The TEACHER's Diary
Is it Possible to love someone you've never meet?
Inspired by a true love story


Movie: Teacher's Diary
Thai: คิดถึงวิทยา (Kid Teung Wittaya)
Director: Nithiwat Tharathorn
Writer: Nithiwat Tharathorn, Thodsapol Thiptinkorn, Suparuek Ningsanon, Sopana Chaoviwatkol
Producer: Jira Maligool, Chenchonnanee Soonthonsaratul, Suwimol Techasupinan, Wanruedee Pongsittisak
Cinematographer: Naruepol Chokanapitak
Release Date: March 20, 2014 (Thailand)
Distributor: GTH
Runtime: 110 min.
Genre: Romance
Tagline: I miss someone who have never met before.
Language: Thai
Country: Thailand


Memperkenalkan :

• Sukrit Wisetkaew - Song 
• Chermarn Boonyasak - Ann



Teacher’s Diary

Di sebuah sekolah
Seorang pria tengah asyik bermain dengan salah satu murid. Keasyikannya tersebut terhenti ketika seorang pria yang jauh lebih dewasa darinya (Kepala Sekolah) memanggilnya ke ruangan. Pria tersebut adalah calon guru baru. Dirinya dulu berprofesi sebagai pegulat sebelum akhirnya memilih beralih profesi sebagai guru.
Kepala Sekolah terlihat berpikir ingin menempatkan dimana pria yang sedang duduk di hadapannya ini. Pria yang diketahui bernama Song ini sama sekali tidak memiliki keahlian apapun meskipun dengan tenangnya, dia mencoba meyakinkan jika dirinya bisa melakukan hal apa saja termasuk foto copy dan mengirim teks.
“apa kamu bisa berenang?” tanya Kepala Sekolah pada akhirnya
Di suasana berbeda, seorang wanita tengah terlihat bersitegang dengan Kepala Sekolah. Kepala Sekolah menginginkan wanita tersebut untuk menghapus tattoo bintang di tangannya, sayang wanita yang bernama Ann dengan tegas menolaknya. Ancaman Kepala Sekolah yang akan memindahkannya ke sekolah terapung pun diabaikannya. Selama dirinya merasa benar, Ann akan teguh pada pendiriannya.
Dan pada akhirnya…. berakhirlah Ann dan juga Song menjadi guru di sekolah terapung. Mereka awalnya telihat santai dan berusaha menguatkan diri jika semuanya akan baik-baik saja… namun begitu melihat dan melalui medan yang lumayan jauh, melelahkan dan cukup terjal membuat ke duanya mulai berpikir. Sekolah terapung tempat dimana mereka akan mengajar ternyata sangat jauh dari kota dan berada di tengah-tengah sungai. Untuk menempuhnya memerlukan waktu yang lama dan dilanjutkan dengan menaiki perahu… belum lagi sinyal telepon dan listrik yang sangat minim. Omg.
Hal yang pertama kali dilakukan Ann begitu tiba di sekolah terapung adalah melihat ke sekeliling sekolah yang terlihat sedikit kumuh dan menyedihkan. Ann sepertinya sedikit beruntung karena dirinya tak seorang diri, salah satu sahabatnya bernama Gigi dengan senang hati menemaninya. Mereka bahkan selfie bersama sebagai ritual wajib pertama yang harus dilakukan meskipun yang terpotret hanyalah wajah Gigi seorang.wkwkwkwkw….
Sedangkan Song sendiri, lebih memilih melatih dirinya sebagai guru untuk pertama kalinya di sekolah terapung. Layaknya seorang guru professional, Song meminta anak murid khayalannya untuk memperhatikan setiap ucapannya. Saat sedang mencari kapur dan penghapus tulis, Song tanpa sengaja menemukan sebuah buku diary berwarna coklat tua yang sedikit usang… sebuah buku diary milik seorang guru yang pernah mengajar di sekolah terapung yang tak lain dan tak bukan adalah Ann.

Yup, Ann dan Song mengajar di sekolah yang sama tapi di tahun berbeda. Ann mengajar satu tahun lebih dulu daripada Song dan Song ditugaskan menggantikan Ann menjadi guru di sekolah terapung.
16 Mei 2011
Hari pertama pengasinganku. Aku mengerti apa yang Dae Jang Geum rasakan...ketika dia diasingkan ke Pulau Jeju. Pantas orang-orang ketakutan ketika Kepala sekolah mengancam untuk memindahkan seseorang disini. Ditengah-tengah kota antah berantah…. Kalau aku mati disini, mungkin aku sudah reinkarnasi duluan sebelum orang menemukan mayatku.
Song :
Song dilanda kebosanan…. Yang bisa dilakukannya hanyalah tidur, mencoba berteriak memanggil setiap murid agar segera datang ke sekolah yang nyatanya berakhir sia-sia…. Dilanjutkan dengan bersepeda sambil menyiram tanaman dan terakhir adalah mencoba mengoperasikan perahu motor yang mengakibatkan tangan kanannya terkilir. 

Ann :
Berbekal genset, Ann mencoba menyalakan lampu listrik yang hanya tersedia 1 buah. Begitu lampu menyala, Ann segera membawanya ke hadapan Gigi yang sedang fokus pada tong air yang sama sekali tidak mau mengeluarkan air.
“Airnya tidak mengalir?” tanya Ann
“Tidak” jawab Gigi bingung dan terus mencoba memutar keran air hingga berulang kali
“Gunakan tanganmu dan pukul tangkinya untuk mengeluarkan kotorannya. Ada yang jatuh?” saran Ann dan membantu Gigi memukul tong air
“Masih tersumbat” keluh Gigi
“Apa yang menyangkut disana? Masukkan jarinya kedalam. Lebih dalam” saran Ann untuk ke dua kalinya
“Ada yang jatuh? Sepertinya aku menyentuh sesuatu” ucap Gigi mulai semangat… sebuah kepala cicak muncul dari dalam keran air dan disusul oleh beberapa ekor cicak mati lainnya. Ann dan Gigi sontak terkejut. Wajah Gigi mendadak pucat dan beberapa menit kemudian, Gigi muntah-muntah karena jijik menyaksikan pemandangan yang tak biasa di hadapannya. 
Tak hanya berakhir di insiden cicak… Ann harus mengalami alergi di lengan kanannya karena memilih mandi di dalam sungai. Untuk bisa berkomunikasi dengan keluarganya pun dan bahkan kekasihnya, Ann harus meminta tolong kepada Ibu pemilik perahu motor untuk menyampaikan pesannya.
Aku tak yakin apa aku bisa bertahan. Tidak ada air yang mengalir. Tidak ada listrik. Aku tak tahu… Aku kangen Nui.

