[Recap] New Tales Of Gisaeng Episode 35

EPISODE 35
Pertemuan dengan Ayah Da Mo

Da Mo mengajak Sa Ran makan malam bersama…. Percakapan mereka dimulai dengan cerita yang lucu misalnya tentang kehidupan Da Mo selama di Buyonggak dan beralih ke pembicaraan yang sedikit serius. Da Mo mengatakan kepada Sa Ran agar mereka merahasiakan tentang kelahiran Sa Ran kepada ke dua orang tua Da Mo namun Sa Ran tidak setuju…. Sa Ran ingin mengungkapkan semuanya tentang dirinya dan tak ingin menutupi sesuatu pun. Jika Da Mo memang berpikir tidak sanggup untuk menghadapi dan melaluinya tidak apa-apa jika Da Mo mundur sekarang, Sa Ran siap menerimanya. Da Mo berbalik tak setuju dan akan mengikuti semua yang diinginkan Sa Ran…. Da Mo bahkan berjanji setelah mereka menikah nanti, Da Mo akan melakukan segala hal yang baik untuk Sa Ran.
Sa Ran dan Da Mo akhirnya tiba di apartemen Sa Ran… lagi dan lagi Da Mo ingin mengantar Sa Ran hingga ke depan pintu namun Sa Ran menolak dan menyuruh Da Mo untuk segera pulang. Sebuah suara tiba-tiba memanggil Sa Ran “unnie”. Da Mo seketika tersenyum melihat kehadiran Gong Joo dan akhirnya memutuskan pulang karena sudah ada Gong Joo yang menemani Sa Ran. Da Mo semakin protect sama Sa Ran, hehehehe…
Di dalam lift menuju lantai apartemen mereka, Gong Joo bertanya tentang Perwakilan Ma dan dijawab Sa Ran jika semuanya sudah berakhir dengan baik. Perwakilan Ma menerima semua keputusan Sa Ran dengan sikap gentleman…. “aku bahagia” ucap Gong Joo senang dan Sa Ran membalasnya dengan senyuman sambil merangkul pundak adiknya tersebut.
Ke dua orang tua mereka terkejut saat melihat Gong Joo datang bersama dengan Sa Ran sambil membawa koper…. Sebenarnya apa yang terjadi? Semalam seusai upacara pernikahan, Sa Ran memilih pulang ke rumah dan kali ini Sa Ran kembali datang dengan membawa koper.
“aku tidak tahu harus memulai dari mana tapi pada akhirnya aku keluar dari Buyonggak dengan cara yang baik. Aku sudah berakhir dengan Perwakilan Ma. Seseorang yang meninggalkanku sebelumnya, datang dan menghentikannya, putra dari Eun Sung grup. Ke dua orang tuanya belum memberikan restu namun dia mengatakan ingin menikah jadi untuk saat ini aku memutuskan untuk mengikutinya meskipun situasi keuangan kita seperti ini. Dia mengatakan untuk mempercayainya” ucap Sa Ran menjelaskan…
“putra dari Eun Sung grup?” tanya Hwa Ja meyakinkan “putra dari Eun Sung Mart?” tambah Ayahnya dan semuanya dibenarkan Sa Ran. Hwa Ja seketika pingsan sangking shocknya mendengar jika Sa Ran akan segera menikah dengan pewaris Eun Sung grup.
Saat tersadar, Hwa Ja malah menangis dan membuat suaminya dan Gong Joo yang sedaritadi menungguinya menjadi bingung… Hwa Ja menjelaskan jika dirinya saat ini sangat bahagia. Hwa Ja bahkan meminta Gong Joo untuk mencubit pipinya untuk memastikan apa ini Cuma mimpi atau benar-benar kenyataan… Gong Joo tentu saja menolak dan meminta Ibunya agar jangan terlalu senang dulu, ke dua orang tua Da Mo belum tentu setuju…

Sa Ran sudah menunaikan tugasnya untuk memberitahukan mengenai rencana yang sudah dibuatnya bersama Da Mo pada orang tuanya “pernikahan” dan…. sekarang giliran Da Mo.

