[Recap Singkat] Full House Versi Thailand Episode 5-6


=EPISODE 5=
Kecewa


Mike menelepon asistennya dan meminta untuk dicarikan pembantu. Kesibukannya membuat Mike tak bisa membersihkan rumah termasuk mencuci dan memasak. 
Mike melirik sesaat pada Aom Am dan mengecek panas tubuhnya dengan meletakkan telapak tangannya di dahi gadis tersebut, masih terasa hangat. Mike tiba-tiba merasa khawatir meninggalkan Aom Am sendirian di rumah tetapi tuntutan pekerjaan mau tak mau membuat Mike beranjak sejenak meninggalkan Aom Am. 
Sepeninggal Mike, Aom Am membuka mata dan dengan semangat 45 menghabiskan makanan yang sudah disiapkan Mike untuknya. Merasa sudah sehat dan bugar, Aom Am memutuskan membersihkan rumah sebagai balas budi karena Mike sudah merawatnya.


Aom Am : (berbicara pada ikan milik Mike) Hai, siapa namamu? Jing Jing? Ini dia, makan

Guy mengundang Mike untuk datang di acara pembukaan perusahaan barunya nanti. Tak hanya Mike, Guy pun mengundang Mintra sebagai teman terdekatnya. Mintra menyetujuinya tapi Guy harus makan malam dengannya malam ini. Sayang, karena rapat yang tak kunjung usai, Guy harus membatalkan rencananya dan sebagai gantinya, Mintra memutuskan membawakan makan malam untuk Guy dan karyawannya.

Sekembalinya Mike ke rumah, hal yang pertama kali dilakukannya adalah mengecek kondisi Aom Am. Mike kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling, rasanya aneh… tadi sewaktu dirinya meninggalkan rumah, rumahnya dalam kondisi kotor dan berantakan tapi sekarang? Mike menarik selimut yang menyelimuti tubuh Aom Am, Aom Am sudah berganti pakaian.
Mike : Bangun! BANGUN! BANGUN!! Ouch!! Apa yang kamu lakukan? Hah? Kenapa tiba-tiba bangun seperti ini!? (Mike meneriaki Aom Am dan tanpa sengaja kepala mereka saling berbenturan)
Aom Am : Kenapa kamu harus berteriak di telingaku? !! (Aom Am akhirnya memilih bangun dan berusaha menahan sakit akibat kepala mereka yang saling berbenturan tadi)
Mike : Lihat! Lihat! Kamu benar-benar sehat!!Astaga!! Aku muak sekali denganmu!! Kamu penipu, kamu demam??Bagaimana seseorang yang sakit bisa bangun dan membersihkan rumah!? Darimana kamu dapatkan kekuatan itu? Lihat pakaian barumu!! Make up! Kenapa kamu pakai make up itu ketika kamu sakit? Hah!?
Aom Am : Apakah kamu pernah lihat drama Thailand? Mereka semua memakai make up ketika mereka sakit!! (Aom Am berusaha membela diri)
Mike : Berhenti bicara!! Keluar! Keluar sekarang!!
Aom Am : Tunggu! Tolong beri aku 5 menit! Mari kita selesaikan ini. Tolong!! Lihat! Itu hujan diluar. Bagaimana aku bisa keluar? (memohon)
Mike : Mengungkit semua tragedi, hidup dramatis lagi!?

