[Recap] New Tales Of Gisaeng Episode 39

EPISODE 39
Apa Andre jauh lebih penting daripada istrimu sendiri?



Sa Ran meneteskan air mata melihat Ayah Ra Ra dan Soon Duk yang melangsungkan pernikahan… entah kenapa air mata yang terus menerus jatuh di pipinya susah untuk dihentikan. Ra Ra yang duduk persis disamping Sa Ran bertanya ada apa dan dijawab Sa Ran tidak kenapa-kenapa.
Sa Ran berlarian ke rumah sakit ketika menerima kabar jika Da Mo sedang berada disana. Kaki Da Mo sepertinya terluka dan keputusan yang salah karena Da Mo memberitahukannya pada Sa Ran. Sa Ran memarahi Da Mo karena tidak menjaga dirinya dengan baik dan selalu mengatakan tidak apa-apa. 
Saat makan di sebuah restoran, Sa Ran menceritakan hal yang dialaminya tadi pada Da Mo. Melihat Ayah Ra Ra menikah dengan koki Buyonggak membuat Sa Ran tanpa sadar menangis. “kenapa?” tanya Da Mo dan jawaban sama yang diberikannya pada Ra Ra dikembalikannya pada Da Mo lagi. Sa Ran tidak mengetahui alasan pasti dirinya menangis, mungkin saja karena mengetahui perjuangan ke dua orang tersebut untuk bisa sampai ke pelaminan atau mungkin saja karena ke dua orang tersebut selama ini memendam rasa.
Pernikahan Soon Duk dan Eo San selesai dilaksanakan. Para undangan kembali ke rumah mereka masing-masing. Hyo Ri memberitahu suaminya jika dirinya sangat khawatir dengan Ra Ra, putri mereka. Ra Ra bersikap seolah tak terjadi apa-apa tetapi hatinya pasti sakit karena pembatalan pernikahannya… 
Ra Ra menatap kamarnya, sebuah koper berwarna pink terlihat disampingnya…. Ra Ra menuju kamar Neneknya dan berpamitan jika dirinya untuk sementara waktu akan tinggal dengan Joo Hee, Ibunya di Buyonggak. Ra Ra tidak mengkhawatirkan kondisi Neneknya lagi karena sekarang sudah ada Son Ja yang menemaninya, meskipun ke dua orang tuanya saat ini sedang pergi berbulan madu.

Keputusan Ra Ra untuk ke Buyonggak bukanlah keputusan instan yang diambilnya. Ra Ra sudah memikirkannya matang-matang. Lagipula ini hanyalah sementara, Ra Ra ingin menenangkan diri dan mengisolasi diri dari dunia luar dan segala hiruk pikuknya. 
Joo Hee senang mendengar keputusan Ra Ra untuk tinggal di Buyonggak menemaninya, tetapi terselip sebuah kekhawatiran disana. Joo Hee takut jika Ra Ra akan melakukan hal bodoh seperti yang dilakukan Sa Ran, yaitu menjadi Gisaeng dan menikah dengan pria tua. Sa Ran berusaha menghibur Joo Hee, Ra Ra bukan typical gadis seperti itu… Ra Ra tidak akan melakukan hal bodoh yang akan merusak masa depannya.
Eo San dan Soon Duk berbulan madu pasca pernikahan mereka… biasanya pasangan pengantin baru berbahagia tetapi Soon Duk dan Eo San justru sebaliknya. Pikiran mereka masih dibayang-bayangi oleh sosok anak mereka yang hilang. Eo San merasa bersalah karena tidak bisa menjadi Ayah yang baik dan bertanggung jawab, membiarkan Soon Duk seorang diri saat hamil dan melahirkan putri mereka. “apa kita bisa menemukannya tahun ini?” tanya Soon Duk dan dijawab Eo San iya. Eo San memiliki keyakinan jika mereka bisa menemukan anak mereka yang hilang secepatnya.
Saat Sa Ran menemani Da Mo ke sebuah praktek akupuntur, seorang wanita terus saja memandangi mereka berdua. Ketika Da Mo masuk ke ruang perawatan, wanita tersebut mendekati Sa Ran dan berucap “kalian berdua pasti belum menikah” kemudian membisikkan sesuatu di telinga Sa Ran.
Ayah Da Mo kembali masuk ke kamar Da Mo. Wajahnya terlihat sedih ketika kembali mengingat putranya yang sekarang bekerja sebagai pekerja bangunan. Di tempat lain, Sa Ran juga terlihat bersedih dan memikirkan sesuatu… mungkinkah Sa Ran memikirkan ucapan wanita yang dijumpainya siang tadi?
Keesokan harinya
Sa Ran sedikit terkejut ketika mendapat telepon dari sekretaris Ayah Da Mo yang memintanya untuk datang ke Eunsung Grup. Sa Ran seketika mengiyakannya dan saat Da Mo meneleponnya menanyakan posisinya, Sa Ran berbohong jika ada urusan sedikit.