Ke dua orang tua Da Mo terkejut ketika melihat Da Mo pulang lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Da Mo menjelaskan jika dirinya sama sekali tidak ke luar negeri dan tetap berada di Korea. Da Mo langsung menuju ke inti masalah.
“aku ingin menikah” ucap Da Mo dan membuat Ayahnya tertawa bahagia. Akhirnya setelah menunggu sekian lama, putranya tersebut memutuskan menikah. Tetapi ekspresi Ibu Da Mo berbanding terbalik dengan ekspresi suaminya. Ibu Da Mo menunjukkan raut wajah panik….Ibu Da Mo sudah bisa menebak apa yang akan diucapkan putranya tersebut dan bagaimana reaksi suaminya.
Dan benar saja, Ayah Da Mo seketika menolak terlebih ketika Da Mo menyebutkan nama calon istrinya yang sudah dikenalnya dan diselidiki latar belakangnya jauh-jauh hari. Ayah Da Mo tidak mungkin menikahkan putranya dengan seorang gadis penari yang memiliki Ayah seorang pengangguran, Ibu tirinya menjadi Koki di Buyonggak dan Ibu kandungnya telah meninggal dunia. Strata sosial keluarga mereka tidak sama.

Da Mo berucap jika informasi Ayahnya salah besar…. Orang tua Sa Ran sekarang ini adalah bukan orang tua kandungnya, Sa Ran ditemukan di depan pintu dan Sa Ran menjadi Gisaeng di Buyonggak.
“aku mengetahui apa yang ayah rasakan. Pada awalnya aku juga berpikir untuk mengakhirinya dan kami benar-benar putus. Aku bertemu dengan gadis lainnya tetapi aku tetap tidak bisa melupakan Sa Ran. Sekali saja, aku mohon sekali saja untuk memahamiku” pinta Da Mo
“jadi dia adalah anak pungut? Dan di atas semua itu dia adalah Gisaeng di Buyonggak” ucap Ayah Da Mo berusaha menahan amarahnya
“dia hanyalah Gisaeng tari… dia tidak pernah melakukan kontak fisik dengan tamu”
“jadi sewaktu kamu mengatakan pergi bulan lalu, kamu berada disana?”
“ya, dan aku melihat Ayah saat itu” jawab Da Mo. Ayah Da Mo tidak bisa lagi menahan amarahnya dan hampir saja melempari Da Mo dengan asbak jika saja istrinya tak segera menahannya. Bagaimana bisa Da Mo membohongi mereka hanya demi seorang gadis miskin???
“dan kamu tahu Ibumu pergi saat itu juga?”
“aku mendengarnya sehari sesudahnya” jawab Da Mo
“kamu tidak mengetahuinya yeobo? Kamu tidak tahu? Melihat bagaimana ekpresimu kamu pasti mengetahuinya? Lalu kenapa kamu tidak mengatakannya padaku” teriak Ayah Da Mo semakin marah
“bagaimana aku bisa? Kupikir aku bisa mengatasinya sendiri… Sa Ran tidak memberitahu jika aku bertemu dengannya?” tanya Ibu Da Mo berusaha menetralisir keadaan
“apa Ibu bertemu dengannya? Apa yang Ibu katakan padanya?” tanya Da Mo sedikit terkejut
“aku menyuruhnya untuk meninggalkan kamu”
“jadi dia memutuskan menaikkan rambutnya karena Ibu?”
“dia menaikkan rambutnya?” tanya Ayah Da Mo
“aku mencegahnya dan dia keluar dari Buyonggak hari ini dengan cara yang baik” jawab Da Mo namun Ayahnya memilih masuk ke kamar… tidak ada yang ingin dikatakannya ataupun didengarnya lagi dari putranya. 