Song :
Hal yang dialami Ann, dialami pun oleh Song. Keran yang tidak mau mengeluarkan air terjadi pada Song meskipun Song sedikit beruntung karena tak ada cicak yang keluar dari dalam keran air saat Song memasukkan jemarinya ke dalam keran. Kegiatan mandi Song harus terhenti sejenak ketika menyadari sebuah perahu motor melintas tak jauh dari sekolah terapung. Song berteriak sekeras-kerasnya hingga Ibu pemilik perahu motor menghampirinya. 
“Anda tahu anak-anak yang belajar disini?” tanya Song setelah memberi salam
“Anda guru baru?”
“Ya. Namaku Song (Dua). Bu, dimana semua murid-muridnya?” tanya Song lagi
“Apa anak-anak tahu kalau guru baru sudah datang?”
Song dengan tangan terbalut kain seadanya berkeliling ke rumah-rumah penduduk yang berada tak jauh dari sekolah terapung. Ya, hampir semua warga di sekitar sekolah terapung memiliki kediaman di atas sungai/rumah terapung. Song berteriak memanggil para murid jika sekolah sudah dibuka kembali. Satu persatu murid berhasil dikumpulkan Song meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dari murid yang diajar Ann dulu.
Ann :
Ann dibantu Gigi terlihat bersemangat mengajar murid yang jumlahnya 7 orang. Sebagai pembuka, mereka mengibarkan bendera kebangsaan negeri gajah putih tersebut dan diiringi lagu kebangsaannya. Kelas resmi dibuka. Ann memperkenalkan dirinya disertai gaya, hal yang sama pun dilakukan Gigi tapi dengan gaya yang sedikit berlebihan. Wkwkwkwkwk….
Song :
Song merasa terkejut ketika meminta murid-muridnya untuk memperkenalkan diri mereka. Mereka bergaya sambil menyebutkan nama mereka. Alasannya, agar Song, guru mereka dengan mudah mengingat nama setiap murid. Tiba giliran Song memperkenalkan diri dengan diiringi gaya yang biasa saja, murid-muridnya justru memandangnya dengan tatapan aneh. 
Tak mudah bagi Song mengajar ke empat anak di hadapannya. Mereka ternyata berbeda kelas. Muek kelas 1 dan terasa sulit baginya mengeja alphabet. Tuna sendiri ketika diminta menghitung, membutuhkan waktu lama untuk melakukannya. Tuna bahkan meminjam jari tangan dan kaki Muek yang duduk disampingnya hanya untuk menjumlahkan 37+25… hehehehehe

Merasa kesal dan jengkel, Song memilih meninggalkan muridnya sejenak yang mulai mengeluh jika saat ini mereka sedang lapar. Song memutuskan mencari sinyal di tengah-tengah sungai meskipun hasilnya nihil. Saat kembali ke sekolah yang didapati Song adalah kondisi kelas yang kosong… murid-muridnya dengan santainya berenang di tengah sungai sambil melambaikan tangan kepada dirinya.
Kekesalan kembali menghampiri Song dan imbasnya, Song memukul tangan ke 4 anak muridnya hingga salah satu dari mereka menangis.
“Bu Ann tak pernah memukul kami” isak Muek
“Dimana dia sekarang? Kalian selalu membicarakannya. Bu Ann, Bu Ann. Kalau kalian tak mau diajar olehku, katakan saja…. Biar aku bisa pergi” balas Song dengan emosi
“Ya sudah, Bapak pergi saja” jawab Muek yang masih terisak
Song hanya bisa terdiam… memikirkan semuanya. Mengajar di sekolah terapung tak semudah yang dibayangkannya. Menjadi guru sangatlah sulit dan tak seperti yang dipikirkannya selama ini. Belum lagi rasa rindu yang menderanya kepada sang kekasih hati yang berada jauh darinya. Hanya video kebersamaan mereka yang mampu menjadi pelipur hati Song.
Akhir pekan
Para murid kembali ke rumah mereka masing-masing, berkumpul dengan keluarga dan meninggalkan Song seorang diri di sekolah terapung. Hal tersebut dimanfaatkan Song untuk memeriksakan tangannya yang terkilir ke rumah sakit
Ann :
Ann memutuskan ke dokter untuk mengobati alergi di lengan kanannya. Ann tak seorang diri, ada Nui kekasihnya yang menemaninya.
“Kamu merasa baikan dan kemudian apa? Setelah kamu kembali, kamu akan mendapatkan ruam itu lagi. Aku punya pacar... tapi aku hanya bisa bertemu denganmu dua kali seminggu. Aku harus menempuh perjalanan 6 jam untuk menemuimu. Kamu hampir tak bisa berenang tapi kamu memaksa untuk tinggal. Kalau sesuatu terjadi padamu... akan membutuhkan waktu seminggu sebelum aku mengetahuinya” ucap Nui membuka pembicaraan
“Apa yang kamu ingin aku lakukan?” tanya Ann
“Pindah kembali saja” jawab Nui dan berhasil membuat Ann yang sedaritadi memungungginya berbalik
“Kamu tahu itu sangatlah tak mungkin” ucap Ann menolak
“Kenapa tidak? Itu karena tatomu. Sudah kubilang jangan membuatnya tapi kamu tak pernah mau mendengar. Kamu hanya ingin membuktikan kepada kepala sekolah kalau kamu benar. Berada ditengah-tengah antah berantah...mengajar 4-5 anak, apa itu sepadan?” tanya Nui sedikit kesal mendengar penolakan Ann..
“Yang benar 7… 7 anak. Kamu juga seorang guru... bagaimana kamu bisa bilang "apakah itu sepadan"? Dan "sudah kubilang jangan". Bisakah kamu berhenti mengucapkan itu? Aku sudah sering mendengarkannya selama 10 tahun. Aku sudah capek dengan semua ini” balas Ann tak kalah kesalnya.
“Aku juga sudah capek. Aku juga benci mengulangi perkataanku”
“Kalau begitu putus saja. Tidak ada yang menyuruhmu untuk berpacaran denganku” ucap Ann kembali memunggungi Nui
“kamu memulainya lagi. Setiap kali kita bertengkar kamu selalu menantangku untuk minta putus. Kamu ingin putus agar bisa pindah ke rumah kapal?” tanya Nui
“Kalau kamu benar-benar ingin begitu maka pergi saja” jawab Ann 
Song :
Usai dari berkunjung ke dokter, Song memutuskan mampir ke rumah pacarnya hanya untuk sekedar melepas rasa rindu. Namun belum jua bertemu dengan sang pacar, sebuah pemandangan yang menyesakkan hati terpaksa harus dilihatnya. Song melihat pacarnya sedang berduaan dengan seorang pria.
“Sejak kapan? Aku cuma pergi kurang dari seminggu” ucap Song berusaha menahan rasa sakit akibat pengkhianatan orang yang sangat dicintainya
“Seminggu atau setahun bukan itu masalahnya… Seperti kamu hidup dari hari ke hari. Apa kamu pernah memikirkan masa depan kita?”
“Kalau aku tak pernah memikirkannya...kenapa aku mengambil pekerjaan sejauh ini?!” jawab Song
“Pekerjaan? Kamu sebut itu pekerjaan? Kamu bahkan belum menjadi guru tetap. Tahun depan kamu bahkan tak tahu apa kamu masih punya pekerjaan”
“Dan motorku? Bisa-bisanya kamu membiarkan orang lain menaikinya?” tanya Song dan yang didapatinya, sang pacar melempar kunci motor milik Song ke lantai.

