[Recap] New Tales Of Gisaeng Episode 50

Episode 50
TES DNA
*3 Episode terakhir


Hwa Ran tentu saja terkejut mendengar pengakuan Soon Duk. Soon Duk dengan terbata-bata menjelaskan jika dirinya sudah memiliki anak jauh sebelum dia mengenal Hwa Ran dan bekerja di Buyonggak. Anaknya berjenis kelamin perempuan dan dia adalah putri kandung dari Direktur Geum, itulah salah satu alasan kenapa mereka memutuskan menikah.
“jadi maksudmu selama 25th kamu berpikir Ra Ra adalah putrimu?” tanya Hwa Ran
“ya. Apa yang harus kulakukan unnie, Ibu mertua meminta kami untuk menyerah tapi aku tidak bisa” jawab Soon Duk semakin sedih
“bagaimana kamu bisa membuat kesalahan yang begitu besar?” tanya Hwa Ran lagi
“ketika aku memikirkannya, aku merasa seolah-olah akan menjadi gila”
“iklan, berapa kali kalian sudah membuatnya?”
“tujuh kali”
“Jang Joo Hee, apa dia tahu?”
“tidak. Ibu mertua, ayah mertua dan Direktur yang mengetahuinya. Dan karena mencari anakku, ayah mertua sampai meninggal. Semua karenaku” isak Soon Duk “aku ingin bertemu dengan guru Jeong lagi, dia mengatakan jika aku akan segera bertemu dengannya dalam tahun ini” tambah Soon Duk
“teruslah berharap. Hanya dengan melihat wajahmu, dia tahu kalau kamu seorang Ibu, jadi itu bukanlah omong kosong”
“aku akan memasang iklan sekali lagi sebagai usaha terakhirku”
“aku juga tidak berpikir bahwa hal tersebut cara yang tepat untuk menemukannya. Tenangkan dirimu, masih ada 2 bulan yang tersisa. Tunggulah” ucap Hwa Ran berusaha menenangkan Soon Duk. Hwa Ran bisa merasakan kesedihan yang dirasakan sahabatnya sekaligus sudah dianggapnya adik.
Soon Duk tiba-tiba mimisan, Hwa Ran bergerak cepat mengambilkannya tissue.

Sementara itu di kediaman Da Mo
Da Mo menerima telepon dari asisten Ayahnya, pengawas Kim yang ingin mengetahui kondisi Ayah Da Mo saat ini. Pengawas Kim menjelaskan jika tadi, saat jam makan siang, Ayah Da Mo memakan daging dalam porsi yang banyak dan hal tersebut baru pertama kali ini terjadi sepanjang dirinya menjadi asisten Ayah Da Mo.

Da Mo segera bertindak dengan memanggil Ibunya ke kamarnya, masalah yang menimpa Ayahnya tak bisa didiamkan begitu saja. Da Mo menjelaskan jika Ayahnya kemungkinan besar dirasuki, apa Ibunya tidak merasakan kejanggalan yang terjadi dalam beberapa terakhir ini? Dimulai dari keinginan panco, bergulat dan bahkan menu makan siang Ayahnya yang berubah dalam sekejap. Ayahnya sama sekali tidak menyukai makan daging tetapi dalam 2 hari ini, Ayahnya malah menyantap daging. Sa Ran menambahkan jika Ayah mertua juga tiba-tiba pandai membaca nasib dan meminum Makgeolli.
Sa Ran akhirnya menceritakan hal yang diceritakannya pada Da Mo, suaminya. Sebelum mereka menikah, seseorang meminta Sa Ran agar jangan menikah dengan Da Mo, karena dalam waktu dekat Ayah Da Mo dan bahkan Da Mo akan dirasuki/dimiliki. Ibu Da Mo tentu saja terkejut dan semakin terkejut…. Semua penjelasan anak dan menantunya serasa tak masuk akal, tetapi begitu dipikirkannya kembali kenapa semua terasa meyakinkan?
Pembicaraan mereka tiba-tiba terganggu dengan kemunculan mendadak Ayah Da Mo. Ayah Da Mo tiba-tiba masuk dan dengan sorot mata tajam bertanya apa mereka sedang membicarakannya? Ibu Da Mo segera menjawab tidak dan menarik tangan suaminya untuk segera kembali ke kamar.

