[Recap] New Tales Of Gisaeng Episode 46

EPISODE 46
Semua karena Andrew



Sa Ran mendekati Ayah Mertuanya dan duduk tepat dihadapannya
“Ayah mertua, aku punya permohonan. Bisakah Ayah menerima Da Mo lagi untuk bekerja di Eunsung Grup? Aku akan mempersiapkan makanan selama 365 hari dalam setahun, aku bisa mempersiapkan meja hari peringatan juga” pinta Sa Ran
“apakah Da Mo yang memintanya?” tanya Ayah Da Mo terlihat berpikir
“tidak, akulah yang memikirkannya. Hatiku sakit terlalu banyak dan aku sangat sedih karenanya. Aku hanya ingin melihat dia bekerja untuk Ayahnya. Aku akan bekerja lebih keras lagi Ayah Mertua” jawab Sa Ran dengan linangan air mata.

Ayah Da Mo hanya menjawab “aku mengerti” dan memutuskan pulang. Da Mo mengantar Ayahnya hingga ke depan apartemen. Ucapan Ayahnya yang memintanya untuk kembali bekerja di Perusahaan mulai bulan depan membuat Da Mo terkejut.
Ketika kembali ke apartemen, Da Mo bertanya pada Sa Ran apa yang sudah dikatakan istrinya? Sa Ran hanya tersenyum dan mengatakan jika dirinya akan melakukan apapun agar suaminya mendapatkan haknya lagi^^ Omo, poor Sa Ran.

Ayah Da Mo terlihat sangat berbahagia… dalam beberapa hari ke depan, dirinya tidak perlu mengkhawatirkan persoalan makanan lagi karena Sa Ran, menantunya akan menyiapkan segalanya. Ayah Da Mo memberitahukan kepada Istrinya jika dia harus berpura-pura sedang depresi bahkan mengaku memukul Andrew karena buang air di ruang tamu. Ibu Da Mo bertanya kenapa? Ayah Da Mo menjawab, jika itulah alasannya yang diutarakan pada anak dan menantunya sehingga mereka akan kembali lagi tinggal di rumah. Mwo?
Ibu Da Mo tentu saja tak menerima begitu saja apa yang dikatakan suaminya. Ada syarat yang harus dipenuhi sang suami agar dirinya tutup mulut dan mengatakan ucapan yang persis sama seperti yang dikatakannya pada Da Mo dan Sa Ran nanti ketika mereka bertanya. Apa itu? Poppo…. Hehehehe, baiklah, tapi tunggu dulu apa yang terjadi… Ayah Da Mo justru menyodorkan Andrew saat istrinya menutup mata.

Keesokan harinya
Son Ja menyiapkan sarapan untuk Gong Joo istrinya… kebetulan Kang San dan Hyo Ri sedang liburan ke Hongkong.
“Dan Gong Joo, kamu harus tetap sehat dan berada disampingku. Aku tidak perduli jika aku tidur di lantai seperti pelayan selama sisa hidupku atau jika aku tidak diperlakukan layaknya suami” ucap Son Ja di sela-sela makan
Gong Joo terdiam sesaat, seolah berusaha menahan rasa sedihnya mendengar ucapan Son Ja dan berucap “baiklah” 
Malam harinya
Ra Ra membawa Kyle menemui Ayah dan Neneknya… Ayah Ra Ra tentu saja terkejut melihat Kyle begitupun dengan Nenek Ra Ra. Seorang pria berkepala plontos dan yang lebih mengejutkannya, Kyle bukan warga Korea. Beruntung Kyle dapat mencairkan suasana yang sempat kurang bersahabat. Kepribadiannya yang lugas memudahkan Kyle untuk mengakrabkan diri dengan orang-orang yang baru ditemuinya.
Di Buyonggak
Joo Hee harus menahan kekesalannya saat ikut bergabung bersama dengan Hwa Ran di sebuah ruangan VVIP. Joo Hee awalnya berbangga diri ketika memperkenalkan diri sebagai pemilik asli Buyonggak dan Hwa Ran adalah tangan kanannya yang mengurus Buyonggak selama ini, sayang para tamu hanya mengangguk sesaat, seolah tak memperdulikannya…. terlebih ketika Hwa Ran mengajak mereka berbicara dalam bahasa inggris yang tak dimengerti Joo Hee. 
Sepulang Kyle dari kediaman Ra Ra… Nenek, Eo San dan Soon Duk membicarakan tentang sosok Kyle. Apa yang akan dikatakan Hyo Ri dan juga Kang San ketika mengetahui hal ini? Mereka pastinya tidak akan setuju. Ra Ra meminta Nenek dan Ayahnya untuk tak memperdulikannya dan merahasiakan rencana pernikahannya sampai Ayah dan Ibunya pulang dari Hongkong.