Ann :
Kenapa pria sebodoh itu? Kamu tak tahu? Ketika setiap kali seorang wanita menantangmu untuk minta putus... itu berarti mereka ingin kau menyerah. Lihat saja nanti... apa aku bisa hidup tanpa pacar! Jangan katakan apa yang harus aku lakukan! 13 tahun terbuang percuma dalam seminggu. Lucunya kehidupan ini.
S.O.G
S.O.G
S.O.G (Sekolah Orang Galau)
Sekolah Orang Galau.
Song :
Song dilanda kesedihan yang sangat dalam… entah tanpa disengaja atau takdir yang memang mengharuskan Song mengetahui lebih lanjut kisah hidup seorang Ann, Song memutuskan membaca kembali buku diary Ann yang dibiarkannya tergeletak begitu saja tanpa pernah disentuh sejak terakhir kali dirinya membacanya. Hal yang dilakukan Ann untuk menghilangkan kegalauannya dengan berteriak S.O.G kemudian melompat ke dalam sungai dilakukan pula oleh Song… tapi anehnya, Song memutuskan melompat dengan motor kenangannya bersama sang mantan. 
Membaca diary Ann menjadi kegiatan baru dan menyenangkan bagi Song…. Song bahkan tak memperdulikan waktu dan tempat melakukan rutinitas barunya tersebut. Bahkan di dalam kamar mandi sekalipun Song membacanya…. Hingga akhirnya tiba pada sebuah halaman….
Ann :
Saat mengajar para muridnya, Ann dikejutkan dengan teriakan Gigi yang berasal dari kamar mandi. Gigi terus berteriak histeris dan mengatakan ada sesuatu dari dalam kamar mandi. Ann memberanikan diri melihat ke dalam kloset dan hal yang membuat Gigi berteriak histeris sedaritadi adalah mayat seorang pria yang sudah membusuk. 
Song :
Song terkejut setengah mati usai membaca salah satu halaman di dalam buku diary Ann…. Tanpa menunggu lebih lama, Song berlari keluar dan memberi salam karena telah mengganggu penghuni kamar mandi tersebut.
Ann :
Seorang pria dan juga ditemani seorang biksu datang mengevakuasi mayat pria yang ditemukan Ann dari bawah toilet. Beberapa detik kemudian, Gigi muncul dari dalam rumah dengan membawa koper miliknya dan juga milik Ann.
“Ayo pergi Ann, aku sudah mengemasi barang-barang kita” ajak Gigi terlihat ketakutan
“Kamu mau pergi begitu saja?” tanya Ann terkejut
“Berikan aku alasan yang benar untuk tinggal disini. Kemarin malam ada cicak di air kita. Sekarang kita menemukan mayat. Berapa lama lagi kita harus bertahan?” jawab Gigi
“Tapi kalau kita pergi...kepala sekolah akan menutup tempat ini” ucap Ann khawatir
“Terus kenapa? Terserah, aku tetap pergi” ucap Gigi 

Ann hanya bisa terdiam dan membiarkan Gigi sahabatnya pergi meninggalkannya. Sekarang dirinya hanya seorang diri di negeri antah berantah ini ditemani ke 7 muridnya yang masih kecil.

Menjadi guru...bukan saja tentang A,B,C dan 1,2,3. Siapa yang menyangka... sebuah tato 3 bintang akan membawaku sejauh ini? Tidak pernah menyerah!
Akhir pekan, Ann memutuskan ke kota. Nui menyambutnya dan memutuskan menerima setiap hal yang diinginkan Ann termasuk mengajar di sekolah terapung. Ann terlihat senang mendengar ucapan Nui… Ann tak pernah menyangka jika Nui benar-benar bisa mengerti dengan dirinya.
Mulai hari ini dan seterusnya...walaupun aku harus mengajar sendiri...akan kulakukan sebaik-baiknya untuk mengajar mereka.
Ann mulai membiasakan dirinya tanpa kehadiran Gigi sahabatnya. Ann bahkan menyelingi metode pembelajarannya dengan permainan untuk mengusir rasa kebosanan dan menambah semangat belajar para muridnya.

Song :
Hal yang dilakukan Ann dilakukan pula oleh Song… sayang murid-murid terlihat tak bersemangat dan bahkan bosan melihat cara mengajar gurunya tersebut. Kebosanan mereka mendadak menguap ketika seekor ular muncul di tengah-tengah ruangan. Song memilih berlari ketakutan dan meninggalkan muridnya di dalam kelas. 
“Pak Song tolong, dia mau menggigitku. Pak Song tolong! Cepat! Tolong! Pak Song, ular!” teriak Muek, Tuna, Tong dan Gao bergantian. Langkah Song terhenti seketika… Lari bukanlah jalan keluar yang terbaik terlebih membiarkan ke 4 muridnya menghadapi ular sendirian di dalam sana. Song memutuskan kembali ke dalam kelas. Dengan keberanian layaknya pendekar yang sedang berperang, Song mengambil sebuah kursi dan melemparkannya lantai. Meleset… Song mengambil kayu patahan kursi dan memukulkannya sekuat tenaga ke arah sang ular. Para murid berteriak menyemangati Song, hingga pada akhirnya Song berhasil mengalahkan ular. Tapi tunggu dulu, sebuah bekas gigitan terlihat di lengan kiri Song.
“Tolong, aku digigit ular… Ikat lenganku agar bisanya tidak menyebar” pinta Song dengan sisa tenaga yang dimilikinya
“Pak Song. Bertahanlah” ucap Tuna panik
“Penglihatanku mulai buram, aku mulai mengantuk. Tampar aku sekarang (plak). Bawa aku ke rumah sakit” pinta Song lagi
“Cepat, angkat” perintah Gao
Tiba-tiba “Itu bukan digigit ular” ucap Muek dan mengambil kayu yang sempat digunakan guru mereka tadi. Sebuah paku yang menancap di kayu terlihat ada bekas darahnya, wkwkwkwk. Tuna, Tong dan Gao seketika menghempaskan tubuh guru mereka ke lantai.
Tangan Song yang masih terbalut kain perban dihiasi dengan tulisan oleh ke 4 anak muridnya “Pak Song keren”… Song yang melihatnya hanya bisa tersenyum senang. Keakraban dan kebersamaan mereka di sekolah terapung semakin terjalin…. Mereka tak hanya belajar bersama tapi juga memasak dan makan malam bersama.