Di dalam kamar
Ibu Da Mo dirundung ketakutan. Sekujur bulu kuduknya merinding setelah mengetahui jika pria yang saat ini tidur disampingnya bukan murni suaminya. Tatapan mata Ayah Da Mo yang menatapnya tajam semakin membuatnya takut, tetapi tidak ada yang bisa dilakukannya selain tetap tidur disamping suaminya.
Sementara itu
Da Mo meminta maaf kepada Sa Ran, istrinya karena tidak bisa menepati janjinya untuk membahagiakan Sa Ran. Alih-alih hidup dalam kedamaian, mereka berdua harus berurusan dengan hantu yang merasuki tubuh Ayahnya. 

Hwa Ran sama sekali tidak bisa memejamkan mata…. Bayangan Sa Ran tiba-tiba melintas begitu saja dipikirannya. Pembicaraannya terakhir kali di sebuah restoran kembali diingat Hwa Ran
Aku anak pungut, kata mereka. Yang benar adalah… aku hanya mengatakan ini pada Ibu, ibuku yang meninggal sebenarnya bukan Ibu kandungku

Mereka tidak tahu jika dia adalah anak direktur. Ayah mertua mengatakan untuk membawanya ke panti asuhan dan saat itu, wanita yang bekerja di rumah mengatakan akan membawa dan membesarkannya. Kami bahkan tidak tahu siapa nama wanita itu.

Hwa Ran terbangun dan terduduk seketika, kenapa semuanya begitu cocok? Cerita Sa Ran dan cerita Soon Duk saling memiliki keterikatan seolah-olah ada sebuah benang merah yang menghubungkan cerita mereka berdua. Hwa Ran memilih keluar dari kamar, mencoba menenangkan hatinya dan kembali memikirkan semuanya. 

Sa Ran juga mengatakan jika ia dibawa pulang dari tempat Ibunya bekerja. Jadi bisa saja…. Tidak, itu tidak mungkin Sa Ran. Tapi bagaimana jika secara kebetulan….

Hwa Ran berdiri dari kursinya dan berjalan menuju tempat sampah dimana bekas darah mimisan Soon Duk dibuang kesana. Hwa Ran memungutnya dan terlihat memikirkan sesuatu.

Keesokan harinya
Hyo Ri lagi-lagi dibuat kesal oleh sikap Kyle…Kyle selalu saja merecoki hidupnya dan terus berkomentar tentang caranya memasak termasuk saat Hyo Ri sedang asyik-asyiknya membuat sayur, Kyle tiba-tiba muncul dan melarang Hyo Ri untuk menaruh MSG dalam masakan yang dibuatnya. Kyle bahkan membuang MSG namun Hyo Ri tak kehabisan akal, Hyo Ri kembali membelinya dan memasukkan MSG dalam masakannya. Memasak tanpa MSG sama saja membuat sayur tanpa garam.

Sayang, ketika masakan telah tersaji di meja makan, Kyle kembali berkomentar jika Hyo Ri pasti tetap memasukkan MSG dalam masakan. Hyo Ri kali ini tidak tinggal diam dan memprotes jika apa salahnya menggunakan MSG, dirinya dan juga suaminya sampai saat ini masih sehat-sehat saja padahal sejak dulu mereka menggunakan MSG. Kyle membalas, jika MSG tidak baik untuk calon anaknya dan berucap “benarkan Honey?” pada Ra Ra dan terang saja membuat Hyo Ri semakin kesal dibuatnya.

Keadaan Ayah Da Mo dan juga kondisinya semakin membuat Sa Ran, Da Mo dan Ibunya semakin khawatir. Ibu Da Mo bahkan tidak bisa tidur semalaman karena merasa ketakutan berada di dekat suaminya. Dan pagi ini, Ayah Da Mo kembali menginginkan hal yang aneh. Ayah Da Mo sangat ingin berkuda dan memilih mengenyampingkan kewajiban utamanya untuk mengurus perusahannya, padahal setahu Da Mo, Ayahnya adalah seorang workaholic dan tak ada waktu buat bersantai-santai.