Sa Ran dan Da Mo akhirnya kembali ke rumah Da Mo. Tugas pertama Sa Ran adalah menyediakan makanan untuk mertuanya. Ayah Da Mo terlihat sangat bahagia melihat makanan yang disajikan dan fokus mendengarkan semua penjelasan Sa Ran mengenai manfaat dari setiap makanan. Dan sebuah kabar baik sekaligus menggembirakan akhirnya didapatkan Sa Ran dan Da Mo. Berkat kesabaran dan kegigihan merebut hati Ayah Da Mo, hari ini akhirnya Sa Ran memetik hasilnya. Ayah Da Mo meminta Sa Ran untuk makan bersama mereka dalam satu meja. 
Di sela-sela makan, Da Mo menceritakan mengenai kisah pernikahan salah satu sahabatnya dimana pernikahan mereka hanya bertahan sesaat saja. Min Ja, sahabat Da Mo berbulan madu dan meminta kepada Istrinya untuk tinggal di rumah orang tuanya karena rumah yang akan mereka tinggali masih dalam tahap renovasi dan selesai 3 minggu lagi. Istri Min Jae sontak tak setuju dan meminta agar mereka tinggal di rumah orang tuanya saja atau di Hotel. Perdebatan yang panjang tersebut akhirnya berakhir ketika Min Ja menampar istrinya. Mereka kemudian memutuskan berpisah.
Ketika kembali ke kamar
Ibu Da Mo kembali membahas tentang cerita Da Mo tadi. Begitu mudahnya mereka bercerai setelah melakukan upacara pernikahan yang terbilang sakral. Ayah Da Mo juga ikut setuju, walaupun menantunya adalah anak pungut tetapi Sa Ran memiliki kepribadian yang sangat sempurna dan pandai membawa diri. Cie,cie, akhirnya luluh juga.
Soon Duk dan Eo San membicarakan masalah Ra Ra dan pernikahannya dengan Kyle… Ra Ra pastinya akan ikut dengan suaminya setelah dia menikah dan Hyo Ri-Kang San pastinya susah untuk melihatnya lagi. Pembicaraan mereka berlanjut ke putri mereka yang sampai saat ini belum ditemukan… Eo San berucap jika putrinya pastinya akan membenci mereka terlebih jika dia hidup dalam penderitaan selama ini. 
Kabar pernikahan Ra Ra-Kyle sampai juga ke dapur Buyonggak… Eun Ja merasa sangat iri, semua pasangan yang dikenalnya akhirnya menikah. Kapan dirinya juga bisa seperti mereka? Sementara itu, di kamar para pria. Bong Yi bertanya apa Dan Se tak ingin seperti Da Mo dan juga Kyle? Eun Ja adalah wanita yang sangat cocok untuk menjadi pasangan Dan Se. Bong Yi sepertinya berusaha menjodohkan Eun Ja dan Dan Se terlebih Eun Ja sangat menyukai Dan Se.
Ayah Da Mo terlihat tertidur lelap namun beberapa saat kemudian terbangun begitu sosok makhluk tak kasat mata merasuki tubuhnya. Dilangkahkannnya kakinya menuju dapur. Dibukanya salah satu lemari makan dan seketika senyuman terulas di wajahnya begitu melihat mie instan. 5 bungkus mie instan dimasaknya sekaligus dan dimakannya tanpa menyisakan sedikit pun mie maupun tetesan kuahnya. Tak hanya itu, Ayah Da Mo bahkan meneguk sekaleng soda berukuran besar hingga habis. 

