[Recap] New Tales Of Gisaeng Episode 51


EPISODE 51
Episode yang dipenuhi dengan air mata dan kesedihan


Hwa Ran menghubungi Soon Duk memintanya untuk datang ke Buyonggak bersama dengan Direktur Geum… Soon Duk bertanya apa Guru Jeong sudah menelepon dan dijawab Hwa Ran tidak, meskipun begitu ada hal penting yang ingin disampaikannya.
Seusai menelepon Soon Duk, Hwa Ran segera menghubungi Da Mo yang sedang dalam perjalanan membawa Ayahnya ke seorang biksu. Hwa Ran meminta Da Mo untuk datang tapi hanya seorang diri tanpa ditemani Sa Ran.
Hwa Ja kembali melakukan permak terhadap rambutnya, hasilnya terlihat sedikit aneh, hehehehe… Hwa Ja kemudian menceritakan kepada suaminya bagaimana kondisi rumah Mertua Sa Ran yang memiliki halaman sangat besar dan terlihat sangat mewah. Hwa Ja berharap mereka berdua bisa secepatnya diundang secara resmi untuk datang ke rumah tersebut.
Kondisi Ayah Da Mo sudah membaik dan sepenuhnya pulih. Ayah Da Mo terlihat lebih tenang dan jauh lebih bersahaja dibandingkan dirinya dahulu ketika dirasuki hantu yang datang silih berganti, bahkan ketika menjadi seorang Ah Soo Ra beberapa waktu lalu. Ayah Da Mo mengatakan jika dirinya ingin langsung ke perusahaan namun istrinya menyarankan agar suaminya berjalan-jalan ke taman bersama Andrew. Baiklah, tapi bagaimana jika Ibu Da Mo turut serta?

Da Mo menelepon Eo San, mengucapkan terima kasih karena sudah merekomendasikan agar membawa Ayahnya ke seorang Biksu. Da Mo menambahkan jika kondisi Ayahnya sudah membaik.

Ayah Da Mo merasa senang bisa menghabiskan waktu bersama dengan Cha Ra Ri, istrinya. Ayah Da Mo kemudian mengajak istrinya duduk di salah satu kursi taman untuk melepaskan lelah dan penat yang mendera mereka
“sekarang aku tahu apa kebahagiaan sejati itu. Bersama-sama dengan keluarga tanpa masalah apapun. Sebelumnya di kuil aku berdoa, jika hantu benar-benar pergi dari diriku aku akan hidup dengan tekun bahkan lebih rajin daripada sekarang” ucap Ayah Da Mo dan memandang jauh ke depan
“bekerja dengan tekun, apa maksudnya?” tanya Ibu Da Mo sedikit bingung.
“bekerja dengan tekun tapi melakukan yang terbaik juga untuk keluarga. Jujur, sampai sekarang perusahaan adalah priorotas” jawab Ayah Da Mo tersenyum
“benarkah? Dapatkah aku memegang perkataanmu?” tanya Ibu Da Mo ikut tersenyum dan sedikit meragukan ucapan suaminya
“tunggu dan lihat saja, aku akan berubah” jawab Ayah Da Mo dan kembali tersenyum bahkan tertawa senang

Soon Duk dan Eo San memenuhi panggilan Hwa Ran untuk mendatangi Buyonggak. ketika bertemu dengan Hwa Ran, dipikiran Soon Duk terus terbersit pertanyaan, apa yang akan dikatakan Hwa Ran kepadanya jika bukan masalah Guru Jeong? 

