[Recap] New Tales Of Gisaeng Episode 52 (END)

EPISODE 52
Akhir yang bahagia.....



Ayah Da Mo dan Ibu Da Mo tentu saja terkejut ketika mendengar ucapan Da Mo… Direktur Geum Eo San dan istri barunya adalah orang tua kandung Sa Ran, rasanya tak masuk akal? Da Mo bercerita jika Direktur Geum, ah salah… Ayah mertuanya telah bertemu dengan ibu mertua jauh sebelum Ayah mertua menikah. Mereka bertemu di sebuah pulau saat Ayah mertua melakukan tugas dan disitulah Sa Ran dikandung.
Helaan terdengar dari sisi sebelah kiri Da Mo, Ayahnya menghela nafas. Ayah Da Mo merasa malu jika harus bertemu dengan sahabatnya tersebut nanti, selama ini dia sudah memperlakukan Sa Ran semena-mena. Sa Ran berusaha menghibur Ayah mertuanya, itu hanyalah bagian dari masa lalu kelam mereka….yang terpenting sekarang, Ayah mertuanya sudah menerimanya sebagai menantu bahkan jauh sebelum fakta mengenai kelahiran Sa Ran terkuak.

Sementara itu
Soon Ja terlihat sangat gembira mendengar jika Sa Ran ternyata adalah kakak sepupunya, semuanya terasa seperti mimpi di siang bolong… siapa yang menyangka jika mereka ternyata memiliki hubungan keluarga dan ikatan darah. Sayang, hal tersebut cukup menyedihkan untuk Dan Gong Joo. Gong Joo sudah terbiasa memanggil Sa Ran dengan sebutan unnie dan sekarang dia harus merubah kebiasaannya tersebut dan memanggilnya dengan sebutan kakak ipar.
Sedangkan Kyle sendiri, menanyakan kepada Ra Ra, sebutan apa yang pas untuk disematkannya pada Sa Ran dan Da Mo? Cheohyeong (kakak istri tua) dan Hyeongnim (kakak) jawab Ra Ra senang.

Ayah Da Mo masih merutuki dirinya dan merasa malu jika harus bertemu dengan sahabatnya sekaligus besannya nanti. Apa yang akan dilakukannya? Ibu Da Mo mengucapkan bukankah Ayah Da Mo dulu tanpa sengaja pernah berucap, akan jauh lebih baik jika Sa Ran adalah anak Eo San dan sekarang ucapannya tersebut menjadi kenyataan. Jika saja mereka menuruti perintah Ibu mertua untuk menjodohkan Sa Ran dengan Da Mo tanpa membuat mereka berdua berada dalam kesulitan, Ayah Da Mo tentu saja tak akan merasakan penyesalan seperti sekarang ini. Ibu mertuanya memang benar dalam menilai seseorang…
Di dalam kamar, Sa Ran dan Da Mo juga tengah berbincang-bincang. Da Mo berucap jika Sa Ran sekarang memiliki keluarga yang lengkap. Orang tua kandung, Nenek dan bahkan 3 sepupu. Tak hanya itu, namanya juga berubah menjadi Geum Sa Ran…. Sa Ran tersenyum dan bercerita tentang pertemuan pertamanya dengan Soon Duk, Ibunya dimana hal tersebut terjadi saat musim salju tahun lalu. Sa Ran merasakan getaran yang aneh di dalam dadanya saat bertatapan langsung dengan Soon Duk dan akhirnya dia menemukan jawabannya sekarang.

Keesokan harinya
Ibu Eo San menyarankan kepada Eo San agar memberikan orang tua angkat Sa Ran sebuah rumah. Walau bagaimanapun, mereka sudah membesarkan Sa Ran dengan begitu baik terlepas dari tindakan mereka yang membuat Sa Ran menjadi Gisaeng.