Mike kemudian mengajak Aom Am berbicara 4 mata. Dari hasil pembicaraan mereka dibuatlah sebuah keputusan. Aom Am tetap akan tinggal di Full House tapi dengan syarat, Aom Am harus menjadi pembantu rumah tangga. Tak hanya membersihkan rumah, Aom Am juga harus mencuci pakaian dan juga memasak makanan untuk Mike. 
Aom Am mau tak mau terpaksa menyetujuinya, tak ada pilihan lain baginya. Menolaknya berarti dia harus keluar dari Full House. Sebagai awal kesepakatan mereka membuat kontrak demi kepentingan dan kebaikan bersama. 
Keesokan harinya
Mike menjelaskan tugas yang harus dilakukan Aom Am selama tinggal di rumahnya
Mike : Kamu harus menyapu lantai dua kali, mengepelnya dua kali, dan menyapunya lagi dua kali. Mengerti itu? Semua sarang laba-laba harus hilang, aku bahkan tidak ingin melihat seekor laba-laba tertinggal. Jendela mengkilap ini harus dipoles sebersih mungkin sehingga burung-burung diluar cukup tertipu berpikir bahwa ini bersih dan terbang melintasinya. Kamu harus mencuci pakaian dengan tangan, pakaian putih dan berwarna harus dipisahkan. Aku biasanya makan protein dan buah untuk sarapanku.
Aom Am : Apa itu protein? (Aom Am tak mengetahuinya, LOL)
Mike : Kamu tidak tahu apa itu protein? Protein, tidak pernah dengar tentang itu… Dari penampilan wajahmu, kamu tidak begitu pintar. Aku orang baik jadi aku akan menjelaskannya padamu. Protein, sebagai contoh, protein dari telur. Kamu harus memisahkan kuning telur dari putih telur dan kemudian membuatnya telur rebus. Dada ayam panggang tanpa bumbu garam. Lima jenis buah-buahan, dalam campuran lima warna setiap hari. Aku akan memberimu resep jus sayuranku dan jangan lupa untuk mengeluarkan bijinya keluar. Itu semua untuk langkah pertamamu. Jika ada yang aku tidak suka atau aku tidak puas tentangnya, aku akan memberi tahumu semua detailnya, oke?
Aom Am memulai tugas pertamanya sedangkan Mike sendiri memutuskan membeli cincin di sebuah departemen store dan akan memberikannya pada Mintra ketika mereka bertemu nanti. Mike menelepon Mintra dan mengajaknya makan malam bersama di sebuah restoran. Mintra menyetujuinya namun begitu Guy muncul tiba-tiba di butiknya, mengajaknya makan malam bersama, Mintra dengan cepat mengiyakannya dan membatalkan secara sepihak janji yang sudah dibuatnya dengan Mike.
Dan jadilah Mike hanya menunggu dan terus menunggu sendirian di restoran tanpa kepastian. Detik berganti menjadi menit, menit berganti menjadi jam begitu seterusnya…. Kehadiran Mike membuat karyawan restoran menjadi kegirangan, mereka bahkan penasaran kira-kira siapa yang sedang ditunggu Mike? 
Mike mencoba menghubungi Mintra namun Mintra malah mengabaikan teleponnya. Mike memilih pulang ke rumah dengan membawa semua rasa kecewa, kesal dan jengkel yang menyelimuti tubuhnya. Dan parahnya, Mike melampiaskan kekesalannya tersebut pada Aom Am. Mike memarahi Aom Am karena menaruh foto keluarganya di kamarnya dan juga meletakkan buku secara sembangan.

Aom Am : kamu gila, dasar monster (marah)

Dan Mintra, sepertinya dia harus kena batunya. Membatalkan janji sepihak dengan Mike membuatnya mendapatkan penolakan dari Guy ketika Mintra mengatakan jika dirinya menyukai Guy lebih dari seorang sahabat. Tak hanya itu, Mintra bahkan ditinggalkan seorang diri di restoran.
Mintra menangis, dadanya terasa sesak… berulang kali dirinya menujukkan dengan jelas rasa sukanya pada  Guy dan berulang kali juga Guy menolak dan mengabaikannya. Mintra segera menelepon Mike…
Mike : Tuan putri, kenapa suaramu seperti ini? Apa kamu sakit? (khawatir)
Mintra : Tidak, tidak ada apa-apa. Aku baik-baik saja.
Mike : Apa kamu menangis?
Mintra : Mike, aku minta maaf sekali, aku melewatkan janji kita
Mike : Itu tidak apa-apa. Aku tidak pernah marah padamu, kamu tahu itu.
Mintra : Ketika aku tidak punya siapapun… Hanya kamu, yang selalu ada disana untukku. Terima kasih banyak.
Mike : Ada apa hari ini? Apa hari untuk mengekspresikan perasaan?
Mintra : Mike...aku tahu, aku membuatmu sedih. Berkali-kali aku membuatmu sedih, aku tidak ingin kamu marah padaku.
Mike : Min. Ada typical orang, walau bagaimanapun orang itu diperlakukan, orang itu tidak akan pernah marah. Meskipun jika dia ingin marah sekali, tapi dia tidak bisa. Kamu mengerti itu, bukan?
Mintra : Aku tahu, aku tahu itu sekali. Kalau begitu, bisakah aku memperbaikinya untukmu besok? Makan malam denganku, oke?
Mike : Apa kamu yakin?
Mintra : (mencoba tertawa) Aku tidak begitu yakin.
Mike : Istirahatlah, besok mari kita bicara lagi. Selamat malam tuan putriku.
Mintra : Mimpi indah Ksatriaku.
Mike merasa kembali bersemangat. Mike mencoba menyusun kalimat yang akan dikatakannya nanti ketika memberikan cincin yang sudah dibelinya untuk Mintra dan tak sempat diberikannya hari ini. Sayang, kegiatan Mike tersebut tanpa sengaja dilihat oleh Aom Am. Aom Am tertawa seketika namun Mike berkilah jika dirinya sedang latihan dialog untuk drama terbarunya. 
Saat Aom Am mengerjai Mike dengan mengajarinya cara berdialog

