[Recap] New Tales Of Gisaeng Episode 49

EPISODE 49
Unnie, aku memiliki seorang anak...

*4 Episode terakhir


Ibu Da Mo memilih mengabaikan perkataan suaminya yang menurut sangkaannya adalah candaan. Hal yang perlu mereka lakukan sekarang adalah mengembalikan rambut Ayah Da Mo kembali ke keadaan semula sebelum Da Mo dan Sa Ran kembali dari rumah sakit.
Sayang, bunyi bel dan pintu ruang utama yang terbuka membuat Ayah dan Ibu Da Mo kelabakan. Ibu Da Mo meminta suaminya bersembunyi di balik selimut dan disaat yang bersamaan Sa Ran-Da Mo masuk untuk memberitahukan hasil pemeriksaan kehamilan Sa Ran. Melihat Ayah mertuanya sedang beristirahat, Sa Ran segera menarik Da Mo segera keluar dan mengajak Ibu mertuanya berbicara di ruang tamu.
“Ibu, apa yang Ayah katakan ketika Ibu mengatakan bahwa kami mendapatkan konfirmasi dari rumah sakit?” tanya Da Mo
“dia sangat senang dan gembira” jawab Ibu Da Mo tersenyum senang 
Ra Ra memberitahukan kepada Ayah, Neneknya dan Soon Duk jika dirinya akan segera pindah dan hidup bersama dengan Kyle. Nenek Ra Ra sontak saja terkejut, bagaimana bisa Ra Ra mengambil keputusan seperti itu sedangkan mereka berdua belum resmi menikah? Ra Ra hanya tersenyum dan berucap jika mereka akan segera mengetahui alasannya.