Ayah Da Mo berucap pada istrinya, dosa apa yang sudah dilakukannya di masa lalu sehingga putranya membuatnya dalam kondisi seperti ini? Da Mo berani mengkhianatinya dan membohonginya…. Ibu Da Mo berusaha menenangkan suaminya. Ibu Da Mo menyarankan agar suaminya menemui Sa Ran terlebih dahulu. Dari penglihatannya, Sa Ran adalah gadis yang baik. Ibarat pepatah ‘Tak kenal maka tak sayang’….

Kita beralih ke situasi yang berbeda
Joo Hee sedang asyik membaca buku ketika tiba-tiba bel apartemennya berbunyi. Pengacara Kim datang hanya untuk menanyakan kembali keputusan Joo Hee yang ingin berpisah. Joo Hee mengucapkan hal yang sama seperti yang diucapkannya tempo hari jika Pengacara Kim bukanlah orang yang sama seperti yang dikenalnya dulu. Pengacara Kim telah banyak berubah dan memang lebih baik jika Pengacara Kim mencari seseorang yang jauh lebih muda dari dirinya.
Terlihat raut wajah kecewa dari Pengacara Kim…. Namun tidak ada yang bisa dilakukannya selain menghormati keputusan yang sudah dipilih Joo Hee. Dipeluknya Joo Hee untuk terakhir kalinya “jika kamu berubah pikiran, hubungi aku kapan pun” ucap Pengacara Kim.
Da Mo baru saja selesai mandi…. Hpnya tiba-tiba berbunyi, sebuah sms dari Gong Joo. 

Terima kasih karena sudah membawa kakakku pulang kembali ke rumah.
Gong Joo.

Hwa Ja terbangun di tengah malam. Dilangkahkannya kakinya menuju kamar Sa Ran. Dipandanginya wajah Sa Ran yang tengah tertidur dengan lelap

Sa Ran lupakan semua hal yang buruk yang pernah aku lakukan padamu, jadilah Nyonya dari keluarga kaya dan jagalah Gong Joo.

Ayah Da Mo sama sekali tidak bisa tidur dan penyebabnya tentu saja adalah karena Da Mo, putranya. Kegelisahannya tersebut membuat sang istri yang sudah tertidur akhirnya ikut terbangun….
Keesokan harinya
Joo Hee menatap fotonya bersama mantan suaminya, Eo San. Joo Hee baru menyadari tidak ada orang lain yang sebaik mantan suaminya, Eo San. Seseorang yang sangat tepat untuk mendampingi dan menemaninya menjalani sisa hidupnya. Setelah memutuskan bercerai dengan Eo San hingga pada akhirnya kembali menjalin hubungan dengan cinta pertamanya Pengacara Kim dan berujung perpisahan, Joo Hee merasa menyesal sudah melepaskan Eo San….
Soon Duk memikirkan pembicaraannya dengan Eo San. Sampai sekarang tidak ada kabar dari anak mereka meskipun iklan pencarian terus dipasang setiap hari di Koran. Eo San dan Soon Duk hanya bisa berharap jika suatu saat nanti anak mereka menyadari kalau orang tua yang membesarkannya selama ini ternyata bukan orang tua kandungnya dan memutuskan untuk mencari orang tuanya yang sebenarnya atau kemungkinan terakhir… orang tua yang selama ini merawatnya sedang sakit keras dan akhirnya memberitahukan rahasia mengenai kelahiran putri mereka.