Ayah Da Mo (jika bersama Eo San, kita sebut Ah Soo Ra) memilih menemui Eo San untuk membicarakan masalah Sa Ran. Awalnya pembicaraan mereka berlangsung hangat…. Ah Soo Ra memberikan selamat kepada Eo San karena sudah menemukan anak kandungnya yang tak lain adalah menantunya dan berarti mereka sekarang menjadi besan. Pembicaraan mereka mulai memanas ketika masing-masing pihak mulai membicarakan mengenai dimana Sa Ran harus tinggal?
Eo San bersikeras jika Sa Ran dan juga Da Mo harus tinggal di rumah mereka karena Ah Soo Ra sudah merasakan beberapa bulan tinggal bersama dengan Sa Ran. Ah Soo Ra tentu saja tak tinggal diam dan membalas jika Sa Ran sekarang sedang hamil dan mengingat statusnya yang sudah menjadi istri dan juga seorang menantu, Sa Ran tentu saja harus tinggal di rumah suami dan mertuanya.
Eo San tak ingin kalah dan kembali membalas, bukankah selama ini Ah Soo Ra tidak menyukai menantunya dan membencinya? Itu dulu ucap Ah Soo Ra, dirinya sekarang bukanlah Ah Soo Ra yang dulu. Buktinya ketika Sa Ran mengingingkan Kimbap, dirinya dengan sigap membuatkannya. Jika Eo San tak percaya, silahkan tanyakan pada Sa Ran.

Eo San memilih mengakhiri perdebatan yang cukup sengit dan tak ada akhirnya ini. Eo San berucap jika semua keputusan akan diserahkan pada Sa Ran dan juga Da Mo dan berniat menelepon mereka. Ah Soo Ra tentu saja melarangnya dan membatin “beberapa bulan akan berubah menjadi bertahun-tahun”. Dan perdebatan pun kembali berlanjut… Ah Soo Ra menambahkan bukankah Eo San memiliki seorang Ibu yang juga tinggal bersamanya? Eo San membalas lalu kenapa? Rumahnya cukup besar untuk menampung Sa Ran dan Da Mo. Lagipula bukankah Ah Soo Ra juga memiliki seekor anjing jenis Papillon yang sangat disayanginya dan disanjungnya? Ah Soo Ra kembali membalas jika anjing tetaplah seekor anjing dan tidak bisa disamakan dengan manusia. Dan juga Sa Ran akan kewalahan jika nanti harus bolak balik tinggal dari rumah mertua dan menantunya. 

Eo San mulai sedikit kesal… yang diinginkannya hanya menunaikan kewajibannya sebagai seorang ayah yang tidak sempat dilakukannya dulu. Jika memang, Ah Soo Ra tidak setuju, hanya mengirim Sa Ran seorang diri keluar. Ah Soo Ra berucap bagaimana mungkin mereka memisahkan suami dan istri? Sa Ran pasti tidak akan setuju berpisah dengan Da Mo begitupun sebaliknya. Eo San tak kehabisan akal. Eo San berucap bukankah dulu Ah Soo Ra menyebut putrinya tak memenuhi syarat sebagai menantu pilihannya karena Sa Ran adalah seorang Gisaeng dan juga karena Sa Ran adalah anak yang dibuang dan tak jelas asal usulnya? Ah Soo Ra menjawab jika itu dulu, jauh sebelum dirinya menyadari jika Sa Ran, menantunya adalah sosok yang bijaksana, cerdas dan sangat sempurna. Lagipula keputusan Sa Ran menjadi seorang Gisaeng, semuanya terjadi karena kesalahan ke dua orang tuanya bukan?

Eo San memilih menyerah dan mengucapkan jika perdebatan mereka sebaiknya diselesaikan dengan cara permainan gunting, batu, kertas. Ah Soo Ra dengan senang hati setuju dan mulai mempersiapkan startegi, merancang bentuk apa yang akan digunakannya untuk melawan Eo San. hal yang sama pun dilakukan Eo San dan ujung-ujungnya, Ah Soo Ra-lah yang menang…. Wkwkwkwk, senyum-senyum gaje lihat scene ini. Eo San dan Ayah Da Mo sekarang saling memperebutkan Sa Ran.
Sepulang dari pertemuan
Eo San menceritakan kepada Soon Duk jika dirinya gagal membawa Sa Ran pulang ke rumah mereka, semuanya karena dirinya kalah dalam permainan. Ayah Da Mo juga melakukan hal yang sama, ketika tiba di rumah… dengan bangganya Ayah Da Mo bercerita jika dirinya yang memenangkan permainan.
Ayah Da Mo memanggil Sa Ran dan Da Mo. Ayah Da Mo menjelaskan jika tadi dirinya bertemu dengan Ayah Sa Ran dan tetap menginginkan agar Sa Ran-Da Mo tinggal disini. Sa Ran hanya mengangguk dan tersenyum, mengikuti keinginan Ayah mertuanya.