Saat bertemu dengan Ayah Da Mo, Ayah Da Mo terlihat sangat bersahabat… mereka bahkan sempat bertukar cerita tentang hewan peliharaan dimana Ayah Da Mo sangat menyukai anjing. Tak hanya itu, Ayah Da Mo bahkan menunjukkan video tentang Andre karena dari yang didengarnya, Sa Ran sangat menyukai Andre.
Sayang semuanya berubah saat Ayah Da Mo mulai menuju ke pokok pembicaraan. Keakraban yang sempat ditawarkannya tadi hanyalah sebuah intermezzo semata. Ayah Da Mo meminta Sa Ran untuk meninggalkan Da Mo, tetapi kali ini dengan nada yang halus dan penuh permohonan. Ayah Da Mo berucap orang tua mana yang tega melihat putra mereka bekerja sebagai kuli bangunan dan semuanya terjadi karena Sa Ran. Kalimat yang bersifat persahabatan tadi berubah menjadi kalimat kemarahan karena Sa Ran dengan tegas menolaknya. Jawaban Sa Ran masih sama, jika dirinya tidak akan mundur karena mereka berdua (Da Mo) sudah berjanji tidak akan saling melepaskan satu sama lain.
Sa Ran memutuskan menemui Da Mo di tempatnya latihan kuda… tempat ini adalah salah satu tempat yang pernah dikunjunginya dulu saat awal mereka berkenalan. Salah satu tempat dimana Da Mo terlihat sangat mempesona dan berhasil membuat Sa Ran semakin mencintai Da Mo. Da Mo tersenyum melihat kemunculan Sa Ran yang tiba-tiba…. Sa Ran menjawab jika dirinya sangat merindukan Da Mo dan mengajak Da Mo untuk menikah…. Omo, Sa Ran daebak.

Hyo Ri dan Kang San terkejut ketika melihat seorang gadis tengah menunggu di depan rumah mereka. Gadis yang memiliki warna rambut berwarna kuning keemasan dan berbanding terbalik dengan warna rambut orang Korea pada umumnya. Dia adalah Michelle, pacar Yong San anak mereka yang baru saja datang dari luar negeri.
Hyo Ri mengajak Michelle menemui mertuanya dan juga Son Ja.Son Ja merasa terpukau karena calon adik iparnya tersebut sangat fasih berbahasa korea.
Ayah Da Mo mengajak istrinya makan malam bersama. Ayah Da Mo mengatakan jika dirinya mengaku kalah dalam taruhan tersebut. Da Mo tidak akan pernah pulang ke rumah dan akan tetap menikahi Sa Ran. Ayah Da Mo bahkan tidak memperdulikan jika nanti Da Mo dan Sa Ran memiliki anak, sekarang yang tersisa hanyalah mereka berdua. 
Kabar pernikahan Sa Ran-Da Mo sampai juga ke telinga Gong Joo serta ke dua orang tuanya. Hwa Ja terlihat sangat senang karena hari yang dinantikannya akhirnya datang juga. Ra Ra mengabarkan hal yang sama pada Ibunya, Joo Hee sementara pasangan pengantin kita segera memberitahukan kabar menggembirakan tersebut pada Ibu Da Mo.
Usai mengunjungi Ibu Da Mo, Sa Ran dan Da Mo mengunjungi kediaman Sa Ran. Hwa Ja trelihat sangat senang karena akhirnya setelah sekian lama menunggu, sekarang dirinya bisa bertemu dengan Da Mo. Da Mo terlihat sangat tampan di matanya dan pria yang sangat sempurna. Gong Joo memberitahu Ibunya agar jangan bersikap terlalu berlebihan karena calon kakak iparnya nanti akan merasa tidak enak.

