalam rumah “Apa yang kamu pikir kamu lakukan? Kenapa kamu berpakaian seperti ini? Kenapa kamu bertingkah seperti ini hah?” tanya Mike pada Aom Am
“Apa yang kamu bicarakan?” tanya Aom Am balik dan berusaha menahan amarahnya
“Hentikan, hentikan. Tenang, aku akan menjelaskan. Aom Am kehujanan dan aku pergi untuk menjemputnya. Pakaiannya basah,Itulah sebabnya dia berganti pakaian…. Itu saja” ucap Guy berusaha menengahi pertengkaran antara Aom Am dan Mike
“Jadi apa? Mesikpun jika aku melakukan apa yang kamu pikirkan, apa aku salah? Kita tidak saling mencintai…. Kita menikah hanya karena kamu menipu dirimu sendiri, menipu seluruh dunia. Meskipun jika aku melakukan itu apa itu salah? Apa itu urusanmu?” tantang Aom Am
“Hentikan, hentikan! Kamu melanggar janjimu. Kamu mengatakan sesuatu yang kita janjikan tidak untuk memberitahu siapapun” ucap Mike emosi
“Aku sudah melanggar begitu banyak janji, tidakkah kamu ingat? Dan jika aku melanggar satu lagi, aku tidak peduli lagi! Aku bahkan tidak peduli jika kamu tidak akan mengembalikan rumahku. Aku tidak peduli apa-apa” teriak Aom Am dan berlalu pergi
Mike berusaha mengejar Aom Am namun Guy segera mencegahnya
“Mike, hentikan. Apa kamu mencintai Aom-Am? Aku bertanya padamu, apa kamu mencintai dia? Jika kamu tidak menjawab, aku akan menganggapmu kamu tidak mencintainya” ucap Guy namun Mike memilih diam “Oke, kalau begitu aku akan memberitahumu kalau aku mencintai Aom Am dan aku tidak peduli kalau dia mencintaimu. Yang paling penting, aku sudah memutuskan untuk membawanya pergi dari siapapun yang tidak mencintai dia”
“Aku akan membawa Aom Am pulang ke rumah” ucap Mike akhirnya
“Pulanglah, kamu bahkan tidak tahu dimana dia berada sepanjang hari atau bagaimana perasaannya. Kamu tidak punya hak untuk membawanya pulang. Besok akulah yang akan membawanya pulang” ucap Guy dan menatap Mike dengan tatapan penuh aroma persaingan.


=BERSAMBUNG=

Category: articles

Wednesday, September 17, 2014



EPISODE 13
Permintaan maaf Mike



Pulangnya Nenek dan Ibu Mike bukan berarti pertengkaran pasangan suami istri ini berhenti begitu saja. Aom Am dan Mike kembali berdebat… kali ini perdebatan mereka mengenai keinginan Nenek Mike yang ingin segera menimang cicit.
“Jangan berpikir tentang itu. Kita sudah punya perjanjian, kamu tidak boleh menyentuh tubuhku dengan cara apapun” ucap Aom Am mengingatkan
“Pendek seperti ini, aku tidak ingin membuatmu menjadi ibu dari siapapun. Aku takut kalau bayiku akan lahir sepanjang 1 inchi” balas Mike kesal

Aom Am sudah sibuk di dapur sementara itu Mike yang sedang asyik berolahraga tanpa sengaja mencuri pandang ke arah Aom Am. Mike bergegas menuju ke meja makan dan mengambil posisi duduk santai. Mike kemudian pura-pura menelepon temannya agar Aom Am mendengarnya, sayang Aom Am tak mau ambil pusing dengan semua urusan Mike termasuk dengan siapa dia berbicara di telepon ataupun dengan siapa dia akan bertemu nanti… ada hal yang jauh lebih penting bagi Aom Am, yaitu belajar menulis bersama Guy, gurunya.
Mike merasa bosan di rumah seorang diri… bermain internet, membaca buku sama sekali tak mampu mengusir rasa suntuknya. Mike tiba-tiba memiliki sebuah ide brilliant. Daripada harus mengurung diri di Full House ada baiknya jika dirinya membuntuti Aom Am dan juga Guy. Mike juga penasaran apa yang dilakukan ke dua orang tersebut selama seharian penuh.. Mike kemudian menelepon asisten Guy dan menanyakan keberadaan Guy. Mike beruntung, asisten Guy langsung memberitahu lokasi tempat Guy berada sekarang.
Guy sesekali melirik kepada gadis yang duduk di hadapannya. Gadis berkacamata tersebut sedang sibuk dengan dunianya dan juga imajinasinya dalam merangkai setiap kata demi kata hingga akhirnya membentuk sebuah paragraph untuk novel buatannya. Kemunculan seorang pria berkemeja hitam mengalihkan perhatian Guy sesaat. Pria tersebut terus saja melihat ke arahnya dan juga Aom Am. Guy merasa mengenali pria tersebut walaupun pria tersebut berusaha menutupi wajahnya dengan majalah. Senyum merekah di wajah tampan Guy. Guy yang sedaritadi memilih diam dan hanya memperhatikan Aom Am dari kursi sebelah mulai memberanikan diri mendekatkan tubuhnya ke arah Aom Am. Guy yang awalnya sempat menolak ajakan makan siang Aom Am justru mengajak balik Aom Am untuk makan. Dan jelas saja semua tingkah laku Guy berhasil membuat pria berkemeja hitam yang tak lain adalah Mike seketika menunjukkan wajah kesal sekaligus cemburunya.
Kekesalan Mike tak cukup berhenti disitu saja, Guy juga membuatnya sibuk meladeni fans dan akhirnya tak menyadari jika istri dan sahabatnya tersebut sudah pergi sedaritadi. Yeeee,,,,, Guy hebat.
Mike memutuskan ke tempat favoritnya dan juga Min. Entah kenapa suasana hati Mike mendadak menjadi melankolis, entah kenapa Mike menjadi sedih tanpa tau penyebab jelas semuanya. Apa ini karena melihat Aom Am bersama dengan pria lain? Apa ini tanda jika dirinya sedang digelayuti perasaan cemburu??? 