Sa Ran mengunjungi rumah orang tuanya seperti janjinya 2 hari yang lalu. Sebenarnya, Sa Ran ingin datang kemarin namun Ayah mertuanya melarangnya karena bermimpi buruk dan tidak baik jika Sa Ran keluar rumah (akal-akalan Ayah Da Mo ini, hehehe).
Nenek kembali bercerita tentang kejadian beberapa bulan yang lalu saat suaminya masih hidup… ketika itu di sebuah restoran saat mereka bertemu dengan Sa Ran terjadi sebuah insiden dimana Nenek Ra Ra pingsan karena terlalu gembira bisa berfoto dengan artis idolanya. Sebenarnya tujuan mereka adalah untuk mengkonfirmasi tanggal lahir Sa Ran. Jika saja saat itu, Sa Ran mengetahui tanggal kelahirannya yang sebenarnya, fakta jika Sa Ran adalah anak Soon Duk pasti akan terungkap dengan cepat.
Saat sedang berdua dengan Sa Ran di kamarnya, Soon Duk menyerahkan semua buku tabungannya. Semua uang hasil kerja kerasnya selama di Buyonggak disimpannya dengan baik dan memang diniatkannya akan diberikan kepada putrinya jika mereka bertemu nanti dan sekaranglah saatnya. Sa Ran merasa berat menerimanya dan menolaknya dengan halus namun Soon Duk tetap berkeinginan agar Sa Ran menerimanya. Baginya melihat Sa Ran tumbuh sehat dan seperti sekarang ini sudah cukup baginya.
Joo Hee menemui Eo San di rumah sakit hanya untuk mengucapkan selamat karena Eo San telah menjadi seorang ayah… Joo Hee juga menyampaikan jika dirinya akan pergi bersama dengan Ra Ra ke Texas.

Soon Duk dan Eo San akhirnya menemui Hwa Ja dan ayah angkat Sa Ran untuk mengucapkan terima kasih karena sudah membesarkan Sa Ran selama ini. Eo San menambahkan jika dirinya akan memberikan apartemen Son Ja yang selama ini mereka tempati untuk Hwa Ja dan ayah angkat Sa Ran. Eo San kemudian bertanya kenapa Ayah angkat Sa Ran merubah tanggal lahir Sa Ran dan dijawab jika mereka hanya ingin mengingat tanggal Sa Ran diangkat sebagai anak. Sepulangnya di rumah Hwa Ja seketika mengeluh, setelah semua yang mereka lakukan untuk Sa Ran… mereka hanya menerima sebuah apartemen, bukankah itu tak sebanding dengan pengeluaran mereka selama ini untuk menghidupi Sa Ran. Dan juga Sa Ran sampai saat ini tidak menelepon dan bahkan menyempatkan diri untuk datang. Ayah angkat Sa Ran berusaha menenangkan istrinya dan berucap jika Sa Ran masih dalam tahap awal kehamilan, dirinya tak mungkin untuk sering-sering keluar… ckckckck, benar-benar nich Hwa Ja.
Sa Ran menemani Da Mo suaminya berlatih kuda sedangkan Ra Ra menemani Gong Joo dan juga Son Ja…ya, meskipun mereka hanya bisa melihat dari pinggir lapangan.

Beberapa bulan kemudian
2 orang ibu muda hanya bisa menghela nafas… perut mereka semakin membuncit dan tinggal menghitung hari menjelang detik-detik mendebarkan itu datang. Mereka hanya bisa menahan keinginan mereka untuk berkuda mengingat keadaan mereka saat ini yang sangat tidak memungkinkan. Tak jauh dari mereka, seorang pemuda tengah sibuk mengabadikan moment-moment terpenting dalam hidupnya, yaitu melihat istrinya semakin mahir menunggang kuda.
Tiba-tiba, salah seorang wanita berbaju kuning merasakan sakit dan nyeri yang sangat hebat pada perutnya. Sepertinya kontraksi dan sudah saatnya janin yang berada dalam perutnya lahir ke dunia meskipun perkiraan dokter hari kelahiran masih kurang 2 minggu lagi. 
Ibu Da Mo sontak terkejut ketika menerima kabar jika Sa Ran sudah mengalami kontraksi. Dengan tergesa-gesa Ibu Da Mo berlarian ke kamar dan mengabarkan hal tersebut kepada suaminya. Ibu Da Mo kembali keluar kamar dan bergegas menuju kamar Sa Ran-Da Mo untuk mempersiapkan segala keperluan Sa Ran dan juga bayinya sedangkan Ayah Da Mo, hal yang dilakukannya adalah mempersiapkan dirinya agar terlihat serapi mungkin.