Do Hwa sedikit terkejut saat melihat persiapan para Gisaeng. Tatanan rambut mereka berubah 180 derajat dan tak seperti biasanya. Salah satu Gisaeng berucap jika Joo Hee yang menyuruh mereka. Do Hwa segera melaporkan semuanya pada Hwa Ran, Joo Hee sudah terlalu dalam ikut campur dalam urusan Buyonggak. Memang disadari oleh semuanya, Joo Hee adalah pemilik asli Buyonggak tetapi Joo Hee tak bisa seenaknya mengubah apa yang sudah menjadi tradisi Buyonggak terlebih dia masih baru dalam dunia ini.
Hwa Ran memanggil Joo Hee…. Hwa Ran memberitahu Joo Hee jika di Buyonggak ada aturan tersendiri dan Joo Hee tak boleh merubahnya sembarangan. Hwa Ran juga menambahkan jika Joo Hee tak boleh sering-sering datang ke bangunan utama Buyonggak terlebih di malam hari tanpa menggunakan Hanbok. Joo Hee mengangguk, mulai besok dirinya akan mengenakan Hanbok.

Eo San dan Soon Duk kembali dari bulan madu mereka. Hal yang pertama kali mereka lakukan adalah menemui Ibu Eo San dan memberi hormat. Ibu Eo San sekarang menjadi Ibu Soon Duk juga. Ibu Eo San memberitahukan jika pacar Yong San, baru-baru ini datang berkunjung ke rumah. Kang San sepertinya harus mempersiapkan diri mempunyai menantu seorang gadis bermata biru.
Tak melihat sosok Ra Ra membuat Eo San bertanya dimana Ra Ra dan dijawab Son Ja yang berada di ruang tamu jika Noonanya sedang bepergian. Son Ja mengabarkan jika Sa Ran akan segera menikah meskipun Ayah Da Mo belum memberi restu. 
Ayah Da Mo terkejut saat menerima kabar dari istrinya jika Da Mo dan Sa Ran akan segera menikah… bagaimana bisa? Darimana mereka mendapatkan uang? Apa istrinya yang memberikannya pada Da Mo? Ibu Da Mo menjawab jika Da Mo mendapatkan uang dari sahabatnya yang dulu pernah meminjam uangnya, mereka juga akan tinggal di apartemen Ra Ra yang sebelumnya akan ditempati Ra Ra ketika menikah dengan Jin Am.
Sementara itu Da Mo dan Sa Ran kembali membahas masalah pernikahan mereka dan juga fokus utamanya adalah tentang Ayah Da Mo yang pastinya tidak akan datang di pernikahan mereka. Sa Ran meminta Da Mo untuk kembali menemui Ayahnya sekali lagi namun Da Mo menolak, Ayahnya tidak akan pernah menyerah dan tidak akan memberi mereka restu sampai kapanpun. Sa Ran terus membujuk Da Mo dan mengatakan ini adalah keinginannya hingga akhirnya Da Mo memilih mengalah dan menyetujui keinginan calon istrinya tersebut.
Hwa Ja terlihat sangat senang karena Sa Ran akan menikah. Masa-masa penderitaan mereka akan segera berakhir dan juga Son Ja mengatakan kepada Hwa Ja untuk pindah ke apartemennya dan tak perlu lagi mempersoalkan mengenai biaya sewa… Jongmal???
Son Ja gelisah dan khawatir ketika memikirkan percakapannya tadi siang dengan Michelle. Michelle bertanya apa Son Ja memiliki pacar dan Son Ja seketika menjawab iya, pacarnya adalah seorang designer pakaian. Michelle menjadi penasaran dengan sosok pacar Son Ja dan meminta kepada Son Ja untuk memperkenalkannya. Son Ja memutuskan menelepon Gong Joo dan mengajaknya untuk bertemu dengan Michelle…. 