Malam hari
Mike baru saja pulang… dan hal yang mengejutkan, Aom Am sudah berada di rumah dan sibuk dengan notebooknya.
“Apakah kamu membawa teman-temanmu ke rumah? Apakah kamu bersenang-senang hari ini? Hei, Khun! Khun, apakah kamu bersenang-senang hari ini?” tanya Aom Am berulang kali namun Mike sama sekali tak memperdulikan semua pertanyaannya
“Jangan ikut campur!” bentak Mike
“Oh! Apa salahnya? Aku tanya baik-baik. Apa kamu psiko?” ucap Aom Am sedikit terkejut dan akhirnya memilih tak perduli
“Dan kalian berdua menghilang, apa itu menyenangkan?” tanya Mike
“Menghilang? Menghilang apa?” tanya Aom Am balik tak mengerti dengan ucapan suaminya tersebut
“Dengan begitu banyak orang di toko, duduk berdekatan bersama-sama seperti kembaran. Jika itu orang lain, mereka akan mengira kalian berdua mungkin akan menjadi satu” jawab Mike
“Ah...kamu mengikutiku ke toko?” tanya Aom Am yang mulai mengerti maksud ucapan Mike
“Tidak! Aku hanya menebak” jawab Mike berusaha mengelak
Aom Am tertawa terbahak-bahak “Apa kamu mengikutiku kesana? Itu lucu. Diam-diam mengikutiku kesana”
“Hei! Aku hanya... secara kebetulan lewat. Jangan buat dirimu begitu penting. Kenapa aku harus diam-diam mengikutimu?” ucap Mike terus berkilah
“Kenapa? Kenapa kamu? Ah...kamu cemburu. Tidakkah kamu sadar itu? Kamu cemburu... Cemburu. Cemburu” ucap Aom Am menggoda
“Silahkan pergi ke kamar mandi dan lihat di kaca. Kamu sudah menulis terlalu banyak cerita, sekarang kamu bermimpi atau apa?” ucap Mike
“Ya, pemeran utama dalam novel itu kebanyakan mereka cenderung terobsesi dengan kekuatan, omong kosong, dan tidak bicara apa yang sebenarnya ada dalam pikiran mereka. Sama seperti kamu!” balas Aom Am ketus
“Ya kalau begitu pemeran utama dalam novel, mereka biasanya memiliki kerumitan mereka, miskin... terlalu mudah menangis, tidak bisa menyortir masalah mereka... dan bangga akan martabat mereka yang jarang mereka miliki, bukankah begitu? Aku pasti penulis, semangat!” ucap Mike meledek
“Tapi pada akhirnya, dia bertemu cinta sejatinya” ucap Aom Am tenang
“Kenapa kamu tidak gunakan kursi itu saja dan membuat jalan untuk menjadi perawan tua. Seseorang sepertimu, jika aku tidak menyewamu untuk menikah denganku... tidak seorangpun yang akan tertarik” ucap Mike sedikit kasar
“Biar aku beritahu kamu satu hal. Seseorang sepertimu... Jika kamu tidak menggunakan uang untuk menyewa seseorang untuk menikahimu, tidak akan ada seorangpun yang akan menikahimu juga. Kalimat menikah, tidak seorangpun ingin mendengar...” balas Aom Am namun belum jua ucapannya selesai, sebuah bantal kursi melayang ke arahnya dan tepat mengenai gelas di atas meja dan tumpah mengenai notebook kesayangannya. Aom Am tentu saja terkejut bukan main. Rasa kesal seketika menyeruak hingga ke ubun-ubunnya. Mike benar-benar kelewatan kali ini…
Aom Am berlalu ke kamarnya dan segera mengambil hairdryer untuk mengeringkan notebook miliknya. Aom Am tak tahu apa caranya tersebut akan berhasil atau tidak, tapi satu yang pasti, notebook tersebut harus kembali normal karena semua data-data penting miliknya berada di dalam. Sangking sibuknya, Aom Am sama sekali tak menyadari jika di luar sana tepatnya di depan kamarnya, seorang pria sedang sibuk berlalu lalang dan sesekali terlihat hendak mengetuk pintu kamarnya. Pria tersebut jelas merasa bersalah dan semuanya bisa tergambar dari wajah tampannya. Sayang… keegoisannya, rasa angkuhnya membuat pria tersebut malu untuk mengakui kesalahannya atau sekedar mengucapkan kata maaf.
Keesokan harinya
Mike sudah sibuk di dapur, menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga Aom Am. Mike sepertinya berusaha menebus kesalahannya semalam dengan cara menggantikan tugas Aom Am, sayang Aom Am sama sekali tak merespon dan hanya menatapnya dengan tatapan dingin dan berlalu pergi. Hehehehehe, emang enak dicuekin
Aom Am menuju dapur… suasana dapur yang terlihat sedikit berantakan membuat Aom Am kembali kesal. Mike, suaminya sama sekali tidak berubah setelah kejadian semalam. Mike masih saja seenaknya dan tak perduli dengan lingkungan sekitar…. Mengerjakan sesuatu hal dan pada akhirnya dirinyalah yang harus membereskan hasil kerja Mike. Tapi tunggu dulu, sebuah ide hebat untuk novel karangannya tiba-tiba muncul. Aom Am buru-buru mencatatnya dan menempelkannya pada sisi lemari. Kegiatan Aom Am tersebut tanpa sengaja terlihat oleh Mike yang mengintip dari lantai 2. Mike mengikuti ide Aom Am dan melekatkan secarik kertas diantara beberapa lembar kertas milik Aom Am. Dan saat Aom Am berbalik untuk menempelkan kertas berisi idenya, sebuah kertas bertuliskan kata “maaf” sedikit menarik perhatiannya. Mike sedikit lega melihat Aom Am akhirnya membaca pesan singkatnya, tapi sayang setelah itu Aom Am tanpa perasaan… merobek-robek kertas pesannya hingga menjadi sobekan kecil. Tak hanya itu, Aom Am bahkan menginjaknya dengan membabi buta. 
Mike tak kehabisan akal… Mike mengambil laptop miliknya dan memberikannya pada Aom Am yang sedang sibuk memasak di dapur
“Ambil komputerku untuk digunakan dulu jadi kamu tidak akan ketinggalan pelajaranmu. Bicara tentang belajar mungkin akan bagus. Apa yang harus aku lakukan? Aku tahu kamu... menggunakan Window dan mungkin tidak tahu cara menggunakan Mac-ku. Tapi hari ini aku baik, aku akan membiarkanmu menggunakannya” ucap Mike dan berusaha tersenyum
“Aku tidak akan menggunakan barangmu, aku tidak mau terlibat denganmu lagi” ucap Aom Am ketus dan memilih fokus pada sayur-sayuran di depannya
“Oh, tentang belajar... Aku mengerti, kamu tidak begitu pintar bukan? Kamu merasa putus asa karena otakmu yang tumpul” ucap Mike lagi
“Meskipun jika aku memotong jari kedua tanganku, Aku tetap akan belajar menulis naskah dan akan mempelajarinya tanpa menggunakan barangmu” ucap Aom Am kesal dan berlalu meninggalkan Mike. Mike merutuki dirinya, menyesali setiap ucapan yang keluar dari mulutnya. Bukannya berdamai, dirinya justru semakin memperkeruh suasana. Semua kalimat yang diucapkannya tak sesuai dengan yang saat latihan tadi. Apa yang harus dilakukannya sekarang???