Hwa Ran membuka pembicaraan “hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagiku itu sebabnya aku meminta kalian untuk datang”
“apakah anda akan menikah?” tanya Eo San dan berhasil membuat Hwa Ran tertawa kecil
“tidak. Direktur mungkin akan mengerti setelah melihat hasil tes DNA ini dan aku akan memberitahukan kesimpulannya” jawab Hwa Ran dan menyerahkan beberapa lembar kertas pada Eo San. Eo San mengambilnya dan membacanya, Soon Duk pun ikut membacanya “putri Soon Duk telah ditemukan” tambah Hwa Ran
“unnie yang melakukannya?” tanya Soon Duk terkejut
“apakah dia hidup dengan baik?” tanya Eo San tak kalah terkejutnya “dimana dia sekarang?”
“harap jangan kaget ketika mendengarnya. Dia adalah Sa Ran” jawab Hwa Ran
“Sa Ran? Benarkah?” tanya Soon Duk seolah tak yakin dengan apa yang barusan didengarnya
“itulah yang hasil tes tunjukkan” jawab Hwa Ran
“apa yang unnie uji?” tanya Soon Duk karena sepengetahuannya untuk melakukan tes DNA dibutuhkan bagian tubuh dari seseorang misalnya rambut atau juga sampel darah
“kamu terakhir kali mimisan kan?” tanya Soon Duk
“bagaimana bisa Sa Ran? Ahjumma yang bekerja di rumah kami yang membawanya. Aku pernah memikirkan kemungkinan itu juga jadi aku bertanya kepada Ibuku dan dia mengatakan tidak. Ibuku sudah memeriksanya dan Ibu Sa Ran bukanlah wanita yang dulu bekerja di rumah kami” ucap Eo San dan Soon Duk bergantian
“kenapa dia melakukannya?” tanya Hwa Ran
“karena Sa Ran sangat mirip dengan Ibu mertua sewaktu masih muda” jawab Soon Duk
“itu sudah pasti. Sa Ran mengatakan kepadaku ketika dia akan menikah bahwa dia adalah seorang bayi yang dibuang dan diadopsi. Ibunya saat ini adalah Ibu tirinya dan ibu kandungnya telah meninggal saat Sa Ran masih di bangku kuliah. Sa Ran kemudian mengetahui fakta jika Ibu yang membesarkannya selama ini ternyata bukan ibu kandungnya. Dan kemungkinan Ibunya yang bekerja di rumah Direktur Geum” ucap Hwa Ran
“apakah anda yakin?” tanya Eo San sekali lagi
“minggu lalu, ketika aku mendengar seluruh cerita Soon Duk dan akan tertidur tiba-tiba aku terus memikirkan Sa Ran dan ceritanya yang terdengar sangat mirip. Itu bukanlah kebetulan semata, tapi karena aku masih ragu, aku menelepon Sa Ran dan memintanya datang. Aku tanpa sengaja mengambil darahnya dan meminta kepada Direktur Kim dari rumah sakit Daekyung untuk melakukan tes DNA dan hasilnya keluar hari ini…. 99,9 % cocok. Dia adalah anak anda dan hubungan darah tak bisa diragukan” jawab Hwa Ran dengan mata berkaca-kaca “Ah Da Mo akan datang, aku takut itu akan mengejutkannya begitu banyak karena dia sedang hamil saat ini jadi aku meminta suaminya untuk datang pertama” tambah Hwa Ran
“Sa Ran, Sa Ran” teriak Soon Duk dengan linangan air mata. Dadanya tiba-tiba sesak mengetahui jika gadis yang akhir-akhir ini dekat dengannya adalah putri yang selama ini dirindukannya.
“tes tidak mungkin salah” ucap Eo San sama sedihnya dengan Soon Duk
“apa yang harus kami lakukan? Sa Ran kami, putri kami yang menyedihkan.. karena Ibunya yang bodoh ini, dia harus menjadi Gisaeng juga. Semua makanan untuk pengangkatan rambut, aku juga yang membuatnya dengan tangan ini. Bagaimana ini bisa terjadi? Apa yang akan terjadi” isak Soon Duk
“dia dibesarkan dengan terus berpikir jika mereka adalah orang tua kandungnya tapi Ibu tirinya mengatakan yang sebenarnya padanya hingga akhirnya dia memutuskan menjadi seorang Gisaeng. Hari pertama ketika dia datang dan mengatakan ingin menjadi Gisaeng, Sa Ran datang dalam keadaan yang sangat terpukul. Aku menyuruhnya pergi dan memintanya untuk mempertimbangkannya kembali” ucap Hwa Ran
“apa Da Mo mengetahui alasan dia dipanggil kesini?” tanya Eo San
“tidak. Dia akan datang kesini sekitar jam 5”
“dia melalui hidupnya dengan merasakan rasa sakit dan diabaikan. Bagaimana aku akan menemuinya” ucap Soon Duk lagi
“aku bertanya terakhir kali padanya dan dia mengatakan ingin melupakannya karena tidak mungkin untuk bisa menemukannya. Anggap saja ini adalah garis hidup, terlepas dari semuanya, kamu telah menemukannya… ini suatu hal yang baik untuk kalian berdua” ucap Hwa Ran menasehati.
Hidung Soon Duk kembali mimisan dan kali ini darah yang mengalir sangat banyak. Eo San memutuskan pulang membawa Soon Duk setelah sempat bertegur sapa dengan Da Mo yang baru saja datang.

Hwa Ran menyambut Da Mo dan mengatakan jika mulai sekarang Da Mo tak bisa memanggil Soon Duk dengan sebutan kepala dapur dan Direktur Geum dengan nama Direktur karena mereka adalah orang tua Sa Ran dan tentu saja mertua Da Mo. Da Mo sedikit terkejut dan bertanya jadi Hwa Ran sudah mengetahui semuanya? Hwa Ran balik bertanya jadi Da Mo juga sudah mengetahuinya? Da Mo menjelaskan jika Ayah mertuanya yang mengatakan kepada Sa Ran alamat tempat Sa Ran dibuang dan itu adalah rumah Direktur Geum. Sa Ran tak ingin mengatakannya karena takut apa yang akan dikatakan teman-temannya nanti, jika mengetahui dia adalah anak pungut. Sa Ran memilih merahasiakannya namun Da Mo tentu tak ingin tinggal diam dan tanpa sepengetahuan Sa Ran, Da Mo menyuruh seseorang untuk ke rumah tersebut dan mencari tahu tentang anak yang ditinggalkan 25th silam. Sayang jawaban yang diterima Da Mo adalah tidak ada seorangpun yang datang mencarinya. 
Hwa Ran terkejut dan menjelaskan jika tidak mungkin tidak ada yang datang mencari anak yang ditinggalkan di depan rumah Direktur Geum, mungkin wanita suruhan Da Mo datang di hari yang salah dan bertemu dengan Ibu Ra Ra yang tak lain ibu mertua Gong Joo. Hwa Ran menambahkan jika dirinya telah melakukan tes DNA terhadap sampel darah Sa Ran dan Soon Duk, hasilnya 99% sama…. Sebelum Direktur Geum menikah dengan Joo Hee, dia sudah lebih dulu mengenal Soon Duk namun karena merasa tidak memiliki kecocokan, Direktur Geum meninggalkan Soon Duk tanpa mengetahui jika Soon Duk telah hamil. Soon Duk yang putus asa dan sangat polos memutuskan menaruh bayinya di depan rumah Direktur Geum berharap jika Direktur Geum akan merawatnya dengan baik dan tak pernah berpikir jika anak yang ditinggalkannya akan diberikan kepada orang lain. 