Keesokan harinya
Bibi pengurus rumah saling bertanya apa salah satu dari mereka yang memasak dan memakan mie instan namun masing-masing menjawab tidak… mereka akhirnya mengambil kesimpulan “mungkin Tuan dan anaknya yang sudah memakannya”
Sementara itu, Andrew terus saja mengonggong ketika melihat sosok Nenek tak kasat mata. Da Mo yang melihat tingkah Andrew yang menurutnya lucu hanya bisa tertawa.
Hwa Ja mengunjungi rumah Son Ja untuk melihat putri dan menantunya. Tak lupa Hwa Ja membawa Kimchi sebagai oleh-oleh. Hwa Ja terkesima dengan rumah tempat tinggal Son Ja-Gong Joo, terlihat sangat besar dan bersih.
Sa Ran dan Da Mo mengajak Eo San dan Soon Duk untuk makan malam bersama sebagai ucapan rasa terima kasih mereka karena telah menjadi wali pernikahan Sa Ran. Seorang pelayan datang dan menyajikan kue keberuntungan yang didalamnya berisi selembar kertas. Sa Ran dan Soon Duk memilih mengambilnya sedangkan Eo San dan Da Mo menolaknya.
“nikmati hari bahagiamu bersama Anakmu” ucap Soon Duk
“di rumah sangat berisik” susul Sa Ran.

Mereka berempat sontak tertawa, lembaran keberuntungannya sangat tidak masuk akal. 
Saat kembali ke rumah, Soon Duk memilih menyimpan kertas keberuntungan sedangkan Sa Ran segera menelepon Ibu mertuanya menanyakan apa terjadi sesuatu di rumah mereka namun dijawab tidak ada.
Son Ja dan Gong Joo mengunjungi rumah Eo San. Nenek mengatakan jika kakak mereka, Ra Ra akan segera menikah. Son Ja tentu saja terkejut dan segera ke kamar kakaknya untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Son Ja bahkan meminta Ra Ra untuk menunjukkan foto Kyle, calon suami Ra Ra namun Ra Ra mengatakan akan lebih baik jika Son Ja melihatnya secara langsung… Hal yang terpenting bagi Ra Ra, Kyle mencintainya dengan tulus dan tak seperti Jin Am dahulu.
Joo Hee bersedih dan semakin merasa kesepian. Setelah Eo San, sekarang putrinya Ra Ra akan meninggalkannya dan tak tanggung-tanggung, Ra Ra akan pergi ke belahan bumi lain bersama dengan suaminya. Las Vegas, Amerika.

Saat kembali ke rumah, Sa Ran dan Da Mo menghadiahkan kepada ke dua orang tua mereka piyama pasangan…. Da Mo membelinya dari gaji pertamanya. Ibu Da Mo tentu saja sangat senang menerimanya, ini pertama kalinya dirinya akan memakai piyama pasangan bersama suaminya. Sayang kebahagiaan tersebut hanya berlangsung sementara karena Andrew, anjing kesayangan Ayah Da Mo tiba-tiba menghilang. Seisi rumah dibuat heboh olehnya, mereka bahkan berkeliling ke seluruh penjuru rumah untuk mencarinya namun Andrew sama sekali tidak ditemukan….
Dan yang mendapat getah dan dipersalahkan karena hilangnya Andrew tentu saja Ibu Da Mo… Ibu Da Mo seharian di rumah dan mengurus anjing seekor pun tidak bisa. Ayah Da Mo meluapkan emosinya dengan membabi buta tanpa memikirkan perasaan istrinya dan juga ucapan permintaan maafnya.
Ibu Da Mo melangkahkan kakinya menuju sebuah kamar yang kosong. Air mata tak henti-hentinya mengalir di wajahnya… kesedihan menyeruak di dadanya, suaminya yang sangat dihormatinya, memarahinya hanya karena hilangnya seekor anjing. Tak berhargakah dirinya di mata suaminya? Bagaimana jika hal yang sama terjadi padanya? Apa suaminya akan semarah dan sesedih itu?

