[Recap] New Tales Of Gisaeng Episode 24

=EPISODE 24=
Aku akan ikut kemanapun kamu pergi



Eun Ja menceritakan semua hal yang dilihatnya dengan penuh semangat kepada teman-temanya di dapur dan juga Do Hwa yang kebetulan sedang berada disana. Da Mo baru saja melamar Sa Ran dan memberikannya cincin berlian yang batunya mungkin senilai 3 karat. Selain tampan dan kaya raya, Da Mo juga ternyata sangat romantis.
Do Hwa melaporkan apa yang didengarnya kepada Hwa Ran dan beberapa menit kemudian telepon di kamar Hwa Ran berdering. Bong Yi melapor jika Da Mo ingin menemui Hwa Ran secara langsung.
Tujuan kedatangan Da Mo adalah meminta kepada Hwa Ran untuk mempekerjakannya di Buyonggak. Da Mo bisa melakukan pekerjaan apapun termasuk menjadi sopir, bersih-bersih dan berbagai macam hal lainnya. Dirinya bahkan rela bekerja tanpa menerima bayaran sepeserpun. Dengan masuknya Da Mo ke Buyonggak, Da Mo bisa mendekati Sa Ran dan sedikit demi sedikit membujuknya untuk keluar dari Buyonggak dan kemudian menikahinya.
“kenapa tidak dari dulu kamu membahagiakannya?” tanya Hwa Ran
“untuk masalah itu, aku tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Aku juga terus menerus bertanya pada diri sendiri, bayangan Sa Ran terus terbayang dalam benakku dan sekarang aku sudah mengerti semuanya. Apa anda bisa menerimaku?”

Hwa Ran memanggil Sa Ran ke ruangannya. Hwa Ran menyampaikan keinginan Da Mo untuk bekerja di Buyonggak dan hal tersebut sontak saja membuat Sa Ran terkejut. Hwa Ran menyerahkan semua keputusan pada Sa Ran, Hwa Ran hanya menasehati Sa Ran agar berhati-hati dalam mengambil keputusan. Dari yang dilihatnya mereka berdua masih saling mencintai. 
Ahjussi Saeng Kang terkejut melihat kedatangan Da Mo ke dalam kamar miliknya, Dan Se dan juga Bong Yi. Da Mo memperkenalkan diri kepada ahjussi Saeng Kang dan berucap jika mulai hari ini akan bekerja di Buyonggak. Ahjussi Saeng Kang mengeluh karena kamar yang sempit dan kecil ini akan bertambah lagi satu personel. Namun bagi Da Mo tidur di sudut kamar pun tak masalah baginya, Let See^^
Kabar bekerjanya Da Mo terdengar di seantero Buyonggak dan akhirnya sampai juga di telinga Eun Ja. Eun Ja merasa iri, andai saja ada seorang pria yang melakukan hal menakjubkan seperti itu juga padanya.