Kakek Ra Ra memberikan anak tersebut pada Bibi pengurus rumah yang tak lain adalah Ibu yang membesarkan Sa Ran, dia tak ingin mengambilnya karena menantunya (Hyo Ri) telah hamil dan akan segera melahirkan. Fakta jika Soon Duk memiliki bayi, baru diketahuinya juga. Hwa Ran mencocokkan dengan cerita Sa Ran dan semuanya memiliki keterikatan. Hwa Ran memutuskan melakukan tes DNA dengan darah mimisan Soon Duk dan darah dari jari jemari Sa Ran, hasilnya sama.
Da Mo berusaha menahan air matanya mendengar semua penjelasan Hwa Ran. Sa Ran istrinya ternyata anak Direktur Geum… Bagaimana bisa semua ini terjadi? Hwa Ran menjelaskan jika dirinya tak ingin memberitahu Sa Ran secara langsung karena mencemaskan kondisi Sa Ran dan tugas Da Mo-lah yang harus mengatakannya.
Sementara itu
Di rumah, Sa Ran sedang membuat keju. Disaat yang bersamaan Ra Ra menelepon untuk menanyakan keadaan Sa Ran dan sedikit marah karena Sa Ran tidak pernah meneleponnya bahkan untuk sekedar memberinya selamat karena telah mengikuti jejak sahabatnya tersebut untuk menjadi seorang Ibu. Sa Ran tertawa dan berucap jika dirinya akan menelepon nanti serta meminta Ra Ra untuk datang besok.
Son Ja kembali melancarkan aksinya. Kali ini, Son Ja berpenampilan sangat rapi dan memakai parfum dengan bau yang sangat tajam. Son Ja mengatakan kepada Gong Joo jika dirinya akan pulang telat dan menyuruh Gong Joo untuk tidur terlebih dahulu. Gong Joo hanya mengangguk sesaat lengkap dengan sikap cueknya namun begitu Son Ja pergi, Gong Joo bergerak cepat dan memutuskan untuk membuntuti Son Ja. Yeeeee, berhasil.

Da Mo kembali ke rumahnya bersama dengan Hwa Ran. Da Mo memutuskan akan memberitahu Sa Ran semuanya ditemani Hwa Ran. Sa Ran sedikit terkejut ketika melihat kedatangan Hwa Ran dan semakin terkejut ketika Da Mo mengatakan jika orang tua kandung Sa Ran telah ditemukan dan mereka adalah Direktur Geum dan istrinya saat ini, Han Soon Duk. Sa Ran terdiam sesaat dan mengira suaminya sedang bercanda. Namun ketika Hwa Ran yang ikut berbicara, air mata Sa Ran seketika jatuh menetes di pipinya. 

Hwa Ran menjelaskan jika dia sudah melakukan tes DNA menggunakan darah Sa Ran yang diambilnya beberapa hari lalu dan darah mimisan Soon Duk. Hasilnya 99% sama… Hwa Ran mengatakan hal yang sama seperti yang diucapkannya tadi pada Da Mo.
“Yang penting adalah bahwa mereka tidak meninggalkanmu dengan sengaja. Kepala Dapur membawamu ke rumah ayahmu tapi Direktur Geum tidak tahu. Itulah yang terjadi” ucap Da Mo berusaha menenangkan Sa Ran yang semakin sedih
“Pekan lalu , Soon Duk datang ke apartemen dan menangis. Dia mengatakan telah melahirkan seorang anak perempuan dan selama ini dia berpikir putrinya adalah Ra Ra. Tapi ketika dia bertemu Direktur Geum dan mendengar ceritanya ternyata Ra Ra bukan putrinya. Jadi dia mulai mencari anaknya tapi ibunya mertuanya meminta mereka untuk menyerah karena sama sekali tidak ada hasil yang didapatkan. Dia bertanya padaku apa yang seharusnya ia lakukan, tanpa menemukan anaknya dia tidak yakin bisa bertahan hidup” tambah Hwa Ran dan kembali menangis. Tangis Sa Ran semakin kencang, Da Mo segera menarik Sa Ran dalam pelukannya berusaha menguatkan istrinya. Mendengar kenyataan yang sebenarnya adalah pukulan terbesar bagi Sa Ran.
“Ini benar-benar kan?” tanya Sa Ran
“Ini tidak diragukan lagi” jawab Hwa Ran
“Jangan menangis terlalu banyak, ingat calon anak kita” ucap Da Mo
“jadi Ra Ra adalah adik sepupuku dan Son Ja serta Yong San juga? Ini terasa seperti mimpi. Aku sangat ingin tahu tentang mereka dan merindukan mereka begitu banyak” ucap Sa Ran
“Bertemu besok.Soon Duk harus istirahat hari ini” ucap Hwa Ran. Hwa Ran kemudian menelepon Eo San yang terus menemani Soon Duk seharian. Hwa Ran mengabarkan jika dirinya sekarang berada di rumah Sa Ran dan semua telah dikatakannya pada Sa Ran. Eo San bertanya apa Sa Ran membenci mereka? Hwa Ran menjawab tidak, dia hanya terus menangis.
Nenek Ra Ra menerima telepon jika Soon Duk berada di rumah sakit dan harus bermalam karena mengalami mimisan.
Da Mo mengajak Sa Ran makan bersama… Sa Ran harus mengisi perutnya untuk mengembalikan staminanya. Bibi pengurus rumah menyajikan bubur kacang merah buatan Soon Duk dan sangat digemari Sa Ran. Da Mo berucap jika ke dua orang tua Sa Ran secara tidak langsung sudah menunaikan kewajibannya termasuk hadir dalam pernikahan mereka dan menjadi wali Sa Ran. Sa Ran kembali menangis….