Di masa depan , ketika kami melihat foto-foto, Kakek dari pihak Ayah akan terlihat seperti seorang pria gagah sementara kakek dari pihak ibu akan menjadi ahjussi lusuh.

Gong Joo menelepon Hwa Ja untuk mengabarkan jika Sa Ran akan segera melahirkan. Hwa Ja tentu saja terkejut, bukankah masih 2 minggu lagi? Hwa Ja kemudian meminta kepada Gong Joo putrinya agar memberitahukan Sa Ran jika dirinya sedang sibuk membuat kimchi untuk Sa Ran padahal kenyataan yang terjadi, Hwa Ja dan suaminya akan melakukan Hiking di gunung.
Saat Hwa Ja dan Ayah angkat Sa Ran baru saja pergi, foto di dinding rumah yang menunjukkan wajah mereka berdua seketika terjatuh dan kaca piguranya pecah. Sepertinya sebuah kejadian buruk akan terjadi… 

Ayah Da Mo terlihat senang dan telah berpakaian lengkap layaknya akan berangkat ke kantor… Ayah Da Mo mengatakan kepada Andrew jika dirinya sangat senang. Tiba waktunya berangkat, kejadian kurang menyenangkan terjadi pada Ibu Da Mo. Saat menuruni tangga, Ibu Da Mo tanpa sengaja terpeleset dan menyebabkan kakinya terkilir. Alhasil, hanya Ayah Da Mo yang pergi ke rumah sakit “Andrew, Ibumu, anio… Nenekmu, jaga dia dengan baik”.
Ayah Da Mo sampai di rumah sakit. Langkah kakinya terasa ringan, senyuman terus terkembang di wajahnya dan juga dua buah tas berada dalam genggamannya. Disaat yang bersamaan, ke dua orang tua Sa Ran juga baru saja tiba. 
Sa Ran berusaha menahan sakit yang sedaritadi terus menderanya. Disampingnya, Ibunya dengan setia menemaninya dan berusaha menguatkannya untuk tetap rileks. Sedangkan Da Mo memutuskan menemui ayah dan ayah mertuanya, meminta mereka untuk beristirahat di kamar karena proses persalinan akan memakan waktu 7-8 jam. Sayang, mereka berdua tak ingin beranjak sedetikpun dan akan tetap menunggu sampai Sa Ran melahirkan.

Ya Tuhan, jika cucuku yang lahir adalah perempuan aku memiliki keinginan lain

Da Mo merasa kasihan melihat Sa Ran, istrinya… Soon Duk juga merasakan hal yang sama dan menatap mata Sa Ran seolah memberitahunya jika semuanya akan baik-baik saja.
Da Mo kembali menemui Ayah dan Ayah mertuanya meminta mereka untuk makan malam namun lagi-lagi, mereka berdua menolaknya.

Tidak peduli apakah itu lelaki atau perempuan, aku berharap anak itu lahir dengan selamat dan lengkap tanpa kurang satupun juga. Semoga Dan Sa Ran, mudah untuk melahirkan

Sa Ran dipindahkan ke ruang persalinan…. Para dokter dan perawat tengah berjuang membantu Sa Ran agar bayi yang dikandungnya segera lahir…. Keringat bercucuran di sekujur tubuh Sa Ran, rasa sakit yang dirasakannya semakin terasa sakit seiring waktu yang terus berputar. Sa Ran terus berkuat mengikuti arahan dokter hingga akhirnya sebuah tangisan mungil terdengar memenuhi seisi ruangan.
Di luar ruang persalinan, Da Mo dan yang lainnya bersuka cita. Ayah Da Mo dan Eo San melompat kegirangan bahkan akan saling bertepuk tangan jika saja tak mengingat kalau mereka sedang terlibat sedikit perselisihan. 
Ketika bayi Sa Ran dibawa keluar, Ayah Da Mo dan Eo San bergegas menghampirinya dan meminta Da Mo untuk memotret moment membahagiakan ini.
Da Mo menemani Sa Ran, hari ini istrinya sudah berjuang begitu keras demi melahirkan anak mereka… sedangkan orang tua mereka memutuskan pergi bersama untuk makan malam meskipun rasa kesal dan saling ejek masih terlihat dengan jelas. Siapa yang menyangka jika 2 sahabat akan berubah menjadi besan dan terlibat dalam perselisihan, bahkan terkesan menjadi kekanak-kanakan di umur mereka yang tak muda lagi dan telah berubah status menjadi Kakek.

