[Recap] New Tales Of Gisaeng Episode 45

EPISODE 45
Aku akan menjadi Superman untukmu


Ayah Da Mo akhirnya terjaga dari tidurnya. Memainkan Hp adalah pilihannya untuk menghilangkan rasa bosan menunggu asistennya yang masih berada di balik semak belukar. Tiba-tiba sebuah tubrukan yang sangat keras tepat di bagian belakang bagasi mobil membuatnya pingsan dan tak sadarkan diri. Bulan purnana yang awalnya terang benderang perlahan-lahan ditutupi pekatnya langit malam dan waktu seketika berhenti untuk sepersekian detik. 
Pintu mobil terbuka, sosok Nenek tak kasat mata membawa tubuh Ayah Da Mo keluar dari mobil dan meletakkannya di antara rerumputan di pinggir jalan… tepat sebelum mobil terguling dan masuk ke dalam selokan yang dalam. Waktu kembali berjalan, asisten Ayah Da Mo berteriak histeris dan berlarian menuju tempat terjadinya kecelakaan. hehehehe, sedikit tidak masuk akal, ya #abaikan
Da Mo sontak terkejut ketika menerima kabar jika Ayahnya mengalami kecelakaan dan sekarang tak sadarkan diri. Da Mo mengemudikam mobilnya secepat yang dia bisa ditemani Ibu dan istrinya, Sa Ran… dan begitu tiba di rumah sakit, Ayahnya terlihat dalam kondisi baik-baik saja dan tak memiliki satu goresan lukapun.

“saat itu aku meminum air dan melihat ponsel, lalu aku mendengar bunyi yang sangat keras. Tiba-tiba aku merasa tubuhku seperti diangkat dan terasa sangat nyaman” jelas Ayah Da Mo saat dipindahkan ke ruang perawatan. Tubuh Ayah Da Mo memang baik-baik saja tetapi pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya luka dalam
“itu benar-benar suatu keajaiban” jawab Da Mo, masih terlihat kekhawatiran di wajahnya
“yeobo, aku berharap semuanya baik-baik saja ketika bangun besok” tambah Ibu Da Mo
Di Buyonggak
Dan Se mendapat surprise ulang tahun dari Bong Yi, Kyle dan tentu saja Eun Ja.
Beberapa hari sebelum pernikahan Gong Joo dan Son Ja , Hyo Ri dan Hwa Ja menyempatkan untuk bertemu membahas masalah pernikahan anak mereka. Mereka sepertinya sudah berdamai demi Gong Joo dan juga Son Ja. Hwa Ja menginginkan agar Gong Joo dan Son Ja tinggal di rumahnya setelah mereka menikah agar Hwa Ja bisa mengajari Gong Joo hal yang tidak diketahuinya namun Hyo Ri sedikit tak setuju… akan jauh lebih baik jika Gong Joo dan Son Ja tinggal di rumahnya, Hyo Ri yang akan mengajarkan semuanya pada Gong Joo.
Ayah Da Mo keluar dari rumah sakit… semua yang dihidangkan Sa Ran di atas meja dilahapnya, semua penjelasan Sa Ran pun didengarkannya dan tak ada satupun yang dilewatkannya. Ibu Da Mo memuji menantunya yang sangat pandai dalam menyajikan makanan kesehatan untuk keluarganya. Ibu Da Mo bahkan memberi predikat kepada Sa Ran “dr nutrisi”.
Hari pernikahan akhirnya tiba
Son Ja memasuki ruangan upacara diiringi riuhnya tepuk tangan para undangan yang hadir. Berselang beberapa menit kemudian disusul oleh Gong Joo yang diapit oleh Ayah tirinya.
Sa Ran yang berada dideretan para undangan merasa sedih sekaligus bahagia melihat adik satu-satunya yang dimilikinya akhirnya bersanding di pelaminan. Tak ada yang menyangka jika si cengeng Gong Joo, si cuek Gong Joo akan menikah secepat ini. Adiknya yang sangat sedih ketika melihat Sa Ran akan pergi dari rumah untuk menjadi Gisaeng, membawakan Sa Ran kue ketika Sa Ran sudah tinggal di Buyonggak dan termasuk dari salah satu orang yang menentang pernikahannya dengan Perwakilan Ma.