Solusi untuk masalah yang sedang dihadapi Mike akhirnya muncul juga. Benz, managernya datang di waktu yang tepat. Tujuan kedatangan Benz sebenarnya adalah untuk memberikan kertas kontrak kerja yang akan melibatkan Mike dan juga Aom Am namun begitu mengetahui masalah yang sedang membelit artis asuhannya, Benz akhirnya memberi ide bagaimana jika Mike memberi Aom Am bunga?
Ide Benz memang sangat bagus, brilliant dan sangat manjur untuk membujuk hati wanita yang sedang marah tapi Mike, si pangeran romantis kita tidak tahu cara melakukannya. Buktinya…
“Cuaca hari ini bagus sekali untuk meletakkan bunga ini dalam vas. Oh, Itu mungkin akan lebih bagus jika disimpan di dalam kamar” ujar Mike spontan ketika menerima kiriman bunga dan melihat Aom Am yang tiba-tiba berdiri di belakangnya.
Selama beberapa hari ke depan, Aom Am dan Mike sama sekali tidak berinteraksi. Aom Am sibuk membersihkan rumah sedangkan Mike sibuk dengan dunianya sendiri. Mike memang sesekali melirik ke arah Aom Am namun dirinya tak memiliki keberanian untuk mengajak Aom Am berbicara ataupun sekedar mendekatinya, Aom Am masih menyimpan amarah kepadanya. 
Hari ini adalah jadwal Aom Am bertemu dengan Guy. Guy merasa heran melihat Aom Am menulis novel di sebuah buku, kemana Notebook Aom Am? Aom Am menjelaskan jika dirinya tanpa sengaja menumpahkan air ke notebooknya dan hasilnya notebooknya sama sekali tidak bisa digunakan sekarang. Guy tersenyum dan kemudian menelepon asistennya meminta dibawakan sebuah laptop. Aom Am tentu saja terkejut dan dengan cepat menolaknya… Guy kembali tersenyum, meminta Aom Am untuk tak memikirkan semuanya, yang jauh lebih penting sekarang adalah Aom Am bisa melanjutkan pekerjaannya.
Mondar mandir, hanya itu yang bisa dilakukan Mike sekarang terlebih hari ini adalah hari dimana Aom Am bertemu dengan Guy. Derap langkah kaki terdengar, Mike bergegas mengambil posisi dan berpura-pura tertidur tepat disaat Aom Am masuk ke dalam rumah.
Mike terbangun dan sedikit terkejut ketika melihat Aom Am pulang membawa sebuah notebook.
“Laptop siapa yang kamu bawa?” tanya Mike penasaran
“ Khun Guy” jawab Aom Am cuek dan memilih tak memandang Mike
“Ah... Milikku kamu tidak mau gunakan tapi kamu bisa memakai punya orang lain bukan?” tanya Mike dengan nada bicara yang sedikit ketus.
“Aku beritahu kamu aku tidak ingin terlibat denganmu” jawab Aom Am
“Kamu istriku dan fakta bahwa kamu menerima milik orang lain itu memalukanku, kamu tahu?” ucap Mike lagi
“Seperti kamu tidak pernah membuatku malu sebelumnya... Tentang Khun Mintra, kamu pasti berpikir aku benar-benar bodoh. Berhentilah bermain-main denganku, berhentilah menyeret Khun Guy kedalam urusan gila ini. Dia orang yang baik dan orang yang paling mengerti aku” ucap Aom Am kesal dan memandang Mike dengan tatapan tajam “Kenapa kamu melakukan ini? Kenapa kamu benci sekali padaku?” ucap Aom Am lagi ketika Mike dengan sengaja membuang notebook pemberian Guy ke lantai. Tak cukupkah Mike merusak notebook miliknya kemarin? Haruskah notebook pemberian Guy dirusaknya juga. Kesalahan sefatal apa yang sudah dilakukannya sehingga Mike tak pernah bisa membiarkan hidupnya tenang.

