[Recap] New Tales Of Gisaeng Episode 34

Episode 34
Aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi



Son Ja dan Gong Joo memutuskan pulang. Tangisan yang sedari tadi terus terdengar berganti menjadi senyuman. Mereka bisa sedikit bernafas lega karena sepertinya akan ada jalan keluar untuk hubungan Sa Ran dan Da Mo…. Saat berjalan pulang, Son Ja memanfaatkan kesempatan dengan merangkul pundak Gong Joo. Gong Joo awalnya santai saja karena asyik bercerita, namun begitu tersadar Gong Joo seketika melepaskan diri dari rangkulan Son Ja dan mencubit pipi Son Ja “berhentilah bermain-main” keluh Gong Joo dan berjalan meninggalkan Son Ja. Bukannya marah, Son Ja malah tertawa senang.

Di Buyonggak
Da Mo memapah Sa Ran menuju kamar para Gisaeng. Sa Ran mengeluhkan kepalanya yang sedang sakit….
“apa yang akan kamu lakukan sekarang?” tanya salah satu Gisaeng pada Sa Ran
“jangan mengajaknya berbicara, kepalanya sakit” jawab Gisaeng lainnya. Hal yang terbaik adalah membiarkan Sa Ran beristirahat terlebih dahulu.
Sementara itu Do Hwa dan Hwa Ran berbicara 4 mata mengenai Sa Ran dan Da Mo. Ketukan pelan terdengar di pintu, Da Mo meminta izin untuk masuk. Da Mo mengawali pembicaraan dengan permintaan maaf namun Hwa Ran menyuruh Da Mo untuk membawa Sa Ran segera pergi untuk sementara waktu karena Perwakilan Ma bisa datang kapan saja untuk menuntut haknya sebagai suami Sa Ran. 

Semuanya menjadi kagum dengan sosok Da Mo yang gentleman… tidak hanya Do Hwa dan Hwa Ran tetapi juga Ahjussi Saeng Kang, Dan Se, Bong Yi, Gong Joo dan Son Ja. Saat Gong Joo dan Son Ja mampir ke sebuah rumah makan, Son Ja tak henti-hentinya memuji Da Mo
“bahkan di mata pria lain, Da Mo Hyung sangat keren. Jujur dan tanpa kebohongan apapun. Kamu harus memiliki keberanian untuk bisa menangis. Ketika dia menerobos masuk dengan sepatunya rasanya seolah tubuhku kesemutan” ucap Son Ja
“jika kamu berada dalam situasi yang sama, apa yang akan kamu lakukan?” tanya Gong Joo penasaran
“aku tidak akan membiarkan semuanya terjadi sampai ke titik itu karena aku akan melakukan hal yang benar dari awal” jawab Son Ja percaya diri
Gong Joo menghela nafas bahagia “kupikir aku bisa tidur sekarang dan aku harus berterima kasih pada Tuhan”
“sekarang Noona hanya perlu menikah dengan Da Mo Hyung” ucap Son Ja senang namun raut wajah Gong Joo seketika berubah khawatir
“aku ragu dengan hal itu, dia bukan dari keluarga biasa-biasa”
“percaya pada Da Mo Hyung” ucap Son Ja berusaha meyakinkan Gong Joo
Da Mo mengikuti perintah Hwa Ran untuk membawa Sa Ran segera pergi dan benar saja saat mobil Da Mo meninggalkan Buyonggak, dari arah yang berlawanan mobil Perwakilan Ma melintas menuju Buyonggak. Perwakilan Ma segera menemui Hwa Ran karena menurut beberapa orang yang ditemuinya di Buyonggak, Sa Ran baru saja pergi.