Nenek bisa menebak alasan Ra Ra dan Soon Duk juga membenarkannya. Nenek sedikit menyesalkan karena apa yang terjadi pada Ibu Ra Ra, Hyo Ri kembali lagi terulang pada Ra Ra, cucunya.
Da Mo sedikit heran melihat penampilan Ayahnya. Ayahnya melakukan sesuatu pada rambutnya. Tak hanya itu, sikap Ayahnya yang selama ini tegas dan jarang tersenyum serta tertawa sekarang mulai berubah. Ayahnya seringkali tertawa dan melemparkan guyonan serta candaan. Hal yang lebih aneh, saat makan di meja makan… ayahnya mengangkat sebelah kakinya ke atas kursi dan juga mengajarkan Sa Ran serta ahjumma cara membuat Kimchi Bossom (Kimchi untuk musim dingin).
Ayah Da Mo bahkan mengajak seluruh anggota keluarganya bernyanyi bersama di ruang bernyanyi keluarga pribadi. Ibu Da Mo tentu saja sangat senang melihat perubahan drastis suaminya dan mengatakan kepada ke 2 anaknya, jika Ayah mereka sangat senang mengetahui Sa Ran hamil.
Di Buyonggak
Eun Ja memutuskan berhenti dari Buyonggak dan tentu saja keputusannya tersebut membuat Joo Hee bingung. Joo Hee belum bisa menemukan pengganti Eun Ja terlebih mencari seseorang yang mahir dan tahu betul cara membuat Gibang masakan(masakan rumah gisaeng) tentu saja sangat sulit. 
Ra Ra mulai mengemasi barang-barangnya dan Kyle datang untuk membantunya. Sedangkan di rumah Ibunya, Hyo Ri memberitahukan kepada Son Ja-Gong Joo jika mulai besok Ra Ra dan Kyle akan tinggal bersama mereka. Hyo Ri menambahkan jika Ra Ra telah berbadan dua dan sontak saja membuat Son Ja-Gong Joo terkejut sekaligus bahagia.
Keesokan harinya
Ra Ra berpamitan kepada Ayah, Nenek dan juga Soon Duk
“aku mendapatkan kebahagiaan selama 25th” ucap Ra Ra
“apa kamu yakin bisa akur dengan Ibumu? “ tanya Nenek Ra Ra sedikit khawatir
Sa Ran menelepon Hwa Ja untuk menyampaikan ucapan permintaan maaf karena tidak bisa menghadiri perayaan ulang tahun ibu tirinya tersebut. Sa Ran akhirnya mengatakan alasan yang disimpannya rapat-rapat selama ini dari keluarganya. Aku hamil, ucap Sa Ran dan berhasil membuat Hwa Ja di seberang sana tertawa senang dan gembira bukan main.
Ra Ra dan Kyle resmi tinggal di rumah orang tua kandung Ra Ra. Jika saja Ra Ra mengambil keputusan tersebut dari dulu, Hyo Ri tentu saja akan senang karena sejak dulu keinginan dan impiannya adalah bisa tinggal bersama dengan putrinya…. Sekarang, Hyo Ri merasakan sebuah beban dengan datangnya Ra Ra bersama dengan Kyle. Kyle mulai memprotes caranya memasak dan mengajarinya cara membuat mie yang benar dan baik. Meskipun Ra Ra sekali lagi memberitahu Hyo Ri agar merubah sikapnya terhdap Kyle, tak mudah bagi Hyo Ri melakukannya. Tak semudah membalikkan telapak tangan, semuanya butuh proses dan waktu. 
Da Mo mengajak Ayahnya ke kolam renang. Ayah Da Mo dengan senang hati mengikuti ajakan putranya tersebut dan sesampainya di kolam renang, Ayah Da Mo meminta Da Mo untuk menunjukkan padanya keahlian berenang dengan menaruh gelas di dahi tanpa terjatuh. Tepuk tangan terdengar dari pinggir kolam, Ayah Da Mo yang dirasuki Nenek tak kasat mata merasa takjub dengan kemampuan Da Mo. 
Eun Ja mengunjungi tempat tinggal Hwa Ran dan Do Hwa. Selain untuk melihat keadaan mereka, Eun Ja juga ingin mengabarkan keadaan Buyonggak sepeninggal para tetua dan juga beberapa orang Gisaeng. Buyonggak mulai mengalami penurunan yang cukup signifikan dan sampai saat ini, Joo Hee belum jua menemukan kepala koki baru. Eun Ja menambahkan jika Hwa Ran harus mempersiapkan diri untuk kembali ke Buyonggak lagi.
Ayah Da Mo memilih duduk di salah satu kursi dan tanpa sengaja pandangannya menangkap sosok pria bertubuh tambun menuju ke arahnya. Bayangan pria tersebut di masa muda hingga perjuangannya untuk mencapai puncak kesuksesan sampai pada akhirnya menua membuat Ayah Da Mo tak berhenti melepaskan pandangannya dari pria tersebut. Pria tersebut kemudian memutuskan duduk di kursi tak jauh dari tempat Ayah Da Mo sekarang berada.
“aku melihat kamu adalah pemilik sebuah restoran ternama. Kamu berjuang banyak di masa mudamu kan? Kamu sukses dan tidak kekurangan apapun sekarang tapi satu hal, kamu perlu berhati-hati dengan kesehatanmu. Dapatkan scan otak besok untuk tindakan pencegahan” ucap Ayah Da Mo
Pria tersebut membenarkan semua perkataan Ayah Da Mo dan merasa sedikit terkejut ketika Ayah Da Mo mulai menyinggung tentang kesehatannya. Dirinya merasa baik-baik saja sekarang “apakah anda seorang guru? Dapatkah aku meminta nomor telepon anda?”
“bukan. Yang kamu harus lakukan sekarang adalah memeriksakan kondisi kesehatanmu” jawab Ayah Da Mo
Hwa Ja segera mengabarkan berita kehamilan Sa Ran pada suaminya. Hwa Ran terlihat sangat senang dan mengatakan jika sebentar lagi Sa Ran mungkin akan membelikan mereka rumah. Ayah Sa Ran ikut antusias dan tak menyadari jika dirinya perlahan-lahan mulai merubah matrealistis seperti istrinya.
Berita kehamilan Ra Ra, sampai juga ke telinga Sa Ran. Da Mo yang ikut mendengarnya sontak terkejut dan berucap jika Ra Ra mungkin cemburu, wkwkwkwk…
Eun Ja meminta Dan Se untuk memulai kembali belajar menari. Berkat ajakan Bong Yi tempo hari ke rumah karaoke, Eun Ja akhirnya mengetahui bakat terpendam Dan Se. Jauh, sebelum Dan Se bekerja di Buyonggak…. Dan Se dulunya adalah seorang penari.