Ibu Da Mo tak bisa lagi menahan semua sesak di dadanya…. Terlebih ketika akhirnya Andrew ditemukan. Melihat ekspresi dan kegembiraan di wajah suaminya membuatnya mengambil keputusan untuk pergi.
Ibu Da Mo memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper.
“apa yang kamu lakukan?” tanya Ayah Da Mo heran ketika masuk ke dalam kamar dan mendapati istrinya sedang berkemas-kemas “apa yang kamu lakukan kataku?” tanya Ayah Da Mo sekali lagi karena istrinya tak menjawab pertanyaannya
“apa kamu tidak bisa melihatnya? Aku sedang berkemas” jawab Ibu Da Mo ketus
“mengapa?”
“aku ingin pindah”
“kenapa?” tanya Ayah Da Mo lagi sedikit terkejut
“kamu bisa hidup dengan Andrew” teriak Ibu Da Mo “itulah yang ingin aku katakan padamu. Kamu mencintai anjing begitu banyak? Dia yang sangat berharga untukmu?” tambah Ibu Da Mo. Da Mo dan Sa Ran bergegas masuk begitu mendengar suara berisik dari dalam kamar ke dua orang tua mereka “kamu hanya memanggil Andrew, Andrew dan bukan istrimu. Bagaimana bisa kamu marah begitu keras kepada Istrimu hanya karena kehilangan seekor anjing?” tambah Ibu Da Mo
“kalian berdua keluar dulu” perintah Ayah Da Mo
“kenapa? Mereka juga perlu tahu bagaimana aku diperlakukan selama ini. Beberapa waktu yang lalu saat guntur terdengar begitu kerasnya, Ayah kalian berkata Andrew mungkin takut.. Jadi dia membawanya dan menidurkannya disampingnya sementara untukku dia hanya melakukannya sekali itupun pada malam pertama kami. Dan selama sisa hidupku, dia tidak pernah menawarkan sekalipun lengannya untuk kusandarkan kepalaku”
“jangan di depan anak-anak mengatakannya” ucap Ayah Da Mo merasa malu pertengkarannya disaksikan putra dan juga menantunya
“tetapi kamu memarahiku di depan anak-anak dan bibi pengurus rumah” ucap Ibu Da Mo dan mengeluarkan catatan hariannya dimana semua hal yang pernah dilakukan suaminya terhadapnya dicatatnya dengan sangat baik. Ibu Da Mo membacakan semua yang dialaminya terutama masalah es krim “kamu lebih mencintai anjingmu dibandingkan anak dan istrimu. Apa aku harus hidup seperti ini terus?” tanya Ibu Da Mo dan tepat dibelakang Ayahnya, Da Mo menyemangati Ibunya untuk terus melanjutkannya. Ayahnya memang pantas mendapatkannya (lucu lihat ekspresi Da Mo) “aku tidak hidup sebagai istrimu tetapi sebagai pembantumu. Setiap pagi aku memijat kakimu dan bahkan melepaskan kaus kakimu. Hidupmu dan hatimu hanya untuk Andrew”
Ayah Da Mo meminta dukungan dari Sa Ran dan Da Mo, meminta kepada anak dan menantunya untuk menasehati Ibu mereka agar tidak marah lagi… Da Mo melakukannya dan kemudian memberi saran kepada Ayahnya untuk segera meminta maaf kepada Ibunya dengan begitu semuanya bisa cepat clear. Sayang Ayah Da Mo enggan untuk melakukannya, meminta maaf berarti harga dirinya akan jatuh terlebih ada Sa Ran dan Da Mo yang menyaksikannya. Ayah Da Mo memutuskan keluar dari kamar.
“Ibu terus saja seperti ini sampai Ayah meminta maaf” ucap Da Mo begitu Ayahnya keluar. Ibu Da Mo tentu saja akan melakukannya, bahkan tanpa Da Mo menasehatinyapun dirinya akan melakukannya.
Tempat yang dituju Ibu Da Mo adalah apartemen Sa Ran-Da Mo… melihat kepergiannya, suaminya tak mengatakan apapun, tak berusaha mencegahnya dan hanya membiarkannya saja.
Kembali ke rumah Eo San
Son Ja kembali menceritakan sebuah cerita lucu… Ra Ra, Eo San dan Soon Duk serta Nenek Ra Ra tak terkecuali Gong Joo tertawa mendengarnya. Panggilan Yeobo yang diucapkan Son Ja dan Gong Joo semakin membuat ke empat orang yang mendengarnya terkejut dan tak ayal, Ra Ra dan Eo San yang sedang meminum teh menyemburkan minumannya sangking terkejutnya mendengar panggilan mesra pasangan suami istri muda tersebut. Rasa terkejut mereka disusul dengan gelak tawa, Son Ja-Gong Joo saling memanggil Yeobo di usia mereka yang masih sangat muda.
Sa Ran memutuskan menemani Ibu mertuanya tinggal di apartemen dan Da Mo, suaminya hanya mengantar dan akan bermalam semalam saja… Sa Ran tak mungkin meninggalkan Ibu Da Mo dalam keadaan tak berdaya dan sedang dirundung duka. Da Mo berucap jika Ibunya besok pasti akan berubah pikiran dan memilih kembali ke rumah namun Ibu Da Mo menegaskan jika dia tak akan melakukannya sampai Ayah Da Mo datang berlutut dan meminta maaf.
“seekor anjing tetaplah anjing, bagaimana bisa dia lebih menghargainya dibandingkan keluarganya” ucap Ibu Da Mo
“Ibu bisa memahami perasaanku sekarang kan?” tanya Da Mo
“aku sudah memahaminya sejak lama tapi aku berusaha mengabaikannya demi keharmonisan keluarga kita. Aku akan melakukan semua yang kuinginkan sekarang” jawab Ibu Da Mo