Ketika dia bertemu denganku, dia pasti akan sangat membenciku

Kemarahan Ayah Da Mo tak kunjung reda… Ayah Da Mo bahkan melarang Da Mo untuk makan dalam satu meja yang sama atau jauh lebih baik jika Da Mo makan setelah Ayahnya pergi. Da Mo tentu saja kesal dan memilih makan di lantai. Ckckckck, parah benar Ayah Da Mo.
Selepas kepergian suaminya, Ibu Da Mo segera menemui Da Mo untuk menanyakan kejelasan hubungan putranya tersebut dengan Sa Ran… Da Mo kembali mengatakan jika dia tidak bisa melupakan Sa Ran dan akhirnya menghentikan pernikahan Sa Ran. Da Mo menyadari jika tak mudah untuk merubah keputusan Ayahnya tetapi tidak ada yang tak bisa di dunia ini sebelum kita mencobanya.
Ibu Da Mo menelepon Sa Ran…. Sa Ran mengawali pembicaraan dengan ucapan permintaan maaf karena tidak bisa menepati janjinya pada Ibu Da Mo namun Ibu Da Mo berucap jika ini bukan salah Sa Ran, melainkan Da Mo yang memang keras kepala. Hal yang terpenting sekarang adalah meluluhkan hati suaminya. Ayah Da Mo ingin menemui Sa Ran jam 4 nanti. Ibu Da Mo menasehati Sa Ran jika tak mudah menggoyahkan hati suaminya, butuh waktu lama dan tak cukup hanya dengan sekali pertemuan…. Ibu Da Mo memiliki keyakinan jika Sa Ran bisa melakukannya, ketulusan dari dalam hati bisa merubah hati yang sekeras batu termasuk hati Ayah Da Mo.

Joo Hee kembali mendatangi kediaman Eo San dan kali ini Joo Hee beruntung karena Ibu Eo San berada di rumah, tapi tunggu dulu…. Ada wajah baru yang baru pertama kali ini dilihatnya. Seorang wanita dengan “maaf”, kaki pincang dan parahnya Joo Hee mengira wanita tersebut adalah pembantu baru.

Saat masuk ke kamar Ibu Eo San, Joo Hee seketika berlutut dan meminta maaf atas tindakan bodohnya karena sudah memutuskan berpisah dengan Eo San. Joo Hee ingin rujuk kembali dengan Eo San, Joo Hee bahkan berjanji akan bekerja lebih keras lagi dan akan menjadi ibu yang baik untuk Ra Ra. Namun ucapan dari Ibu Eo San membuat Joo Hee terkejut…. Semuanya sudah terlambat, Eo San telah memiliki pengganti Joo Hee dan berencana akan menikah setelah Ra Ra menikah. Bukannya Joo Hee juga telah memiliki kekasih baru? Joo Hee menjelaskan jika mereka sudah mengakhiri hubungan mereka dan tidak ada yang lebih baik selain Eo San dimatanya…. 
Joo Hee penasaran siapa wanita tersebut? Berapa umurnya dan pekerjaannya? Ibu Eo San menjelaskan jika wanita tersebut adalah cinta pertama Eo San, mereka sudah lama saling mengenal jauh sebelum Eo San menikah dengan Joo Hee. Wanita tersebut bekerja di Buyonggak sebagai Kepala Koki dan dia adalah wanita yang ditemui Joo Hee tadi di ruang tamu. Lagi dan lagi Joo Hee terkejut. Joo Hee segera mengambil kesimpulan jika semua ini adalah akal-akalan Hwa Ran agar bisa bersama dengan Eo San namun Ibu Eo San membantah dan menjelaskan sekali lagi jika Eo San dan wanita tersebut sudah saling mengenal sebelum mereka berdua menikah.