Da Mo menelepon Hwa Ran untuk mengabarkan jika Sa Ran telah melahirkan dan mereka berdua sekarang telah menjadi orang tua.
Sepulangnya dari rumah sakit
Eo San segera menceritakan semua hal yang terjadi selepas kepergian Soon Duk. Ah Soo Ra, besan mereka terlihat berusaha mencari muka di depan putri mereka, Sa Ran. Selepas dari kamar mandi, Ah Soo Ra pergi terlebih dahulu dan membeli bunga tanpa memberitahu kepadanya. Sedangkan Ayah Da Mo memperlihatkan kepada istrinya foto cucu mereka yang terlihat sangat lucu dan cantik.
Kemajuan hubungan Eun Ja dan Dan Se terlihat cukup pesat. Dan Se dan Eun ja menghabiskan waktu mereka dengan berdansa di sebuah klub.

Keesokan harinya
Soon Duk sudah lebih dulu ke rumah sakit, membawakan Sa Ran makanan berupa sup rumput laut. Sa Ran berucap jika Ibunya dulu pasti sangat menderita ketika melahirkannya juga. Soon Duk tersenyum dan tanpa sadar meneteskan air mata, perjuangannya tidak sia-sia karena seorang putri cantik nan jelita telah lahir.
Ayah Da Mo dan Ibu Da Mo telah stand by di rumah sakit. Seusai menengok Sa Ran, mereka bergegas melihat cucu mereka. Berselang beberapa menit kemudian, Eo San dan Ibunya juga datang ke rumah sakit untuk melihat Sa Ran dan bayinya. Wajah Eo San menunjukkan sedikit kekesalan, Ah Soo Ra lagi-lagi mendahuluinya.
Ra Ra, Kyle, Son Ja dan Gong Joo usai menjenguk Sa Ran. Saat sedang sendiri di kamar, Gong Joo menerima telepon dari seseorang yang mengabarkan jika pemilik Hp yang sekarang digunakannya telah meninggal dunia. Gong Joo kembali bertanya, maksudnya apa? Si penelepon menegaskan jika pemilik Handphone dan suaminya telah meninggal dunia saat melakukan Hiking. Gong Joo seketika pingsan dan beruntung Son Ja yang baru saja muncul dengan cepat menahannya.

Eo San dan Ah Soo Ra lagi-lagi berdebat masalah nama yang akan diberikan untuk anak Sa Ran-Da Mo. Eo San ingin agar anak Sa Ran diberi nama Ka Byeol namun Ah Soo Ra mengatakan jika nama tersebut tidak cocok dan cocok untuk disempatkan pada seseorang berusia 50-60th. Bagaimana dengan Ah Ria? Sa Ran-Da Mo setuju dan terpaksa Eo San pun menyetujuinya.
Son Ja segera menelepon Da Mo untuk mengabarkan jika Ayah dan Ibu Gong Joo meninggal dunia. Da Mo tentu saja terkejut, bukankah kemarin mereka mengatakan sedang membuat kimchi? Son Ja menjawab tidak, mereka sedang melakukan hiking di gunung dan tergelincir.

Gong Joo menangis… sekarang dirinya menjadi piatu. Ibunya yang terkadang menyebalkan namun sangat disayanginya telah tiada begitupun dengan ayah tirinya yang sangat sabar dan baik dalam menghadapi dirinya beserta Ibunya. Gong Joo tidak akan pernah lagi mendengar panggilan Charles dan juga Diana dalam hidupnya.
Di rumah
Sa Ran hanya bisa merenung…. Disaat semua orang pergi mengantarkan kepergian Hwa Ja dan juga ayah angkatnya, dirinya justru berdiam diri di rumah. Mata Sa Ran berkaca-kaca, walaupun Hwa Ja pernah  berlaku jahat terhadapnya tetapi dia tetap Ibunya dan juga Ibu dari Gong Joo adiknya. 