Malam harinya
Sa Ran berkata pada Da Mo jika kue keberuntungannya memang benar tetapi sepertinya hal tersebut tak berlaku untuk Soon Duk. Da Mo menjawab jika yang dimaksudkan anak, mungkin adalah Ra Ra. Hal yang dipikirkan Da Mo sekarang adalah bagaimana kondisi Ayahnya yang ditinggalkan seorang diri oleh Ibunya? Da Mo tertawa senang ketika memikirkannya.
Ayah Da Mo tidur seorang diri ditemani Andrew, anjing kesayangannya “Andrew, apa yang aku lakukan salah? Seseorang pasti akan sangat terkejut kan? Dia jadi berbangga diri karena didukung oleh anak dan menantunya dan meninggalkan suaminya. Ini karena kamu, mengapa kamu sampai meninggalkan rumah? Apa kamu tidak tahu betapa kejamnya dunia? Jangan pernah meninggalkan rumah lagi” gumam Ayah Da Mo. Ckckckck, ya ampun, Ayah Da Mo tidak juga sadar.
Eun Ja memikirkan percakapannya tadi siang bersama rekannya sesama koki di Buyonggak… pria akan jatuh cinta dengan wanita yang pandai menari, benarkah? Eun Ja memutuskan memutar musik dan mulai menari dengan lugasnya…dan hanya seorang diri di kamarnya. Tariannya Eun Ja keren banget, jadi pengen belajar.