Hwa Ran menanyakan kondisi Perwakilan Ma begitu bertemu dengannya. Perwakilan Ma menjawab jika dirinya tidak apa-apa, yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah Sa Ran. Apa Sa Ran pergi seorang diri? Hwa Ran terdiam sesaat dan mengatakan jika Sa Ran pergi bersama Da Mo. Hwa Ran memberi nasihat kepada Perwakilan Ma agar mundur karena sepertinya Da Mo tidak akan pernah melepaskan Sa Ran lagi. Awalnya, Da Mo memang menyerah dan meninggalkan Buyonggak namun siapa yang menyangka jika Da Mo akan kembali lagi dan akhirnya menjadi seperti ini…. 
“Ah Da Mo menangis sangat banyak begitupun dengan Sa Ran. Menurutmu apakah arti dari air mata mereka? Orang yang berada di posisi paling sulit adalah Sa Ran, tolong biarkan dia pergi dengan tenang. Melihatnya menangis aku juga merasa sedih” ucap Hwa Ran namun Perwakilan Ma tak mengiyakan ataupun menyetujui saran Hwa Ran, dia ingin mendengar langsung dari mulut Sa Ran mengenai keputusannya.
Sa Ran dan Da Mo akhirnya tiba di apartemen Sa Ran. Sa Ran menyuruh Da Mo untuk segera pulang namun Da Mo ingin mengantar Sa Ran hingga ke depan pintunya, takut hal yang buruk kembali menimpa bidadarinya.

Saat masuk ke dalam rumah, Hwa Ja dan Ayahnya bergegas keluar dari kamar karena mengira jika yang datang adalah Gong Joo…. Mereka terkejut saat melihat Sa Ran. Bukankah seharusnya Sa Ran sekarang berada di Buyonggak kenapa sekarang bisa berada disini? Sa Ran hanya menjawab “sesuatu terjadi” dan bergegas masuk ke kamarnya…
Hwa Ja dan Ayahnya tentu saja penasaran namun mereka tidak bisa memaksa Sa Ran untuk bercerita dengan kondisinya yang terlihat sedikit berantakan dan sepertinya sedang sakit… beruntung Gong Joo segera pulang berselang beberapa menit dari waktu kedatangan Sa Ran. Hwa Ja segera menarik putrinya tersebut ke kamarnya dan menanyakan apa yang sebenarnya sedang terjadi? Gong Joo berbohong jika semuanya baik-baik saja dan upacaranya berlangsung dengan baik. Setelah upacara Gong Joo bergegas pulang, dirinya tak mengetahui apa yang terjadi sesudahnya.
Mendengar jawaban Gong Joo, Hwa Ja dan Ayah Sa Ran semakin penasaran. Tidak mungkin upacara berlangsung dan si pengantin perempuan balik ke rumahnya? Pasti terjadi sesuatu.

Sementara itu
Ra Ra segera memberondong Son Ja dengan pertanyaan apa yang terjadi di upacara pernikahan Sa Ran? Son Ja bercerita dengan semangat 45 semua hal yang dilihat, didengar dan dirasakannya 
“ada seorang petinju amerika yang terkenal, dia keluar seperti kupu-kupu namun menyengat seperti lebah. Da Mo Hyung melakukan itu hari ini. Perwakilan Ma dan Sa Ran selesai melaksanakan upacara dan memasuki ruangan namun tiba-tiba Da Mo Hyung menerobos masuk. Gong Joo berlari kesana secepat dia bisa tapi semuanya sudah berakhir. Dahi perwakilan Ma terluka dan teman-temannya membawanya pergi dengan segera. Da Mo Hyung pasti melakukannya dengan satu kali pukulan dan yang lain berjuang dengan Da Mo Hyung juga. Orang-orang Buyonggak masuk dan menghentikannya… Sa Ran Noona dan Da Mo Hyung menangis sangat banyak. Mengatakan akan melakukan apapun kecuali putus dengan Sa Ran Noona. Jika dia ingin rambutnya terangkat, ia akan melakukannya dan jika dia ingin menjadi seorang pria Gisaeng ia juga akan melakukannya. Dan untuk membawanya, jika Sa Ran Noona menolak kemudian cukup mencekiknya hingga mati. Ketika dia seperti itu bagaimana bisa hati Noona tak tersentuh? Noona menangis dan kami yang melihatnya juga menangis dan setelah itu kami pergi. Hasilnya adalah akhir yang bahagia. Ini benar-benar menyentuh, ketika aku melihatnya aku berpikir harus merasakan jatuh cinta sebelum aku mati”. Ra Ra merasa takjub mendengar semua cerita Son Ja dan muncul rasa penyesalan di hatinya karena tadi tidak ikut serta dengan Son Ja melihat pengorbanan dan perjuangan cinta Da Mo.
Ahjussi Saeng Kang, Dan Se dan Bong Yi kembali bercerita mengenai kejadian yang baru saja terjadi di Buyonggak… mereka merasa senang karena Da Mo akhirnya bisa merebut hati Sa Ran dan sepertinya Hwa Ran telah berpihak pada Da Mo. Buktinya, Hwa Ran menyuruh Da Mo untuk membawa Sa Ran segera pergi sebelum Perwakilan Ma datang. Tapi yang menjadi masalah sekarang adalah Perwakilan Ma dan juga Sa Ran? Mungkinkah dia akan melepaskan Sa Ran setelah semua pengorbanannya selama ini terutama dari segi materi. Hal yang sama juga menjadi pemikiran Eun Ja ketika Soon Duk datang ke kamar Eun Ja dan menanyakan tentang upacara semalam? Eun Ja menjelaskan jika upacaranya berlangsung lancar namun Da Mo tiba-tiba muncul dan mengacaukan segalanya. Sekarang semua keputusan ada di tangan Sa Ran, apa Sa Ran ingin tetap bersama Perwakilan Ma ataukah kembali ke pelukan Da Mo? Ah satu lagi hal yang mereka lupakan, orang tua Da Mo.
Joo Hee mengunjungi kediaman Eo San namun tidak ada seorang pun di rumah selain bibi pengurus rumah. Joo Hee berjalan mengelilingi rumah yang sudah ditinggalkannya selama beberapa waktu terakhir ini. Kamar Eo San, Ra Ra masih sama seperti dulu dan tidak ada yang berubah… tapi tunggu dulu kenapa salah satu kamar sepertinya dihuni oleh seorang pemuda? Siapa dia? Joo Hee memutuskan bertanya pada Bibi Pengurus rumah dan jawaban yang didengarnya membuatnya terkejut… Bibi Pengurus rumah memberitahukan jika pemuda tersebut adalah anak dari mantan adik ipar Joo Hee alias Kang San. 