Ann :
Ann terlihat gembira. Hal yang biasa dilakukannya seorang diri di kota dulu seperti memasak ternyata jauh lebih menyenangkan jika dikerjakan bersama-sama meskipun dengan alat masak yang jauh dari kata wow. Mereka membersihkan sekolah terapung dan bahkan mencuci bersama.
Song :
Song mengajarkan muridnya bermain gulat
Ann :
Ann yang dulunya tak pandai berenang akhirnya dapat melakukannya dibantu ke 7 muridnya.
Song :
Song sendiri yang tak pandai mengoperasikan perahu motor akhirnya bisa menjalankannya dengan cukup baik.
Song tanpa sengaja melihat tiang sekolah yang ditandai oleh Ann, batas tinggi setiap anak dan juga dirinya. Song mendekati tiang tersebut dan mengukur tinggi Ann yang ternyata sejajar dengan hidungnya. Tinggi Ann dan juga dirinya tak berbeda jauh. 
Song menugaskan ke empat muridnya mencari setiap barang yang ditinggalkan pemilik sebelumnya, tak lain dan tak bukan adalah Ann. Setelah mencari selama beberapa waktu, salah satu muridnya… Tong berhasil menemukan sebuah foto.
“Fotonya Bu Ann” teriak Tong
“Mana?” tanya Song semangat dan mengambil foto di tangan Tong
“Ini Bu Ann?” tanya Song
“Bukan, yang itu Bu Gigi. Tapi itu tangannya Bu Ann. Aku mengingat tato bintangnya” jawab Tuna. Song menutup wajah Gigi dengan ibu jarinya. Sekarang yang menjadi fokusnya adalah tangan Ann yang tergambar tattoo bintang. Song melirik sesaat ke perban yang membalut tangan kirinya, ada gambar bintang juga yang tanpa sengaja digambari ke 4 muridnya. Senyum merekah di wajah Song, entah kenapa Song mulai tertarik dengan sosok Ann yang tak pernah dilihatnya sekalipun. 
Usai mencari setiap barang yang mungkin saja ditinggalkan Ann, Song meminta muridnya untuk menggambar wajah Ann… lagi dan lagi senyum merekah di wajah Song, tak satupun dari muridnya bisa menggambar dengan baik bagaimana wajah Bu Ann, guru mereka dulu diingatan mereka. Tapi semuanya tak berarti membuat Song bersedih dan berkecil hati. Song menempelkan setiap gambar di dinding dan memandanginya lekat. Tiba-tiba… sebuah teriakan memanggil Song dan membuyarkan lamunannya. Tuna mengabarkan jika Bu Ann berada disini. Song sontak saja terkejut sekaligus senang. Dengan cepat Song berjalan ke luar dari kamarnya dan mendapati sosok seorang gadis yang sedang memunggunginya. “Bu Ann” panggil Song malu dan membuat gadis di hadapannya berbalik seketika dengan wajah yang ditutupi kertas bergambar salah satu murid Song tadi.
Song terbangun dari mimpinya… teriakan dan guyuran air dari Gao berhasil menyadarkannya. Gao berteriak jika di luar sedang hujan badai. Dengan tergesa-gesa Song berlari ke luar kamar dan memerintahkan semua muridnya masuk ke dalam kelas dan menutup semua jendela. Sayang, semuanya sia-sia… ditutupnya jendela tak mampu menghalau terpaan hujan disertai dengan badai. Bambu-bambu yang menjadi penopang sekolah terapung begitupun dengan atap seng yang menjadi pelindung dari hujan dan panas mulai bergoyang dan berterbangan. Song memeluk semua muridnya berusaha menenangkan mereka. Tangisan ketakutan terdengar dari setiap anak, mereka bahkan meminta pulang.
Buku diary milik Ann yang berada di atas tepian papan tulis pun tak luput dari dahsyatnya hujan badai. Song hanya bisa melihatnya dan tak mampu menggapainya hingga akhirnya tersapu air sungai. 
Keesokan harinya
Song berenang untuk mengumpulkan setiap lembaran demi lembaran buku diary Ann yang berceceran. Tak cukup sampai disitu, Song bahkan menyelam hingga ke dasar sungai guna mencari buku diary Ann. Dijepitnya setiap lembaran diary hingga tiba pada sebuah lembaran “JANGAN MENYERAH” , membuat Song tersenyum seketika. Dengan semangat 45, Song membenahi sekolah terapung yang porak poranda akibat hujan badai. 
Ditemani ke 4 muridnya Song berhasil membuat sekolah terapung kembali berdiri seperti semula meskipun tak sesempurna dulu. Buku diary milik Ann pun diperbaikinya dan tulisan yang mulai memudar kembali ditulisi Song. 
Ann :
Pra Ujian akhir semester dimulai… satu persatu murid berhasil menyelesaikan soal mereka kecuali seorang anak bernama Chon. Ann memanggil Chon ke depan kelas dan mengajarinya mengerjakan soal matematika.
“aku tidak suka matematika, tidak apa-apa kan bu jika aku tidak mempelajarinya?” tanya Chon begitu Ann selesai menjelaskan
“Tidak belajar matematika? Jadi bagaimana kamu bisa menjadi dokter atau insinyur?” tanya Ann
“aku tidak ingin menjadi seperti mereka” jawab Chon santai
“Kamu ingin menjadi apa?” tanya Ann
“aku ingin menjadi nelayan. Ya, ayahku nelayan, kakekku juga nelayan” jawab Chon lagi
Ann sontak terdiam… “Chon, ...ada banyak hal yang bisa kamu lakukan. Kamu masih kecil, jadi kamu punya banyak waktu untuk memikirkannya. Ayo, bantu Ibu menghapus papan tulisnya. Chon, bisa kamu lakukan sesuatu untukku? Apapun yang terjadi...jangan berhenti sekolah. Hanya itu yang kuminta. Janji?”
“Iya” jawab Chon lesu
Keesokan harinya
Ujian Akhir Semester
Ann hanya bisa memandangi salah satu kursi yang kosong… kursi yang biasa diduduki Chon sekarang tak berpenghuni. Ann memutuskan menaiki perahu motor ke rumah Chon.
“Chon, kenapa kamu tidak datang untuk ujian? Ingat apa yang kamu janjikan pada Ibu” ucap Ann ketika tiba di rumah terapung Chon
“Aku yang melarangnya pergi hari ini. Kakaknya sedang mengirim ikan ke kota dan tidak ada yang menolongku” ucap Ayah Chon sementara Chon hanya terduduk sambil menggulung tali
“Tapi hari ini ujian akhir semesternya. Kalau dia tidak ujian...dia takkan lulus SD. Dia tidak akan bisa melanjutkan pendidikannya dimanapun” ucap Ann tegas
“Itu tidak apa-apa”
“Anda ingin anak Anda memancing ikan seumur hidupnya?” tanya Ann sedikit kesal mendengar jawaban santai Ayah Chon
“Bu Ann, kalau aku tidak pergi memancing, bagaimana aku memberi makan keluargaku?”
“Aku mengerti Anda harus menafkahi keluarga Anda. Tapi kalau seorang anak ingin sekolah... itu sudah menjadi haknya. Anda merusak kesempatannya” ucap Ann semakin kesal
“Bu Ann, berhenti. Aku tak mau sekolah lagi, aku ingin bersama ayahku. Aku ingin menolong ayahku memancing” ucap Chon yang sedaritadi memilih diam. Ann tak percaya dengan apa yang didengarnya… Ann memilih pulang kembali ke sekolah terapung dan memanggil ke 6 muridnya yang masih tersisa, menanyai apa impian dan cita-cita mereka ketika besar nanti… dan jawabannya adalah “NELAYAN”.