Mike kembali merutuki kesalahannya. Emosi yang terlalu memuncak, membuatnya tak bisa mengontrol tingkah lakunya. Lagi dan lagi dirinya melakukan kesalahan dan berhasil membuat gadis berambut keriting tersebut bersedih untuk kesekian kalinya.
Bunyi suara pintu yang dibuka kemudian ditutup membuat Mike tersadar, jangan-jangan…. Mike dengan cepat mengejar Aom Am yang sudah berjalan cukup jauh. Sebuah koper ditarik Aom Am dan Aom Am semakin mempercepat langkahnya ketika menyadari kehadiran Mike dibelakangnya.
“Khun,khun… Tunggu! Hei! Jika kamu tinggalkan aku seperti ini... aku jamin kita berdua akan kehilangan sejumlah uang besar besok” panggil Mike dan berhasil menghentikan langkah Aom Am.
“Kita? Sejumlah besar uang? Uang apa?” tanya Aom Am heran
“Ya... ada seseorang yang ingin menyewa kita berdua untuk membintangi sebuah iklan. Jika kita menerimanya kita bisa membaginya...” jawab Mike santai. Mike merasa kesempatan ini adalah waktu yang sangat tepat untuk mengajak Aom Am berbaikan
“Berapa banyak?” tanya Aom Am yang terlihat berpikir keras
“Itu mungkin sesuatu seperti... 200.000 baht” jawab Mike menebak
“Aku ingin 300.000 baht (10.000 USD)” ucap Aom Am
“Mari kita lakukan ini. Aku akan memeriksa untuk memastikan berapa harga sebenarnya. Kemudian, aku akan memberimu 10% atau mungkin lebih dari itu” ucap Mike berusaha meyakinkan
“10 %... ditambah 50 kata permintaan maaf” ucap Aom Am
“Artinya...aku harus minta maaf padamu 50 kali?” tanya Mike pada Aom Am namun Aom Am hanya terdiam dengan ke dua tangan dilingkarkan di depan dada “Aku... Aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak akan ikut campur dengan impianmu lagi. Aku bertindak sebelum aku berpikir. Aku merusak semuanya sendiri. Maafkan aku” ucap Mike pada akhirnya. 
Aom Am berusaha menahan senyum dan tawanya mendengar semua ucapan Mike. Baru kali ini selama dirinya mengenal Mike, Aom Am mendengar langsung ucapan maaf dari bibir Mike “Turun dari sepedaku dan bawa koperku pulang ke rumah” perintah Aom Am “atau apa kamu tidak akan melakukannya?” tanya Aom Am dan bersiap-siap pergi karena Mike terlihat menolak
“Oh...tunggu...tunggu, Ini” ucap Mike dan memberikan sepeda pada Aom Am
“Permintaan maaf # 2...kamu bisa mulai sekarang” ucap Aom Am pada Mike yang tiba-tiba terdiam
“Maafkan aku, aku tidak bagus… aku bodoh. Aku benar-benar jahat, aku bersalah” ucap Mike
“Permintaan maaf # 3...mulai sekarang, kejar aku juga” tambah Aom Am
“Aku minta maaf, aku minta maaf. Aku benar-benar jahat. Aku benar-benar jahat. Aku tidak baik” ucap Mike lagi dan berlarian mengejar Aom Am yang sudah mendahuluinya.
Keesokan harinya
Sepulang dari bertemu pihak produksi iklan, Aom Am dan Mike memilih duduk di meja makan sambil membahas pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan saat syuting iklan nanti. Mike meminta Aom Am untuk menjawab yang sebenarnya, sesuai dengan apa yang dipikirkannya tapi jangan terkesan berlebihan. Syuting iklan pertama mereka nanti sebagian besar akan dilakukan di negeri Thailand dan tentu saja di Korea.