Keesokan harinya
Mike merasa kesal karena Aom Am menyiapkan makanan tak seperti yang dipesannya dan sesuai seleranya. Selera makannya mendadak lenyap terlebih ketika membaca berita di Koran yang menyudutkan dirinya.

Suptar (superstar) ditinggalkan pada kencan dan tidak peduli.
Aom Am penasaran dengan berita yang dibaca Mike dan akhirnya dia mengetahui alasan kemarahan Mike kemarin malam dan juga dialog yang coba dihapalkannya kemarin…
Aom Am kembali menyetorkan naskah ceritanya namun lagi-lagi ditolak. Poor Aom Am

Mike dikerubungi wartawan yang ingin mengkonfirmasi masalah reservasi di restoran dan juga kegiatannya di sebuah departemen store…
Mike, seseorang melihatmu membeli cincin. Kemarin malam, kamu juga memesan seluruh restoran. Untuk wanita yang mana kamu lakukan ini? Bagaimana dengan wanita yang kamu jemput ke mobilmu? Siapa itu?
Mike menelepon Mintra untuk membatalkan janji yang sudah dibuatnya semalam. Mintra menyetujuinya, Mintra bisa mengerti kondisi Mike saat ini dan Mintra merasa semakin menyesal karena Mike ternyata menyewa seluruh restoran untuk makan malam mereka semalam. Sebagai gantinya bagaimana jika Mike makan malam saja di butik Mintra, mereka bisa memesan makanan…
Mike bergegas menuju butik Mintra. Mike sama sekali tidak menyadari jika hal yang dilakukannya saat ini sedang diawasi oleh paparazzi dan tentu saja makanan empuk untuk mereka. Awalnya percakapan Mike dan Mintra berjalan lancar namun ketika Mintra menerima sebuah surat, pembicaraan mereka berubah menjadi perdebatan
Mike : Dari siapa? Min, aku tanya dari siapa itu? Kenapa wajahmu seperti itu?
Mintra : Dari seseorang yang tidak pernah peduli tentang aku. (sedih)
Untuk adik cantikku, maaf karena membiarkan kamu pulang sendirian.
Mintra : Aneh sekali, kenapa aku harus menyukai seseorang yang tidak tertarik padaku? Dalam hidupku, Mike, aku tidak pernah merasa sehancur ini. Kapan perasaan ini akan pergi?
Mike : Kebodohan. Hanya satu kalimat sederhana 'kebodohan'
Mintra : Mike, itu kasar.
Mike : Kasar? Apa yang kasar sekali tentang itu? Itu tidak kasar, Min. Bagi seseorang yang bodoh (merujuk pada diri sendiri) Meskipun jika itu lebih kasar daripada ini, itu bisa menyembuhkan kebodohan. Untuk mencintai seseorang yang tidak membalas cintamu dan tidak pernah memperhatikanmu.
Mintra : Mike, kenapa kamu harus begitu kasar?
Mike : Apa itu tidak benar? Hah?! Katakan padaku itu tidak benar. Aku bodoh. Kita berdua.
Mike dan Aom Am sama-sama kecewa