Da Mo menuju ruang makan dan disaat yang bersamaan Sa Ran juga menuju ke tempat yang sama. Meskipun Sa Ran berbicara sedikit ketus namun Da Mo bisa melihat ketulusan dan riak bahagia di wajah Sa Ran ketika melihatnya terlebih mulai sekarang mereka akan sering bertemu.
Munculnya Da Mo di ruang makan membuat Eun Ja membelalakkan mata dan tersenyum malu. Sedangkan Da Mo sendiri memilih memperkenalkan diri terlebih dahulu “aku memberi salam hormat kepada semuanya, namaku Ah Da Mo. Mulai sekarang aku bekerja disini. Meskipun banyak yang tidak menyukainya tapi aku akan terus berusaha melakukan yang terbaik”. 
Da Mo berkenalan dengan Dan Se dan juga Bong Yi. Tak hanya itu Da Mo memuji sup buatan Eun Ja yang terasa sangat nikmat. Cie,cie Eun Ja. Tapi tetap hati Eun Ja hanya untuk Dan Se seorang.
Di rumah, Gong Joo sudah membayangkan jika Da Mo berhasil membawa kakaknya keluar dari Buyonggak. Senyum terkembang di wajahnya…. Gong Joo kemudian memutar musik dan mulai menari. Jika Sa Ran sangat ahli dengan tarian tradisionalnya, Gong Joo justru sebaliknya. Alunan musik dari kamar Gong Joo membuat Son Ja penasaran dan mengintip. Son Ja ikut larut dan menari bersama Gong Joo… klop banget deh^^ 
Da Mo mulai berlatih hal-hal apa yang akan dilakukannya selama bekerja di Buyonggak. Dimulai dari mengepel dan menyajikan makanan pada tamu. Hwaiting Oppa.
Semua yang dilakukan Da Mo dilaporkan Do Hwa kepada Hwa Ran. Hwa Ran jadi bingung cinta itu seperti apa? Bagaimana bisa seorang anak kaya Raya, pewaris perusahaan Eunsung grup bisa menjadi seperti itu? Do Hwa tentu saja terkejut mendengarnya.
Malam harinya
Da Mo mulai bekerja mengantarkan pesanan tamu ke ruangan mereka masing-masing. Salah satu satu tamu memberi Da Mo tips dan saat bertemu Sa Ran, Da Mo memberikannya kepada Sa Ran “mulai hari ini semua uang yang aku dapatkan, akan aku berikan kepadamu” namun Sa Ran menolak menerimanya.
Saat memasuki kedai kopi yang berada tak jauh dari apartemen, Son Ja bertemu dengan Kang San yang sepertinya sengaja menunggunya dan berharap bisa bertemu Son Ja. Kang San meminta Son Ja untuk duduk dan mengobrol sebentar. Awalnya Son Ja menolak namun pada akhirnya setuju untuk berbicara dengan Kang San.
Saat keluar dari ruangan usai menyelesaikan tugasnya sebagai Gisaeng, Sa Ran terkejut dengan kehadiran Da Mo. Da Mo memaksa Sa Ran meminum jus jeruk karena melihat Sa Ran yang sangat kelelahan.
“orang tuamu tidak tahu kan jika kamu berada disini?” tanya Sa Ran
“jika kita pergi dari sini secepatnya, kita mungkin tidak akan ketahuan” jawab Da Mo santai
“jika kamu seperti ini aku akan memberitahu mereka. Aku memiliki nomor teleponnya” ancam Sa Ran
“silahkan saja, aku juga akan ke rumahmu dan menyelidiki ayahmu. Bagaimana bisa dia membiarkan anak perempuannya menjadi Gisaeng” ancam Da Mo balik dan Sa Ran tak mampu membalasnya dan memilih pergi “bagaimanapun pada akhirnya kamu tetap akan mendengarkanku” teriak Da Mo.
Ahjussi Saeng Kang mengajak Da Mo dan yang lainnya untuk minum bersama di sebuah kedai pinggir jalan. Minum bersama adalah salah satu kebiasaan mereka seusai bekerja. Ahjussi Saeng Kang tak lupa memberi petuah kepada Da Mo bagaimana cara menghadapi wanita namun Bong Yi seketika mengejeknya bagaimana bisa ahjussi menasehati Da Mo sedangkan dirinya sendiri sampai saat ini tak memiliki pendamping hidup.