Kenapa aku harus kecewa? Kalau anak-anak tidak ingin belajar lagi. Aku dipekerjakan menjadi guru, jadi hanya mengajar saja. Mereka hanya murid, kenapa aku harus peduli?

Song saat mengajari Chon mengerjakan soal tetapi anehnya cara penyelesaian soalnya tak seperti cara bu Ann… wkwkwk

Song :
Usai membaca diary Ann, entah kenapa Song merasa sedih…. Song seolah bisa merasakan kesedihan yang dirasakan Ann. Tanpa menunggu waktu lama, Song segera mendatangi rumah Chon dan mencoba membujuknya agar kembali bersekolah. Song bahkan mencoba bernegosiasi dengan Ayah Chon jika di akhir pekan dirinya yang akan membantu menangkap ikan asalkan Chon bisa kembali bersekolah.
Ujian akhir semester kembali dimulai. Para murid terlihat lelah dan letih serta bingung mengerjakan soal-soal di hadapan mereka yang terasa sangat sulit. Dan benar saja, ketika hasil ujian keluar… nilai para murid didikan Song sangat kurang dan hal tersebut membuat Song mendapat surat peringatan dari Kepala Sekolah… jika nilai murid sekolah terapung tak mengalami peningkatan, kemungkinan besar kontrak mengajar Song tak akan dilanjutkan.
“Pak, Bu Ann... yang dulu mengajar di rumah kapal dimana dia sekarang?” tanya Song. Song merasa kesempatan saat ini adalah waktu yang tepat untuk menanyakan keberadaan Ann.
“Oh. Dia sebentar lagi menikah jadi dia dipindahkan untuk mengajar dengan pacarnya di Mon Fah. Karena itulah aku mempekerjakanmu untuk menggantikan posisinya” jawab Kepala Sekolah. Song mendadak terpaku di tempatnya berdiri. Seperti mendengar petir di siang bolong seperti itulah perasaan Song sekarang. Saat kembali ke sekolah terapung, Song segera membuka diary Ann… salah satu halaman luput dibaca Song….
Payah, siapa yang melamar dengan cara seperti itu

Ann :
Ann menemui Nui di sekolah Mon Fah
“Ann, kamu ingin mengajar disini? Ada banyak anak-anak disini. Disini ada juga seseorang yang menginginkanmu. Aku tidak ingin kehilanganmu selama 5 hari dalam seminggu lagi” ucap Nui membuka pembicaraan “Sepertinya kita harus...” ucap Nui dan mendadak di sekeliling mereka berdua menjadi berisik. Anak-anak murid Nui membunyikan alat musik sebagai tanda dimulainya proses lamaran Nui kepada Ann.
“Kukira kamu mau menunggu menjadi kepala sekolah... dan punya rumah dulu” tanya Ann
“Berada didekatmu saja sudah cukup bagiku. Jadi?” tanya Nui
“Baiklah” jawab Ann senang
“Sungguh?” tanya Nui tak percaya. Ann mengangguk dan tersenyum berusaha meyakinkan pria di hadapannya ini jika dirinya setuju untuk menikah.
Song :
Song kesal, marah, emosi mengetahui jika Ann, wanita yang dicintainya tanpa pernah ditemuinya akan segera menikah. Ann memilih membakar buku diary Ann namun baru beberapa detik, Song segera mengeluarkan buku tersebut dari dahsyatnya jilatan api. Entah kenapa dirinya tak tega membiarkan buku milik Ann terbakar begitu saja dan lenyap menjadi abu. Buku diary Ann tak memiliki salah apapun...


BERSAMBUNG


=EPISODE 5=
Kecewa


Mike menelepon asistennya dan meminta untuk dicarikan pembantu. Kesibukannya membuat Mike tak bisa membersihkan rumah termasuk mencuci dan memasak. 
Mike melirik sesaat pada Aom Am dan mengecek panas tubuhnya dengan meletakkan telapak tangannya di dahi gadis tersebut, masih terasa hangat. Mike tiba-tiba merasa khawatir meninggalkan Aom Am sendirian di rumah tetapi tuntutan pekerjaan mau tak mau membuat Mike beranjak sejenak meninggalkan Aom Am. 
Sepeninggal Mike, Aom Am membuka mata dan dengan semangat 45 menghabiskan makanan yang sudah disiapkan Mike untuknya. Merasa sudah sehat dan bugar, Aom Am memutuskan membersihkan rumah sebagai balas budi karena Mike sudah merawatnya.


Aom Am : (berbicara pada ikan milik Mike) Hai, siapa namamu? Jing Jing? Ini dia, makan

Guy mengundang Mike untuk datang di acara pembukaan perusahaan barunya nanti. Tak hanya Mike, Guy pun mengundang Mintra sebagai teman terdekatnya. Mintra menyetujuinya tapi Guy harus makan malam dengannya malam ini. Sayang, karena rapat yang tak kunjung usai, Guy harus membatalkan rencananya dan sebagai gantinya, Mintra memutuskan membawakan makan malam untuk Guy dan karyawannya.

Sekembalinya Mike ke rumah, hal yang pertama kali dilakukannya adalah mengecek kondisi Aom Am. Mike kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling, rasanya aneh… tadi sewaktu dirinya meninggalkan rumah, rumahnya dalam kondisi kotor dan berantakan tapi sekarang? Mike menarik selimut yang menyelimuti tubuh Aom Am, Aom Am sudah berganti pakaian.
Mike : Bangun! BANGUN! BANGUN!! Ouch!! Apa yang kamu lakukan? Hah? Kenapa tiba-tiba bangun seperti ini!? (Mike meneriaki Aom Am dan tanpa sengaja kepala mereka saling berbenturan)
Aom Am : Kenapa kamu harus berteriak di telingaku? !! (Aom Am akhirnya memilih bangun dan berusaha menahan sakit akibat kepala mereka yang saling berbenturan tadi)
Mike : Lihat! Lihat! Kamu benar-benar sehat!!Astaga!! Aku muak sekali denganmu!! Kamu penipu, kamu demam??Bagaimana seseorang yang sakit bisa bangun dan membersihkan rumah!? Darimana kamu dapatkan kekuatan itu? Lihat pakaian barumu!! Make up! Kenapa kamu pakai make up itu ketika kamu sakit? Hah!?
Aom Am : Apakah kamu pernah lihat drama Thailand? Mereka semua memakai make up ketika mereka sakit!! (Aom Am berusaha membela diri)
Mike : Berhenti bicara!! Keluar! Keluar sekarang!!
Aom Am : Tunggu! Tolong beri aku 5 menit! Mari kita selesaikan ini. Tolong!! Lihat! Itu hujan diluar. Bagaimana aku bisa keluar? (memohon)
Mike : Mengungkit semua tragedi, hidup dramatis lagi!?

