[Recap] New Tales Of Gisaeng Episode 27

EPISODE 27
Munculnya Wajah Baru



Kedatangan Ayahnya ke Buyonggak secara tiba-tiba membuat Da Mo takut… takut jika Ayahnya memergokinya bekerja di Buyonggak dan keinginannya untuk membawa Sa Ran keluar tidak bisa terwujud. Da Mo bergegas memberitahukan perihal kedatangan Ayahnya pada Do Hwa dan bergegas bersembunyi di kamar sementara waktu. Dan sebagai gantinya Hwa Ran turun tangan langsung menyambut Ayah Da Mo dan rekan-rekan bisnisnya, hal yang sangat jarang dilakukannya sebagai pemimpin Buyonggak.
Saat pulang ke rumah, Ra Ra terkejut melihat semua pakaiannya telah tertata rapi di atas meja. Ra Ra bergegas menemui Neneknya dan meminta Neneknya untuk memanggil kembali pembantu mereka dan tak menyusahkan Soon Duk sepanjang waktu. Sayang, Nenek Ra Ra tetap pada pendiriannya. Nenek akan membuat Soon Duk menyerah dan akhirnya membatalkan pernikahan dengan Eo San.

Ayah Da Mo akhirnya pulang…. Da Mo keluar dari persembunyiannya dan kembali bekerja. Kabar kedatangan Ayah Da Mo belum diketahui Sa Ran.
Sa Ran kembali bertugas menghibur tamu di ruangan khusus… salah satu tamu bernama Perwakilan Ma dan sepertinya berprofesi sebagai seorang sutradara terkenal serta dikenal hoby gonta ganti pasangan seketika terpesona dan terdiam sepanjang Sa Ran menampilkan keahliannya menari.
Saat Sa Ran selesai tampil, Do Hwa meminta Sa Ran duduk sebentar menemani perwakilan Ma. Perwakilan Ma menuangkan minuman untuk Sa Ran dan di waktu bersamaan Da Mo masuk membawakan makanan. Perwakilan Ma tiba-tiba mengatakan jika Sa Ran bersikap sangat sombong padahal dirinya baru saja memasuki Buyonggak atau bisa dikatakan masih bau kencur. Perwakilan Ma memiliki alasan tersendiri mengatakannya, sepanjang duduk disampingnya, Sa Ran sama sekali tidak mengucapkan sepatah katapun….
Gantian Perwakilan Ma yang meminta Sa Ran untuk menuangkannya minuman namun Sa Ran melakukan kesalahan atau bahkan sengaja melakukannya…. Sa Ran terus menuang minuman hingga meluber ke dinding gelas dan yang didapatkannya adalah Perwakilan Ma menyiramkan air ke wajahnya. Di luar ruangan, Da Mo yang sedaritadi berusaha menahan amarahnya ketika mendengar Sa Ran diejek sombong semakin marah namun salah satu penjaga terus menahannya.
Sa Ran tak tinggal diam mendapat perlakuan kurang menyenangkan dan di luar dugaan menyiram balik wajah Perwakilan Ma. Semua yang berada di ruangan termasuk Da Mo yang berdiri di luar ruangan sontak terkejut namun tak ada yang bisa mereka lakukan selain membiarkannya.
Tatapan Da Mo dan Sa Ran bertemu saat Sa Ran keluar dari ruangan namun tak ada sepatah katapun yang terucap hingga akhirnya Sa Ran berlalu pergi. 