Da Mo menelepon Sa Ran dan mengatakan akan tiba dalam waktu 10 menit untuk menemui Sa Ran. Sa Ran menyuruh Da Mo untuk masuk ke dalam rumahnya, kebetulan semua anggota keluarga telah pergi. Suasana canggung dirasakan Da Mo ketika memasuki rumah Sa Ran. Ini pertama kalinya Da Mo dan Sa Ran berada berdua saja di rumah Sa Ran.
“kamu tidak mengganti pakaian? Kamu tidak pulang?” tanya Sa Ran
“aku menginap di Hotel. Kita perlu membuat sebuah keputusan sebelum aku bisa pulang ke rumah. Aku akan mengikuti apapun yang kamu katakan kecuali berpisah” jawab Da Mo
“bisakah kamu benar-benar menaikkan rambutku? Lihatlah aku dan jawablah” ucap Sa Ran karena Da Mo hanya menunduk
Da Mo menjawab “mmmm” dan kemudian menatap Sa Ran seolah meyakinkannya dan berucap “aku akan membesarkannya jika itu yang kamu inginkan”
“bagaimana dengan orang tuamu?” tanya Sa Ran lagi
“apakah mereka akan membunuhku karena menikahi seorang Gisaeng? Aku pikir itu seolah-olah mereka tidak akan memiliki anak lagi”
“apakah aku terlalu bernilai sehingga kamu akan menyakiti hati orang tua yang sudah melahirkan dan membesarkanmu?”
“orang tuaku, bahkan jika mereka tidak memilikiku…. Ayah memiliki Ibu dan Ibu mempunyai Ayah. Aku harus menemukan sendiri “setengah lainnya” dan hidup . Dulu aku berpikir aku bisa hidup dengan siapapun tapi itu hanya kesombonganku. Mungkin jika bukan karenamu, jika aku tidak bertemu denganmu aku akan tetap seperti itu. Aku menyadari bahwa cinta yang membuatku seperti itu. Jika kamu jatuh ke dalam air, kamu bisa berenang atau seseorang dapat menarikmu keluar tetapi tidak ada cara untuk keluar dari lautan cinta setelah kamu jatuh ke dalamnya. Kecuali semua cinta di laut menghilang tapi aku menjamin setelah kita jatuh ke laut itu kita akan hidup bahagia selama sisa hidup kita”
“di dunia ini kamu tidak dapat menjamin apapun. Aku tidak pernah tahu jika akhirnya aku menjadi begitu terikat dengan seorang pria bernama Ah Da Mo” ucap Sa Ran
“itu benar, sesuatu yang bahkan kamu tidak bisa melihatnya ataupun menyentuhnya menguasaimu dan kamu tidak bisa membebaskan diri darinya bahkan jika kamu mencobanya. Aku hanya akan menerima dan hidup dengan cara ini. Aku kehilanganmu karena aku lebih mencintaimu. Aku tahu aku mencintaimu lebih dari cintamu padaku. Kamu hidup dengan baik setelah kita putus dan kamu bahkan meningkatkan rambut kamu dengan pria lain” ucap Da Mo dan Sa Ran seketika menyentuh luka di bibir Da Mo. Da Mo menggenggam tangan Sa Ran erat “aku kehilangan beratku 3 kg dalam waktu seminggu dan setelah masuk ke Buyonggak aku kehilangan 2 kg lagi, jika aku memakai pakaianku aku terlihat seperti tengkorak” tambah Da Mo
“ini adalah alasan kenapa aku membencimu. Jika kamu tidak menyakitiku di hari ulang tahunmu, aku tidak akan mengetahui tentang rahasia kelahiranku dan aku tidak akan ke Buyonggak”
“mianhae, mianhae… aku akan baik untukmu selamanya dan hidup untuk mendapat pengampunanmu. Sejujurnya aku mencoba membuatmu jatuh kepadaku terlebih dahulu tapi aku menyukaimu lebih dan lebih…. Dan semakin aku melihatmu semakin aku berpikir aku tidak bisa putus denganmu. Aku takut, itulah sebabnya aku mengakhiri hubungan kita. Aku takut pada diriku sendiri. Aku menyukaimu sangat banyak tetapi ketika aku memikirkan kita tidak akan bisa bersatu, aku menyerah… aku tidak pernah membencimu, aku berpura-pura menjadi pria jahat agar kamu tidak menemuiku lagi, aku menyembunyikan perasaan cintaku. Aku masih memiliki penjepit rambutmu, aku akan membuangnya bersama dengan sisa kenangan tetapi aku menyadari betapa pentingnya benda tersebut. Aku tidak akan membuat keputusan bodoh seperti sebelumnya”
“jika kamu melihatnya itu adalah hal bodoh sekarang”
“aku biasanya tidak pernah bermimpi tapi aku mempunyai firasat mimpi dimana kamu melepaskan cinciku dan berjalan menuju tebing”
“dimana cincin itu?” tanya Sa Ran
“masih ada, kenapa?” tanya Da Mo balik
“berikan padaku… aku tidak tahu lagi, aku sudah melakukan semuanya, sekarang bukan menjadi tanggung jawabku lagi” jawab Sa Ran
“benar, semuanya akan menjadi tanggung jawabku. Percaya padaku sekarang” ucap Da Mo dan menarik Sa Ran dalam pelukannya.
“jadi apa sekarang? Apa kamu berpikir orang tuamu akan membiarkanmu?”
“aku sudah dewasa sekarang, aku akan mengurus semuanya. Apa yang kamu inginkan padaku sekarang? Menjadi pria Gisaeng atau seorang suami?” tanya Da Mo dan tak membiarkan Sa Ran lepas dari pelukannya
“bagaimana aku bisa menjadikan putra Eun Sung grup seorang pria Gisaeng?” jawab Sa Ran
Sa Ran memutuskan untuk menemui Perwakilan Ma…. Masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Da Mo tentu saja tidak setuju dan mengatakan jika mulai sekarang dirinyalah yang akan mengurus semuanya. Sa Ran tetap bersikeras akan melakukannya dan meminta Da Mo untuk tidak terlalu mengkhawatirkannya. Untuk masalah yang satu ini, akan jauh lebih baik jika Sa Ran yang melakukannya.
Ayah Da Mo sedang berjalan-jalan dengan Andre. Saat melihat seorang kakek sedang mendorong kereta cucunya, Ayah Da Mo tersenyum dan berharap bisa segera memiliki cucu dari Da Mo. “Andre, kapan Ayah akan memiliki cucu?” tanya Ayah Da Mo pada Andre…. Ngakak pas scene ini^^