Mike kemudian mengajak Aom Am berbicara 4 mata. Dari hasil pembicaraan mereka dibuatlah sebuah keputusan. Aom Am tetap akan tinggal di Full House tapi dengan syarat, Aom Am harus menjadi pembantu rumah tangga. Tak hanya membersihkan rumah, Aom Am juga harus mencuci pakaian dan juga memasak makanan untuk Mike. 
Aom Am mau tak mau terpaksa menyetujuinya, tak ada pilihan lain baginya. Menolaknya berarti dia harus keluar dari Full House. Sebagai awal kesepakatan mereka membuat kontrak demi kepentingan dan kebaikan bersama. 
Keesokan harinya
Mike menjelaskan tugas yang harus dilakukan Aom Am selama tinggal di rumahnya
Mike : Kamu harus menyapu lantai dua kali, mengepelnya dua kali, dan menyapunya lagi dua kali. Mengerti itu? Semua sarang laba-laba harus hilang, aku bahkan tidak ingin melihat seekor laba-laba tertinggal. Jendela mengkilap ini harus dipoles sebersih mungkin sehingga burung-burung diluar cukup tertipu berpikir bahwa ini bersih dan terbang melintasinya. Kamu harus mencuci pakaian dengan tangan, pakaian putih dan berwarna harus dipisahkan. Aku biasanya makan protein dan buah untuk sarapanku.
Aom Am : Apa itu protein? (Aom Am tak mengetahuinya, LOL)
Mike : Kamu tidak tahu apa itu protein? Protein, tidak pernah dengar tentang itu… Dari penampilan wajahmu, kamu tidak begitu pintar. Aku orang baik jadi aku akan menjelaskannya padamu. Protein, sebagai contoh, protein dari telur. Kamu harus memisahkan kuning telur dari putih telur dan kemudian membuatnya telur rebus. Dada ayam panggang tanpa bumbu garam. Lima jenis buah-buahan, dalam campuran lima warna setiap hari. Aku akan memberimu resep jus sayuranku dan jangan lupa untuk mengeluarkan bijinya keluar. Itu semua untuk langkah pertamamu. Jika ada yang aku tidak suka atau aku tidak puas tentangnya, aku akan memberi tahumu semua detailnya, oke?
Aom Am memulai tugas pertamanya sedangkan Mike sendiri memutuskan membeli cincin di sebuah departemen store dan akan memberikannya pada Mintra ketika mereka bertemu nanti. Mike menelepon Mintra dan mengajaknya makan malam bersama di sebuah restoran. Mintra menyetujuinya namun begitu Guy muncul tiba-tiba di butiknya, mengajaknya makan malam bersama, Mintra dengan cepat mengiyakannya dan membatalkan secara sepihak janji yang sudah dibuatnya dengan Mike.
Dan jadilah Mike hanya menunggu dan terus menunggu sendirian di restoran tanpa kepastian. Detik berganti menjadi menit, menit berganti menjadi jam begitu seterusnya…. Kehadiran Mike membuat karyawan restoran menjadi kegirangan, mereka bahkan penasaran kira-kira siapa yang sedang ditunggu Mike? 
Mike mencoba menghubungi Mintra namun Mintra malah mengabaikan teleponnya. Mike memilih pulang ke rumah dengan membawa semua rasa kecewa, kesal dan jengkel yang menyelimuti tubuhnya. Dan parahnya, Mike melampiaskan kekesalannya tersebut pada Aom Am. Mike memarahi Aom Am karena menaruh foto keluarganya di kamarnya dan juga meletakkan buku secara sembangan.

Aom Am : kamu gila, dasar monster (marah)

Dan Mintra, sepertinya dia harus kena batunya. Membatalkan janji sepihak dengan Mike membuatnya mendapatkan penolakan dari Guy ketika Mintra mengatakan jika dirinya menyukai Guy lebih dari seorang sahabat. Tak hanya itu, Mintra bahkan ditinggalkan seorang diri di restoran.
Mintra menangis, dadanya terasa sesak… berulang kali dirinya menujukkan dengan jelas rasa sukanya pada  Guy dan berulang kali juga Guy menolak dan mengabaikannya. Mintra segera menelepon Mike…
Mike : Tuan putri, kenapa suaramu seperti ini? Apa kamu sakit? (khawatir)
Mintra : Tidak, tidak ada apa-apa. Aku baik-baik saja.
Mike : Apa kamu menangis?
Mintra : Mike, aku minta maaf sekali, aku melewatkan janji kita
Mike : Itu tidak apa-apa. Aku tidak pernah marah padamu, kamu tahu itu.
Mintra : Ketika aku tidak punya siapapun… Hanya kamu, yang selalu ada disana untukku. Terima kasih banyak.
Mike : Ada apa hari ini? Apa hari untuk mengekspresikan perasaan?
Mintra : Mike...aku tahu, aku membuatmu sedih. Berkali-kali aku membuatmu sedih, aku tidak ingin kamu marah padaku.
Mike : Min. Ada typical orang, walau bagaimanapun orang itu diperlakukan, orang itu tidak akan pernah marah. Meskipun jika dia ingin marah sekali, tapi dia tidak bisa. Kamu mengerti itu, bukan?
Mintra : Aku tahu, aku tahu itu sekali. Kalau begitu, bisakah aku memperbaikinya untukmu besok? Makan malam denganku, oke?
Mike : Apa kamu yakin?
Mintra : (mencoba tertawa) Aku tidak begitu yakin.
Mike : Istirahatlah, besok mari kita bicara lagi. Selamat malam tuan putriku.
Mintra : Mimpi indah Ksatriaku.
Mike merasa kembali bersemangat. Mike mencoba menyusun kalimat yang akan dikatakannya nanti ketika memberikan cincin yang sudah dibelinya untuk Mintra dan tak sempat diberikannya hari ini. Sayang, kegiatan Mike tersebut tanpa sengaja dilihat oleh Aom Am. Aom Am tertawa seketika namun Mike berkilah jika dirinya sedang latihan dialog untuk drama terbarunya. 
Saat Aom Am mengerjai Mike dengan mengajarinya cara berdialog

Keesokan harinya
Mike merasa kesal karena Aom Am menyiapkan makanan tak seperti yang dipesannya dan sesuai seleranya. Selera makannya mendadak lenyap terlebih ketika membaca berita di Koran yang menyudutkan dirinya.