Ayah Da Mo merasa kesal karena Sa Ran dan putrinya harus tinggal di rumah Eo San sesuai tradisi keluarga masyarakat Korea Selatan. Ayah Da Mo takut jika menantu dan cucunya akan tinggal lama disana terlebih Eo San pasti akan berusaha untuk menunjukkan dirinya sebagai sosok kakek yang baik begitupun dengan istrinya yang tak lain adalah Ibu Sa Ran, dia juga akan menyediakan makanan yang enak untuk Sa Ran.
Ibu Da Mo berusaha menenangkan suaminya dan berucap jika hal tersebut tidak akan terjadi namun ketika Da Mo turun dari lantai2 dan berpamitan kepada ke dua orang tuanya untuk bertemu dengan Eo San, Ayah Da Mo semakin gelisah.

Gong Joo ditemani Son Ja mendatangi rumah yang dulu ditinggali Hwa Ja dan Ayah tirinya. kesedihan seketika terlihat di wajah Gong Joo ketika langkah kakinya menyusuri setiap sudut rumah…. Sebelum dirinya menikah dengan Son Ja, waktu Gong Joo sebagian besar dihabiskan di rumah ini. Bercengkrama dengan Ibu dan juga Ayahnya.
Gong Joo berjalan mendekati kulkas dan membukanya sedangkan Son Ja membereskan pigura foto yang pecah. Kimchi lobak buatan Ibunya masih ada disana. Ucapan Ibunya kembali diingatnya “Aku membuat kimchi lobak muda , Ini akan bagus dan matang dalam beberapa hari , jadi datang mengambilnya”. Gong Joo seketika menangis, air mata kembali membasahi wajahnya. Sekuat apapun Gong Joo berusaha bertahan, dirinya tetaplah manusia biasa yang bisa merasakan kesedihan dan perih karena ditinggalkan orang terkasih. Son Ja yang menemani Gong Joo juga turut merasakannya. Son Ja mengenal Hwa Ja bukan 1 atau 2 tahun tetapi sejak dirinya masih kecil…. Son Ja pernah merasakan kehilangan sosok seorang Ibu jadi dirinya mengetahui dengan baik perasaan Gong Joo, istrinya sekarang.
Gong Joo melanjutkan perjalanannya menemui Sa Ran , kakaknya
“Kamu masih tetap adikku dan tak ada yang berubah. Kamu tak sendiri, ada kakak disini dan juga kakak iparmu…. Jangan merasa putus asa, tidak apa-apa untuk menjadi sedih tetapi jangan terlalu lama. Percaya pada kami dan bersandar pada kami . bagaimanapun kamu harus hidup, mengerti?” ucap Sa Ran berusaha menguatkan adik kecilnya, Gong Joo.
“Hari itu ...jika mereka tidak pergi gunung untuk hiking dan datang ke rumah sakit sebagai gantinya, mereka pasti akan baik-baik saja” ucap Gong Joo dan kembali menangis
”Tidak ada yang tahu tentang nasib seseorang” ucap Sa Ran dengan mata berkaca-kaca
Gong Joo mengeluarkan barang bawaannya “Ini...Ini adalah lobak kimchi muda. Ibu baru saja membuat dan ini sangat matang. Mungkin ini tak seberapa tapi unnie sialhkan menikmati kimchi buatan Ibu. Aku membawa setengahnya juga, anggap saja sebagai hadiah terakhir dari mereka dan memakannya” ucap Gong Joo dan berhasil membuat Sa Ran yang sedaritadi berusaha menahan air matanya akhirnya tanpa sadar meneteskannya. Mereka berdua telah kehilangan sosok Hwa Ja dan ayah mereka, orang yang sangat mereka sayangi.

Da Mo menemui Ayah mertuanya… Eo San meminta kepada Da Mo agar Da Mo tinggal di rumah mereka selama setahun. Eo San dan istrinya, Soon Duk baru saja bertemu dengan Sa Ran dan dalam keadaan Sa Ran sudah menikah dan hamil. 25th bukan waktu yang singkat bagi mereka dan Eo San ingin agar bisa lebih dekat dengan Sa Ran, Da Mo dan juga Ah Ria. Da Mo akhirnya mengangguk setuju…
Ayah Da Mo tentu saja terkejut ketika mendengar semua ucapan Da Mo, setahun? Bagaimana bisa.. Da Mo meminta kepada Ayah dan Ibunya untuk mengerti karena Ayah dan juga Ibu mertuanya baru saja bertemu dengan Sa Ran. Ayah Da Mo tentu saja kesal tetapi tidak ada yang bisa diperbuatnya sedangkan Ibu Da Mo hanya bisa mengeluh.