Sebuah taxi berhenti di depan sebuah kafe. Gong Joo segera turun dan menyusul Son ja yang sudah masuk terlebih dahulu dan terlihat duduk serta bercengkrama bersama seorang wanita. Gong Joo menghampiri mereka dan membuat Son Ja terkejut sekaligus senang. Son Ja memperkenalkan Gong Joo sebagai istrinya dan memperkenalkan wanita dihadapannya ini dengan nama Ae Rin.

Gong Joo tanpa berbasa basi meminta alamat Ae Rin dan berucap jika dia akan mengantarkan Son Ja langsung ke rumahnya agar mereka bisa hidup bersama. Setelah itu, Gong Joo kemudian pergi dan sempat berpapasan dengan Ra Ra yang baru saja datang…
“apa rencananya berhasil?” tanya Ra Ra senang
“aku pikir begitu” jawab Son Ja dan berusaha mengejar Gong Joo namun Gong Joo sudah pergi dengan menggunakan sebuah taxi.
Kembali ke Da Mo dan Sa Ran
Sa Ran masih belum mempercayai jika Soon Duk dan Direktur Geum adalah ke dua orang tuanya. Sa Ran takut ketika membuka mata besok, dirinya mendapati jika hasil tes tersebut salah. Tapi tunggu dulu, kue keberuntungan…. Bukankah kue keberuntungan itu akurat karena berhasil menggambarkan keadaan di rumah mereka dulu, saat Ibu Da Mo marah karena Ayah Da Mo lebih mementingkan Andrew diatas segalanya. Tulisan di kertas kue beruntungan Soon Duk juga “nikmatilah hari anda bersama anak anda”.
Hyo Ri terkejut ketika melihat Gong Joo datang ditemani 2 orang pria yang sepertinya petugas yang berprofesi memindahkan barang. Ketika mendatangi kamar Gong Joo dan juga kamar Son Ja, Hyo Ri terkejut karena semua barang Son Ja diangkut ke dalam box. Ini kenapa? Tanya Hyo Ri dan Gong Joo menjawab jika dia akan menjelaskannya nanti.
Ra Ra bergegas ke rumah sakit begitu mendapat kabar jika Soon Duk dirawat. Ketika tiba, Ra Ra bisa melihat Soon Duk yang terbaring lemah. Eo San kemudian mengajak Ra Ra ke ruangannya, ada hal yang harus diberitahunya.