Ibu Da Mo dan Da Mo meminta Sa Ran untuk tinggal di rumah ke dua orang tuanya selama beberapa hari, sampai Ayah mertuanya kembali pulih. Mereka takut, Sa Ran akan stress dan terguncang sehingga bisa berakibat fatal untuk janin dalam kandungannya. 
Dan kepulangan Sa Ran ke rumah membuat Hwa Ja berpikir yang macam-macam. Hwa Ja berpikir jika Sa Ran diusir dari rumah Da Mo.
Hwa Ran dan Do Hwa kembali ke Buyonggak. Kepulangan Hwa Ran dan Do Hwa disambut dengan penuh suka cita dan kegembiraan. Para karyawan dan Gisaeng yang memutuskan keluar, akhirnya kembali bekerja di Buyonggak termasuk Eun Ja^^
Hal pertama yang dilakukan Hwa Ran sekembalinya ke Buyonggak adalah meminta Sa Ran untuk datang menemuinya. Di sela-sela perbincangan, Hwa Ran mengatakan jika Sa Ran terlihat pucat dan juga tangannya terasa dingin. Hwa Ran menawarkan agar jari jemari Sa Ran ditusuk dengan jarum untuk mengeluarkan darah kotor penyebab sumber penyakit.
“apa kamu masih memikirkan ke dua orang tuamu?” tanya Hwa Ran tiba-tiba
Sa Ran terdiam sesaat dan berucap “aku berusaha untuk tidak memikirkannya karena itu sama sekali tidak berguna. Aku juga tidak menemukan cara untuk mencari mereka”
“apa kamu membenci mereka?” tanya Hwa Ran sekali lagi
“sedikit, ketika aku melalui hal-hal sulit” jawab Sa Ran sedih

Sa Ran-ah, betapa mengejutkannya jika Soon Duk dan Eo San adalah orang tua kandungmu

Sepulangnya Sa Ran dari Buyonggak, Hwa Ran segera mengambil sampel darah milik Sa Ran dan juga Soon Duk yang sudah disimpannya dengan baik. Sampel darah mimisan Soon Duk dan juga sampel darah dari jari jemari Sa Ran. Hwa Ran bahkan melabelinya dan kemudian menelepon seorang sahabatnya yang berprofesi sebagai seorang dokter.

Ra Ra menemui Son Ja, adiknya. Ra Ra mengatakan jika dirinya sudah mendengar semuanya dari Ibunya mengenai kebohongan yang sudah diciptakan Son Ja-Gong Joo yang hanya berpura-pura menjadi suami istri. Apa Son Ja mau diajarkan sebuah tips membuat Gong Joo menjadi miliknya? Dari raut wajah Son Ja, Ra Ra bisa menebak jika kali ini adiknya tersebut meragukan idenya. Son Ja sepertinya berkaca pada kejadian beberapa watu lalu dimana tips yang diajarkan Hyo Ri kepadanya, tidak berjalan dengan mulus.
Ra Ra berusaha meyakinkan Son Ja jika rencana kali ini akan berjalan dengan baik. Yang perlu Son Ja lakukan adalah membuat Gong Joo menjadi cemburu dan Ra Ra akan membantunya dengan mengenalkan sahabatnya kepada Son Ja. 