Sepulangnya dari berenang, Ayah Da Mo menceritakan apa yang dialaminya tadi pada istri, anak dan menantunya Sa Ran. Ayah Da Mo terlihat bersemangat dalam bercerita dan tak menyadari tatapan ketakutan Sa Ran dan tubuhnya yang mendadak kaku mendengar cerita Ayah mertuanya.
“aku seolah memiliki kekuatan supernatural. Aku memberitahukan kepada pria tersebut jika….. “ucap Ayah Da Mo menjelaskan panjang lebar
“apa yang salah?” tanya Ibu Da Mo tiba-tiba ketika menyadari tatapan aneh Sa Ran pada ayah mertuanya
“apa ceritaku tadi begitu mengejutkan?” tambah Ayah Da Mo dan beranjak ke kamar ketika mendengar Hpnya yang berbunyi
“apa yang salah?” tanya Ibu Da Mo sekali lagi dan dijawab Sa Ran tidak.

Ketika kembali ke kamar, wajah Sa Ran masih menunjukkan ketakutan dan terlihat pucat pasi. Da Mo mulai khawatir dan meminta Sa Ran untuk tak memasukkannya ke hati dan juga pikirannya. Semua itu cuma kebetulan.
“apa yang sudah kita lakukan?Ayah mertua sepertinya dirasuki” ucap Sa Ran mulai panik
“dirasuki?” tanya Da Mo tak mengerti dengan ucapan dan maksud istrinya “apa yang kamu bicarakan?” tanya Da Mo lagi dan tertawa
“sebelum kita menikah,hari ketika kamu pergi ke klinik pengobatan,apa kamu ingat wanita yang duduk disamping kita. Ada seorang waita setengah baya,saat kamu masuk untuk mendapatan akupuntur,dia bertanya apa kita sudah menikah? Aku menjawab tidak dan dia mengatakan agar kita berdua jangan melakukannya/menikah.Aku bertanya kenapa?Dia mengatakan keluargamu memiliki roh leluhur kuat atau sesuatu seperti itu.Aku sangat terkejut dan tidak mengingatnya dengan baik.Tetapi kesimpulannya, jika kita menikah,kamu juga akan dirasuki/dimiliki jadi aku tidak bisa menikah denganmu. Bagaimana jika Ayah dimiliki?” jawab Sa Ran. Maksud dimiliki disini sepertinya, arwah tersebut akan terus menetap dan mengambil alih tubuh Ayah Da Mo.
“tidak mungkin” ucap Da Mo berusaha tertawa
“Ayah mertua sudah aneh sejak kemarin dan dia seperti orang lain” tambah Sa Ran
“itu karena dia begitu bahagia, jangan khawatir. Ayahku… hantu-hantu akan lari darinya karena kepribadiannya”
“syukurlah, tapi Ayah mertua seperti wanita. Aku mendengar di tv, jika hantu perempuan yang merasuki tubuh pria, pria itu akan menjadi seperti wanita” ucap Sa Ran
“lalu mengapa kamu ingin tetap menikah setelah mendengarnya?” tanya Da Mo balik
“karena aku mencintaimu” jawab Sa Ran
“bahkan jika kamu mencintaiku, kamu masih akan ragu”
“setelah mendengarnya, aku berpikir bisa menghapus keinginan menikah denganmu secara perlahan-lahan. Tapi aku kembali berpikir, itu adalah suatu kemungkinan yang bisa terjadi. Tapi jika itu terjadi, aku akan berusaha untuk melindungimu sebagai seorang istri” ucap Sa Ran
Hyo Ri menyampaikan apa yang dirasakannya kepada Kang San, suaminya. Hyo Ri sama sekali tidak bisa menyukai atau pura-pura menyukai Kyle sebagai menantu seperti harapan Ra Ra. Kyle selalu tanpa sengaja memojokkannya dan Ra Ra tentu saja membelanya. Seperti hal yang baru saja terjadi, saat semua anggota keluarga berkumpul dan Hyo Ri menceritakan tentang permainan Golfnya, Kyle mengatakan jika permainan Golf hanya membuang-buang waktu. Bagaimana bisa Ra Ra hidup dengan Kyle, Ra Ra keras kepala? Ucap Hyo Ri kesal dan Kang San hanya tertawa kemudian menjawab, buktinya sampai saat ini mereka adem ayem saja.
Perubahan drastis Ayah Da Mo yang mulai aktif berbicara dan mengajak bercanda istrinya sepertinya tak selalu berdampak positif pada Ibu Da Mo. Saat akan tertidur, Ayah Da Mo menceritakan sebuah kisah misteri dan berhasil membuat bulu kuduk istrinya berdiri. Ibu Da Mo sontak saja ketakutan dan menyalahkan suaminya, kenapa bercerita cerita hantu saat mereka akan tertidur.

