[Recap] New Tales Of Gisaeng Episode 37

EPISODE 37
Sisi Romantis uri Da Mo (Bagian Kedua)



Hyo Ri merasa kesal dengan calon Ibu Mertua Ra Ra. Mahar yang dimintanya terlalu banyak namun Ra Ra sama sekali tidak mempersoalkannya. Bagi Ra Ra hal tersebut adalah wajar. 
Usai menghadiri pertemuan, Hyo Ri dan Ra Ra melanjutkan perjalanan ke sebuah butik untuk melakukan viting baju pengantin pernikahan Ra Ra.
Da Mo mampir ke rumah yang sudah ditinggalkannya sejak beberapa hari yang lalu untuk mengambil beberapa barangnya yang ketinggalan. Ibunya menyambutnya dan terlihat sedih melihat putra kesayangannya tersebut… terlebih ketika mengingat hubungan Da Mo dan Ayahnya yang saat ini sedang memburuk. Ibu Da Mo bertanya dimana sekarang Da Mo tinggal dan dijawab Da Mo di hotel. Sampai kapan? Tanya Ibu Da Mo lagi dan Da Mo kembali menjawab jika dirinya akan segera mencari apartemen sederhana. Da Mo menambahkan jika Sa Ran menginginkan menunda pernikahan sampai Ayah Da Mo setuju.. entah itu 1 atau 2th. Mereka akan menunggu dan Da Mo berencana akan bekerja di perusahaan sahabatnya dan tidak ingin bergantung lagi pada Ayahnya^^

Hyo Ri mendiskusikan keinginan Ibu Mertua Ra Ra pada Nenek Ra Ra… terasa berlebihan rasanya membelikan mahar yang nominalnya tak bisa dikatakan sedikit. Sejak awal, Hyo Ri memang terlihat tidak menyukai calon Ibu Mertua Ra Ra terutama dengan cara memanggil Ra Ra dengan sebutan “bayiku”. 
Ra Ra sudah menduga hal seperti ini akan terjadi jika Hyo Ri bertemu dengan calon Ibu Mertuanya…. Bibinya pasti akan mengeluh dan mengomel jika tidak menyukai sesuatu. Hyo Ri mengatakan jika dirinya sangat pandai dalam menilai seseorang dan Ra Ra pasti akan menyesalinya namun Ra Ra segera membantah jika dirinya tidak akan tinggal dengan Ibu Mertuanya nanti sesudah menikah melainkan dengan suaminya dan Hyo Ri kembali menimpali apa Ibu mertua Ra Ra tidak akan mempengaruhi putranya? Ra Ra menjawab jika Jin Am calon suaminya sangat baik, perhatian dan seorang dokter yang hebat. Nenek Ra Ra yang sedaritadi memilih diam mengucapkan jika hal tersebut sudah cukup sebagai bahan pertimbangan.
Ra Ra sedang berada di sebuah ruangan yang sedikit gelap dan hanya disinari beberapa cahaya lilin. Ra Ra mengenakan pakaian pengantin namun anehnya wajahnya menunjukkan kesedihan. Air mata tak hentinya membanjiri wajahnya. 
Sa Ran terbangun dari tidurnya… Mimpi yang aneh, hal yang buruk apa yang akan menimpa sahabatnya tersebut?

Apakah pernikahan Ra Ra akan merepotkan?

Hwa Ran dan Joo Hee akhirnya bertemu… Joo Hee menceritakan masalah yang dihadapinya akhir-akhir ini pada Hwa Ran termasuk kegagalan mereka berdua yang tak bisa merebut hati Eo San. sebagaimana yang diketahui, Hwa Ran dulu sangat menyukai Eo San sedangkan Joo Hee baru menyadari jika dirinya menyukai Eo San begitu berpisah dengannya.
Joo Hee kemudian bertanya tentang sosok Soon Duk dan Hwa Ran mengungkapkan jika Soon Duk memiliki pribadi yang tenang dan elegan. Soon Duk lebih banyak menghabiskan waktunya di dapur Buyonggak dan hanya sesekali keluar dari Buyonggak untuk ke kuil. Soon Duk tak pernah dekat dengan seorang pria pun dan alasannya tersebut baru diketahui Hwa Ran akhir-akhir ini jika Soon Duk memiliki kerinduan terhadap Eo San…. dan Eo San sangat beruntung bisa memiliki Soon Duk sedangkan Joo Hee? Joo Hee menyia-nyiakan nasib baiknya.