“Aku merasa tidak enak kepadamu. Sebelum aku menikah ... Aku bertemu bibimu, Soon Duk. Dia mengandung bayi kami saat itu dan aku tidak mengetahuinya.Tanpa memberitahuku, dia meninggalkan bayi di luar rumah jadi kami membiarkan ahjumma yang bekerja untuk merawatnya. Bibimu berpikir, kamu adalah anaknya selama dua puluh lima tahun karena usia kalian sama. Kami menemukan hari ini dan dia adalah Sa Ran. Aku begitu terkejut dan bibimu juga dan itulah mengapa dia seperti sekarang ini.
Kepala Oh Hwa Ran memiliki hasil Tes DNA dan memberitahu kami hasilnya” ucap Eo San
Sama seperti Sa Ran dan juga Da Mo, Ra Ra tak serta merta mempercayai apa yang didengarnya…. Bagaimana bisa? “Aku sedang berbicara di telepon dengan Sa Ran sebelumnya dan aku tidak merasakan itu sama sekali. Maldo Andwae… Itu berarti ibu Sa Ran bekerja di rumah kami dan kita melihat dia saat wisuda. Kenapa Ayah dan semua orang lain tidak mengenalinya?”
“Ibunya saat ini adalah ibu tirinya, ibunya telah meninggal. Aku nyaris tak bisa mempercayainya namun Kepala Oh Hwa Ran mengatakan darah tes adalah sama. Tapi sebelum aku bertemu dengannya besok dan mendengar sendiri, aku masih merasa tidak mempercayainya“
“Ini mungkin tidak benar. aku tidak pernah mendengar dari dia bahwa ibunya adalah ibu tiri nya” ucap Ra Ra semakin tak percaya
“Dia mengatakan kepada Madame Oh tepat sebelum ia menikah dengan Da Mo, bahwa ia adalah bayi yang dibuang. Sepertinya keluarga Da Mo mengetahuinya selama ini. Ketika mereka menentang dia... Sekarang aku ingat, Ketua Ah mengatakan selain menjadi seorang gisaeng , Sa Ran dia punya alasan lain untuk didiskualifikasi tetapi karena itu adalah privasi , dia tidak punya alasan untuk berbicara tentang hal itu. Jadi itu saja… Semua karena kesalahan kita” ucap Eo San. Eo San akhirnya mengetahui alasan Ah Soo Ra sekarang menentang pernikahan Da Mo dulu.
“Tapi dia dan Gong Joo bergaul dengan baik?” tanya Ra Ra sedih
“Karena mereka berdua baik hati”
“Jika itu semua benar ,lalu apa yang kita lakukan Sa Ran begitu menyedihkan ...”
“Mulai sekarang kita perlu memperlakukannya dengan baik”
“memperlakukan dia dengan baik? Apa itu bisa mengganti waktunya selama 25th? Dia harus masuk Buyonggak juga, dia menderita begitu banyak untuk bisa menikah. Ayah tidak tahu. Bagaimana Ayah bisa melakukannya?Bagaimana bisa Ayah tidak mengenali putri Ayah sendiri dan membiarkannya pergi? Jika aku adalah Sa Ran, aku tidak akan pernah memaafkannya?” ucap Ra Ra dengan linangan air mata…. Eo San hanya terdiam, semua yang dikatakan Ra Ra memang benar. Bagaimana bisa dirinya disebut seorang Ayah? Dirinya tak mengenali putrinya sendiri dan membiarkannya dibesarkan orang lain…
Sementara itu Sa Ran masih memikirkan mengenai orang tuanya dan juga Ra Ra. Sa Ran tiba-tiba ingat jika Ra Ra besok akan datang menemuinya. Apa yang akan dikatakan Sa Ran ketika bertemu dengan Ra Ra nanti? Ra Ra pasti sudah mengetahuinya sekarang dan pasti akan membenci dirinya? Da Mo berusaha menghibur Sa Ran, kenapa Sa Ran harus menakutkan hal yang belum tentu terjadi lagipula Sa Ran sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun.

Son Ja tergesa-gesa ketika kembali ke rumah dan seketika disambut dengan omelan Hyo Ri yang memarahinya karena Son Ja baru kembali dan Hpnya sama sekali tidak diaktifkan. Hyo Ri kemudian bertanya kenapa Son Ja tiba-tiba ingin pindah ke Dongho apartemen? Son Ja tak mengerti dengan ucapan Ibunya dan segera ke kamarnya. Pandangannya menangkap 2 sosok ahjussi yang tengah sibuk memindahkan barangnya ke dalam sebuah kardus.

Son Ja bergegas keluar dari kamarnya dan bertanya apa sebenarnya yang terjadi? Gong Joo yang sedaritadi duduk di ruang tamu bersama dengan Hyo Ri mengucapkan jika dia ingin bercerai karena Son Ja berselingkuh. Hyo Ri tentu saja terkejut begitupun dengan Kang San yang baru saja kembali dari rumah sakit. Gong Joo menambahkan jika selama beberapa hari terakhir ini Son Ja terus menerima telpon dari seseorang dan juga Gong Joo berhasil menangkap basah Son Ja tengah berduaan dengan seorang wanita.

Kang San yang mendengarnya sontak saja marah dan memukul Son Ja… kenapa Son Ja bisa melakukan hal seperti itu padahal mereka baru saja menikah? Son Ja hanya bisa berteriak kesakitan menahan rasa sakit pukulan Ayahnya. Begitu Ayahnya berhenti, Son Ja buru-buru menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi jika semuanya hanya pura-pura. Semua dilakukannya untuk membuat Gong Joo cemburu dan tak lebih. Jika mereka berdua tak percaya, mereka bisa menanyakannya pada Ra Ra.
Disaat yang bersamaan Ra Ra datang. Son Ja segera menarik tangan kakaknya untuk menemui anggota keluarga yang lain dan menjelaskan tentang Ae Rin dan semua rencana mereka… sekarang semua mata tertuju pada Ra Ra namun Ra Ra memilih masuk ke kamarnya dan mengatakan jika dirinya sedang tidak mood untuk menjelaskan semuanya.
Di rumah sakit
Kondisi Soon Duk sudah mulai membaik… Soon Duk bahkan tak sabar ingin segera bertemu dengan Sa Ran, putrinya. Eo San pun segera menelepon Da Mo dan meminta mereka untuk datang ke rumah besok sore.
Di Buyonggak
Hwa Ran menemui Joo Hee… Hwa Ran merasa harus memberitahukan hal ini kepada Joo Hee. Hal yang sama juga tengah dilakukan Ra Ra ketika Kyle pulang. Ra Ra mengatakan kepada Kyle, suaminya jika Sa Ran adalah anak dari Soon Duk dan juga pamannya. Mereka berdua tidak serta merta mempercayainya terutama Joo Hee namun setelah mendengar semua penjelasan Hwa Ran, Joo Hee seketika merasa kasihan dengan Sa Ran… Sa Ran harus menanggung beban berat selama ini atas kesalahan yang tak dilakukannya.
Sa Ran sama sekali tidak dapat memejamkan mata, tepat disampingnya Da Mo sudah jatuh tertidur. Sosok Kakek Ra Ra yang tak lain adalah Kakeknya kembali diingatnya. Kakek yang sangat menyayanginya dan sangat senang ketika melihat dirinya, Kakek yang selalu tertawa setiap kali melihat dirinya datang, Kakek yang selalu mengkhawatirkannya….. Air mata seketika membasahi wajah Sa Ran. Sa Ran menangis tanpa mengeluarkan suara isakan, perih hatinya cukup mewakili bagaimana perasaan Sa Ran saat ini. 
Kemarahan Gong Joo belum juga reda… Gong Joo bahkan memberikan hukuman pada Son Ja dengan menyuruh Son Ja berlutut dan mengangkat tangannya tinggi-tinggi ke atas. Son Ja tak kehilangan akal, di sela-sela hukumannya Son Ja mengucapkan “Saranghae” dan memberikan symbol tanda cinta kepada Gong Joo… tak hanya itu, Son Ja bahkan mengedipkan matanya sebelah hingga berulang kali dan tak ayal berhasil membuat Gong Joo tertawa terbahak-bahak…