Da Mo dan Sa Ran memilih ke Buyonggak terlebih dahulu sebelum akhirnya menemui Perwakilan Ma. Sa Ran segera meminta maaf saat bertemu dengan Hwa Ran termasuk kesalahannya karena sudah membuat luka di hati Perwakilan Ma dan membuat Hwa Ran kecewa. Da Mo segera menyela jika yang seharusnya dipersalahkan adalah dirinya dan bukannya Sa Ran… Da Mo dan Sa Ran sudah mengambil keputusan jika mereka akan menikah. Hwa Ran bertanya bagaimana dengan orang tua Da Mo terlebih Ayah Da Mo yang terkenal dengan kepribadiannya yang tegas dan keras, tidak mudah baginya untuk menerima Sa Ran sebagai menantu dan tidak mudah bagi mereka berdua untuk meluluhkannya? Da Mo sekali lagi meyakinkan jika dirinya akan bertanggung jawab untuk semuanya, Da Mo tidak akan membiarkan Sa Ran terluka lagi.
Hwa Ran berpikir sejenak setelah mendengar keputusan Sa Ran dan Da Mo. Hwa Ran menyuruh Sa Ran mengemasi barang-barangnya dan keluar dari Buyonggak… Sa Ran tentu saja terkejut. Da Mo berucap jika semua biaya yang telah dikeluarkan Hwa Ran akan diganti olehnya namun Hwa Ran menjawab yang seharusnya mereka pikirkan sekarang adalah mengganti uang yang sudah dihabiskan Perwakilan Ma saja.
Berita keluarnya Sa Ran sebagai Gisaeng di Buyonggak sampai juga di telinga Eun Ja dan Gisaeng lainnya. Da Mo berpamitan pada 3 teman sekamarnya sedangkan Sa Ran berpamitan pada teman-temannya sesama Gisaeng…. ^^