Bagaimana pendapat Ra Ra?apa mantan Ibu mertuanya juga menyetujuinya? Tanya Joo Hee sekali lagi dan dijawab Ibu Eo San jika Ra Ra mengijinkannya dan Ibu Eo San pun tak bisa berbuat apa-apa dan juga melarangnya. Semua adalah keinginan Eo San… Jika memang Joo Hee ingin kembali, ada baiknya agar Joo Hee menemui dan mencoba berbicara dengan Eo San.
Sa Ran bersiap-siap menemui Ayah Da Mo…. Sesaat sebelum kepergiannya, Ra Ra datang berkunjung untuk melihat kondisi Sa Ran dan menanyai seputar gagalnya pernikahan Sa Ran dengan Perwakilan Ma. Sa Ran menceritakan semuanya dan ucapan Sa Ran tak berbeda jauh dengan penjelasan Son Ja. Sa Ran menambahkan jika dia akan menemui Ayah Da Mo. Sama seperti Ibu Da Mo, Ra Ra yang pernah bertemu dengan Ayah Da Mo memberitahu Sa Ran jika tak mudah untuk meluluhkan hati Tuan Ah. Ayah Da Mo bisa saja tersenyum tetapi berbeda jauh dengan tatapan matanya yang sangat tajam.

Ucapan Ra Ra dan Ibu Da Mo benar adanya, Sa Ran juga sudah bisa menebak sebelumnya apa yang akan terjadi saat dirinya bertemu dengan calon mertuanya tersebut. Ayah Da Mo memang menyambutnya dengan baik, tapi kata-katanya mampu menusuk hati siapapun yang mendengarnya.
Saat Sa Ran datang, Ayah Da Mo sedang makan sore… Ayah Da Mo meminta Sa Ran untuk menjelaskan seperti apa Da Mo baginya dan tetap melanjutkan makannya. Dimana-mana tidak sopan kan, kalau seseorang datang bertamu si tuan rumah justru mengabaikannya….
“Bagiku, dia seperti anak 7th yang nakal. Orang tua yang membesarkan anak-anak mengatakan ketika seorang anak berumur 7th, mereka akan melakukan hal-hal yang dibencinya orang tuanya. Tetapi karena kenakalan anak mereka, apa mereka akan membenci anak mereka sendiri? Ini adalah cinta dan benci untuk kita tetapi sekarang kebencian seseorang akan hilang dan yang tersisa hanyalah cinta. Kesalahan yang sudah diperbuatnya aku sudah melupakannya” jawab Sa Ran
“apa karena dia mengatakan ingin menikah?” tanya Ayah Da Mo dan tetap fokus pada makanannya
“tidak masalah jika kami tidak menikah bila pada akhirnya hubungan dia dan ke dua orang tuanya akan bermasalah”
“bagaimana dengan kesediaanmu membiarkan dia pergi?”
“aku sudah melakukannya tapi aku gagal. Aku tidak tahu apakah anda pernah mendengarnya atau tidak”
“lalu kamu ingin mengikuti Da Mo? Apa kamu berpikir ini semua demi kebaikan orang yang kamu sukai? Dari yang aku lihat, kamu bertindak seperti kamu tidak bisa menang dari Da Mo dan menarik diri ke belakang dan membiarkan dia maju ke depan”
“aku percaya anda bisa membujuknya jauh lebih baik daripada aku. Sejujurnya aku sudah menyerah pada hal putus atau tidak. Jika anda bisa mendapatkan dia putus denganku maka saya akan mundur. Aku berjanji”
“apa kamu akan mengatakan hal ini kepadanya?”
“aku tidak memberitahu jika kita bertemu hari ini”
“baiklah, jika kamu ingin menikah maka itu harus … jika kamu mengatakan menyukainya bahkan ketika dia melakukan sesuatu yang jelek maka aku akan memberikan Da Mo kepadamu… jadi lanjutkan dan bawa dia tinggal bersamamu. Aku sudah mengatakan apa yang aku ingin katakan, silahkan pergi. Jujur, aku lebih menyukai kamu datang ke rumah kami sebagai anak perempuan yang akan kami angkat daripada sebagai menantu. Orang tua kamu bukanlah orang tua kandungmu, aku sudah mendengarnya” ucap Ayah Da Mo mengakhiri pembicaraannya bertepatan dengan habisnya juga makanan yang sedang disantapnya. Jadi waktu yang diberikan kepada Sa Ran untuk berbicara adalah waktu yang sama untuk menyelesaikan makan sorenya…
Di tempat lain Da Mo sendiri sedang menghabiskan waktu dengan teman-temannya… saat teman-temannya sibuk mengumumkan rencana pernikahan mereka yang akan digelar beberapa bulan lagi, Da Mo berucap jika mungkin saja dirinyalah yang pertama kali akan menikah…. Dengan siapa? Da Mo menjawab dengan bangganya “Dan Sa Ran”…. Teman-temannya jelas saja terkejut, bukannya dia adalah Gisaeng di Buyonggak? Bagaimana bisa Da Mo akan menikah dengannya, gadis tersebut benar-benar hebat karena bisa menangkap hati Da Mo? Da Mo menyanggah pendapat teman-temannya. bukan Sa Ran yang sudah menangkap hatinya tetapi Da Mo lah yang sudah bekerja keras untuk meluluhkan hati Sa Ran. Sa Ran bukan seperti gadis pada umumnya, dia berbeda… lantas kelebihan apa yang dimiliki Sa Ran selain wajahnya? Tanya teman Da Mo lagi, dan jawaban Da Mo “hanya menonton dan lihatlah hidupku nanti kemudian kalian akan tahu”.
Kang San mengajak Son Ja ke rumahnya dan sesuai janjinya dengan Ra Ra, Hyo Ri menyambut Son Ja dengan baik dan bahkan mengajaknya makan… lebih dari sekedar janji, sepertinya Hyo Ri menyukai Son Ja. Benar kata Ra Ra, Son Ja adalah anak yang baik^^
Joo Hee memutuskan menelepon Eo San untuk mengajaknya berbicara… saat bertemu, Joo Hee langsung ke inti pembicaraan yaitu ingin mengajak Eo San kembali bersama lagi. Dan hal yang sama dipertanyakan Ibu Eo San, kembali ditanyakan Eo San. bukankah Joo Hee sudah memiliki kekasih? Dan jawaban yang sama kembali diucapkan Joo Hee, jika mereka sudah putus. Joo Hee berucap jika cinta yang dulu pernah ada sudah hilang seiring berlalunya waktu dan Joo Hee baru menyadari jika dirinya mencintai Eo San begitu mereka berpisah. Keputusannya untuk bercerai adalah karena kesalahan terbesarnya yang lebih menuruti logikanya daripada hatinya. Eo San juga mungkin saja merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Joo Hee? Cinta yang dulu pernah dirasakannya pada wanita bernama Soon Duk mungkin bukanlah cinta yang sama seperti sekarang? Namun Eo San hanya menjawab jika Joo Hee pantas mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik dari dirinya…. Joo Hee hanya terdiam, kalimat Eo San barusan bisa diartikannya sebagai penolakan. Eo San benar-benar mencintai wanita tersebut.