Son Ja menatap calon istrinya sekaligus Noonanya dengan lekat… Gong Joo terlihat sangat cantik dan mempesona.
Tiba waktunya ke dua mempelai kita memberi penghormatan kepada ke dua orang tua mereka… Kang San tak sanggup menyembunyikan kesedihannya melihat putra yang baru ditemuinya ketika sudah dewasa akhirnya menikah begitupun dengan Hwa Ja selaku Ibu kandung Gong Joo… Putrinya yang sangat manja dan keras kepala akhirnya resmi menjadi seorang istri.
Ayah Da Mo menghabiskan waktu bersama teman-temannya. awalnya kebersamaan mereka berlangsung tenang namun saat teman-temanya mulai menyinggung tentang Buyonggak dan juga menantunya yang pernah menjadi seorang Gisaeng, emosi Ayah Da Mo ikut tersulut. Kemarahan jelas terpancar di wajahnya, Ayah Da Mo merasa dipermalukan dan semua ini karena Da Mo yang menjadikan mantan seorang Gisaeng sebagai istrinya.

Gong Joo dan Son Ja berbulan madu… saat Son Ja berada di kamar mandi, Gong Joo menerima telepon dari Ibunya. Hwa Ja berpesan agar mulai sekarang Gong Joo menghormati suaminya walaupun Son Ja 2th lebih muda darinya.
Masih ingat dengan bulan madu Sa Ran-Da Mo? Sewaktu berbulan madu dulu, Da Mo berusaha membuat kejutan kepada Sa Ran dengan berpakaian seperti wanita. Nah di bulan madu untuk Son Ja-Gong Joo, Son Ja justru berpakaian layaknya seorang Superman. Mengenakan pakaian berwarna biru dengan celana dalam berwarna merah yang digunakan di luar. Gong Joo yang melihatnya tertawa senang…

Untuk Dan Gong Joo, aku akan menjadi Superman untuknya. Aku akan menjadi suamimu dan akan menemanimu kemanapun kamu pergi. Dan apapun yang kamu inginkan aku akan memenuhinya

Gong Joo menangis mendengar semua ucapan dan janji Son Ja. Pria yang selama ini dianggapnya adik dan belum dewasa ternyata bisa mengucapkan kalimat seperti itu.
“aku tidak mengatakan hal seperti ini karena ini adalah malam pertama kita sebagai suami istri” ucap Son Ja
“aku tahu, tapi aku Noonamu” jawab Gong Joo dan menghapus air mata yang menetes di wajahnya
“tapi sekarang kamu adalah istriku dan air mata seorang Gong Joo yang paling menyentuhku” ucap Son Ja
Gong Joo terdiam sesaat “Ja-ya, aku terharu tetapi kita tetap harus menjaga apa yang sudah kita sepakati”
“aku tahu, jangan khawatir… aku tidak akan melakukan hal yang tidak kamu sukai” ucap Son Ja

Sekembalinya ke rumah, Ayah Da Mo meminta Sa Ran untuk duduk dan mendengarkan apa yang diucapkannya
“aku tadi bertemu dengan teman-temanku, mereka mengatakan aku tidak perlu ke Buyonggak karena aku memiliki menantu seorang Gisaeng sekarang. Bagaimana menurutmu perasaanku? Bagaimana menurutmu dengan penghinaan ini? Menantuku memberiku makan dan mungkin menuangkan minuman untukku juga, kenapa aku harus mendengar semuanya? Apa yang kamu pikirkan?” ucap Ayah Da Mo
“maafkan aku” ucap Sa Ran dengan mata berkaca-kaca

“hanya ucapan maaf yang kamu bisa katakan pada akhirnya? Aku sudah bisa menduga aku akan dipermalukan seperti ini… aku adalah Ah Soo Ra. Sejujurnya aku bisa menahannya tetapi melihatmu menjadikan beban untukku. Aku tidak perduli jika kamu tidak membuatkanku jus sayuran”ucap Ayah Da Mo marah