Joo Hee menunjukkan raut wajah menyesal mendengar ucapan Hwa Ran, dirinya memang bodoh karena menyia-nyiakan seseorang yang sudah sangat sempurna untuknya. Yang dirasakannya sekarang adalah kesepian karena tidak memiliki seseorang pun disampingnya. Joo akhirnya mengatakan jika dirinya ingin pindah ke Buyonggak. Hwa Ran sedikit terkejut mendengarnya… Hwa Ran menyangka jika Joo Hee ingin mengambil alih Buyonggak karena selama ini Buyonggak memang atas nama Joo Hee namun Joo Hee mempercayakan pengurusannya pada Hwa Ran.
Saat pulang ke rumah Ayah Da Mo bertanya pada istrinya jika Da Mo datang hari ini kan? Dan dijawab Ibu Da Mo bagaimana suaminya tersebut bisa mengetahuinya? Ibu Da Mo kemudian mengatakan jika Da Mo menunda pernikahan sampai Ayahnya merestui, tak hanya itu Da Mo akan membeli sebuah apartemen sederhana dan mulai bekerja di perusahaan temannya mulai minggu depan. Ayah Da Mo sepertinya tak perduli dengan penundaan pernikahan Da Mo… sebuah senyum mencurigakan terlihat dari wajahnya. Tak hanya itu Ayah Da Mo berucap sesuatu hal yang membuat istrinya menjadi bingung dan bertanya-tanya apa maksud ucapan suaminya tersebut “bagaimana dia akan membeli apartemen? Apa begitu mudahnya menemukan sebuah pekerjaan?”

Ucapan Hyo Ri terbukti. Saat Jin Am pulang ke rumah, Ibu Jin Am memberitahukan jika Ra Ra bukanlah putri Direktur Geum melainkan hanya keponakannya saja yang diangkat sebagai anak. Jin Am tentu saja terkejut… Ibunya meminta Jin Am agar mempengaruhi Ra Ra untuk membeli vila dan membuatnya atas nama Jin Am, jika Jin Am tak bisa mewarisi rumah sakit setidaknya Jin Am bisa memiliki vila mewah.
Jin Am terdiam dan berucap jika Ra Ra pernah mengatakan kalau Ayahnya hanya akan menyewakannya apartemen dan tak berniat untuk membelikan mereka apartemen. Ibu Jin Am berbalik terkejut, bagaimana bisa semua ini terjadi? Tak ada jalan lain selain membatalkan pernikahan dan menganggap semuanya tak pernah terjadi. Untuk apa menikahkan Jin Am dengan Ra Ra jika ujung-ujungnya tak mendapatkan harta sepeser pun… raut wajah Jin Am seketika menunjukkan kekecewaan. Dari yang terlihat Jin Am sepertinya ingin menolak keputusan Ibunya tersebut namun rasa baktinya atau jika boleh dikatakan takut, membuat Jin Am akhirnya menurut saja apa yang diinginkan Ibunya.
Sa Ran terkejut ketika menerima telepon dari Da Mo yang mengabarkan jika dirinya sekarang berada di depan gedung apartemen Sa Ran dengan kondisi tangannya gemetar…. Sa Ran berlarian menuju lantai bawah dan bergegas masuk ke dalam mobil Da Mo. Da Mo tersenyum dan berucap jika dirinya tidak kenapa-kenapa. Da Mo hanya ingin melihat wajah Sa Ran saking rindunya pada sosok gadis di hadapannya ini dan mengajak Sa Ran menonton film… ckckck, Da Mo oppa gombal.
Di perjalanan
Da Mo berucap jika dirinya sudah mengatakan pada Ibunya akan menunda pernikahan sampai Ayahnya setuju dan Da Mo bisa menebak Ibunya akan memberitahu hal tersebut pada Ayah Da Mo. Dan memang benar Ibu Da Mo memberitahukan hal tersebut pada suaminya tadi…. Ayah Da Mo bahkan bertaruh dengan suaminya jika Da Mo tidak akan bisa bertahan lebih dari sebulan dan akan kembali ke rumah. Ayah Da Mo terlihat sangat percaya diri dengan ucapannya.