Hwa Ja menservis Sa Ran habis-habisan terlebih ketika mendengar cerita Sa Ran, jika ayah mertuanya sangat senang dengan kehamilan Sa Ran. Hwa Ja bahkan menyiapkan kimbab, salah satu makanan kesukaan Sa Ran dan tentu saja Sa Ran dengan senang hati menyantapnya dengan lahap. Sayang, kebersamaan dan canda tawa mereka hanya berlangsung sesaat saja ketika Hwa Ja mulai menyinggung masalah rumah. Hwa Ja bercerita jika Ibu mertua Gong Joo meminta mereka untuk pindah dari rumah Son Ja karena rumah tersebut bisa disewakan dan uangnya bisa digunakan Son Ja-Gong Joo. Terus kenapa? Tanya Sa Ran yang mulai mengerti arah pembicaraan Hwa Ja, ibu tirinya. Hwa Ja menjawab apa tidak bisa jika Ayah mertua Sa Ran, membelikan mereka sebuah rumah? Harganya tentu tak seberapa dan tidak sebanding dengan kekayaan mereka lagipula sekarang mereka adalah besan.
Sa Ran meletakkan sumpitnya, nafsu makannya mendadak lenyap mendengar celotehan Ibu tirinya. Hwa Ja sama sekali tidak berubah, Hwa Ja masih bertindak sesuka hatinya dan berbicara seenaknya tanpa pernah memikirkan perasaan lawan bicaranya. Tanpa menunggu waktu lama, Sa Ran segera membereskan barang-barangnya. Bukannya mendapatkan ketenangan, Sa Ran justru akan semakin stress. Kembali ke rumah Da Mo jauh lebih baik baginya.

Di rumah Da Mo
Dua orang wanita berkunjung ke rumah Da Mo. Salah satunya adalah paranormal yang ditemui Sa Ran kemarin dan satunya lagi, wanita paruh baya dan merupakan Ibu dari paranormal wanita. Ayah Da Mo yang baru saja pulang bersama bersama dengan Da Mo seketika marah dan meminta ke dua wanita tersebut untuk pergi. Ayah Da Mo bahkan mengatakan agar mereka mengurus diri mereka sendiri dan tak perlu mengurus kehidupan orang lain.

Ayah Da Mo bahkan menjelaskan secara detail penyakit yang diderita bibi pengurus rumahnya dan menyuruhnya untuk segera ke rumah sakit memeriksakan diri. Ibu Da Mo semakin ketakutan dibuatnya, suaminya semakin terlihat menakutkan dan tiba-tiba matanya berpendar hijau. Tak hanya itu, suaminya melompat-lompat kegirangan, disusul dengan suara tawa yang menggelegar dan membuat siapapun yang mendengarnya akan merinding. Ibu Da Mo seketika pingsan disusul bibi pengurus rumah.
Da Mo sontak marah dan berteriak “kenapa harus Ayahku? Kenapa? Jika kamu memang adalah seorang jenderal harusnya kamu bersifat seperti Jendral”. Dalam hitungan detik, Hantu yang mendiami tubuh Ayah Da Mo seketika keluar dan menghilang. Ayah Da Mo kemudian pingsan menyusul jejak istri dan bibi pengurus rumahnya.
Mobil ambulans meninggalkan kediaman Da Mo dan disaat bersamaan, sebuah taxi sedang menuju rumah Da Mo. Sa Ran merasa sedikit heran sekaligus penasaran ketika melihat mobil ambulans yang melintas, namun semua segera ditepisnya ketika langkah kakinya memasuki pekarangan rumah. Rasa penasaran Sa Ran akhirnya terjawab ketika berpapasan dengan salah satu paman pengurus rumah yang mengabarkan jika Ayah dan Ibu Da Mo baru saja dibawa ke rumah sakit.