Ibu Da Mo segera menanyai suaminya mengenai pendapatnya tentang Sa Ran. Ayah Da Mo berucap jika Sa Ran memang baik tapi asal usulnya sama sekali tidak bisa diterima. Ibu Da Mo kembali berusaha membela Sa Ran jika ke dua orang angkatnya membesarkannya dengan baik? Dan dijawab oleh Ayah Da Mo, jika mereka adalah orang tua yang baik bagaimana bisa membiarkan anak mereka menjadi gisaeng bahkan mengangkat rambut. Ibu Da Mo kembali bertanya jadi keputusan akhirnya apa? Baru saja sang suami ingin menjawab, bunyi bel rumah berhasil menghentikan pembicaraan mereka. Pembicaraan mereka kembali berlanjut tetapi kali ini fokus pada Da Mo dan Ayahnya. 
Da Mo berusaha membujuk Ayahnya jika Sa Ran adalah gadis yang baik dan Da Mo tidak bisa hidup tanpa Sa Ran…. Ayah Da Mo mengetahuinya karena hari ini dirinya telah bertemu dengan Sa Ran. Jika Da Mo memang ingin menikah dengan Sa Ran silahkan tetapi syaratnya Da Mo harus meninggalkan rumah. Jika memang Da Mo ingin kembali itu artinya, Da Mo harus putus dengan Sa Ran.
Da Mo menuju ke kamarnya dengan raut wajah kesal. Berselang beberapa menit kemudian Ibunya menyusul dan bertanya apa Sa Ran lebih penting dari orang tuanya? Ibunya yakin jika Da Mo bisa melupakan Sa Ran karena ini pertama kalinya Da Mo jatuh cinta makanya sulit baginya melupakan Sa Ran… Da Mo menjawab jika dirinya tidak mungkin hidup terus bersama dengan ke dua orang tuanya, Da Mo memiliki kehidupan sendiri dan akan menikah… 
Sa Ran masih kepikiran dengan ucapan Ayah Da Mo untuk membiarkannya hidup bersama dengan Da Mo. Terasa aneh karena tidak ada penolakan. Hp Sa Ran berbunyi, Da Mo meneleponnya… Da Mo bertanya apa tadi benar Sa Ran bertemu Ayahnya dan dijawab Sa Ran iya, dirinya akan memberitahu begitu mereka bertemu nanti. Da Mo tiba-tiba berucap jika dia sangat merindukan Sa Ran. Dirinya bahkan akan pergi ke apartemen Sa Ran sekarang hanya untuk melihat wajah Sa Ran, jika Sa Ran setuju.