Kita bisa melihat Sa Ran dan Da Mo akhirnya tiba di gedung bioskop. Saat akan membeli tiket dengan menggunakan kartu kredit, Da Mo terkejut karena kartunya tak dapat digunakan. Tak hanya itu, debit card miliknya pun mengalami hal yang sama. Da Mo akhirnya mengetahui jika semua kartunya telah diblokir tanpa sepengetahuannya dan yang bisa melakukannya siapa lagi jika bukan Ayahnya. 
Da Mo mengantar Sa Ran kembali ke apartemennya. Niatan mereka untuk menonton film akhirnya batal dan juga Sa Ran tidak membawa uang karena terburu-buru ketika menerima telepon dari Da Mo.
Sesampainya di kamar, Sa Ran terus gelisah memikirkan Da Mo. Apakah ini salah satu cara Ayah Da Mo untuk memisahkan mereka dengan membuat Da Mo tak memiliki apa-apa hingga pada akhirnya Da Mo memilih menyerah?
Da Mo memutuskan kembali lagi ke rumahnya untuk menemui Ayahnya dan menanyakan alasan Ayahnya memblokir kartunya seenaknya…. Sayang Ayahnya sudah tertidur dan Ibunya menyuruh Da Mo untuk berbicara keesokan harinya saja. Membangunkan Ayah Da Mo saja saja membangunkan macan yang sedang tertidur.
Sebuah kejadian lucu sekaligus romantic serta menyebalkan terjadi di dapur Buyonggak
Saat Dan Se baru saja mau tertidur, Eun Ja meneleponnya dan mengatakan jika katup gas di dapur bermasalah… Dan Se memilih bangun dan memenuhi panggilan Eun Ja. Namun apa yang terjadi, sesampainya Dan Se di dapur, Katup gas sama sekali tak bermasalah, yang menjadi masalah adalah Eun Ja. Eun Ja sebenarnya ingin mengajak Dan Se makan bersama dan menjadikan katup gas sebagai alasan supaya Ahjussi Saeng Kang dan Bong Yi tak ikut. Sayang, harapan Eun Ja untuk bisa menghabiskan malam dengan makan malam berdua romantic dengan Dan Se gatot. Ahjussi Saeng Kang yang bisa mencium niatan mencurigakan Eun Ja tiba-tiba muncul bersama Bong Yi dan hasilnya mereka mengacaukan makan malam romantic Eun Ja bersama Dan Se.