Eo San dan Soon Duk sangat senang. Akhirnya selama setahun ini mereka bisa tinggal bersama dengan Da Mo, Sa Ran dan juga cucu mereka Ah Ria.
Joo Hee dan juga Hwa Ran makan siang bersama… Joo Hee akhirnya mengambil keputusan untuk menjual Buyonggak kepada Hwa Ran.

Ayah Da Mo mengunjungi rumah Eo San untuk melihat Sa Ran dan juga cucunya… Ayah Da Mo meminta Sa Ran untuk kembali ke rumahnya. Sa Ran tentu saja terkejut dan hanya bisa mengangguk setuju. Sa Ran segera menemui Ibunya dan mengatakan jika sekarang dirinya harus kembali ke rumah Da Mo karena Ayah mertuanya menginginkannya.
Ayah Da Mo terlihat sangat bahagia… 2 orang perawat sudah dipersiapkannya demi memuluskan rencana penjemputan dadakan untuk Sa Ran dan juga Ah Ria,cucunya kali ini. Sementara itu, kesedihan dan rasa terkejut justru datang dari kubu Eo San. kepergian Sa Ran dan Ah Ria membuat Ibu Eo San dan Soon Duk kecewa dan membuat Eo San yang baru saja pulang terkejut ketika mendengar dari istrinya jika Sa Ran dan juga cucunya telah dibawa pergi oleh Ah Soo Ra.

Eo San tak tinggal diam dan segera menelepon Ah Soo Ra, sayang Ah Soo Ra memilih mengabaikan teleponnya. Eo San tak kehabisan akal, Eo San kemudian menelepon telepon rumah keluarga Ah dan yang mengangkatnya adalah Nyonya Ah yang kemudian memberikannya pada suaminya.
Eo San dengan emosi yang tinggi mengatakan kepada mantan sahabatnya tersebut jika ini belum cukup setahun seperti perjanjian yang sudah dibuatnya dengan Da Mo namun Ah Soo Ra mengatakan jika itu urusannya dengan Da Mo. Dirinya tak pernah sekalipun menyetujuinya. Jika memang Eo San mau, Eo San bisa datang ke rumahnya dan tinggal bersama.
Dengan semangat 45, Eo San mengatakan kepada Soon Duk untuk mengepak barang-barang mereka. Mereka akan pindah ke rumah Ah Soo Ra. Soon Duk dan juga Ibu Eo San tentu saja terkejut, bagaimana bisa Eo San mengambil keputusan seperti itu? Lalu bagaimana dengan Ibunya jika Eo San dan Soon Duk pindah? Soon Duk dan Ibu Eo San meminta Eo San untuk sabar, lagipula sudah sepatutnya Sa Ran tinggal di rumah mertuanya. Hal yang terpenting sekarang adalah Sa Ran hidup dengan bahagia… mereka bisa melihat Ah Ria di akhir pekan tanpa perlu tinggal di rumah mertua Sa Ran.
Hyo Ri, Kang San, Son Ja dan juga Gong Joo terlihat sedih saat melepas kepergian Ra Ra ke Las Vegas. Hari ini, Ra Ra beserta Kyle dan Joo Hee akan bertolak ke salah satu kota dari Negeri Paman Sam tersebut.
Beberapa bulan kemudian
Ah Ria sudah berusia 1 th dan hari ini adalah hari yang sangat menggembirakan untuk Sa Ran, Da Mo dan yang lainnya…. Sebuah pesta mewah dan megah sengaja dipersiapkan untuk Ah Ria. Ketika Ah Ria dihadapkan dengan banyak macam benda, Ah Ria memilih sebuah microfon. Semua orang tertawa, kelak saat besar nanti Ah Ria akan menjadi seorang Penyanyi terkenal.
“Begitu banyak orang di sini hari ini, meskipun cuaca terik tapi masih menyempatkan diri untuk datang di hari bahagia kami. Aku mengucapkan terima kasih…. Setahun yang lalu, Ah Ria kami lahir seperti malaikat dan dalam waktu singkat dia sudah berumur setahun…. Dia cantik” ucap Ayah Da Mo memberikan kata sambutan. “Ibu Ah Ria terima kasih telah memberiku cucu yang cantik. Kamu tahu bahwa aku punya firasat yang kuat kan? Ah Ria kami, di masa depan, dia akan memiliki dunia ini. Dia akan menjadi vokalis dan juga dalam dua bulan kita akan memiliki kabar tentang kehamilan. Dan kali ini, anak laki-laki. Ah Ria, dia akan menjadi vokalis terkenal dan menyebarkan namanya di seluruh dunia yang luas ini. Dan anak yang akan lahir tahun depan, dia akan membantu ayahnya membuat Eun Sung menjadi No 1 di Republik Korea…dia akan menjadi orang yang memiliki bakat banyak dan tidak peduli di mana anda pergi di dunia, tidak akan ada orang yang tidak tahu mengenaiEun Sung. Dan semua kehormatan itu silahkan melihatnya semua itu... Sa Ran, dia akan berumur panjang dan berbahagia bersama suaminya” tambah Ayah Da Mo mengakhiri kata sambutannya. Tak jauh darinya, Sa Ran meneteskan air mata mendengarkan ucapan Ayah mertuanya. Usahanya untuk meluluhkan dan menyentuh hati Ayah mertuanya berhasil. Sekarang yang akan dilakukannya adalah menjalani hidup bersama Da Mo dan anak-anak mereka nanti, dan Sa Ran menyadari masih banyak hal yang akan menanti mereka dan masih banyak kerikil-kerikil tajam yang pastinya akan menghalangi jalan kehidupan mereka di masa depan namun semuanya pasti akan segera berlalu bila mereka selalu bersama….