Ada pertemuan dan ada perpisahan. Sa Ran memberikan penghormatan terakhirnya untuk Hwa Ran. Sejak awal Sa Ran masuk ke Buyonggak bahkan hingga hari terakhir Sa Ran di Buyonggak, Hwa Ran sangat baik padanya. Sama seperti Gisaeng lainnya yang sudah menganggap Hwa Ran Ibu mereka, Sa Ran juga merasakan hal yang sama.
“apa kita tidak akan bertemu lagi? hari pertama kamu datang kesini dan mengatakan akan menjadi Gisaeng, aku merasa ada sesuatu yang sakit dengan hatimu. Aku berharap bisa membantumu dan mendengarkan semua keluh kesahmu jadi aku mengajakmu ke luar meskipun pada akhirnya kamu tidak mengatakan apapun juga. Aku merasa sedikit kecewa… apa kamu sudah menyembuhkan hatimu sekarang?” tanya Hwa Ran dan Sa Ran justru meneteskan air mata

Kesedihan masih sangat banyak seperti sebelumnya. Ini bukan karena Da Mo, lalu karena apa?

“jika ada kesempatan, aku akan memberitahu anda. Ini masih sakit sekarang”
“meskipun aku tidak tahu apa itu, setelah kamu menerima cinta dari suamimu nanti dan memiliki anak semuanya akan bisa menghilang dengan sendirinya” ucap Hwa Ran

Orang yang terakhir kali dikunjungi Sa Ran dan Da Mo untuk mengucapkan salam perpisahan adalah Eun Ja. Eun Ja merasa sedih meskipun Sa Ran keluar dengan cara yang baik dan menuju ke kehidupan yang jauh lebih baik.
Langkah kaki Sa Ran dan Da Mo akhirnya berpijak juga di luar pintu Buyonggak…. Keluarnya Sa Ran dari Buyonggak secara resmi menandakan berhentinya pula dirinya bekerja sebagai Gisaeng sekarang. Senyum merekah di wajah mereka berdua, kebahagiaan akhirnya menyertai mereka meskipun hanya untuk saat ini. Sa Ran dan Da Mo menyadari masih ada satu tembok besar penghalang lagi yang harus mereka hadapi yaitu Ayah Da Mo… meskipun semua orang menyangsikan Sa Ran dan Da Mo akan bisa melewatinya dan Da Mo lagi-lagi akan menyerah dan pada akhirnya Sa Ran akan kembali menjadi Gisaeng, mereka berdua memiliki keyakinan akan mampu melewatinya…