Keesokan harinya
Da Mo bergegas menemui Ayahnya untuk mengkonfirmasi perihal pemblokiran kartunya. Ayahnya membenarkan jika dia yang sudah melakukannya. Da Mo tentu saja protes, bagaimana bisa Ayahnya melakukannya? Kakeknya sudah mewariskan uang untuk Da Mo dan juga Da Mo telah bekerja keras selama 2th terakhir ini di perusahaan Ayahnya. Ayah Da Mo menjawab jika dirinya akan mengembalikan semuanya kembali kepada Da Mo jika Da Mo kembali ke rumah dan membatalkan pernikahannya dengan Sa Ran.
Da Mo sangat kecewa dengan sikap Ayahnya yang memanfaatkan kelemahan orang lain untuk memuluskan rencananya….apa menikah dengan seorang Gisaeng akan membawa penyakit menular kepadanya? Ayahnya balik berucap jika dirinya juga sama kecewanya dengan Da Mo. Saat Da Mo lahir ke dunia, Ayahnya sangat senang dan berharap bisa membuat Da Mo menjadi orang yang hebat walaupun tak menjadikannya presiden. Berharap Da Mo bisa menikah dengan gadis dari keluarga yang baik. Semua yang dilakukannya pada Da Mo adalah karena dirinya sangat mencintai dan menyayangi putranya tersebut, karena dirinya menginginkan yang terbaik untuk Da Mo.
Da Mo berucap jika memang Ayahnya menyayanginya kenapa sewaktu Da Mo kecil Ayahnya tak pernah bersamanya, tak pernah menemaninya? Mengajaknya bermain atau menonton film seperti anak-anak lainnya yang menghabiskan waktu bersama ayah mereka? Jika memang Ayahnya menyayanginya seharusnya melakukan hal yang membuat anaknya bahagia, bukankah kebahagiaan seorang anak adalah kebahagiaan orang tua? Ayahnya hanya mementingkan harga diri dan omongan orang sekitar…

Ayah Da Mo mengatakan jika memang itu yang diinginkan Da Mo menikah dengan Gisaeng… terserah. Ayahnya hanya akan melihat Da Mo hidup menjadi pengemis karena semua saham yang diatasnamakan atas nama Da Mo telah diblokir.
Da Mo tentu saja kesal mendengarnya. Da Mo akhirnya memilih mengembalikan semua barang-barang yang dibeli dengan menggunakan uang Ayahnya termasuk jam tangan dan mobil yang selama ini digunakannya. Ibunya tak bisa melakukan apa-apa untuk mencegahnya termasuk membujuk suaminya. Ibunya sama sekali tidak memiliki keberanian bahkan untuk marah ataupun membentak, dirinya tak berani.

Sa Ran menemui Hwa Ran untuk menceritakan semua masalahnya yang dihadapinya bersama dengan Da Mo sepeninggalnya mereka dari Buyonggak. Hwa Ran terkejut mendengarnya namun disisi lain Hwa Ran memuji keputusan Sa Ran karena sudah mengambil tindakan yang tepat menunda pernikahan mereka. 
Sebenarnya tujuan kedatangan Sa Ran adalah meminta tolong kepada Hwa Ran untuk menerimanya bekerja sebagai guru tari di Buyonggak dan juga sebagai koki. Sa Ran sudah bisa menebak apa yang menimpa Da Mo saat ini, dirinya tak mungkin tinggal diam tanpa berbuat apa-apa. Selain bisa menghasilkan uang dengan menjadi guru tari, keputusan Sa Ran menjadi koki di Buyonggak agar dirinya bisa belajar memasak dari koki ahli misalnya saja Eun Ja.
Son Ja dan Gong Joo akhirnya tiba di Seongju…. Seusai menemui sahabatnya, Gong Joo menemani Son Ja menemui sahabatnya juga yang tak asing lagi bagi Gong Joo.