Soon Duk menemui Ibu mertuanya dan mengatakan jika mereka sudah menemukan anak mereka yang tak lain adalah Sa Ran. Ibu Eo San tentu saja tak percaya, dirinya dan suaminya sudah mengeceknya dulu. Soon Duk menjelaskan jika Ibu Sa Ran yang ditemui mertuanya adalah ibu tiri Sa Ran. Ibu yang membesarkan Sa Ran adalah bibi pengurus rumah di rumah mereka dulu dan dia telah meninggal. Sa Ran ditinggalkan di depan rumah sewaktu masih bayi dan Hwa Ran sudah membuktikannya dengan tes DNA dan hasilnya 99,9 % cocok.
“apa yang sudah kita lakukan? Jika saja kita tahu, Ayah mertuamu tentu tidak akan meninggal” ucap Ibu Eo San sedih dan menangis…. Ibu Eo San kembali mengingat suaminya dan sikap keras kepalanya. Walaupun mereka berdua sudah memastikan jika Sa Ran bukan cucu mereka, tetapi suaminya tetap yakin jika Sa Ran adalah cucu kandung mereka.
Ra Ra mendatangi rumah Da Mo untuk bertemu dengan Sa Ran… saat bertemu dengan Sa Ran, Ra Ra sesekali tertunduk dan berusaha menahan air matanya yang akan keluar. Ra Ra merasa malu dengan Sa Ran, kakak sepupunya. Hal yang sama pun dirasakan Sa Ran, Sa Ran merasa takut jika Ra Ra akan membencinya.
“Setelah aku mendengarnya ,aku sangat takut dan merasa tertekan. Bagaimana kamu bisa bertahan selama ini melaluinya? Kamu adalah unnieku selama ini” ucap Ra Ra menangis dan terus menunduk. Ra Ra perlahan mengangkat wajahnya dan melihat Sa Ran tersenyum dengan linangan air mata.

Sa Ran dan Da Mo tiba di rumah Ra Ra. Saat akan memasuki rumah, pandangan Sa Ran kembali tertuju di tempat yang sama saat Soon Duk dulu meninggalkannya disana. Air mata Sa Ran kembali menetes, membayangkan bagaimana sedihnya dulu Ibunya saat meninggalkannya. Sa Ran bisa merasakannya jauh di dalam lubuk hatinya…
Da Mo yang melihat Sa Ran menangis segera menggenggam tangan istrinya tersebut. Sa Ran tidak seorang diri, ada dirinya yang akan menemaninya.
Di dalam rumah, Soon Duk, Eo San dan Ibu Eo San telah menunggu Sa Ran dan Da Mo. Saat ke dua mata saling bertemu, suasana seketika senyap dan yang berbicara hanyalah 4 pasang mata…. Saling mengungkapkan kerinduan yang selama ini tersimpan dan terus membuncah seiring berjalannya waktu. 25th bukanlah waktu yang singkat bagi mereka berdua untuk menahan segenap rasa…
Soon Duk berjalan perlahan mendekati Sa Ran, bayi mungilnya yang telah berubah menjadi gadis yang cantik. Soon Duk seketika menarik Sa Ran dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat, takut jika anaknya tersebut akan pergi lagi dari pelukannya. Air mata yang sedaritadi ditahan akhirnya tumpah jua. 
Son Duk kembali mengingat semua kenangan yang dilaluinya bersama dengan Sa Ran. Saat pertemuan pertama mereka di musim dingin tahun lalu ketika mereka hanya saling berpapasan dan bertukar pandang, saat bertemu Sa Ran dalam perjalanannya kembali ke rumah dengan status Sa Ran telah menjadi seorang Gisaeng, saat menyaksikan putri kecilnya akan menikah dengan seorang ahjussi dan hingga akhirnya menikah dengan pria pilihan hatinya dan pria yang sangat mencintainya, saat dirinya perlahan-lahan mulai dekat dan akrab dengan Sa Ran dan merupakan orang pertama yang mengetahuinya jika Sa Ran tengah hamil. 