Joo Hee menelepon Hyo Ri untuk menanyakan kebenaran kabar yang didengarnya dari Bibi Pengurus rumah Eo San. Hyo Ri membenarkannya dan tidak ada yang bisa dilakukannya karena semuanya hanya masa lalu Kang San lagipula Ibu dari putra Kang San sudah lama meninggal… Joo Hee berucap pasti Ra Ra marah mendengarnya namun Hyo Ri menjawab jika Ra Ra sangat menyukai adiknya, mereka bahkan sudah lama saling mengenal.
Saat Nenek Ra Ra pulang, Bibi pengurus rumah memberitahukan jika Joo Hee tadi datang berkunjung… bukannya senang mendengarnya, Nenek bergumam “untuk apa dia datang kemari?”
Tiba waktunya Sa Ran menemui Perwakilan Ma…. Da Mo memilih menunggu Sa Ran tak jauh dari tempat janjian mereka bertemu. Da Mo takut jika Perwakilan Ma akan melakukan hal yang mengancam keselamatan nyawa Sa Ran.

“Perwakilan Oh memintaku untuk melepaskanmu, apa kamu juga memiliki pemikiran yang sama? Apakah hatimu mencair karena air mata manusia?” tanya Perwakilan Ma membuka pembicaraan
“Perwakilan Ma akan baik-baik saja tanpaku” jawab Sa Ran
“kata siapa? Perasaan yang menarik seseorang untuk seseorang apakah kamu pikir itu sebanding dengan waktu? Apakah aku hanya dimanfaatkan oleh kalian berdua? Pertama kamu yang menawarkan untuk menikah dan sekarang kamu ingin membatalkannya? Aku ini apa untukmu?”
“aku pikir anda adalah seperti saudaraku yang lebih tua, anda tidak membuat kesalahan dan anda sempurna. Ah Da Mo memiliki banyak kekurangan dibandingkan dengan anda. Ini seperti kalimat, cinta seperti cinta orang tua. Bahkan jika itu bukan aku, Perwakilan Ma akan bertemu orang lain dan dia tidak bisa… dia mengatakan tidak mungkin. Dia rentan terhadap kesalahan, dia manja dan aku tahu dia kurang dalam banyak hal dan dia tidak pernah membuatku bahagia tapi itulah mengapa aku berpikir aku harus memegang tangannya dan pergi bersamanya. Mohon anda mengerti, maafkan aku”
“bolehkah aku mengambil sebuah balas dendam kecil? Aku berpikir bagaimana jika membuat kisahmu menjadi sebuah film? Tidak persis sama tetapi menggunakan cerita umum…. Aku akan membuat tokoh diriku menjadi sangat memikat sedangkan kalian berdua sangat egois. Satu-satunya yang bisa membanggakan dariku adalah uang”
“Da Mo berencana untuk meminta maaf kepada anda tetapi aku datang sebagai gantinya”
“karena aku tidak memiliki selera makan yang baik dan masih merasa sedikit sakit, aku pergi terlebih dahulu. Cinta seperti cinta orang tua berlaku untukku juga, aku ingin menghargai dan merawatmu juga. Jika dia memperlakukanmu buruk, katakan padaku” ucap perwakilan Ma dan mengulurkan tangan untuk berjabat tangan. Sa Ran menyambutnya dan tersenyum meskipun perasaan bersalah masih menyelimuti hatinya. Sa Ran menyadari tidak mudah bagi Perwakilan Ma memaafkan semua kesalahan Sa Ran dan Da Mo dalam waktu singkat. Semuanya butuh proses dan waktu.

BERSAMBUNG


Akhirnya….. Sa Ran memilih untuk tetap bersama Da Mo dan mengakhiri pernikahan singkatnya dengan Perwakilan Ma. Tidak sabar melihat Perjuangan Da Mo dan Sa Ran meluluhkan hati Ayah Da Mo dan juga pertemuan Sa Ran dengan orang tua kandungnya.
Masih banyak kejutan-kejutan yang menanti di episode-episode mendatang. Misalnya saja Ra Ra dan misteri calon suaminya nanti? Apa Soon Duk dan Eo San bisa bersatu di pelaminan? Kehidupan Gong Joo dan Son Ja serta Pernikahan Da Mo-Sa Ran. ^^

0 comments:

Post a Comment

Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015