Sa Ran menemui Do Hwa. Sa Ran meminta tolong kepada Do Hwa agar membuat Da Mo bekerja lebih keras lagi hingga dirinya menyerah dan keluar dari Buyonggak. Jalan yang dipilih Sa Ran sekarang ini adalah sudah menjadi keputusannya.
Datangnya Da Mo ke Buyonggak membuat beberapa gisaeng merasa kesal atau bisa dikatakan iri. Mereka beberapa kali menyindir Sa Ran dengan mengatakan apakah Buyonggak tempat untuk berpacaran? 
Sebuah kejadian lucu terjadi
Da Mo yang tidur di sudut kamar merasa sedikit terganggu dengan munculnya bau gas beracun yang dikeluarkan Dan Se. Bong Yi dan ahjussi Saeng Kang adem-adem saja. Mereka yang telah mengetahui kebiasaan Dan Se saat tidur, bergegas memakai masker, wkwkwkwk
Keesokan harinya
Hwa Ran kembali melancarkan aksinya dengan mengajak Nenek ke sebuah spa. Saat menunggu giliran, Hwa Ran bertanya mengenai kabar Eo San dan mengatakan jika Eo San membutuhkan teman mengobrol, Hwa Ran bersedia menemani.
Sedangkan Da Mo sendiri…. Saat membersihkan kolam bersama Dan Se, Da Mo bergegas meninggalkannya dan memilih mengantar Sa Ran dan gisaeng lainnya menuju tempat berenang. Da Mo bahkan meminta kepada ahjussi yang biasanya mengantarkan mereka untuk beristirahat saja.
Kang San lagi-lagi mengunjungi Son Ja. Kali ini mereka berbicara lebih banyak dibandingkan dengan pertemuan terakhir mereka termasuk bagaimana kondisi tempat tinggal Son Ja sekarang dan dimana Ibu Son Ja dikuburkan? Son Ja menjelaskan jika saat ini dirinya tinggal bersama keluarga Dan yang sudah dianggapnya seperti keluarga sendiri. Ibunya tidak dikuburkan dan abunya disebar di laut karena Ibu Son Ja sangat menyukai laut. Son Ja balik bertanya kenapa Kang San tak pernah mencari Ibunya? Kang San menjawab jika Ibunya menghilang secara tiba-tiba setelah menyerahkan surat pengunduran diri. Kang San tak mungkin mencarinya karena dirinya sudah berkeluarga dan memiliki anak. 

Saat Sa Ran dan gisaeng lainnya berenang, Da Mo juga tak tinggal diam dan melakukan hal yang sama. Sixpack Da Mo membuat para Gisaeng menjadi takjub belum lagi dengan kemampuan berenangnya yang sangat mumpuni. Mereka bertanya-tanya siapa sebenarnya Da Mo, apakah model?
Sebuah kejadian yang tak pernah diduga Sa Ran sebelumnya akan terjadi berhasil membuatnya shock. Da Mo menariknya ke dalam air dan menciumnya paksa (tutup mata).
“aku mohon hiduplah bersamaku” ucap Da Mo begitu mereka berdua muncul ke permukaan
“apakah aku begitu mudahnya untuk dijahati?” tanya Sa Ran kesal
“aku tidak bisa menunggu terus semasa hidupku dengan menganggapmu sebagai nona besar” ucap Da Mo namun Sa Ran memilih meninggalkannya. Selama di Buyonggak, Da Mo dan pegawai lainnya harus memanggil pada Gisaeng dengan sebutan Nona.
Eo San mengutarakan keinginannya untuk menikahi Soon Duk. Ucapannya tersebut jelas membuat sang ibu terkejut dan menentangnya dengan keras. Setiap kali melihat atau mengingat wajah Soon Duk, Nenek Ra Ra selalu teringat dengan suaminya yang telah tiada dan juga cucunya yang tidak diketahui keberadaannya. Namun Eo San tetap berkeinginan untuk menikahi Soon Duk, selama ini dirinya maupun Soon Duk sudah menderita dan sudah saatnya mereka berbahagia.
Jika Eo San ingin menikah, Nenek Ra Ra dengan senang hati akan setuju tetapi mengapa harus Soon Duk? Masih banyak wanita lain misalnya saja Hwa Ran.
Ahjussi Saeng Kang tengah sibuk melap sepatu para Gisaeng. Da Mo yang kebetulan lewat menawarkan diri untuk mengerjakannya, untuk bayarannya tak masalah jika ahjussi Saeng Kang yang mengambilnya. Saat melap, Sa Ran keluar dari ruangan dan Da Mo seketika mengedipkan mata pada Sa Ran, hehehehe….