Ibu Da Mo menyuruh Sa Ran untuk kembali ke kamarnya. Sa Ran menuruti perintah Ibu mertuanya meskipun sayup-sayup ucapan Ayah mertuanya masih bisa didengarnya. Sekembalinya ke kamar, air mata Sa Ran akhirnya meleleh. Semua ini memang salahnya, tapi apa yang bisa dilakukannya? Jika saja waktu bisa diputar, Sa Ran tidak akan pernah memilih menjadi Gisaeng. Bukannya semua alasannya sudah dikatakannya dengan jelas dulu… Sa Ran segera menghapus air matanya begitu mendengar pintu kamar terbuka dan disusul oleh masuknya Da Mo, suaminya. Sa Ran mengatakan kepada Da Mo agar mereka kembali tinggal di apartemen. Da Mo bertanya kenapa? Apa Ayahnya mengatakan sesuatu hal lagi namun dijawab Sa Ran tidak diiringi dengan senyuman.
Kembali ke Son Ja dan Gong Joo
Son Ja memilih tidur di lantai membiarkan Gong Joo, istrinya untuk tidur di tempat tidur. Sesaat sebelum mereka tidur, Son Ja mengatakan ingin melakukan hal yang biasanya dikerjakan pasangan suami istri di malam pertama mereka yaitu menggendong istrinya ke tempat tidur. Gong Joo menyetujuinya tetapi hanya sekali saja, namun kenyataan yang terjadi, Son Ja menggendong Gong Joo hingga beberapa kali dan sesekali mengayunkannya layaknya menggendong anak bayi di pelukannya, wkwkwk.
Keesokan harinya
Hyo Ri berbahagia karena untuk pertama kalinya, dirinya bisa menyajikan sup rumput laut di ulang tahun putrinya Ra Ra.

Saat bangun tidur, hidung Son Ja tiba-tiba mengeluarkan darah dan anehnya ke dua tangannya terasa sedikit sakit dan tidak dapat digerakkan. Gong Joo terlihat khawatir dan Son Ja berucap mungkin ini efek karena menggendong Gong Joo semalam…
Bulan madu mereka terus berlanjut… Di waktu makan, Gong Joo terpaksa menyuapi Son Ja dan menghabiskan sisa waktu bulan madu mereka dengan mengobrol.
Da Mo mengatakan kepada ke dua orang tuanya jika dirinya dan Sa Ran ingin kembali tinggal di apartemen… Ayah Da Mo sontak saja terkejut namun tak berusaha mencegahnya.sebaliknya Ibu Da Mo sudah bisa menebak alasan Anak dan Menantunya memilih kembali ke apartemen mereka, hanya kesedihan yang ditunjukkannya dan sama seperti suaminya, Ibu Da Mo tak bisa mencegah keinginan anak dan menantunya.
Malam harinya
Da Mo mengajak Sa Ran untuk makan malam di luar setelah pekerjaan melelahkan yang mereka lakukan tadi siang, pindah dan beres-beres. Da Mo akhirnya mengetahui jika Ayahnya kembali mengeluarkan kalimat yang membuat Sa Ran bersedih namun Sa Ran hanya tersenyum dan bukan karena ini dirinya ingin pindah.. Lalu karena apa?
Sekembalinya di rumah, Ayah Da Mo mendapat kabar dari istrinya jika anak dan menantunya telah pindah. Ayah Da Mo terlihat tak perduli namun ketika waktu makan malam tiba, Ayah Da Mo merasakan ada yang kurang… biasanya ada Sa Ran, menantunya yang menyiapkan makan malam untuk mereka lengkap dengan penjelasan tentang manfaat dari setiap makanan yang disajikannya tetapi sekarang? Istrinya menyediakan makanan yang tak sesuai seleranya dan tak bisa dicernanya dengan baik, belum lagi dengan makanan yang terasa asin dan sama sekali tidak menimbulkan nafsu makan. Hehehehe, sepertinya ini adalah salah satu alasan Sa Ran untuk pindah, Ayah mertuanya pasti akan merasa kehilangan dengan kepergian mereka dan akan memanggil mereka kembali untuk tinggal di rumah. Semuanya karena keinginannya sendiri dan bukan karena permohonan ataupun ancaman Sa Ran dan Da Mo seperti tempo hari, Sa Ran daebak.