Dan Sa Ran kamu segalanya bagiku

Da Mo mulai membereskan barang-barangnya… sepertinya keputusannya untuk menikahi Sa Ran tak dapat diganggu gugat lagi. Lagipula Ayahnya juga sudah memiliki Andre yang jauh lebih disayanginya daripada anak kandungnya sendiri.
Ibu Da Mo tentu saja sedih melihat anak mereka satu-satunya pergi meninggalkan rumah dan suaminya tak berusaha mencegahnya ataupun merubah keputusannya… tapi benarkah? Benarkah Ayah Da Mo hanya akan tinggal diam dan tak berbuat apa-apa?

BERSAMBUNG



Perjuangan Da Mo dan Sa Ran akhirnya dimulai.... Hwaiting^^
Aku ingin berkomentar tetapi bukan mengenai Sa Ran dan Da Mo melainkan Joo Hee. Hal yang dilakukan Joo Hee seringkali terjadi di lingkungan sekitar kita, entah itu dialami oleh sahabat kita, orang terdekat kita bahkan mungkin kita sendiri. Memutuskan untuk berpisah dengan seseorang yang selama ini mendampingimu dalam suka dan duka karena keegoisan semata ataupun godaan yang terasa nikmat, menjalin hubungan dengan orang lain (baik itu seseorang yang baru saja dikenal ataupun seseorang yang pernah singgah di hatimu dulu) dan pada akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan.... hufffttttt.

Menyesal tentu saja, keinginan untuk merajut kembali hubungan dengan pasangan terdahulu tiba-tiba muncul kembali..namun apa daya, si dia telah memiliki pendamping baru dan yang bisa dilakukan hanya gigit jari dan menyesal seumur hidup.
Gimana, benar kan?

Jujur, aku lebih salut dengan sosok Hyo Ri. Hyo Ri memang terkadang menyebalkan namun Hyo Ri lebih dewasa cara pemikirannya dibanding Joo Hee. Hyo Ri memilih menerima kehadiran putra Kang San karena memang tidak ada yang bisa dilakukannya, semuanya hanya masa lalu Kang San dan hal yang jauh lebih penting saat ini cuma dirinyalah yang ada di hati Kang San baik itu untuk sekarang dan selamanya.

Satu hal yang membuatku semakin menyukai drama ini, banyak pelajaran hidup yang bisa kita petik dari kisah masing-masing karakternya.
Sekian cuap-cuapku yang kepanjangan^^

0 comments:

Post a Comment

Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015