Keesokan harinya
Gong Joo tersenyum ketika melihat Son Ja, tapi kenapa Son Ja hanya seorang diri, dimana Michelle? Son Ja menjawab jika Michelle ke kamar mandi. Michelle terlihat sangat lahap makan, kemarin saja dia makan 2 mangkuk nasi. Mumpung Michelle masih di kamar mandi, Son Ja kemudian meminta tolong kepada Gong Joo agar mengaku sebagai pacarnya untuk kali ini saja. Son Ja telah berbohong kepada Michelle jika dirinya mempunyai pacar, dirinya merasa malu jika di umurnya sekarang ini mengaku tidak memiliki pacar. Son Ja bahkan berucap akan menjadi pengawal Gong Joo selama 1th ini asalkan Gong Joo bersedia berpura-pura menjadi pacarnya.
Saat Michelle muncul, Son Ja mengenalkan Gong Joo. Tak hanya itu, Son Ja bahkan memanggil Gong Joo dengan sebutan chagi dan merangkul mesra Gong Joo ketika Michelle ingin mengabadikan foto mereka dan mengirimkannya pada Yeong San, adik Son Ja.
Sa Ran terlihat bersemangat saat Eun Ja mengajarkannya berbagai macam hal tentang seni memasak…. Tak hanya Eun Ja, para koki lainnya pun sama. Eun Ja dan yang lainnya merasa Sa Ran sangat beruntung karena bisa menikah dengan Da Mo yang tampan, berpendidikan dan dari keluarga baik-baik. Sa Ran hanya tersenyum, memang benar dirinya sangat beruntung. Tak hanya itu dukungan dari orang-orang terdekatnya membuat Sa Ran menjadi kuat menghadapi semuanya meskipun restu dari Ayah Da Mo belum didapatkannya.
Michelle juga tengah belajar memasak bersama Hyo Ri. Michelle menceritakannya pertemuannya dengan Son Ja dan juga Gong Joo, pacar Son Ja. Hyo Ri terlihat sedkit terkejut…. Setahunya Son Ja tak memiliki pacar. Michelle mengambil kameranya dan memperlihatkan foto Son Ja dan Gong Joo. Hyo Ri menatap layar kamera dengan tajam, rasanya wajah Gong Joo tak asing baginya.

Ayah Da Mo mengajak Ayah Ra Ra (Eo San) untuk bertemu. Mereka awalnya membicarakan tentang pernikahan Ayah Ra Ra yang baru saja dilaksanakan namun Ayah Da Mo tiba-tiba mengalihkan pembicaraan dan bertanya mengapa Eo San memilih memberikan apartemen sewaaan untuk Ra Ra kepada Da Mo dan Sa Ran? Ada baiknya jika apartemen tersebut disewakan kepada orang lain dan Eo San bisa mendapatkannya uangnya kembali. Eo San menjawab untuk apa melakukannya jika mereka sedang dalam keadaan tidak mendesak, lagipula Sa Ran dan Da Mo jauh lebih membutuhkannya. 
Eo San kembali menasehati Ayah Da Mo agar menerima pernikahan Sa Ran serta Da Mo. Tidak ada yang bisa dilakukannya untuk mencegah pernikahan tersebut walaupun dia bersusah payah mencobanya. Ayah Da Mo menjawab, dirinya memiliki alasan tersendiri… Da Mo bisa mendapatkan gadis yang jauh lebih baik dari Sa Ran… Sa Ran seorang Gisaeng dan juga…. Ayah Da Mo seketika menghentikan ucapannya. Untuk hal yang satu ini, ada baiknya tidak menjadi konsumsi public jika Sa Ran adalah seorang anak pungut. 
Sa Ran tengah duduk termenung

Memang benar . Hal ini banyak dianggap sebagai kebahagiaan, apa gunanya kerinduan untuk orang tua yang tidak ditakdirkan? Aku hanya perlu untuk hidup serta menjadi ibu dan istri yang baik.

Ayah Da Mo terkejut saat pulang dan melihat wajah Da Mo. Da Mo datang kembali ke rumahnya hanya ingin memenuhi keinginan Sa Ran, untuk membujuk Ayahnya sekali lagi agar datang di pernikahan mereka. Ayah Da Mo dengan tegas menjawab tidak, sama seperti yang dikatakannya pada istrinya… dirinya tidak akan perduli dengan Da Mo lagi. Jika Da Mo ingin menikah dan akhirnya memiliki anak itu bukan urusannya lagi. 
Joo Hee lagi-lagi membuat Hwa Ran menjadi emosi. Joo Hee merasa iri setiap kali mendengar Hwa Ran dipanggil Perwakilan ataupun Presiden sementara dirinya hanya dipanggil Madam. Joo Hee ingin agar semua orang memanggilnya Presiden atau perwakilan juga seperti yang terjadi pada Hwa Ran… Joo Hee bahkan mengusulkan bagaimana jika dirinya yang menjadi Presiden besar sementara Hwa Ran wakilnya?