“Mianhae Sa Ran-ah. Ibumu ini adalah orang yang bodoh. Aku sering pergi ke kuil dan berdoa agar kamu hidup dengan baik.…Agar aku bisa menemukanmu”
“aku bahkan tidak mengetahui tentang Ibu dan sesekali mengeluh tentangmu… aku bahkan membenci Ibu karena apa yang aku alami dan juga ingin melihat Ibu menderita. Aku sangat merindukan Ibu. Apa anda benar-benar Ibuku?” tanya Sa Ran
“jika kamu adalah anak yang ditinggalkan di depan rumah maka itu adalah benar” ucap Ibu Eo San menjawab
“ibuku membawaku dari rumah tempat dia bekerja” jawab Sa Ran

“omona… itu adalah benar, kamu adalah cucuku. Kakekmu terus mencarimu dan jatuh sakit hingga akhirnya meninggal karenanya. Dia berpikir jika cucunya adalah kamu, jadi kami membuat alasan dan datang ke rumahmu. Tapi wanita yang ada di rumahmu bukan wanita yang membawamu pergi. Setelah itu Kakekmu sakit. My dear ...Biarkan aku lihat. Kakekmu benar. Kamu mengatakan ulang tahunmu 14 Juni kan? Itulah adalah hari kamu ditinggalkan di depan rumah ini. Hari lahir adalah tanggal 8” ucap Ibu Eo San lagi sambil menangis. Ibu Eo San kemudian mengajak Sa Ran dan yang lainnya untuk duduk.
“Ibu, tolong jangan terlalu bersedih, Sa Ran juga menangis terlalu banyak dari kemarin” ucap Eo San berusaha menenangkan Ibunya
“Bagaimana aku bisa tenang sekarang ? Kami pergi ke rumahmu, tapi bibi pengurus rumah di rumah kami dulu tidak ada. Kami putus asa, setelah itu kakekmu masih tidak menyerah dan ingin melakukan tes DNA” ucap Ibu Eo San pada Eo San dan Sa Ran. “Dia mengatakan Sa Ran jelas seperti keturunan kita, tapi aku menghentikannya dan mengatakan tidak. Bagaimana aku bisa membayangkan itu?” tambahnya

Sa Ran seketika mengingat pertemuan terakhirnya dengan Kakeknya… Sa Ran kembali menangis dan kali ini jauh lebih sedih dari sebelumnya. Kakeknya saat itu sedang sakit dan memintanya untuk datang. Ketika berdua saja dengan Kakeknya, Kakeknya terus saja berucap rambut.
“Kakek… Hari itu sebelum dia meninggal dia terus berkata rambut dan mencoba untuk menggapaiku. Aku berpikir kepalanya sakit jadi aku mencoba memberinya obat” ucap Sa Ran