#1... Kesan pertamu ketika kamu bertemu Aom-Am.
Mike seketika bergidik mengingat pertemuan pertamanya dengan Aom Am di dalam pesawat. Aom Am di pikirannya adalah gadis yang sedikit kampungan dan jorok.
#2… Sesuatu yang baik tentang Mike.
Aom Am memasang wajah lusuh ketika mengingat semua hal yang dilakukan Mike padanya. Mike yang sebenarnya adalah pribadi yang kasar, suka membuang makanan dan barang, sama sekali tidak menghargai dirinya.
#3… Sesuatu yang berbeda tentang Aom Am
Mike kembali berpikir…. Aom Am memang sangat berbeda dibandingkan gadis kebanyakan. Bayangkan saja di pertemuan pertama mereka, Aom Am sudah berani membohongi dirinya demi mendapatkan uang untuk bisa membeli tiket kembali ke Korea. Tak hanya itu, dibalik pribadinya yang terkesan blak-blakan dan tak bisa ditebak, Mike harus mengakui Aom Am adalah satu-satunya orang yang selalu berada disampingnya saat dirinya terluka, terjatuh dan tak bisa berbuat apa-apa.
#4… Rahasia Mike...
Si pangeran romantis kita sangat menyukai ceker ayam, psikopat gila, pekerja keras dan juga di beberapa kesempatan sangat manja dan usil. Namun dibalik semua sifat anehnya tersebut, Mike adalah seseorang yang akhirnya bisa membuat dirinya mengendarai sepeda^^
Sebuah suara yang berasal dari arah belakang rumah membuat perhatian Aom Am dan Mike beralih untuk sesaat. Junior, anjing milik tetangganya datang untuk bertamu. Aom Am bergegas menghampiri Junior dan membuat Mike yang masih berada di dalam rumah memilih memandangi Aom Am dari kejauhan. Bunyi Hp membuat Mike tersadar, Min meneleponnya.
Keesokan harinya
Mike dan Aom Am berada di lokasi pemotretan… seseorang tiba-tiba muncul dan menyapa mereka berdua…



EPISODE 14
Es Krim Cinta



Min mendatangi lokasi syuting Mike. Sapaan hangat dilemparkan Min pada Mike yang sedang di make up dan juga pada seorang gadis yang melemparkan senyum simpul padanya. Min merasa sedikit terkejut melihat Aom Am karena Mike sama sekali tidak memberitahunya jika Aom Am juga akan ikut ambil bagian dalam iklan kali ini.
Aom Am terlihat gugup saat proses pengambilan gambar akan dimulai… memang hari ini cuma sekedar wawancara biasa saja tetapi hal ini adalah pengalaman baru untuknya. 

#Sawasdee ka Khun Aom-Am. Bagaimana perasaanmu bisa menikah dengan superstar Thailand?
Ya, aku merasa aku wanita yang... sangat beruntung. Dan... Mike adalah orang yang baik jadi aku tidak merasa tidak nyaman atau apapun.

#Bagaimana kalian berdua bertemu?
Oh, itu sama seperti novel. Waktu itu aku akan pergi ke Korea. Di dalam pesawat, aku gugup karena itu adalah pertama kalinya aku terbang dengan pesawat terbang. Aku menoleh ke sekitar dan melihat Mike. Aku tidak mengenalinya tapi aku bisa melihat aura superstar keluar darinya. Dan itu terjadi padaku bahwa dia adalah orang yang cukup baik. Kemudian kami terus berhubungan ketika kami tiba di Korea. Itu saja untuk sekarang.

#Jadi itu adalah pertama kali kalian saling bertemu. Bagaimana tentang Mike diatas panggung dan diluar panggung. Apakah dia berbeda?
Sangat berbeda… sangat berbeda karena Mike dalam kesehariannya dia agak mudah, sederhana dan... lucu. Dia begitu naif dan tidak pura-pura. Ya, sangat tidak berdosa dan tidak palsu.

#Mike itu perfeksionis dan juga sederhana dan menganggap hal mudah?
Dia sebenarnya kadang-kadang perfeksionis.
#Kamu membuat beberapa review tentang makanan, jadi kamu pasti ahli dalam makanan.
Ya, aku tidak pintar memasak tapi aku suka makan… Aku pergi ke restoran yang direkomendasikan orang-orang dan kemudian membuat review.

#Apa makanan yang Mike paling sukai?
Untuk Mike? Ceker! Tidak seorangpun yang tahu? Mike suka sekali ceker ayam.