Sa Ran bergegas ke rumah sakit dan akhirnya tiba di ruangan tempat Ayah dan Ibu mertuanya dirawat…. Ibu mertuanya sudah sedaritadi sadar dan disusul oleh Ayah mertuanya. Sa Ran segera mendekati suaminya yang sedang mengajak Ayahnya berbicara dan memilih untuk mengamati dan mendengar.
Da Mo bertanya kepada Ayahnya, apa Ayahnya mengingat hal yang baru saja terjadi di rumah mereka dan dijawab Ayah Da Mo jika dia hanya mengingat kedatangan 2 orang wanita ke rumah. Da Mo mengatakan kepada Ayahnya jika Ayahnya dirasuki oleh seorang jendral.
Pintu kamar kembali terbuka. Eo San masuk ditemani seorang dokter muda. Eo San kemudian memeriksa kondisi kesehatan sahabatnya, Ah Soo Ra namun dari hasil pemeriksaan semuanya baik-baik saja… tidak ada luka fisik ataupun luka dalam. Da Mo akhirnya memberitahukan hal yang seharusnya menjadi rahasia keluarganya saja, jika Ayahnya beberapa hari terakhir ini dirasuki.
Ra Ra bertemu dengan Joo Hee. Ra Ra bersyukur sekaligus senang karena Joo Hee akhirnya memilih melepas Buyonggak dan cukup diakui sebagai pemilik saja tanpa perlu mengoperasikannya. Ra Ra tertawa dan berucap jika dirinya dan Joo Hee sama-sama memiliki kekurangan, mereka selalu saja membuat kekacauan. Ra Ra kemudian mengajak Joo Hee agar tinggal di Las vegas bersamanya nanti. Joo Hee tentu saja terkejut, kenapa Ra Ra tak mengajak Hyo Ri, ibu kandungnya? Ra Ra menjawab jika Hyo Ri tidak pernah bisa akur dengan Kyle, mereka selalu saja terlibat dalam perdebatan. Akan jauh lebih baik jika Joo Hee ikut dengannya untuk menghilangkan rasa kesepiannya.
Ayah Da Mo akhirnya kembali ke rumah. Da Mo menunjukkan rekaman cctv saat Ayahnya dirasuki hantu jendral dan membuat Ayahnya sontak terkejut dan merasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Da Mo mengatakan jika jauh sebelum dirinya dan Sa Ran menikah, Sa Ran sudah mengetahui hal ini akan terjadi (Ayah Da Mo dirasuki) namun Sa Ran berusaha menepisnya dan tetap melanjutkan rencana pernikahan. Ayah Da Mo kembali terkejut dan meneteskan air mata, mungkin ini adalah hukuman dari Tuhan karena dirinya sudah berlaku semena-mena terhadap keluarganya dan juga menyakiti hati Sa Ran.
Saat berdua bersama suaminya, Ibu Da Mo meminta kepada Ayah Da Mo untuk melihat apa ada penyakit juga di dalam tubuhnya. Ucapan Ayah Da Mo tentang penyakit bibi pengurus rumah mereka benar… namun Ayah Da Mo mengatakan jika dia tidak bisa melakukannya untuk anggota keluarga.
Son Ja mulai menjalankan rencana Ra Ra, kakaknya. Hal yang pertama dilakukannya adalah menunjukkan semangatnya dan antusiasnya ketika menerima telepon dari seorang wanita bernama Ae Rin. Son Ja bahkan sengaja melakukannya ketika berdua saja dengan Gong Joo di kamar… tapi sayang, Gong Joo belum merespon sama sekali.
Joo Hee mulai membayangkan bagaimana rasanya tinggal di Las vegas bersama Ra Ra, Kyle dan juga anak Ra Ra yang akan menjadi cucunya.. pastinya sangat menyenangkan. Keesokan harinya, Joo Hee menceritakan rencana kepergian ke Las vegas bersama Ra Ra jika anak Ra Ra telah lahir…
Ayah Da Mo masih merasa lelah, sekujur tubuhnya terasa sakit akibat dirasuki hantu beberapa hari yang lalu… pengobatan untuk mengusir hantu bahkan untuk mencegah mereka untuk masuk kembali baru bisa dilakukan minggu depan. Dan parahnya, seorang hantu anak kecil terlihat tengah berkeliaran di ruang tamu dan ketika Ayah Da Mo melintas, hantu anak kecil tersebut segera masuk ke dalam tubuhnya.
Jika dulu Ayah Da Mo bertindak seperti seorang wanita dan seorang pria perkasa, kali ini Ayah Da Mo berperilaku seperti seorang anak kecil… ayah Da Mo bahkan meminta digendong oleh Da Mo dan dibelikan kerupuk oleh Sa Ran. Tak hanya itu, Ayah Da Mo meminta kepada istrinya untuk ditemani pipis di kamar mandi.
Ibu Da Mo ikut sedih melihat kondisi suaminya….
“Ah Soo Ra! Lihatlah aku, kami… berharap mulai dari sekarang kamu sehat dan bahagia. Aku tidak bisa hidup” ucap Ibu Da Mo sedih
“uljima” ucap Ayah Da Mo berusaha menenangkan dengan sikapnya yang menggemaskan, namun Ibu Da Mo semakin sedih melihatnya
Son Ja menceritakan reaksi Gong Joo pada Ra Ra… Gong Joo sama sekali tidak merasa cemburu bahkan marah ketika mendengar Son Ja menerima telepon ataupun saat Son Ja berpamitan akan keluar dengan teman wanitanya. Apa yang harus mereka lakukan?