=EPISODE 6=
Kejadian yang tak terduga


Mike dan Aom Am pulang ke rumah di waktu yang bersamaan. Aom Am terkejut dan segera meminta maaf karena tidak sempat menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Aom Am tidak menyangka jika Mike akan pulang dengan cepat. 
Aom Am dan Mike akhirnya memutuskan makan malam dengan makanan seadanya. Mereka melakukan semuanya di pinggir danau. Mike penasaran dengan naskah yang ditulis Aom Am. Tadi Aom Am sempat mengeluhkan jika semua naskahnya tidak ada yang diterima penerbit. Setelah membaca beberapa halaman, Mike berucap jika tulisan Aom Am tidak menarik…. Tulisan Aom Am tidak terarah dan tidak jelas dimana inti ceritanya. 
Aom Am membenarkannya, tulisannya memang tidak bagus dan dirinya masih perlu banyak belajar. Mike berusaha menghibur Aom Am, tidak ada yang datang dengan mudah, semuanya butuh perjuangan. Dan hal yang sama juga berlaku pada dirinya dulu. Untuk sampai ke titik ini, Mike sudah bekerja keras, berlatih terus menerus dan terus mencoba.
Mike : ketika kamu lelah atau putus asa, bagaimana kamu berusaha menenangkan dirimu?
Aom Am : aku akan bernyanyi lagu yang menggetarkan jiwa. Ayahku memberitahuku untuk menyanyikan lagu ini ketika aku putus asa “Jika kamu senang dan kamu tahu itu, tepuk tangan” 
Mike terlihat ragu mengikuti nyanyian Aom Am namun Aom Am memintanya untuk mencoba. Nyanyian pertama terasa agak canggung namun ketika mencoba untuk ke dua kalinya, Mike terlihat bersemangat dan bertepuk tangan dengan riangnya. Kekecewaan dan rasa kesal yang sebelumnya sempat timbul di hati mereka berdua karena masalah pribadi akhirnya melebur menjadi kegembiraan. Mereka tanpa sadar saling menghibur dan menguatkan satu sama lain.
Keesokan harinya
Mike menggedor kamar Aom Am berusaha membangunkannya. Perutnya sudah keroncongan dan sama sekali belum tersedia sarapan di meja. Mike terus mengganggu Aom Am, menyuruhnya untuk bergerak cepat bahkan disaat Aom Am menyempatkan diri untuk menyikat gigi terlebih dahulu, Mike terus menggodanya.
Layaknya seorang Bos, Mike dengan santainya menonton tv dan tak memperdulikan Aom Am yang sibuk membersihkan rumah… Berusaha menghibur diri, Aom Am membayangkan bagaimana jika dirinya berada di posisi Mike. Aom Am hanya duduk dengan santainya dan Mike-lah yang sibuk mondar mandir menyapu, mengepel dan membersihkan sarang laba-laba yang seperti biasa dilakukannya. Heheheheheeee

Mike mengecek hasil pekerjaan Aom Am dan masih banyak kotoran di sana sini. Mike meminta Aom Am untuk membersihkannya dengan lebih bersih, tidak boleh ada debu walaupun sedikitpun. Aom Am tentu saja kesal, semua usahanya sama sekali tidak mendapat penghargaan.
Saat menyimpan kaset CD yang berantakan di dalam lemari, Aom Am tanpa sengaja menemukan sebuah kotak yang berisikan cincin. Aom Am berusaha menggoda Mike, namun Mike terlihat kesal dan segera membuang kotak tersebut ke luar halaman… cincin tersebut akan diberikannya kepada Min dulu.
Tak hanya kotak cincin, Aom Am juga menemukan undangan pembukaan perusahaan Guy. Aom Am membujuk Mike agar mengizinkannya untuk ikut tapi Mike dengan tegas menolaknya. Namun, nasib baik sepertinya sedang menaungi Aom Am. Manager Mike, Benz tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan lebih dulu, Mike sontak saja terkejut dan meminta Aom Am untuk bersembunyi dan tidak boleh terlihat siapapun. Aom Am setuju asalkan Mike membawa dirinya ke acara Guy, jika tidak, Aom Am tidak akan mengikuti perintah Mike.
Aom Am : Kamu harus berjanji padaku kalau kamu akanmembawaku atau aku akan teriak.
Mike : Oke, oke. Pergi, pergi. Apa ini selesai?
Mike berusaha terlihat tenang saat membukakan pintu untuk Benz dan kalimat yang pertama kali didengar Mike adalah omelan Benz karena Mike sama sekali mengabaikan teleponnya. Benz segera menyalakan tv yang kebetulan menayangkan berita mengenai Mike dan Mintra. Mike yang terlihat marah saat meninggalkan butik Min menjadi santapan hangat untuk para media. Sebagai tindakan pencegahan, Benz meminta Mike untuk membatalkan semua acaranya namun Mike menolaknya karena dirinya sudah berjanji akan datang di acara Guy besok.