#Ceker ayam dalam hidangan apa?
Semuanya yang ada ceker ayam didalamnya. Rebus, kukus, atau sup... Mike bisa makan mereka semuanya (tertawa)

#Jadi ini adalah yang kami tidak ketahui jika bukan kekasih Mike yang mengetahuinya. Aku ingin menanyakanmu ini. Ini benar-benar pertanyaan terakhir. Apa dari Mike yang kamu tidak akan pernah melupakannya.
Dia... lebih berani dari siapapun yang aku pernah pikirkan... demi hal yang dia cintai (Aom Am terlihat serius menjawabnya. Dan mendengar jawaban Aom Am, Mike tiba-tiba menjadi tertunduk dan tersenyum malu).
Kali ini adalah giliran Mike…. Dari kejauhan Aom Am terlihat penasaran dengan semua jawaban yang akan dilontarkan Mike. Tak hanya Aom Am, Min pun sama penasarannya

#Bagaimana kehidupan setelah menikahmu?
Ya, itu bagus. Kami bahagia.

#Apakah kamu harus menyesuaikan dirimu demi Aom Am?
Sebenarnya, aku harus sedikit menyesuaikan tetapi tidak banyak. Kebanyakan mereka adalah tentang... kebanyakan makanan.

#Aku mengerti. Aku ingin tahu tentang apa yang Aom-Am katakan sebelumnya.. bahwa kalian berdua bertemu untuk pertama kalinya ketika kamu pergi ke Korea. Pertama kali kamu bertemu dia...Bagaimana itu? Bisakah kamu beritahu kami tentang itu?
Kami bertemu di pesawat terbang ketika kami berdua pergi ke Korea. Dan aku... berbalik untuk melihat gadis yang sangat cantik ini dan dia terlihat apa adanya dan aku menemukan itu benar-benar mempesona.

#Awalnya ketika kamu bertemu dia dan dia duduk di sampingmu, apa kamu berpikir dia mungkin salah satu dari Fan Club mu?
Sejujurnya, aku juga berpikir tentang itu pada awalnya. 

#Sebelumnya, Aom-Am mengatakan padaku bahwa ada salah satu jenis makanan yang sangat kamu sukai dan kami tidak pernah tahu tentang itu sebelumnya.
Ceker ayam. Sebenarnya aku jarang memberitahu siapapun tentang itu. Hanya orang di keluargaku yang tahu sebagian besar. 

#Sekarang pertanyaan terakhir. Aku ingin kamu memberitahu kami... apa dari Aom-Am yang membuatmu terkesan.
Aom-Am adalah orang yang memiliki wajah menangis paling jelek di dunia. Dia cerewet sekali dan suka membalas setiap ucapanku. Tapi… dia juga memenuhi duniaku dengan suara jenis lain, bukan hanya suara musik. Dia memenuhinya dengan suara tawa, suara tangis, suara ribut ketika kami bertengkar. Dan yang paling penting, dia adalah wanita yang bisa membuatku mengatakan maaf berkali-kali dan aku senang melakukannya. Meskipun itu melelahkan... tapi dia membuat hidupku lebih berwarna dan hidup. Dan aku tidak pernah menyangka itu akan berubah menjadi seperti ini,dia membuatku bahagia.