Joo Hee memanggil Eun Ja ke ruangannya dan mengajaknya minum. Joo Hee terlihat sedih dan sangat membutuhkan teman mengobrol. Joo Hee mulai bercerita dan seolah bertanya pada dirinya sendiri, mengapa semua orang tidak menyukainya dan meninggalkannya? Apa yang salah pada dirinya? Joo Hee sudah berusaha untuk berbuat sebaik mungkin. Apa Hwa Ran sangat baik di mata mereka semua? Eun Ja tersenyum dan berucap jika Hwa Ran memperlakukan mereka seperti teman. Rasa keterikatan dan kebersamaan mereka dalam membangun Buyonggak hingga menjadi seperti sekarang ini membuat mereka merasa kehilangan dengan sosok Hwa Ran. Eun Ja memberi saran agar Joo Hee memanggi Hwa Ran kembali.
Joo Hee tentu saja tidak mau, memanggil kembali Hwa Ran sama saja dengan kekalahan telak baginya. Satu-satunya pilihan yang tersisa sekarang adalah menutup Buyonggak. Eun Ja kembali tersenyum dan bertanya, bagaimana dengan nasib karyawan lainnya dan juga Gisaeng yang masih tersisa? Keputusan Joo Hee untuk menutup Buyonggak sama halnya dengan memotong mata pencaharian mereka.
Di tengah malam
Saat Ayah dan ibu Da Mo tertidur, sosok Nenek tak kasat mata keluar dari tubuh Ayah Da Mo. Keluarnya sosok Nenek tak kasat mata, bukan berarti semuanya selesai. Kedudukannya segera digantikan oleh sosok Ksatria berkuda. Dan hal yang pertama dilakukannya adalah menuju dapur dan membuat makanan.
Tak hanya Ayah Da Mo yang kelaparan, Ra Ra juga merasakan hal yang sama. Di tengah malam, Kyle membangunkan Hyo Ri hanya untuk menanyakan dimana Hyo Ri menyimpan bubuk cabe karena Ra Ra ngidam ingin makan Ttokboki. Hyo Ri tentu saja kesal, walaupun Ra Ra yang menginginkannya, Ra Ra semestinya melihat jam.