Malam harinya
Mike bergegas menuju dapur. Di salah satu lemari, disitulah Aom Am bersembunyi.
Aom Am : apakah kamu lupa tentangku? (baru saja terbangun)
Mike : apa kamu takut tidak bisa pergi ke acara itu?
Aom Am : tentu saja, lagipula kamu sudah berjanji untuk membawaku
Mike : Baiklah, aku akan memberimu undangan. Kita pergi terpisah dan tidak terlibat satu sama lain. Apa itu oke?

Acara pembukaan perusahaan Guy
Guy terlihat sangat senang. Acara yang dihelatnya berlangsung cukup sukses dan meriah. Sejumlah artis dan pengusaha datang ke acara tersebut tak terkecuali Mike. Guy sedikit terkejut namun Mike segera menjelaskan jika semuanya akan baik-baik saja…. Justru dengan kemunculannya, perusahaan Guy akan semakin terkenal dan berita peluncurannya akan muncul di stasiun tv keesokan harinya.
Mike menjauhi keramaian usai melayani pertanyaan para wartawan. Jika saja dirinya tidak berjanji akan datang di acara Guy, Mike lebih memilih berdiam diri di rumah daripada harus bertemu dengan Min yang juga akan hadir di acara Guy.

Aom Am terlihat antusias dan semangat melihat makanan yang tersaji di atas meja. Semuanya terlihat enak dan seolah-olah memanggilnya untuk disantap. Tatapan aneh ditunjukkan oleh orang-orang disekeliling Aom Am namun Aom Am sama sekali tidak memperdulikannya dan tetap makan.
Sama seperti Mike, Aom Am menjauhi keramaian dan fokus dengan makanan di hadapannya. Kehadiran seorang pria membuatnya sedikit terkejut sekaligus senang. Guy menyapanya dan mereka berdua akhirnya terlibat dalam sebuah pembicaraan hingga akhirnya memperagakan salah satu scene yang akan dituangkan Aom Am dalam tulisannya nanti. 
Min yang baru saja datang merasa cemburu melihat kedekatan Guy dan Aom Am yang baru saja dikenalnya. Bukannya menjemputnya, Guy malah asyik berduaan dengan Aom Am. Merasa situasi kurang bersahabat, Aom Am memilih segera pergi.
Min berusaha menuntut penjelasan Guy mengenai perasaannya. Bukannya Guy sudah mengetahui dengan jelas jika dirinya menyukai Guy.
Guy : Dan hal yang Mike rasakan, bagaimana itu tidak jelas? Kalian berdua seperti adikku yang aku cintai dan Mike mencintaimu.
Min : Mike tidak pernah memberitahuku kalau dia mencintaiku.
Guy : Dia tidak harus mengatakannya.
Min : Dia harus mengatakannya. Aku cinta kamu. Aku harus katakan itu padamu.
Guy : Aku tidak bisa memberimu apa yang kamu inginkan. Maafkan aku, aku tidak bisa mencintai orang yang Mike cintai.
Min : Jika Mike tidak mencintaiku, bisakah kamu menganggapku sebagai orang lain?
Guy : Min, ayolah.
Min bergegas meninggalkan Guy. Guy tentu saja panik dan meminta asistennya untuk membawa Mike segera menjauh dari kerumunan para wartawan namun semuanya terlambat karena Min sudah muncul dan meminta Mike untuk mengutarakan perasaannya sekarang.
Min : Mike.Seseorang memberitahuku kalau kamu mencintaiku. Apa kamu mencintaiku? Hah? Katakan, Mike! Apa kamu mencintaiku? Katakan! Apa kamu mencintaiku? Mike! (marah)
Mike : Min, oke. Aku bisa. Semuanya…. Hari ini, aku akan menjawab pertanyaan semua orang dengan baik dan jelas mengenai siapa yang aku cintai sekarang jadi kita bisa mengakhiri ini sekali dan untuk semuanya. Aku jatuh cinta dengan seorang wanita. Dan aku...akan menikah dengannya.