Aom Am terharu mendengar ucapan Mike, entah kenapa semua ucapan Mike terdengar seperti nyata di telinganya… entah kenapa Aom Am merasa kalimat yang diucapkan Mike benar-benar tulus dari dalam hatinya. Tak hanya Aom Am yang merasakannya, Min juga merasakannya. Buktinya, Min segera pergi begitu Mike selesai diwawancarai… Min sepertinya kesal melihat dan mendengar semua tingkah laku dan ucapan Mike yang ditujukan untuk Aom Am.
Benz mengajak Aom Am untuk beristirahat sejenak… Benz tiba-tiba berucap jika Mike benar-benar mencintai Aom Am, semuanya bisa terlihat dari ucapan Mike… Aom Am menggeleng, Aom Am sepertinya tak ingin terlalu jatuh dalam perasaan yang sama sekali tidak bisa dimengerti olehnya. “Mike tampaknya sangat mencintaimu. Aku sudah mengenal Mike sejak lama. Aku tahu ketika dia benar-benar serius atau ketika dia mengatakannya dengan naskah” ucap Benz berusaha meyakinkan Aom Am. Aom Am sontak terkejut dan mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk. Benarkah???
Bandara, goes to Korea
Mike dan Aom Am memang pasangan suami istri yang paling beruntung. Kali ini mereka akan melakukan proses syuting untuk sebuah iklan es krim di negeri Ginseng. Sebelumnya pertemuan mereka untuk pertama kalinya juga terjadi di dalam pesawat menuju Korea dan terakhir lokasi tempat pemilihan honeymoon mereka juga adalah negeri Korea.
Korea
Mike sedang sibuk bermain lempar panah… kesibukannya tersebut sedikit terganggu dengan kemunculan seorang gadis yang mengenakan pakaian khas negeri ginseng, Hanbok. Entah kenapa sosok gadis tersebut mampu membuat Mike membeku untuk sesaat, terdiam mematung seolah tersihir oleh pesona yang dipancarkan oleh gadis tersebut. Gadis tersebut tak lain dan tak bukan adalah istrinya, Aom Am. Mike berbalik seketika, berusaha menyembunyikan rasa kagumnya dan juga senyum simpulnya… Aom Am berhasil mengalihkan dunianya untuk sesaat.
Ada yang mengingat lokasi diatas? Yup, tempat diatas adalah tempat syuting drama korea “Full House Take 2 dan juga That Winter The Wind Blows”. Disinilah Mike dan Aom Am akan melakukan proses syuting iklan es krim selain beberapa tempat lainnya nanti.
Proses pengambilan gambar mengalami beberapa kendala. Sang sutradara tak puas dengan acting Mike serta Aom Am. Acting mereka terlihat sangat kaku dan tak terlihat seperti pasangan suami istri yang saling mencintai. Tiada chemistery sama sekali maupun perasaan cinta yang berhasil disampaikan mereka. Mereka justru terkesan layaknya seperti anak kecil yang saling berebut es krim daripada pasangan yang saling berbagi es krim. Hingga pada akhirnya proses pengambilan gambar dihentikan untuk sementara waktu dan akan dilanjutkan nanti.
Aom Am berjalan lesu… dirinya merasa lelah dengan proses syuting yang tak kunjung berakhir. Belum lagi dengan kabar dari Mike yang memberitahukan jika proses syuting berikutnya akan dilakukan di Seoul tower.
“Kita ada syuting beberapa promo iklan tentang es krim dan hal kunci pasangan” ucap Mike
“Tidak!” tolak Aom Am “Pasti tidak! Aku tidak akan punya kunci denganmu, tidak pernah! Aku akan menjaganya hanya untuk pacarku” tambah Aom Am
“Kita disini. Kita sudah menikah, sayangku” bujuk Mike
“Itu tidak sungguhan. Jika aku punya kunci denganmu, aku kehilangan kesempatan untuk mengunci dengan orang lain” tolak Aom Am sekali lagi
“Apa kamu benar-benar percaya dengan hal kunci ini?” tanya Mike sedikit meledek
“Ya, benar. Kami wanita menganggapnya serius” jawab Aom Am menegaskan
“Bodoh” ucap Mike
“Kenapa kamu terus memandangku rendah seperti itu?” tanya Aom Am kesal
“Karena kamu benar-benar bodoh. Ada masalah apa denganku mengatakan yang sebenarnya?” tanya Mike balik
“Bodoh ini bodoh itu. Aku tidak akan pergi kesana denganmu” jawab Aom Am kembali menolak
“Kamu tidak akan mendapatkan bayaran untuk itu. Jika kita membatalkannya, kita harus membayar banyak karena melanggar kontrak. Jika kamu mau berhutang padaku untuk seumur hidup, itu terserah kamu, sayang. Aku pergi. Dah dah” ucap Mike dan melangkah pergi
“Ikan mas kejam!” teriak Aom Am tak mampu berkutit lagi selain mengikuti semua prosedur yang ada
“Kaki pendek besar!” balas Mike

Namsan/Seoul Tower
Aom Am dan Mike berada di namsan tower, salah satu tempat yang wajib dikunjungi jika seseorang datang berkunjung ke Korea… Baik itu seorang diri maupun bersama pasangan, baik itu hanya untuk melihat-lihat saja ataupun mengunci gembok bersama pasangan.
Sebelum melakukan kunci gembok bersama Aom Am, Mike menyempatkan diri melakukan wawancara dengan beberapa media yang sudah hadir untuk meliput kegiatan mereka.
#Bagaimana perasaanmu datang kemari dan mengunci?
Aku hanya datang kemari untuk menyenangkan Aom-Am karena aku percaya kalau ini adalah impian setiap wanita. Pasti, Benar, sayang. 