Keesokan harinya
Sa Ran dan Da Mo tersenyum senang karena Ayah Da Mo sudah kembali seperti semula. Cara bicaranya dan sikapnya sudah seperti lelaki sekarang. Tapi tunggu dulu, Ayah Da Mo tiba-tiba ingin makan daging di pagi hari dan juga mengajak Da Mo melakukan panco.
Ayah Da Mo menang telak terhadap Da Mo. Ibu dan Sa Ran tentu saja heran, seharusnya yang menang adalah Da Mo mengingat Da Mo masih muda. Sa Ran kembali khawatir, sepertinya Ayah mertuanya masih kerasukan tetapi kali ini dengan hantu yang berbeda.
Joo Hee mengunjungi rumah Hyo Ri untuk melihat kondisi Ra Ra. Kehamilan Ra Ra sudah didengar Joo Hee… Joo Hee merasa sedikit iri, andai saja dia dulu juga bisa seperti Ra Ra. Sementara itu di dapur, Kyle kembali membuat Hyo Ri jengkel. Kyle kembali berkomentar tentang cara memasak Hyo Ri yang tak higienis.
Keanehan Ayah Da Mo membuat asistennya ikut khawatir. Setelah kemarin ke salon untuk mengeriting rambutnya, sekarang Ayah Da Mo mengajaknya ke rumah makan daging. Ayah Da Mo memesan daging dalam porsi yang sangat banyak dan dalam waktu sekejap daging telah habis disantapnya. Asisten Ayah Da Mo tentu saja heran, karena sepengetahuannya, Bosnya sangat menjaga pola makannya dan menjaga kesehatannya.
Sa Ran terlihat sedih saat meninggalkan sebuah apartemen. Apartemen yang baru saja dimasukinya adalah apartemen seorang paranormal yang mampu mengusir hantu. Paranormal tersebut mengatakan jika hantu yang merasuki tubuh Ayah Da Mo sangat kuat dan dirinya tidak memiliki kekuatan untuk mengusirnya.
“apa yang harus dilakukan?” gumam Sa Ran pada dirinya sendiri
Usai dari mengunjungi rumah Hyo Ri, Joo Hee melanjutkan perjalannya ke sebuah restoran. Joo Hee telah membuat janji dengan Hwa Ran dan sepertinya Joo Hee sudah mengambil sebuah keputusan yang terbaik. Joo Hee akhirnya menuruti saran Eun Ja, Joo Hee meminta agar Hwa Ran kembali mengoperasikan Buyonggak.
Disaat yang bersamaan, Doo Hwa sedang berkumpul bersama dengan gisaeng yang memilih keluar dari Buyonggak. Mereka membahas alasan Joo Hee ingin bertemu Hwa Ran. Berselang beberapa menit kemudian, Hwa Ran menelepon dan meminta Do Hwa untuk mengumpulkan kembali karyawan dan Gisaeng yang sudah keluar, mulai besok dirinya akan kembali ke Buyonggak.
Ayah Da Mo kembali meminta hal yang aneh… kali ini Ayah Da Mo ingin minum Makgeolli dan juga ingin bertanding gulat dengan Da Mo. Sa Ran semakin khawatir dengan kondisi Ayah mertuanya dan juga kondisi suaminya, Da Mo. Sa Ran sudah bisa menebak hasil pertandingannya dan benar saja, dalam sekali ronde… Ayah Da Mo berhasil mengalahkan Da Mo dan membuat Da Mo terhempas ke lantai.
Ketika kembali ke kamar, Sa Ran segera memberitahukan Da Mo jika tadi siang dirinya menemui seorang paranormal. Mendengar penjelasan Sa Ran dan juga menyamakan dengan sikap aneh Ayahnya belakangan ini dan juga tadi, Da Mo akhirnya mempercayai jika Ayahnya benar-benar kerasukan.
Soon Duk bersedih memikirkan nasib putrinya terlebih Ibu Eo San meminta mereka untuk menyerah. Segala upaya dan usaha telah mereka kerahkan tapi tidak ada tanda-tanda jika putri Soon Duk akan ditemukan. Yang harus mereka lakukan adalah terus melanjutkan hidup dan berharap anak tersebut hidup dengan baik sekarang.
Soon Duk memutuskan menemui Hwa Ran untuk menanyakan alamat Guru Jeong, orang yang pernah mengatakan jika Soon Duk akan segera bertemu dengan putrinya.
“apakah kamu bertengkar dengan Direktur Geum?” tanya Hwa Ran
“tidak. Apakah kamu tidak mendengar kabar Guru Jeong akhir-akhir ini unnie? Aku harus menemuinya, jadi tolong beritahukan nomor teleponnya kepadaku”
“dia mengatakan akan datang minggu ini, mengapa?”
Wajah Soon Duk mulai menunjukkan kesedihan “aku pernah berdebat dengannya , jika ia salah maka seharusnya salah dari awal. Dia mengatakan aku seperti Ibu yang bersedih dan itu benar, tapi aku tidak bisa menemukan anakku sampai detik ini”
“seorang anak? Kamu punya anak?” tanya Hwa Ran terkejut

BERSAMBUNG


Cuplikan Episode berikutnya
Hwa Ran menemui seorang dokter, mengambil hasil tes DNA.... 
Penasaran, tes dna untuk membuktikan siapa dan siapa?
Mungkinkah Sa Ran dan Soon Duk?
Nantikan rekapnya di 3 episode terakhir New Tales Of Gisaeng, Kamsahamnida^^


0 comments:

Post a Comment

Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015