Sebuah masalah terjadi di Buyonggak. Salah seorang Gisaeng diam-diam menjalin hubungan dengan tamu dan beberapa kali melakukan panggilan telepon dan juga bertemu. Hal tersebut jelas sangat dilarang…. Walaupun image mereka jelek di mata masyarakat namun Gisaeng di Buyonggak hanya bertugas untuk menghibur tamu dalam artian positif misalnya menyanyi,menari dan menuangkan minum untuk mereka.
Dan aturan yang sudah diciptakan sejak awal harus dijalankan dan hal tersebut adalah perjanjian yang sudah ditandatangani oleh para Gisaeng sebelum memutuskan masuk ke Buyonggak. Jika mereka kedapatan menjalin hubungan dengan tamu, mereka akan dihukum cambuk sebanyak 5x dan diusir.
Salah satu Gisaeng melakukan protes
“Madam, diam-diam melakukan panggilan dan bertemu dengan tamu adalah perbuatan yang salah tapi dibandingkan dengan seseorang yang menggoda pria jelaslah sangat buruk. Kejadian ini jelas akan merusak suasana begitupun dengan Dan Sa Ran”
“tidak terpikirkan olehku untuk memisahkan cinta kalian. Dibandingkan dengan seorang gisaeng, kenyataannya melewati hari-hari tanpa masalah itulah namanya kebahagiaan. Aku berharap dibandingkan menjadi Gisaeng, aku lebih mendukung pernikahan. Kalian menolak hal yang akan terjadi di kemudian hari, Dan Sa Ran juga begitu. Karena menolak kekasihnya makanya kekasihnya ikut kemari dan aku yang menerimanya. Kalian juga bisa membawa pacar kalian untuk bekerja disini dan aku akan menyambutnya tapi memikat tamu dan diam-diam janjian untuk bertemu bagaimana kita bisa menjaga nama Buyonggak”ucap Hwa Ran dan memerintahkan kepada penjaga untuk mulai melakukan hukuman cambuk. 
Sa Ran dan Da Mo saling melempar pandang, entah apa yang ada di pikiran mereka berdua.
Ra Ra menyetujui proses perjodohan yang pernah diusulkan Ayahnya. Oh Jin Am adalah salah seorang dokter muda di rumah sakit milik Ayah Ra Ra, dialah orang yang akan dijodohkan dengan Sa Ran. Jin Am juga adalah sahabat Da Mo…

Son Ja bercerita pada Gong Joo mengenai Kang San dan perasaan yang dirasakannya selama bertemu dengan pria yang kemungkinan besar adalah ayahnya. Son Ja merasa nyaman dan damai, mungkinkah itu adalah pertanda jika mereka adalah anak dan ayah?
Sesampainya di rumah
Gong Joo iseng bertanya pada Ibunya tentang Ibu Son Ja. Hwa Ja bercerita jika Ibu Son Ja dulunya menjalani sebuah hubungan dengan seseorang hingga akhirnya lahirlah Son Ja. 
Saat melewati sebuah ruangan, Sa Ran tanpa sengaja melihat Da Mo yang sedang sibuk mengepel. Awalnya Sa Ran ingin mengabaikannya tetapi entah kenapa hati dan kakinya terus memaksanya untuk menemui Da Mo. Sa Ran merasa kasihan dengan Da Mo dan Da Mo menjawab sambil tersenyum jika ini semua karenamu… 