Hwa Ran memanggil Sa Ran ke kamarnya setelah insiden penyiraman. Hwa Ran mengatakan jika Perwakilan Ma memiliki sifat spontan dan kadang suka blak-blakan tetapi dibalik semua itu, Perwakilan Ma memiliki hati yang baik dan murah hati. Di pertemuan berikutnya ketika mereka ditakdirkan untuk kembali bertemu, Sa Ran akan mengerti maksud Hwa Ran. Hwa Ran kemudian masuk ke inti pembicaraan… Hwa Ran memberitahu Sa Ran jika tadi Ayah Da Mo datang berkunjung dan beruntung Da Mo adalah orang yang pertama kali melihatnya dan memberitahukan kepada Do Hwa agar melarang Sa Ran ke ruangan khusus sementara waktu.
Hwa Ran menceritakan semua yang didengarnya dari percakapan Ayah Da Mo dan teman-temannya. Ayah Da Mo berkeinginan agar Da Mo menikah secepat mungkin dan itu artinya Sa Ran harus cepat mengambil keputusan. Dari yang dilihat Hwa Ran, Da Mo sepertinya belum memberitahu Ayahnya tentang jati diri wanita yang akan dinikahinya nanti dan wanita itu adalah Sa Ran.
Di perjalanan pulang, Perwakilan Ma terus saja memikirkan kejadian tadi sewaktu di Buyonggak….
Ayah Da Mo menceritakan kunjungannya ke Buyonggak dimana wanita-wanita cantik dan muda berkumpul disana… mendengarnya membuat sang istri tentu saja cemburu terlebih sang suami mengungkapkan jika Pemilik Buyonggak terlihat sangat cantik dibandingkan dengannya.
Saat membersihkan ruangan yang sudah selesai digunakan para tamu, Da Mo terlihat terus berpikir dan menunjukkan ekpresi yang sulit dimengerti… 
Da Mo tiba-tiba berjalan menuju kamar para Gisaeng dan berteriak meminta Sa Ran yang baru saja akan tidur untuk segera keluar.
“segera berhenti menjadi Gisaeng dan keluar dari sini” ucap Da Mo penuh emosi
“apa yang kamu lakukan disini?” tanya Sa Ran, takut jika gisaeng lainnya yang baru saja tertidur menjadi terganggu.
“kamu tidak mau mendengarkanku?” teriak Da Mo dan membuat Gisaeng lainnya mulai berdatangan
“terserah kamu mau melakukan apa” ucap Sa Ran dan memilih masuk kembali ke kamar namun sepasang tangan kembali menariknya dengan satu tarikan keras yang berhasil membuat Sa Ran terduduk di lantai. Para gisaeng berusaha melepaskan Sa Ran dari genggaman Da Mo namun mereka tidak bisa.
“dimarahi oleh tamu pria, aku tidak bisa membiarkannya… kesabaranku cukup sampai disini” teriak Da Mo
“kembalilah tidur dan jangan membuat keributan” pinta Sa Ran
“kemudian ikut bersamaku?” tanya Da Mo
Hwa Ran yang baru saja akan tertidur terkejut ketika menerima telepon jika Da Mo ingin membawa paksa Sa Ran pergi malam ini juga. Saat sampai di kamar para Gisaeng, Hwa Ran melihat Da Mo duduk bersila dan mengatakan akan duduk sepanjang malam di depan kamar Gisaeng sampai Sa Ran berubah pikiran… Ahjussi Saeng Kang mengingatkan Da Mo jika suhu di luar sangat dingin dan meminta Da Mo membatalkan ide gilanya.
Melihat Da Mo yang tetap pada pendiriannya, Sa Ran menyuruh Bong Yi untuk mengambil seember air dan meminta ahjussi Saeng Kang untuk menyiramnya. Ahjussi Saeng Kang menolak namun Sa Ran memaksanya dan tak ada yang bisa diperbuatnya selain mengikuti kemauan Sa Ran. Sekarang semua mata tertuju pada Da Mo yang basah kuyup dan Sa Ran yang terlihat sedikit kejam…
Menyiram Da Mo dengan seember air tak membuat Da Mo bergeming… Sa Ran memiliki sifat keras kepala dan hal yang sama pun berlaku pada Da Mo. Da Mo membuka bajunya paksa dan meminta ahjussi Saeng Kang menyiramnya lagi air hingga Sa Ran puas. Hwa Ran tak bisa berbuat apa-apa dan memilih pergi meninggalkan kekacauan yang dibuat Da Mo.
Sa Ran meminta Dan Se, ahjussi Saeng Kang dan Bong Yi untuk membawa Da Mo pergi namun Da Mo mengancam tidak ada seorang pun yang boleh menyentuhnya… Da Mo kemudian berdiri dan kembali menarik Sa Ran paksa…. “kenapa kamu seperti ini” isak Sa Ran pada Da Mo yang tak mau menyerah “aku akan terus melakukannya, aku tidak akan menyerah dan akan terus berjuang” teriak Da Mo. Teriakan Da Mo semakin keras terlebih saat para pria berhasil membawanya pergi dan memisahkannya dari Sa Ran… Sa Ran menitikkan air mata, yang bisa dilakukannya hanya menangis. Sa Ran merasa kasihan dengan Da Mo, Sa Ran merasa dirinya adalah orang egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa pernah memperdulikan perasaan Da Mo. Tapi memang ini yang harus dilakukannya, dirinya dan Da Mo tak ditakdirkan untuk bersama dan semua yang dilakukan Da Mo hanyalah sia-sia belaka.