Sa Ran mulai tenang dan menceritakan kisah hidupnya hingga akhirnya menjadi seorang Gisaeng.
 “Ketika aku mengatakan putus dengan Da Mo, Ibu tiriku menyuruhku agar menjadi seorang Gisaeng. Aku tentu saja menolaknya dan sejak saat itulah dia mulai menyiksaku… Dia tahu aku minum susu setiap pagi tapi dia menghabiskannya, dia juga menempatkan sepatuku di balkon di mana matahari bisa masuk. Aku masih bertahan melaluinya…. Tapi suatu hari dia mengatakan jika aku adalah anak yang dibuang makanya ayah dan ibu mengangkatku sebagai anak dan membesarkanku” 
“Ini semua salahku… karena Ibu, kamu menjadi seperti ini” ucap Soon Duk
“Aku tidak bisa memberitahu siapa pun tentang hal ini dan ini adalah pertama kalinya aku menceritakannya. Sekarang setelah mengatakannya, aku merasa lega” ucap Sa Ran dan menghapus air matanya yang kembali menetes
“kamu pasti menderita, bagaimana bisa kamu melaluinya” ucap Soon Duk sedih. Putrinya telah melalui banyak hal yang menyedihkan dan semua terjadi karenanya.
“Ini semua adalah masa lalu. Terlepas dari itu, karena aku masuk ke Buyonggak akhirnya aku bisa menikah dengan Da Mo dan semuanya karena Madam Oh dan kita juga harus berterima kasih karena dia kita bisa bisa bertemu. Aku tidak ingin membenci Ibu” ucap Sa Ran
“kamu harus melakukannya” ucap Soon Duk, dirinya memang pantas untuk dibenci Sa Ran.
“aku merasa sangat senang dan bersyukur” ucap Sa Ran lagi dan memeluk Soon Duk, seolah melepaskan semua beban yang sudah dilewatinya selama ini agar bisa bertemu dengannya.
“Putri kami tumbuh sangat baik dan cantik” ucap Soon Duk
Sementara itu
Gong Joo mengunjungi rumah Ibunya… Hwa Ja dan Ayah Sa Ran, ah sekarang ayah angkat Sa Ran merasa heran karena Gong Joo datang seorang diri tanpa ditemani Son Ja. Gong Joo mengajak ke dua orang tuanya berbicara dan mengatakan jika Sa Ran, kakaknya sudah menemukan orang tua aslinya. Dan mereka adalah paman dan bibi Son Ja yang sudah menjadi wali di pernikahan Sa Ran…. Hwa Ja tertawa seketika, Gong Joo bisa saja bercanda. Gong Joo menjawab, jika Ibunya tidak percaya, ibunya bisa menelepon Sa Ran. Mereka bahkan sudah melakukan tes DNA untuk membuktikannya, apa yang akan dilakukan Ibunya sekarang? Bukankah ibunya yang sudah menyuruh kakaknya menjadi seorang Gisaeng?
Sa Ran dan Da Mo memberikan penghormatan kepada Nenek, Eo dan Soon Duk. Mereka sudah menikah dan sudah seharusnya mereka memberi penghormatan kepada orang tua Sa Ran. Nenek terlihat sedih, jika saja suaminya ada disini, dia pasti sangat senang.
Kembali ke Hwa Ja
Hwa Ja berusaha membela diri karena Gong Joo seolah-olah menyalahkannya atas semua penderitaan yang sudah dialami Sa Ran selama ini. Hwa Ja berucap jika yang seharusnya disalahkan dalam masalah ini adalah ke dua orang tuanya, kenapa mereka membuang anak mereka? Mereka juga seharusnya mengucapkan terima kasih karena anaknya sudah dibesarkan dan dirawat dengan baik. Ayah Da Mo tiba-tiba mendesah menyesali tindakannya pada Sa Ran, putri angkatnya. Dulu sewaktu Istrinya masih hidup, dirinya sangat menyayangi Sa Ran seperti anaknya sendiri tetapi semenjak kematian istrinya dan menikah dengan Hwa Ja, dirinya perlahan-lahan berubah dan hanya tahu mengikuti kemauan Hwa Ja seolah kerbau yang dicocok hidungnya. Dirinya bahkan tidak berusaha mencegah saat Sa Ran akan menjadi Gisaeng dan menikah dengan seorang pria tua…
Sa Ran dan Da Mo melanjutkan kebersamaan mereka dengan makan siang bersama. Sa Ran hanya mengaduk-ngaduk makanannnya dan terlihat tidak nafsu makan… Da Mo bertanya apa mereka tidak memiliki es krim? Da Mo menjelaskan jika selama hamil, Sa Ran hanya ingin makan es krim dan bubur kacang merah buatan Soon Duk. Eo San sedikit terkejut dan tertawa seketika. Soon Duk pernah bercerita jika saat hamil dulu, dirinya juga sangat menyukai es krim…. Ibu dan Anak memang sama^^
Ayah Da Mo terlihat gelisah menunggu anak dan menantunya. Sampai sekarang mereka belum jua pulang. Ayah Da Mo memutuskan menelepon Da Mo dan bertanya apa mereka baik-baik saja? Apa sesuatu hal yang buruk terjadi pada Sa Ran? Da Mo menjawab tidak dan akan menjelaskannya sepulang mereka nanti.
Malam pun tiba
Sa Ran dan Da Mo berpamitan pulang… sesaat akan pulang, Sa Ran menggenggam tangan Soon Duk, Ibunya dan berucap jika besok dirinya akan datang lagi. Soon Duk mengganguk dan menatap dalam ke mata putrinya, seolah berat untuk melepaskannya sedangkan Eo San sendiri meminta Sa Ran, putrinya untuk meluangkan waktunya nanti bermalam di rumah.
Di Buyonggak
Dan Se tak sengaja berpapasan dengan Eun Ja. Dan Se kemudian memberitahu Eun Ja jika Sa Ran adalah putri dari Kepala dapur… Eun Ja tentu saja shock dan pingsan seketika. Dan Se sontak terkejut dan terduduk karena tidak mampu menahan berat Eun Ja. Eun Ja perlahan membuka matanya untuk mengintip reaksi panik Dan Se dan kemudian tersenyum lebar dan kembali memejamkan matanya…. Eun Ja nakal ya, hehehehe
Sesampainya di rumah, Da Mo segera menyampaikan kabar menggembirakan jika Sa Ran telah menemukan orang tua kandungnya. Ayah dan Ibu Da Mo terkejut, siapa mereka? Apa mereka sekarang di Seoul? Da Mo menggangguk dan menjawab jika Ayah dan Ibunya mengenal mereka dengan sangat baik, mereka jugalah yang menjadi saksi dan wali di pernikahan Sa Ran.
“Geum Eo San” ucap Ayah Da Mo terkejut

BERSAMBUNG

Jongmal mianhae baru bisa posting, kemarin g enak badan....
Sedih banget lihat perjuangan Sa Ran dan Soon Duk untuk bisa bertemu. Mataku g berhenti nangis saat menonton dan buat recapnya. Dan tidak salah aku memberi sub judul "Episode yang dipenuhi dengan air mata dan kesedihan" karena di episode memang menguras air mata dan para pemain memang total-totalan dalam berakting.
Jadi suka dengan sosok Hwa Ran. Awalnya aku sempat jengkel karena Hwa Ran sangat senang melihat Eo San dan Joo Hee bercerai tetapi begitu melihat usahanya untuk menyatukan Sa Ran-Da Mo, tiba-tiba jadi suka dengan dia apalagi idenya untuk melakukan tes DNA, untuk sekedar membuktikan apakah Sa Ran dan Soon Duk memang benar adalah anak dan Ibu seperti yang dipikirkannya.
Di episode mendatang, Sa Ran akhirnya melahirkan. Dan seperti kata orang bijak, ada kelahiran ada pula kematian. Di episode 52, salah satu karakter akan mengucapkan selamat tinggal kepada kita sebelum episode 52 berakhir.

0 comments:

Post a Comment

Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015