Keesokan harinya
Ayah Da Mo merasa ada yang kurang dengan sarapan pagi ini. Salah satunya adalah makanan yang disediakan Bibi Pengurus rumah tak sesuai dengan seleranya dan satunya lagi karena dirinya makan seorang diri tanpa ditemani Da Mo, Sa Ran dan tentu saja istrinya.
Sementara itu
Di apartemen Sa Ran, Ibu Da Mo terlihat berbahagia. Seolah tahanan yang baru saja lepas dari hotel prodeo, Ibu Da Mo terus saja tersenyum walaupun pagi ini Sa Ran hanya menyajikan sarapan, bihun kemasan.
Kang San dan Hyo Ri kembali ke Korea… setelah singgah sebentar di rumahnya untuk menaruh koper dan barang belanjaan, Kang San dan Hyo Ri segera meluncur ke rumah Ibu mereka. Dan apesnya disaat yang bersamaan, Kyle sedang berkunjung ke rumah Ra Ra. Nenek Ra Ra terdiam seribu bahasa ketika melihat kemunculan ke 2 anaknya. Ra Ra akhirnya memutuskan mengatakan rencana pernikahannya pada ke 2 orang tuanya jauh lebih cepat dari rencananya… Mendengarnya, Hyo Ri sontak saja tertawa, mengira Ra Ra sedang mengajaknya bercanda namun melihat ekspresi Ra Ra dan ucapannya yang menegaskan jika dirinya serius membuat Hyo Ri seketika pingsan dan tak sadarkan diri. Mata biru lagi, mata biru lagi….
“ini tidak bisa, aku mempunyai 2 anak dan keduanya memilih menikah dengan warga Negara lain” ucap Hyo Ri sedih ketika tersadar dari pingsannya
“mereka mengatakan anak berdarah campuran jauh lebih pintar dari yang berdarah murni” ucap Ra Ra
“tapi adikmu, berdarah murni juga pintar dan berbakat” ucap Hyo Ri
“tolong terima dia” pinta Ra Ra pada Ibunya
“kamu akan tinggal di negeri asing dan jauh dari keluargamu?” tanya Kang San yang sedaritadi memilih diam
“ini tidak semudah yang kamu pikirkan. Las Vegas begitu panas” tambah Hyo Ri berusaha membujuk Ra Ra agar membatalkan keputusannya
“aku takut dingin dan tidak perduli jika itu panas lagipula Kyle memiliki kolam renang di rumahnya jadi aku bisa berenang setiap hari disana. Aku sangat menyukai air…. Ada Son Ja dan Gong Joo juga yang akan menemani kalian, jika aku ingin makan makanan korea, aku tinggal membuatnya sendiri. Kyle menyukai makanan Korea dibandingkan denganku dan sangat pandai membuatnya. Kyle adalah seseorang yang aku hormati dalam segala hal ” jawab Ra Ra
“Ra Ra cobalah jalani dulu selama setahun, jangan terlalu tergesa-gesa. Bicarakanlah lagi dengan Kyle. Jika kalian memang tidak mengalami masalah selama setahun ini, kamu akan menerimanya” ucap Hyo Ri dan Kang San akhirnya.