Aom Am memandangi gembok cinta miliknya. Sebentar lagi dirinya akan mengunci gembok bersama Mike dan itu artinya tidak ada kesempatan lagi untuknya bisa mengunci gembok dengan suami sebenarnya nanti. Dirinya akan terus berada di bawah bayang-bayang seorang Mike dan juga semua sifat egoisnya. Apa yang harus dilakukannya sekarang?
Tiba-tiba sebuah tangan menariknya menuju tempat dikuncinya gembok cinta. Aom Am berusaha menolak namun sosok pria dibelakangnya terus saja menariknya dan bahkan menggendongnya. Pria tersebut membisikkan sebuah kalimat “demi 200.000 baht” dan berhasil membuat Aom Am hanya terdiam dan mengikuti setiap suruhan pria tersebut termasuk saat kunci gembok harus dilempar jauh ke luar tower.
Sepanjang perjalanan pulang, Aom Am hanya bisa menangis, menyesali semua tindakan bodohnya tadi. Mike berusaha menghiburnya dengan menampilkan wajah jeleknya namun suasana hati Aom Am tak kunjung membaik. Sesampainya di penginapan, Aom Am malah mengambil posisi tidur di lantai. Mike merasa aneh karena dulu sewaktu honeymoon mereka, Aom Am justru sangat menginginkan tidur di atas tempat tidur. Mereka bahkan harus bertengkar demi menentukan siapa pemenangnya, tapi hari ini??? Apa gembok cinta tersebut sangat penting bagi Aom Am?
Keesokan harinya
Matahari baru saja menunjukkan wajahnya. Aom Am berjalan keluar penginapan dengan wajah lesu dan kusut. Seseorang tiba-tiba muncul disampingnya dan mengucapkan “selamat ulang tahun” padanya …. Aom Am tentu saja terkejut, bagaimana Mike bisa mengetahuinya? Mike menjelaskan jika Aom Am dulu memberikannya kartu identitas saat berbohong untuk cerita Guy. Tak hanya ucapan selamat ulang tahun, Aom Am juga mendapat hadiah kunci gembok cinta dari Mike. Rupanya diam-diam Mike membuat duplikatnya agar Aom Am bisa membukanya kapan pun dia menginginkannya.
Hari ini tidak ada proses syuting… Mike telah meminta izin kepada staf untuk mengajak Aom Am jalan-jalan di hari ulang tahunnya. Mike mengajak Aom Am melihat tempat tinggal masyarakat Korea di jaman joseon, dan berkeliling beberapa jalan hingga Aom Am merasa kelelahan dan Mike pergi sejenak untuk membelikan Aom Am minuman. Merasa bosan dan lelah menunggu, Aom Am iseng melukis di dinding sebuah jalanan. Lukisan seorang gadis yang sedang duduk menunggu… 
Perjalanan kembali berlanjut… Mike mengajak Aom Am mengunjungi Trick eye museum, ice museum, music show wedding. Di music show wedding, Aom Am dan Mike di ajak naik ke atas panggung untuk menari. Dan ketika tiba di pertunjukkan propose wedding, Aom Am terlihat berusaha menahan air matanya. Aom Am merasa sedih saat melihat calon pengantin wanita didampingi oleh Ayahnya. Aom Am berkaca pada pernikahannya bersama Mike kemarin, tidak ada Ayah ataupun Ibunya yang menemaninya.
Kegiatan terakhir mereka dan merupakan penutup dari acara ulang tahun Aom Am adalah barbeque. Mike telah menyiapkan semua keperluannya termasuk hadiah untuk Aom Am nanti.
“Kamu tahu apa yang aku suka. Aku ingin tinggal di trailer kemping itu. Kenapa kamu tidak menyewa salah satu dari itu?” tanya Aom Am ketika melihat trailer kemping yang diparkir tak jauh dari tempat mereka berada sekarang
“Oh, trailer kemping itu harus dipesan beberapa bulan sebelumnya” jawab Mike “Apa yang akan kamu lakukan, ketika kamu sudah tua?” tanya Mike balik
“Aku ingin menjadi hantu dan menghantui orang lain. Kamu tidak tahu bukan? Aku akan menumbuhkan pohon mangga dan buah lainnya. Ketika mereka berbuah, orang ingin mengambil mereka dari rumahku. Aku akan sembunyi dibalik pohon itu. Ketika orang datang mendekati mereka,aku akan lompat keluar dan mengejutkan mereka. Apa itu ide yang bagus?” jawab Aom Am tertawa senang
“Kamu juga akan meletakkan beberapa efek spesial dan menghantui orang seperti ini” ucap Mike dan menunjukkan wajah jeleknya
“Itu cukup, kamu bereaksi berlebihan” ucap Aom Am tertawa “Bagaimana denganmu?” tanya Aom Am
“Aku tidak tahu. Ceritamu menarik” jawab Mike sedikit bingung
“Jika kamu tidak tahu mau main apa, kamu bisa datang bermain sebagai hantu denganku. Aku tidak keberatan” jawab Aom Am dan berhasil membuat Mike tersenyum senang. Mike kemudian mengeluarkan sesuatu yang sedaritadi disembunyikannya… kue ulang tahun. Mike menyanyikan lagu happy birthday untuk Aom Am dan memberikannya sebuah hadiah berupa laptop
Laptop ini adalah hadiah untuk Aom-Am. Ini bebas biaya dan tidak akan ditambahkan pada hutang lama. Semoga harapanmu menjadi nyata. Berhasil dalam menulis naskah.

Aom Am merasa sangat senang, mungkin ini adalah ulang tahun yang terindah yang pernah dirasakan selama hidupnya. Aom Am tak pernah menyangka jika Mike akan menyiapkan semua kejutan hebat ini.
Proses syuting untuk pengambilan gambar es krim kembali dilaksanakan keesokan harinya. Kali ini bukan di rumah lokasi syuting Full House Take 2 tetapi di atas sebuah jembatan.
“Mari kita main sesuatu” ucap Mike saat staf sedang sibuk mempersiapkan semua perlengkapan syuting
“Apa itu?” tanya Aom Am penasaran
“Sesuatu yang bukan hantu menghantui” jawab Mike
“Lalu apa?” tanya Aom Am lagi
“Mari kita lupakan siapa kita dan menjadi siapa yang kita inginkan” jawab Mike dan menatap dalam ke mata Aom Am. Aom Am tertegun sejenak begitupun dengan Mike. Suara sutradara yang meneriakkan kata action membuat Mike dan Aom Am tanpa sadar segera melakukan syuting. Jika kemarin, tingkah laku mereka seperti anak kecil yang saling berebut es krim, kali ini acting mereka sangat mengagumkan. Mike dan Aom Am benar-benar berakting seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara, saling berbagi kasih sayang melalui sebuah es krim.


=BERSAMBUNG=

Category: articles
Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015