Ra Ra merayakan hari ulang tahunnya bersama Kyle… kyle mengenakan setelan jas berwarna abu-abu dan terlihat sangat tampan. Ra Ra terlihat terpesona karena ini pertama kalinya, dirinya melihat Kyle memakai jas. Tak hanya itu, Kyle mengajak Ra Ra ke sebuah restoran dan menghadiahkannya sebuah kalung “emas merah muda”.
“Ra Ra, aku tidak tahu bagaimana mempersiapkan kejutan seperti yang pria Korea lakukan pada umumnya dan aku mungkin tidak dapat sepenuhnya mengekpresikan isi hatiku kepadamu. Belakangan ini, ketika aku berbicara kepadamu, aku merasa sangat gembira dan ingin menikmati perasaan ini selama sisa hidupku. Apakah aku serakah? Kamu adalah orang pertama dimana aku ingin menghabiskannya hidup dengannya, None Geum Ra Ra. Aku gemetar” ucap Kyle
Ra Ra terdiam dan tak tahu ingin mengatakan apa, ucapan Kyle barusan adalah ucapan teromantis yang pernah didengarnya.Kyle baru saja melamarnya “aku sangat kurang, kamu adalah pria pertama yang saya hormati dan aku hanya ingin menikah dengan pria yang aku hormati dan menghormatiku” ucap Ra Ra terharu sekaligus bahagia
“aku ingin menikah sebelum musim dingin” ucap Kyle senang
“musim gugur juga bisa” tambah Ra Ra dan semakin membuat Kyle senang. Lamarannya akhirnya diterima Ra Ra.
Ayah Da Mo kembali memarahi istrinya… istrinya sama sekali tidak bisa membuatkannya jus sayuran sama seperti yang dibuatkan Sa Ran untuknya. Ibu Da Mo berusaha membela diri, semua ini adalah kesalahan suaminya yang sudah mengirim anak dan menantunya keluar dari rumah… Ayah Da Mo tentu saja tak terima dengan tuduhan istrinya namun Ibu Da Mo kembali menjawab, memang dia tak mengucapkannya secara langsung tetapi dari semua ucapannya bisa tersirat sebuah kalimat pengusiran.

Ra Ra menelepon Sa Ran mengajaknya keluar makan siang bersama… Sa Ran menyanggupinya. Ketika bertemu Ra Ra, Sa Ran berucap jika wajah Ra Ra terlihat sangat berbahagia dan dijawab Ra Ra jika dirinya sudah bertemu dengan pria yang disukainya. Siapa? Tanya Sa Ran penasaran, mungkinkah dia Jin Am lagi? Ra Ra menjawab tidak mungkin dan berucap jika Sa Ran sudah mengenal orang tersebut dengan baik. Ketika seorang pria berkepala plontos mendekati mereka dan duduk persis disamping Ra Ra, Sa Ran sontak terkejut dan tak menyangka jika pria yang dimaksud Ra Ra adalah Kyle, guru bahasa inggris di Buyonggak. Omo, dunia tak selebar daun kelor.

“apakah ibumu tahu?” tanya Sa Ran ketika Kyle ke kamar mandi
“tidak” jawab Ra Ra santai
“kalian hanya berpacaran kan?” tanya Sa Ran lagi
“kami akan menikah” jawab Ra Ra
“dia yang mengatakannya?” tanya Sa Ran dan Ra Ra mengangguk “tunggu dulu, Ibumu maksudku ibu mertua Gong Joo sepertinya tidak akan setuju. Dia terlihat tidak menyukai Michelle bersama dengan Yong San dan sekarang kamu”
“satu ada dua sama saja lagipula ada Son Ja dan Gong Joo yang hidup bersama mereka” jawab Ra Ra berusaha tak ambil pusing.

Sepulangnya Sa Ran dari bertemu dengan Ra Ra, Sa Ran segera memberitahukan rencana pernikahan Ra Ra kepada Da Mo… Da Mo tentu saja terkejut dan tak menyangka jika Ra Ra dan Kyle akan menikah.
Son Ja dan Gong Joo pulang dari bulan madu mereka. Setelah mengunjungi Ibu dan Ayah Gong Joo, Son Ja dan Gong Joo menemui Kang San-Hyo Ri untuk memberikan salam penghormatan pertama mereka.
Malam harinya, Ra Ra dan Kyle melanjutkan kencan mereka di sebuah restoran. Ra Ra bertanya apakah di Amerika banyak orang Korea dan dijawab Kyle hanya sedikit. Ra Ra menghela nafas, tidak mungkin baginya mengajarkan tarian pada orang Amerika. Kyle berucap jika Ra Ra tidak perlu melakukannya, gaji Kyle lebih dari cukup untuk menghidupi mereka. Kyle akan meneruskan bisnis keluarganya dengan mengurus Hotel Ayahnya. Ra Ra tentu saja sedikit terkejut mendengarnya…
Son Ja dan Gong Joo kembali tidur terpisah… lagi-lagi Son Ja meminta hal yang konyol kepada Gong Joo. Son Ja ingin agar Gong Joo memeluknya sekali saja seperti yang dilakukan pasangan lainnya.
Sementara itu di kamar
Hyo Ri menceritakan apa yang didengarnya tadi pada Kang San. ke dua anak mereka saling memanggil dengan sebutan Yeobo di usia mereka yang masih sangat muda, terdengar sayang lucu. Kang San ikut tertawa mendengarnya, mereka bahkan mulai mengatakannya saat Yeong San mulai masuk sekolah.
Ayah Da Mo kembali marah melihat sarapan yang disediakan istrinya… tak ada jalan lain selain memanggil Da Mo-Sa Ran kembali ke rumah. Ibu Da Mo menolak melakukannya, semua ini adalah salah suaminya jadi suaminya yang harus melakukannya.
Sa Ran mengunjungi apartemen Soon Duk untuk mengambil beberapa peralatan memasak yang dijanjikan Sook Duk padanya… Sa Ran merasa sangat terkejut melihat peralatan masak Soon Duk yang sangat banyak dan semua dihadiahkan kepadanya. di sela-sela membungkus peralatan memasak, Soon Duk tiba-tiba bertanya “apa Ji Hwa Ja ada Ibu Sa Ran?” dan dijawab Sa Ran iya.