Mike tentu saja kesal karena Min tiba-tiba muncul dan berusaha memojokkannya. Mike bergegas berjalan menuju ke arah seorang gadis yang berada tak jauh dari dirinya dan sedaritadi sudah menyaksikan kejadian menghebohkan yang tanpa sengaja tercipta dengan sendirinya. Mike berdiri di depan gadis tersebut dan mendaratkan sebuah kis…. Dan tentu saja berhasil membuat semua orang yang berada di tempat tersebut terkejut dan tak mempercayai dengan apa yang mereka lihat.
Sesampainya di rumah
Aom Am menuntut penjelasan Mike atas kejadian gila yang baru saja terjadi. Mike tanpa memperdulikan perasaannya dan juga harga dirinya menciumnya di depan umum dan sekarang Mike merasa semua kejadian tadi tak pernah terjadi dan hanya angin lalu saja…
Aom Am : Kenapa kamu melakukan itu? Apa kamu gila? Apakah kamu tidak akan mengatakan sesuatu?
Mike : Biar aku pikirkan tentang ini dulu. Besok, aku akan memberitahumu apa yang harus kamu lakukan.
Aom Am : Apa yang harus aku lakukan? (Aom Am menampar pipi Mike) Kamu pikir siapa kamu? Kehidupan gilamu itu milikmu. Kamu ingin jadi apapun, biarkan saja begitu. Jangan libatkan aku. 

Keesokan harinya
Berita menghebohkan mengenai berita pernikahan Mike dan Aom Am segera saja menghiasi layar kaca. Di sebuah rumah sakit, pasangan suami istri yang tak lain adalah Oum dan Pao juga terkejut mendengarnya.
Sementara itu di Full House
Mike berusaha mengajak Aom Am berbicara
Mike : Bisa aku bicara denganmu sebentar?
Aom Am : Aku tidak ada apa-apa yang ingin dibicarakan padamu. Kamu gila, omong kosong. Memikirkan hidupmu sendiri lebih baik daripada orang lain. Lakukan apapun yang kamu inginkan. Katakan apapun yang kamu inginkan. Melihat orang lain tidak berharga atau tanpa perasaan.
Mike : Dua tahun, aku minta hanya dua tahun.
Aom Am : Aku tidak akan oernah melibatkan diriku dengan masalah gila ini.
Mike : Aku akan mengembalikan rumah ini padamu.
Aom Am : Kamu jauh lebih gila daripada yang aku sangka. Apa kamu serius tentang semuanya? Kamu peduli sekali tentang reputasimu sehingga kamu bersedia kehilangan rumah yang baru saja kamu beli? Apa kamu begitu kaya?
Mike : Bagaimana gilanya aku, itu urusanku. Itu uangku, itu hidupku. Jika kamu menginginkan rumah ini kembali, kamu harus terlibat dengan urusan gila ini. Aku beri kamu satu hari untuk berpikir. Pikirkan tentang itu baik-baik.
Aom Am bingung dengan tawaran Mike. Menggiurkan memang.. dalam waktu 2th dia bisa mendapatkan rumahnya kembali tetapi? Hal yang sama pun dirasakan Mike, bagaimana bisa dia mengambil keputusan segila ini. Memilih menikah dengan gadis yang sama sekali tidak dicintainya dan baru saja dikenalnya…


BERSAMBUNG

0 comments:

Post a Comment

Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015