Suptar (superstar) ditinggalkan pada kencan dan tidak peduli.
Aom Am penasaran dengan berita yang dibaca Mike dan akhirnya dia mengetahui alasan kemarahan Mike kemarin malam dan juga dialog yang coba dihapalkannya kemarin…
Aom Am kembali menyetorkan naskah ceritanya namun lagi-lagi ditolak. Poor Aom Am

Mike dikerubungi wartawan yang ingin mengkonfirmasi masalah reservasi di restoran dan juga kegiatannya di sebuah departemen store…
Mike, seseorang melihatmu membeli cincin. Kemarin malam, kamu juga memesan seluruh restoran. Untuk wanita yang mana kamu lakukan ini? Bagaimana dengan wanita yang kamu jemput ke mobilmu? Siapa itu?
Mike menelepon Mintra untuk membatalkan janji yang sudah dibuatnya semalam. Mintra menyetujuinya, Mintra bisa mengerti kondisi Mike saat ini dan Mintra merasa semakin menyesal karena Mike ternyata menyewa seluruh restoran untuk makan malam mereka semalam. Sebagai gantinya bagaimana jika Mike makan malam saja di butik Mintra, mereka bisa memesan makanan…
Mike bergegas menuju butik Mintra. Mike sama sekali tidak menyadari jika hal yang dilakukannya saat ini sedang diawasi oleh paparazzi dan tentu saja makanan empuk untuk mereka. Awalnya percakapan Mike dan Mintra berjalan lancar namun ketika Mintra menerima sebuah surat, pembicaraan mereka berubah menjadi perdebatan
Mike : Dari siapa? Min, aku tanya dari siapa itu? Kenapa wajahmu seperti itu?
Mintra : Dari seseorang yang tidak pernah peduli tentang aku. (sedih)
Untuk adik cantikku, maaf karena membiarkan kamu pulang sendirian.
Mintra : Aneh sekali, kenapa aku harus menyukai seseorang yang tidak tertarik padaku? Dalam hidupku, Mike, aku tidak pernah merasa sehancur ini. Kapan perasaan ini akan pergi?
Mike : Kebodohan. Hanya satu kalimat sederhana 'kebodohan'
Mintra : Mike, itu kasar.
Mike : Kasar? Apa yang kasar sekali tentang itu? Itu tidak kasar, Min. Bagi seseorang yang bodoh (merujuk pada diri sendiri) Meskipun jika itu lebih kasar daripada ini, itu bisa menyembuhkan kebodohan. Untuk mencintai seseorang yang tidak membalas cintamu dan tidak pernah memperhatikanmu.
Mintra : Mike, kenapa kamu harus begitu kasar?
Mike : Apa itu tidak benar? Hah?! Katakan padaku itu tidak benar. Aku bodoh. Kita berdua.
Mike dan Aom Am sama-sama kecewa





=EPISODE 6=
Kejadian yang tak terduga


Mike dan Aom Am pulang ke rumah di waktu yang bersamaan. Aom Am terkejut dan segera meminta maaf karena tidak sempat menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. Aom Am tidak menyangka jika Mike akan pulang dengan cepat. 
Aom Am dan Mike akhirnya memutuskan makan malam dengan makanan seadanya. Mereka melakukan semuanya di pinggir danau. Mike penasaran dengan naskah yang ditulis Aom Am. Tadi Aom Am sempat mengeluhkan jika semua naskahnya tidak ada yang diterima penerbit. Setelah membaca beberapa halaman, Mike berucap jika tulisan Aom Am tidak menarik…. Tulisan Aom Am tidak terarah dan tidak jelas dimana inti ceritanya. 
Aom Am membenarkannya, tulisannya memang tidak bagus dan dirinya masih perlu banyak belajar. Mike berusaha menghibur Aom Am, tidak ada yang datang dengan mudah, semuanya butuh perjuangan. Dan hal yang sama juga berlaku pada dirinya dulu. Untuk sampai ke titik ini, Mike sudah bekerja keras, berlatih terus menerus dan terus mencoba.
Mike : ketika kamu lelah atau putus asa, bagaimana kamu berusaha menenangkan dirimu?
Aom Am : aku akan bernyanyi lagu yang menggetarkan jiwa. Ayahku memberitahuku untuk menyanyikan lagu ini ketika aku putus asa “Jika kamu senang dan kamu tahu itu, tepuk tangan” 
Mike terlihat ragu mengikuti nyanyian Aom Am namun Aom Am memintanya untuk mencoba. Nyanyian pertama terasa agak canggung namun ketika mencoba untuk ke dua kalinya, Mike terlihat bersemangat dan bertepuk tangan dengan riangnya. Kekecewaan dan rasa kesal yang sebelumnya sempat timbul di hati mereka berdua karena masalah pribadi akhirnya melebur menjadi kegembiraan. Mereka tanpa sadar saling menghibur dan menguatkan satu sama lain.
Keesokan harinya
Mike menggedor kamar Aom Am berusaha membangunkannya. Perutnya sudah keroncongan dan sama sekali belum tersedia sarapan di meja. Mike terus mengganggu Aom Am, menyuruhnya untuk bergerak cepat bahkan disaat Aom Am menyempatkan diri untuk menyikat gigi terlebih dahulu, Mike terus menggodanya.
Layaknya seorang Bos, Mike dengan santainya menonton tv dan tak memperdulikan Aom Am yang sibuk membersihkan rumah… Berusaha menghibur diri, Aom Am membayangkan bagaimana jika dirinya berada di posisi Mike. Aom Am hanya duduk dengan santainya dan Mike-lah yang sibuk mondar mandir menyapu, mengepel dan membersihkan sarang laba-laba yang seperti biasa dilakukannya. Heheheheheeee

Mike mengecek hasil pekerjaan Aom Am dan masih banyak kotoran di sana sini. Mike meminta Aom Am untuk membersihkannya dengan lebih bersih, tidak boleh ada debu walaupun sedikitpun. Aom Am tentu saja kesal, semua usahanya sama sekali tidak mendapat penghargaan.
Saat menyimpan kaset CD yang berantakan di dalam lemari, Aom Am tanpa sengaja menemukan sebuah kotak yang berisikan cincin. Aom Am berusaha menggoda Mike, namun Mike terlihat kesal dan segera membuang kotak tersebut ke luar halaman… cincin tersebut akan diberikannya kepada Min dulu.
Tak hanya kotak cincin, Aom Am juga menemukan undangan pembukaan perusahaan Guy. Aom Am membujuk Mike agar mengizinkannya untuk ikut tapi Mike dengan tegas menolaknya. Namun, nasib baik sepertinya sedang menaungi Aom Am. Manager Mike, Benz tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan lebih dulu, Mike sontak saja terkejut dan meminta Aom Am untuk bersembunyi dan tidak boleh terlihat siapapun. Aom Am setuju asalkan Mike membawa dirinya ke acara Guy, jika tidak, Aom Am tidak akan mengikuti perintah Mike.
Aom Am : Kamu harus berjanji padaku kalau kamu akanmembawaku atau aku akan teriak.
Mike : Oke, oke. Pergi, pergi. Apa ini selesai?
Mike berusaha terlihat tenang saat membukakan pintu untuk Benz dan kalimat yang pertama kali didengar Mike adalah omelan Benz karena Mike sama sekali mengabaikan teleponnya. Benz segera menyalakan tv yang kebetulan menayangkan berita mengenai Mike dan Mintra. Mike yang terlihat marah saat meninggalkan butik Min menjadi santapan hangat untuk para media. Sebagai tindakan pencegahan, Benz meminta Mike untuk membatalkan semua acaranya namun Mike menolaknya karena dirinya sudah berjanji akan datang di acara Guy besok.