Keesokan harinya
Son Ja baru saja pulang dan segera menuju ke kamar Gong Joo sayang Gong Joo sedang tertidur… “bagaimana bisa wajah Noona terlihat seperti malaikat?” batin Son Ja dan buru-buru pergi saat Gong Joo tiba-tiba terbangun karena Hp-nya berbunyi.
Bong Yi menemui Sa Ran dan mengabarkan jika Da Mo sakit… Sa Ran menjadi sedih dan memutuskan membuatkan bubur untuk Da Mo. Sa Ran membelai lembut wajah Da Mo yang sedang tertidur dan membuat Da Mo terbangun. 
“aku akan memikirkannya kembali” ucap Sa Ran membuka pembicaraan
“berapa lama?”
“tidak tahu. Pertama pulanglah dulu ke rumah, berada disini juga tidak ada untungnya buatmu. Kemarin sangat sedih kan?”
“awalnya berencana masuk untuk memukul perwakilan Ma tapi ahjussi melarangnya. Bubur buatanmu sangat enak” ucap Da Mo dan membuat Sa Ran tersenyum. Da Mo merasa tenaganya kembali pulih, ya hanya dengan melihat dan mendengar suara Sa Ran...wanita yang sangat dicintainya.
Baru saja sembuh, Da Mo sudah berencana menunggang kuda bersama ahjussi Saeng Kang. Sa Ran tentu saja khawatir namun Da Mo mengatakan jika dirinya sudah baikan dan berucap jika menunggang kuda sangat baik untuk melancarkan sirkulasi darah.
Kang San menemui Eo San di rumah sakitnya. Tujuan kedatangannya adalah untuk menceritakan masalah yang akhir-akhir ini dihadapinya dan juga memberitahu Eo San jika dirinya memiliki seorang putra. Kang San juga meminta Eo San untuk menemui Son Ja menggantikan Ibunya karena Ibu mereka belum ingin menemui Son Ja.
Son Ja sendiri terlihat sangat senang karena akan makan malam bersama dengan Ayahnya. Meskipun hasil tes DNA belum keluar, Son Ja dan Kang San sama-sama memiliki keyakinan jika mereka memiliki ikatan darah. Son Ja bahkan mengecat rambutnya untuk pertemuan penting tersebut dan mengirimkan foto hasil perubahan dirinya pada Gong Joo.
Sepulang dari berkuda, Da Mo mengobrol dengan Sa Ran… mereka berbagi cerita apa yang dilakukan masing-masing pihak saat mereka berpisah? Da Mo bercerita setelah dirinya putus dari Sa Ran, hidupnya terasa hampa. Da Mo masih bisa makan, berjalan-jalan dengan mobilnya tetapi hatinya terasa kosong dan kebahagian kembali memenuhi rongga hatinya saat bersama dengan Sa Ran. Da Mo berjanji akan meyakinkan ke dua orang tuanya dan tak akan takut lagi pada apapun yang terjadi karena dirinya bukan lagi Da Mo yang dulu…
Ibu Da Mo terlihat senang dalam perjalanan menuju suatu tempat untuk bertemu dengan sahabat-sahabatnya. Tak ingin kalah dengan suaminya, Ibu Da Mo memutuskan ke Buyonggak… Omo.
Son Ja sedikit kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Neneknya, untungnya kehadiran pamannya bisa sedikit mengobati luka hatinya… Eo San mengajak Son Ja tinggal di rumahnya namun Son Ja akan memikirkannya begitu hasil tes DNA keluar. Jika Son Ja adalah anak Kang San, itu artinya Son Ja ke depannya akan serumah dengan Ra Ra.
Sekembalinya di rumah, Son Ja menceritakan semua yang dilakukannya dan juga perasaannya saat bertemu dengan pamannya kepada Gong Joo. Eo San juga melakukan hal yang sama, menceritakan hasil pertemuannya dengan Son Ja. Eo San memiliki keyakinan jika Son Ja adalah benar-benar anak Kang San, mereka terlihat sangat mirip. Nenek merasa sangat menyesal tidak ikut serta dan bersedih. Jika saja suaminya melihat semuanya pastinya terasa sangat menggembirakan.
Hal yang kita takutkan akhirnya terjadi. Jika dulu Da Mo bisa bersembunyi dari Ayahnya, kali ini Da Mo tidak bisa bertemu dari Ibunya… saat hendak menerima telepon dari sang suami, Ibu Da Mo tanpa sengaja melihat putra semata wayangnya sedang mengangkat baki. Ibu Da Mo seketika pingsan…. 
Perwakilan Ma kembali mengunjungi Buyonggak dan hal tersebut membuat Da Mo kembali menjadi kesal. Saat melewati sebuah ruangan Perwakilan Ma berhenti sejenak dan terus memandangi Sa Ran yang sedang bernyanyi.

BERSAMBUNG


Entah kenapa aku merasakan firasat buruk dengan kehadiran Perwakilan Ma terhadap hubungan Sa Ran dan Da Mo... Belum lagi dengan terungkapnya fakta jika selama ini Da Mo bekerja di Buyonggak oleh Ibunya.  T^T

0 comments:

Post a Comment

Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015