Sa Ran sedang membuat kue… wajahnya menunjukkan kebahagiaan. Dulu boleh saja kue yang dibuatnya tak sempat dinikmatinya bersama Da Mo tapi kali ini Sa Ran memastikan kue yang dibuatnya akan dimakannya bersama Da Mo.
Sa Ran memberitahukan Da Mo jika dirinya akan menjadi guru tari di Buyonggak dan juga belajar memasak dari Eun Ja. Da Mo tentu saja menolak namun Sa Ran meyakinkan jika tak akan terjadi hal yang sama seperti sebelumnya. Raut wajah Da Mo perlahan berubah…. Da Mo mengatakan kepada Sa Ran jika dirinya sama sekali tidak memiliki apa-apa sekarang, semua asset miliknya sudah dibekukan oleh Ayahnya.
“aku merasa buruk terhadapmu dan malu pada diriku sendiri” ucap Da Mo sambil menggenggam tangan Sa Ran
“aku yang seharusnya malu karena kamu seperti ini karenaku. Aku menyukaimu tulus, kita akan mencari uang bersama-sama. Kita bisa naik kereta bawah tanah, kita bisa makan di warung pinggir jalan dan bukan restoran, untuk pakaian, kita bisa memakai yang kita miliki saat ini. Kita akan bekerja keras selama 1th dan jika Ayahmu masih belum menyetujui, kita tetap akan menikah” ucap Sa Ran
“sekarang aku akhirnya memiliki energy” ucap Da Mo senang. Ucapan Sa Ran yang berusaha menguatkannya serasa sebuah energy baru untuknya.
Ra Ra menemui Joo Hee, Ibunya…. Melihat sebuah koper membuat Ra Ra bertanya hendak kemana Ibunya? Dan dijawab Joo Hee “Buyonggak”. Ra Ra tentu saja tersenyum, bagaimana bisa Ibunya akan kesana, pasti semua ini bercanda. Joo Hee akhirnya bercerita jika pemilik asli Buyonggak adalah dirinya, Bibinya seorang Gisaeng terkenal menghadiahkan Buyonggak kepada Joo Hee. Melihat Eo San telah memiliki wanita lain dan Ra Ra yang akan segera menikah, Joo Hee memutuskan untuk ke Buyonggak dan belajar sedikit demi sedikit untuk mengelolanya.
Sepulang dari Seongju, bukannya disambut dengan ucapan selamat datang… Gong Joo justru mendapat omelan dari Ibunya. Hwa Ja kesal karena Gong Joo tak memberitahunya jika dirinya pergi berdua dengan Son Ja… Hwa Ja melarang Gong Joo untuk dekat dengan Son Ja, sebentar lagi Sa Ran akan menikah dengan putra dari Eunsung grup, dan Gong Joo bisa mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari Son Ja. Hehehehe, Hwa Ja sudah bisa menebak nich kalau Son Ja memiliki perasaan terhadap Gong Joo.
Kembali ke Da Mo dan Sa Ran
Da Mo mengeluarkan sebuah kotak dari dalam tasnya… Sa Ran juga melakukan hal yang sama. Mereka sepakat untuk mengikat janji sebagai pasangan kekasih atau bertunangan.
“saranghaeyo, kita pasti akan menikah” ucap Da Mo dan menyematkan cincin di jari manis Sa Ran. Tak hanya itu, Da Mo mencium lembut tangan Sa Ran… hal yang baru pertama kali ini dilakukannya.
“kamu memiliki aku, jadi kamu harus kuat” ucap Sa Ran dan menaruh tangan Da Mo di wajahnya….
“aku merasa sangat kuat sehingga bingung ingin melakukan apa. Tidak perduli apapun yang terjadi, kamu tidak akan goyah kan?” tanya Da Mo dan Sa Ran tersenyum sambil menganggukan kepala tanda setuju.
Hal romantis tak hanya terjadi pada Sa Ran dan Da Mo tetapi pada Son Ja serta Gong Joo juga dalam perjalanan pulang mereka kembali ke Seoul…. Kebiasaan buruk Gong Joo adalah seringkali tertidur dalam perjalanan pulang dan hal tersebut membuat Son Ja takut dan khawatir jika Gong Joo akan melakukan hal yang sama ketika pergi dengan teman prianya. Saat mengantar Gong Joo kembali ke apartemen, Son Ja iseng memotret Gong Joo yang tengah tertidur pulas dan sama sekali tidak menyadarinya. Son Ja tersenyum ketika kembali melihat foto tersebut.
Ayah Da Mo menuju suatu restoran…. Disana sahabat-sahabat Da Mo telah menunggu. Tujuannya adalah meminta kepada sahabat-sahabat Da Mo agar tak membantu Da Mo sedikitpun…. Dengan begitu Da Mo bisa membatalkan pernikahannya dengan Sa Ran dan kembali ke rumah.


BERSAMBUNG

0 comments:

Post a Comment

Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015