THE END
 


My Opinion
Jongmal Mianhae baru sempat posting episode terakhirnya….
G rela harus pisah dengan Da Mo dan karakter lainnya. Dari awal menonton dramanya sudah jatuh cinta dan tak bisa lepas dari drama ini meskipun tak dipungkiri di awal-awal episode konfliknya belum terasa dan juga ada beberapa scene yang sedikit membosankan. Hehehehe….
Para pemain
Semua karakter di drama ini baik itu yang porsinya kecil maupun besar memberikan kontribusi yang sangat besar. Tak hanya terfokus pada sosok para pemeran utama tetapi juga pada pemeran pendukung disekitarnya. Tak seperti drama korea pada umumnya yang hanya berfokus pada masalah percintaan dan masalah pemeran utama, New Tales of Gisaeng menghadirkan cerita yang sedikit berbeda dan memang itulah salah satu cirri khas untuk drama yang memiliki jumlah episode yang tak sedikit.
Di 10 episode terakhir aku seperti merasa kehilangan sosok Da Mo. Jujur, aku lebih suka Da Mo yang playboy, yang suka berbuat seenaknya tanpa pernah memikirkan konsekuensinya. Aku juga menyukai tatapan matanya yang tajam dan terkadang dingin maupun saat dia marah dengan emosi yang meledak-ledak. Dan semuanya bisa dilihat saat Da Mo mengetahui jika Sa Ran menjadi seorang Gisaeng dan saat Da Mo menyusul Sa Ran ke Buyonggak. Beruntung, aku bisa menemukannya saat Da Mo marah pada hantu yang merasuki tubuh ayahnya. Sedangkan untuk Sa Ran sendiri, aku menyukai kepribadian Sa Ran yang dingin dan semuanya bisa dilihat saat Sa Ran memutuskan menjadi Gisaeng di Buyonggak. tapi overall, acting mereka keren banget.

Jalan cerita
Top Markotop…. Suka dengan ide ceritanya meskipun sempat menjadi kontroversi di Korea sana. Banyak pembelajaran hidup yang bisa kita ambil hikmahnya misalnya saja masih profesi Gisaeng yang masih dianggap tabu oleh masyarakat di Korea sana. Aku sangat suka dengan ucapan Sa Ran yang mengatakan “lalu apa bedanya mereka dengan artis?”.

Music
Salah satu bagian terpenting dari drama ini. Aku tak pernah bosan untuk mendengar ost dari drama ini. Mampu menggambarkan jalan cerita dengan begitu baik.

Akhir kata, jongmal kamsahamnida untuk semangat, perhatian dan dukungannya sehingga aku bisa menyelesaikan drama ini. Mohon maaf bila ada beberapa komentar yang aku tidak balas, bukannya tidak mau tapi karena fokus untuk menulis setiap episode drama ini dan mohon maaf jika ada kesalahan penulisan dalam sinopsisnya karena aku memacu pada kaset dvdku.
NB : Salah satu sinopsis drama terpanjang yang pernah kubuat
Annyeong^^ 

0 comments:

Post a Comment

Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015