Keesokan harinya
Saat sarapan, Ayah Da Mo menolak memakan sarapan yang dihidangkan Sa Ran. Yang diinginkannya adalah hanya “permen”. Da Mo mencoba untuk mengetahui reaksi Ayahnya ketika mendengar kehamilan Sa Ran namun Ayahnya tak bereaksi dan terus sibuk mengunyah permen… Ibu Da Mo menambahkan jika Ayahnya hanya perduli dengan makanan sekarang.
Ayah Da Mo tiba-tiba berucap jika siang nanti, mereka akan kedatangan tamu… Seorang ahjumma bermulut besar dan dia datang membawa makanan. Dan ucapan Ayah Da Mo memang benar. Hwa Ja datang berkunjung ke kediaman Da Mo. Sa Ran tentu saja terkejut karena Hwa Ja datang tanpa meneleponnya terlebih dahulu.
Ibu Da Mo bergegas masuk ke kamarnya dan memberitahukan Da Mo yang sedang bermain mobil-mobilan dengan Ayahnya jika Ibu mertuanya sekarang berada disini. Da Mo menghela nafas sama seperti yang dilakukan Sa Ran saat ini, keadaan rumah sedang kacau dan Hwa Ja datang disaat yang tidak tepat.
Da Mo memutuskan menemui Ibu mertuanya untuk sekedar menyapanya dan beberapa menit kemudian Ayahnya datang menyusul. Hwa Ja tentu saja terkejut dan berdiri dari kursinya memberi hormat namun reaksi yang didapatkannya adalah Ayah Da Mo bertingkah seperti anak kecil dan berucap “jika mulai dari sekarang Hwa Ja bisa menikmati semua yang ingin dimakan dan dipakainya”.
Sa Ran menyuruh Hwa Ja untuk segera pulang dan datang lagi di waktu lain. Sa Ran berjanji, di waktu itu Hwa Ja akan disambut dengan baik… sekarang ini kondisi Ayah mertuanya sedang sakit.
Hwa Ran menerima kabar jika hasil tes DNA telah keluar…. Tanpa perlu menunggu waktu lama, Hwa Ran bergegas ke rumah sakit menemui sahabatnya.
“apa hasilnya?” tanya Hwa Ran
“kamu bisa melihatnya, mereka memiliki ikatan darah. Cocok 99,9%” 
Hwa Ran terkejut mendengarnya dan seketika menjadi senang. Dirinya tak percaya jika Soon Duk adalah Ibu kandung Sa Ran dan Sa Ran adalah anak yang dicari Soon Duk selama ini. Niat coba-coba Hwa Ran ternyata tak sia-sia dan berakhir membahagiakan. Sekarang yang perlu dilakukannya adalah mengatakan semua kebenarannya pada Soon Duk jika Sa Ran adalah putri kandungnya.

BERSAMBUNG


Kasihan sama Ayah Da Mo disini tapi salut juga dengan kemampuan aktingnya. Good Job Ayah Mertua, hehehehe.
Hwaaaaa….. nggak sabar menulis recap episode 51. Soon Duk akhirnya bertemu dengan Sa Ran sebagai seorang Ibu dan anak.

0 comments:

Post a Comment

Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015