Ayah Da Mo memutuskan mendatangi apartemen Sa Ran-Da Mo… pasti saat ini istrinya sudah tenang dan akan pulang ketika diminta. Sayang, harapan Ayah Da Mo sepertinya sia-sia. Ibu Da Mo sama sekali tidak akan pulang dan akan terus tinggal di apartemen anaknya. Seluruh hidupnya telah dihabiskannya menjadi istri seorang Ah Soo Ra dan diperlakukan layaknya pembantu, sama sekali tidak dihargai dan dianggap lebih rendah dibandingkan seekor anjing peliharaan. Tidak ada kebahagiaan yang didapatkannya, apa gunanya jika memiliki banyak uang jika yang didapatinya hanyalah caci dan omelan setiap hari.
Ayah Da Mo tentu saja terkejut, tak biasanya istrinya seperti ini… selama pernikahan mereka, istrinya selalu mematuhinya dan mendengarkan semua yang dikatakannya tetapi sekarang? Ibu Da Mo bahkan meminta dirinya untuk menikah lagi dengan wanita yang jauh lebih muda darinya atau dengan kata lain, Ibu Da Mo meminta diceraikan. Ada satu pilihan, jika memang Ayah Da Mo ingin dimaafkan, dirinya harus melayaninya selama seminggu penuh dan menuruti semua keinginannya.
Keesokan harinya
Ayah Da Mo kembali merasakan kesepian. Tidak ada lagi yang memijati kakinya begitu dirinya terbangun di pagi hari. Sarapan yang disantapnya pun tak seperti biasanya… Da Mo, putranya juga mengeluhkan hal yang sama dan meminta kepada Ayahnya untuk membujuk kembali Ibunya. Ayah Da Mo menjawab jika dirinya sudah mencobanya namun Ibu Da Mo menginginkan dilayani selama seminggu penuh, tentu saja hal tersebut tidak akan dilakukannya. Dirinya lebih baik hidup menduda daripada harus melayani seorang Ratu Tua. Da Mo mengatakan apa susahnya jika Ayahnya melakukan keinginan Ibunya, lagipula cuma seminggu dan hal tersebut tak sebanding dengan pengorbanan Ibunya yang sudah berjuang memberikan yang terbaik selama 30th. Jika ayahnya memang tak mau, Da Mo akan ikut Sa Ran tinggal di apartemen. Da Mo tak ingin menjadi duda seperti Ayahnya.
Soon Duk sedang berada di sebuah kebun berukuran besar yang ditanami puluhan pohon Jeruk. Soon Duk tak seorang diri, ada Sa Ran juga disana yang sedang berkeliling menikmari keindahan kebun. Soon Duk terperangah ketika melihat pohon jeruk yang dilewati Sa Ran, semua buahnya tiba-tiba berubah menjadi berwarna keemasan. Bahkan buah jeruk yang berada di hadapannya juga sekarang ikut berubah warna.

Sa Ran hamil

BERSAMBUNG

Jongmal mianhae baru bisa posting Episode 46, kemarin ada urusan mendadak.
Ada beberapa komentar masuk yang dianggap spam oleh blogger dan terpaksa aku harus menghapusnya. Mianhae chingu-ya T^T
Pengen cerita sedikit.
Saat membuat rekap episode 46 ini, aku tak henti-hentinya tertawa dan kadang senyam senyum sendiri.... Misalnya scene saat Ayah Da Mo makan mie semangkuk besar dan minum soda 1 botol penuh, wkwkwkwk. Juga saat Da Mo dengan semangat 45-nya menyemangati Ibunya agar meneruskan memarahi Ayahnya, ckckckck... bukannya menasehati Ibunya, tapi Ayah Da Mo memang pantas sich mendapatkannya.
Sebenarnya penulisan nama Andre tidak ada tambahan akhiran W, cuma karena Ayah Da Mo seringkali melebih-lebihkan dalam menyebut atau memanggil Andre dan terdengar seperti Andrew makanya di setiap recap aku menulis Andrew, hehehe....

Di Episode 47 nanti, kita bisa melihat usaha Ayah Da Mo untuk merebut kembali hati Istrinya dan juga perjuangan cinta Eun Ja yang mulai memasuki babak baru.
Untuk mendapatkan informasi sinopsis drama korea terbaru silahkan berkunjung ke Blog Tamura K-Drama^^
Annyeong.

0 comments:

Post a Comment

Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015