Malam harinya
Mike bergegas menuju dapur. Di salah satu lemari, disitulah Aom Am bersembunyi.
Aom Am : apakah kamu lupa tentangku? (baru saja terbangun)
Mike : apa kamu takut tidak bisa pergi ke acara itu?
Aom Am : tentu saja, lagipula kamu sudah berjanji untuk membawaku
Mike : Baiklah, aku akan memberimu undangan. Kita pergi terpisah dan tidak terlibat satu sama lain. Apa itu oke?

Acara pembukaan perusahaan Guy
Guy terlihat sangat senang. Acara yang dihelatnya berlangsung cukup sukses dan meriah. Sejumlah artis dan pengusaha datang ke acara tersebut tak terkecuali Mike. Guy sedikit terkejut namun Mike segera menjelaskan jika semuanya akan baik-baik saja…. Justru dengan kemunculannya, perusahaan Guy akan semakin terkenal dan berita peluncurannya akan muncul di stasiun tv keesokan harinya.
Mike menjauhi keramaian usai melayani pertanyaan para wartawan. Jika saja dirinya tidak berjanji akan datang di acara Guy, Mike lebih memilih berdiam diri di rumah daripada harus bertemu dengan Min yang juga akan hadir di acara Guy.

Aom Am terlihat antusias dan semangat melihat makanan yang tersaji di atas meja. Semuanya terlihat enak dan seolah-olah memanggilnya untuk disantap. Tatapan aneh ditunjukkan oleh orang-orang disekeliling Aom Am namun Aom Am sama sekali tidak memperdulikannya dan tetap makan.
Sama seperti Mike, Aom Am menjauhi keramaian dan fokus dengan makanan di hadapannya. Kehadiran seorang pria membuatnya sedikit terkejut sekaligus senang. Guy menyapanya dan mereka berdua akhirnya terlibat dalam sebuah pembicaraan hingga akhirnya memperagakan salah satu scene yang akan dituangkan Aom Am dalam tulisannya nanti. 
Min yang baru saja datang merasa cemburu melihat kedekatan Guy dan Aom Am yang baru saja dikenalnya. Bukannya menjemputnya, Guy malah asyik berduaan dengan Aom Am. Merasa situasi kurang bersahabat, Aom Am memilih segera pergi.
Min berusaha menuntut penjelasan Guy mengenai perasaannya. Bukannya Guy sudah mengetahui dengan jelas jika dirinya menyukai Guy.
Guy : Dan hal yang Mike rasakan, bagaimana itu tidak jelas? Kalian berdua seperti adikku yang aku cintai dan Mike mencintaimu.
Min : Mike tidak pernah memberitahuku kalau dia mencintaiku.
Guy : Dia tidak harus mengatakannya.
Min : Dia harus mengatakannya. Aku cinta kamu. Aku harus katakan itu padamu.
Guy : Aku tidak bisa memberimu apa yang kamu inginkan. Maafkan aku, aku tidak bisa mencintai orang yang Mike cintai.
Min : Jika Mike tidak mencintaiku, bisakah kamu menganggapku sebagai orang lain?
Guy : Min, ayolah.
Min bergegas meninggalkan Guy. Guy tentu saja panik dan meminta asistennya untuk membawa Mike segera menjauh dari kerumunan para wartawan namun semuanya terlambat karena Min sudah muncul dan meminta Mike untuk mengutarakan perasaannya sekarang.
Min : Mike.Seseorang memberitahuku kalau kamu mencintaiku. Apa kamu mencintaiku? Hah? Katakan, Mike! Apa kamu mencintaiku? Katakan! Apa kamu mencintaiku? Mike! (marah)
Mike : Min, oke. Aku bisa. Semuanya…. Hari ini, aku akan menjawab pertanyaan semua orang dengan baik dan jelas mengenai siapa yang aku cintai sekarang jadi kita bisa mengakhiri ini sekali dan untuk semuanya. Aku jatuh cinta dengan seorang wanita. Dan aku...akan menikah dengannya.

Mike tentu saja kesal karena Min tiba-tiba muncul dan berusaha memojokkannya. Mike bergegas berjalan menuju ke arah seorang gadis yang berada tak jauh dari dirinya dan sedaritadi sudah menyaksikan kejadian menghebohkan yang tanpa sengaja tercipta dengan sendirinya. Mike berdiri di depan gadis tersebut dan mendaratkan sebuah kis…. Dan tentu saja berhasil membuat semua orang yang berada di tempat tersebut terkejut dan tak mempercayai dengan apa yang mereka lihat.
Sesampainya di rumah
Aom Am menuntut penjelasan Mike atas kejadian gila yang baru saja terjadi. Mike tanpa memperdulikan perasaannya dan juga harga dirinya menciumnya di depan umum dan sekarang Mike merasa semua kejadian tadi tak pernah terjadi dan hanya angin lalu saja…
Aom Am : Kenapa kamu melakukan itu? Apa kamu gila? Apakah kamu tidak akan mengatakan sesuatu?
Mike : Biar aku pikirkan tentang ini dulu. Besok, aku akan memberitahumu apa yang harus kamu lakukan.
Aom Am : Apa yang harus aku lakukan? (Aom Am menampar pipi Mike) Kamu pikir siapa kamu? Kehidupan gilamu itu milikmu. Kamu ingin jadi apapun, biarkan saja begitu. Jangan libatkan aku. 

Keesokan harinya
Berita menghebohkan mengenai berita pernikahan Mike dan Aom Am segera saja menghiasi layar kaca. Di sebuah rumah sakit, pasangan suami istri yang tak lain adalah Oum dan Pao juga terkejut mendengarnya.
Sementara itu di Full House
Mike berusaha mengajak Aom Am berbicara
Mike : Bisa aku bicara denganmu sebentar?
Aom Am : Aku tidak ada apa-apa yang ingin dibicarakan padamu. Kamu gila, omong kosong. Memikirkan hidupmu sendiri lebih baik daripada orang lain. Lakukan apapun yang kamu inginkan. Katakan apapun yang kamu inginkan. Melihat orang lain tidak berharga atau tanpa perasaan.
Mike : Dua tahun, aku minta hanya dua tahun.
Aom Am : Aku tidak akan oernah melibatkan diriku dengan masalah gila ini.
Mike : Aku akan mengembalikan rumah ini padamu.
Aom Am : Kamu jauh lebih gila daripada yang aku sangka. Apa kamu serius tentang semuanya? Kamu peduli sekali tentang reputasimu sehingga kamu bersedia kehilangan rumah yang baru saja kamu beli? Apa kamu begitu kaya?
Mike : Bagaimana gilanya aku, itu urusanku. Itu uangku, itu hidupku. Jika kamu menginginkan rumah ini kembali, kamu harus terlibat dengan urusan gila ini. Aku beri kamu satu hari untuk berpikir. Pikirkan tentang itu baik-baik.
Aom Am bingung dengan tawaran Mike. Menggiurkan memang.. dalam waktu 2th dia bisa mendapatkan rumahnya kembali tetapi? Hal yang sama pun dirasakan Mike, bagaimana bisa dia mengambil keputusan segila ini. Memilih menikah dengan gadis yang sama sekali tidak dicintainya dan baru saja dikenalnya…


BERSAMBUNG

Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015