Di rumahnya Ra Ra juga sedang bersih-bersih dan disaat yang bersamaan Hyo Ri datang berkunjung… hatinya seketika perih melihat Ra Ra yang seharusnya di umurnya sekarang ini sedang bersenang-senang bersama teman sebayanya malah mengurung diri di rumah dengan melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukannya. Hyo Ri tanpa berpikir panjang mengambil koper dan memasukkan semua pakaian Ra Ra ke dalamnya. Ra Ra tentu saja kesal melihatnya dan berusaha merebut koper dari tangan Hyo Ri. Perdebatan diantara mereka berdua tak dapat dihindari. Hyo Ri sebagai ibu kandung Ra Ra yang sudah melahirkan dan merasakan sakit selama berjam-jam sebelum Ra Ra lahir ke dunia merasa kasihan melihat putrinya bekerja layaknya seorang pembantu.
“sebenarnya aku sangat membencimu… membencimu yang sembarang berucap, membenci kepedulianmu, ucapan dan juga senyummu. Kamu sudah membuangku dan membuatku membencimu. Apakah 25th itu waktu yang singkat? Waktu yang begitu panjang menganggapmu Bibi? Bagaimana aku bisa menerima kenyataan jika Bibi adalah Ibuku?” ucap Ra Ra. Tidak mudah bagi Ra Ra untuk melupakan semua terlebih ketika mengingat hal yang telah dilakukan oleh Hyo Ri dan juga Kang San.
“lalu aku harus bagaimana? Matipun aku tidak akan bisa beristirahat dengan tenang” isak Hyo Ri
“tidak ada jalan lain, aku adalah putri dari keluarga ini dan berencana untuk tetap hidup di rumah ini. Jangan hidup seperti ini terus” balas Ra Ra tak kalah sedihnya
Joo Hee sedang menghabiskan waktunya bersama dengan seorang pria dan Eo San juga melakukan hal yang sama. Eo San baru saja pulang dari Kelenteng menemani Soon Duk berdoa disana.
Da Mo melancarkan aksinya pada Eun Ja. Da Mo memuji kopi buatan Eun Ja yang terasa sangat nikmat dan bahkan jauh lebih nikmat dari kopi buatan Hotel bintang 5. Tak hanya itu, Da Mo juga memuji jika Eun Ja terlihat awet muda di usianya yang sudah menginjak kepala 4, tidak ada keriput sama sekali dan wajahnya berbentuk oval. Da Mo tak serta merta melakukannya tanpa alasan yang jelas. Da Mo ingin mendapatkan dukungan dan support dari penghuni Buyonggak dengan begitu mereka bisa mempengaruhi Sa Ran untuk bisa keluar dari Buyonggak. Dan hal tersebut tak terlalu sulit bagi Da Mo untuk melakukannya terlebih keahliannya sebagai playboy yang jago memikat wanita sebelum akhirnya bertekuk lutut pada sosok Sa Ran yang sederhana.

Joo Hee mengunjungi Eo San untuk bersilaturahmi. Sejak mereka bercerai sejak itu pula Eo San dan Joo Hee tak bertemu. Joo Hee mendengar dari Ra Ra jika Hwa Ran sering datang ke rumah dan Eo San membenarkannya “dia hanya ingin bertemu Ibu”… Joo Hee memperingatkan jika Hwa Ran adalah wanita yang tidak baik dan meminta Eo San untuk menjauhinya. Eo San menegaskan jika tidak ada hubungan yang istimewa antara dirinya dan Hwa Ran selain hubungan dokter-pasien.
Saat pulang, Joo Hee bertemu Hwa Ran yang baru saja datang untuk membawakan makan siang untuk Eo San. Kesal tentu saja. Meskipun Joo Hee dan Eo San tak ada ikatan lagi tapi Joo Hee sudah menganggap Eo San seperti keluarga sendiri dan tak ingin jika mantan suaminya tersebut menjatuhkan pilihan pada wanita yang salah.
Umpan Da Mo berhasil. Saat Sa Ran ke dapur, Eun Ja menasehati Sa Ran
“jika itu adalah aku, aku akan mengikuti Da Mo. Pria seperti itu sangat jarang di jaman sekarang ini. Selain wajahnya tampan, dia juga baik dan sangat berani” ucap Eun Ja
“ada beberapa hal yang anda tidak ketahui” jawab Sa Ran namun Eun Ja tetap menasehati Sa Ran jika lelaki seperti Da Mo sangat sayang untuk disia-siakan.

Tak hanya pada Eun Ja, Da Mo melancarkan aksinya tapi juga pada Do Hwa. Da Mo mengajak Do Hwa minum teh dan mengusulkan agar Do Hwa berlatih berkuda guna mendapatkan bentuk badan yang jauh lebih ideal. Mereka kemudian mengobrol tentang hubungan Da Mo dan Sa Ran.
“Sa Ran memiliki hati sekeras batu” ucap Do Hwa
“aku juga tidak mengetahui kenapa bisa menyukai Sa Ran”
“kamu mencintainya kan?” tanya Do Hwa
“ya” jawab Da Mo yakin
“perasaanmu tidak akan berubah?”
“waktu itu karena orang tuaku sehingga aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami bukan karena diriku yang berubah”
“tetapi sekarang ke dua orang tuamu akan lebih menentang karena Sa Ran telah menjadi seorang Gisaeng” ucap Do Hwa


BERSAMBUNG

0 comments:

Post a Comment

Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015