Anakku juga pasti seusia kamu sekarang Sa Ran

Soon Duk berucap akan lebih baik jika Ra Ra juga segera menikah seperti Sa Ran… Sa Ran terdiam sesaat dan meminta Soon Duk untuk tak mengatakan kepada siapapun apa yang akan dikatakannya nanti hingga Ra Ra yang mengatakan semuanya sendiri. Ra Ra akan menikah dengan Kyle.
Beberapa hari kemudian
Ra Ra memutuskan memberitahukan rencana pernikahannya pada Ayah, Nenek dan juga Soon Duk. Dengan siapa? Tanya Ayah Ra Ra dan Ra Ra menjawab jika besok malam mereka akan mengetahuinya saat calon suaminya datang untuk makan malam bersama besok. Soon Duk memilih diam dan tak mengatakan apapun, hatinya gelisah. Mungkinkah keluarga Ra Ra akan setuju?

Setelah bergelut dengan pemikirannya dan juga setelah mempertimbangkan semuanya, Ayah Ra Ra memutuskan mendatangi apartemen Da Mo-Sa Ran. Sa Ran menyajikan jus sayuran dan Ayah Da Mo meminumnya dengan sekali tegukan. Ayah Da Mo berbasa basi jika Ibu Da Mo akan berulang tahun bulan depan dan Sa Ran harus menyiapkan makanan.
“aku begitu marah karena Ibumu” ucap Ayah Da Mo
“kenapa?” tanya Da Mo penasaran
“aku pikir dia depresi”
“Ibu?” tanya Da Mo sedikit terkejut
“dia mudah menjadi marah dan tertekan”
“tetapi aku tidak merasakannya ketika Ibu meneleponku, bagaimana dengan kamu yeobo?” tanya Da Mo dan dijawab Sa Ran tidak
“bukan hanya untukku tetapi juga pada bibi pengurus rumah. Kemarin dia memukul Andrew”
“mengapa?” tanya Da Mo lagi
“karena buang air di ruang tamu. Semuanya terjadi sejak kalian pindah. Aku sudah memikirkannya, jika dia ke rumah sakit, dokter hanya akan memberikannya obat. Kurasa dia sangat kesepian setelah aku pergi bekerja, bagaimana jika kalian kembali?”
“kita harus menemukan penyebab kenapa Ibu bisa seperti itu. Alasan kesepian mungkin saja tetapi bisa juga ada hal lain” jawab Da Mo. Hp Da Mo berbunyi, Da Mo meminta izin ke kamarnya sebentar untuk mengangkatnya.
Sepeninggal suaminya, Sa Ran tiba-tiba duduk di depan Ayah mertuanya
“aku punya permohonan Ayah mertua”

BERSAMBUNG

Omo, apa lagi yang akan dilakukan Sa Ran? Apa Sa Ran akan meminta sesuatu yang nantinya akan membuatnya menjadi bersedih lagi?
Di episode ini banyak scene yang membuat tertawa (saat Ayah Da Mo ngambek karena tidak ada makanan untuknya ataupun saat menjadikan istrinya sebagai alasan agar Sa Ran-Da Mo kembali ke rumah lagi) dan juga membuat menangis (saat Gong Joo-Son Ja menikah dan saat Ayah Da Mo memarahi Sa Ran). Di episode selanjutnya, Ibu Da Mo yang selama ini memilih diam dan bersabar akhirnya meluapkan semua kekesalannya pada suaminya.

Boleh request nggak? Pengen punya calon suami seperti Da Mo, Son Ja ataupun Kyle, hehehehe
Annyeong

0 comments:

Post a Comment

Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015