Hwa Ja, Ayah Sa Ran dan Gong Joo akhirnya pindah ke rumah baru mereka. Sementara itu Sa Ran dan Da Mo juga melakukan hal yang sama…. Mereka sedang sibuk menata perabot dan membersihkan peralatan yang akan digunakan di kediaman baru mereka. Untuk setahun ini mereka bisa bernafas lega karena ada rumah sewaan Ra Ra yang bisa mereka tinggali tetapi setahun kemudian mereka harus siap-siap mencari rumah lain dan tentunya jauh lebih kecil dan sederhana dari apartemen Ra Ra. Untuk bulan madu, Da Mo pernah menjanjikan akan membawa Sa Ran ke Italia tetapi mengingat keuangan mereka yang mulai menipis, mereka akan berbulan madu di Pulau Jeju.
Da Mo mengatakan jika setelah mereka menikah, dirinya akan mengambil Andrew…. Da Mo yang membelinya dan sudah seharusnya anjing tersebut berada di samping pemiliknya. Sa Ran berucap agar Da Mo tidak seperti itu, Ayahnya sangat menyayangi Andrew namun Da Mo menjawab jika Ayahnya bisa mencari anjing lain yang sejenis dengan Andrew.
Namun bisakah Ayahnya dipisahkan dari Andrew?
Saat hujan dan petir menyambar, Ayah Da Mo terbangun dan segera mencari Andrew…. Ayah Da Mo memeluk Andrew yang terlihat ketakutan dan memutuskan untuk mengajak Andrew tidur bersamanya dan juga dengan istrinya. Ibu Da Mo tentu saja kesal, bagaimana bisa mereka tidur dengan anjing? Ibu Da Mo memilih bangun dari tempat tidur…
“kalian tidur bersama-sama saja” ucap ibu Da Mo
“baiklah” jawab Ayah Da Mo singkat
“apakah aku benar-benar tidak berharga dibandingkan dengan anjing?” tanya Ibu Da Mo namun sang suami tidak menjawab sama sekali.

Kita lihat saja sesudah Da Mo menikah

Son Ja sama sekali tidak dapat tertidur, bunyi petir di luar kamar yang terus terdengar disusul dengan kilatan petir membuatnya mengingat Gong Joo. Gong Joo sangat takut dengan bunyi petir dan kilat
“Halo?” Aku khawatir… Noona tidak takut ?” tanya Son Ja ketika memutuskan menelepon Gong Joo
“Aku takut. Aku di bawah selimut” jawab Gong Joo
“Cuaca ini serius ... Nyalakan beberapa lampu . Tetapi jika petirnya seperti waktu terakhir, itu akan menjadi lebih menakutkan. Jika kita tinggal dekat, aku akan datang. Haruskah aku menyanyikan sebuah lagu ?
“Tidak”
“Noona, kamu benar-benar perlu untuk segera menikah” ucap Son Ja dan Gong Joo tiba-tiba berteriak karena ketakutan “Haruskah aku datang ?” tanya Son Ja ikut panik
“Katakan sesuatu yang masuk akal” ucap Gong Joo
“Atau pergi dan tidur di kamar bibi” saran Son Ja
“aku tidak mau” jawab Gong Joo dan kembali bergelut di bawah selimut
“Noona tidak ingin melakukan apa pun, mengapa petir begitu parah tahun ini?”
“Son Ja, mengapa aku begitu takut dengan Guntur dan petir? Ini bukan seperti aku benar-benar melakukan dosa apapun”
Tak hanya Gong Joo, Eun Ja pun terlihat ketakutan dengan petir terlebih dirinya tidur seorang diri… Eun Ja memutuskan menelepon Bong Yi namun saat Bong Yi mengangkatnya, Eun Ja tiba-tiba pingsan karena petir yang kembali menyambar dengan hebatnya. Bong Yi membangunkan Dan Se, mereka segera berlarian menuju dapur. Bong Yi menyangka jika ada perampok dan segera menyergap ke dalam kamar Eun Ja, namun yang terlihat hanya Eun Ja yang sedang tertidur. Dan Se mencoba membangunkan Eun Ja namun Eun Ja tak jua bangun, Bong Yi melakukan hal yang sama tapi memanggil Eun Ja dengan sebutan “gendut”, Eun Ja seketika terbangun….
Ra Ra menemui Ibunya, Joo Hee…. Ra Ra merasa sedikit heran melihat penampilan baru Ibunya namun Ibunya menjawab jika dirinya sudah berbicara dengan Hwa Ran… Ra Ra terdiam sesaat dan berucap “Ibu, bisakah Ibu mewarisakn Buyonggak kepadaku?”

BERSAMBUNG

0 comments:

Post a Comment

Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015