[Recap] New Tales Of Gisaeng Episode 21

-EPISODE 21-
Kakak kumohon jangan pergi.....


Da Mo sedang mengemudikan mobilnya. Sebuah panggilan masuk ke Hpnya dan membuatnya tersenyum begitu menutup telepon. Sa Ran meminta untuk bertemu.

Akhirnya kamu mendengar apa yang aku katakan 

Sa Ran telah menunggu Da Mo dan raut wajahnya yang menunjukkan kesedihan membuat Da Mo bertanya-tanya.
“kenapa wajahmu begitu pucat?” tanya Da Mo saat berdiri di depan Sa Ran
“aku ingin jepit rambutku kembali” jawab Sa Ran mengabaikan pertanyaan Da Mo
“kenapa tiba-tiba berkata seperti itu?” tanya Da Mo
“hanya mengembalikannya saja padaku”
“kamu datang hanya untuk mengatakan ini? aku tidak mempunyainya”
“kamu membuangnya?”
“aku tidak tahu, mungkin hilang”
“lalu bisakah kamu membelikanku satu lagi? Toko jepit rambut kebetulan dekat dari sini” pinta Sa Ran.
Sa Ran dan Da Mo akhirnya tiba di sebuah toko jepit rambut. Sa Ran meminta Da Mo untuk memilihkan sebuah jepit rambut sesuai dengan selera Da Mo dan terpilihlah sebuah jepit rambut berwarna pink muda dengan ukuran sedang. Sa Ran memakainya dan berucap “aku akan memakainya dengan baik”. Saat Sa Ran beranjak pergi, Da Mo berpesan agar Sa Ran meneleponnya kapan pun saat Sa Ran membutuhkan bantuan.
“itu tidak akan pernah terjadi” ucap Sa Ran berbalik
“benarkah? Kamu datang mencariku hanya untuk meminta ini?” tanya Da Mo namun Sa Ran tidak menjawab dan benar-benar pergi. Da Mo mendengus kesal tanpa menyadari jika mungkin ini terakhir kalinya dirinya akan bertemu dengan wanita yang masih dicintainya tersebut.
Ketika aku melihat jepit rambut ini, itu akan mengingatkanku dengan seorang laki-laki hina…. Aku tidak akan terpengaruh oleh laki-laki lagi


Sesampainya di rumah, Da Mo terus merenung. Tatapan Sa Ran, tingkah lakunya, caranya berbicara seolah menyiratkan sesuatu yang tidak dimengertinya. Ada apa sebenarnya? Mengapa Sa Ran datang ke rumahnya hanya untuk minta dibelikan jepit rambut? Da Mo membuka laci mejanya… jepit rambut berwarna hijau tergeletak disana. Da Mo masih menyimpannya sampai saat ini dengan sangat baik.

Apa jepit rambut ini sangat penting? Apa jepit rambut ini lebih penting daripada aku? 

Di Buyonggak
Hwa Ran terlihat senang ketika mengingat Joo Hee. Sepertinya Joo Hee dan Eo San akan segera berpisah dan itu artinya dirinya bisa segera menikah.
Kang San sedang berada di ruang kerjanya dan terus memikirkan ucapan pria yang meneleponnya…. Apa mungkin anak So Young adalah anaknya?

Keesokan harinya
Hwa Ja bertanya-tanya kenapa sampai saat ini Sa Ran tidak berkata apapun padanya semenjak kejadian hari itu? Tiba-tiba Sa Ran masuk ke kamarnya dan meminta Hwa Ja untuk berhenti bekerja karena sebentar lagi Sa Ran akan masuk ke Buyonggak. Hwa Ja tentu saja terlihat senang, sudah saatnya dirinya beristirahat dan bersenang-senang bersama suaminya. Biarlah Sa Ran yang sibuk mencari uang menggantikan posisinya dan juga posisi Ayahnya.
Sesampainya di Buyonggak, Hwa Ja segera memberitahukan berita pengunduran dirinya pada Eun Ja dan juga Nenek Wang. Banyak yang berspekulasi jika keluarnya Hwa Ja adalah karena insiden pencurian bahan makanan di dapur dan ada pun yang berspekulasi semuanya karena Eun Ja.
Sa Ran mengajak Ayahnya makan siang bersama… sejak dirinya bekerja, Sa Ran belum pernah mengajak Ayahnya keluar dan menghabiskan waktu bersama. Namun alasan Sa Ran sebenarnya adalah ingin memberitahukan kepada Ayahnya jika besok dirinya akan masuk ke Buyonggak. Wajah Ayah Sa Ran seketika menunjukkan kesedihan, dirinya merasa tidak bisa menjadi sosok ayah yang baik dan bertanggung jawab untuk putrinya Sa Ran. Hampir semua orang tua menginginkan anaknya menikah dan memiliki anak tapi yang dilakukannya sungguh keterlaluan.
“gumawo Appa. Selama ini Ayah dan Ibu sudah sangat baik terhadapku , aku akan melakukan yang terbaik. Aku tidak akan pernah melupakan kasih sayang Ayah dan Ibu. Ayah harus bahagia dan bahkan lebih bahagia lagi dan tidak perlu mengkhawatirkanku terlepas dari apa yang bisa kulakukan. Kebahagiaan Ayah adalah kebahagiaanku. Jaga kesehatan Ayah” mewek pas scene ini…. Merasa kasihan dengan Sa Ran.
Tak hanya mengajak Ayahnya makan siang, Sa Ran pun mengajak ke 3 sahabatnya makan siang bersama. Sama yang dikatakan pada Ayahnya, Sa Ran pun mengatakan kepada ke 3 sahabatnya jika dirinya akan masuk ke Buyonggak. Ke 3 sahabatnya terkejut termasuk Ra Ra. Mereka tidak percaya dengan apa yang diucapkan Sa Ran, mengapa semuanya tiba-tiba? Apa Sa Ran sudah memikirkannya masak-masak? Kenapa ke dua orang tuanya tidak mencegahnya?
Sa Ran memandangi foto dirinya yang sedang menari… masa-masa tersebut akan selalu dirindukannya… meskipun di Buyonggak dirinya akan tetap menari tetapi suasananya jelas sangat berbeda. Sa Ran mulai mengemasi barang-barang yang akan dibawanya ke Buyonggak. Dipandanginya kamar yang selama beberapa bulan ini ditempatinya. Kamar yang menyimpan banyak kenangan manis dan juga kenangan pahit.

Ke dua orang tuanya telah menanti di depan pintu kamar. Bel rumah tiba-tiba berbunyi dan yang datang adalah Gong Joo. Goo Joo terlihat terkejut ketika melihat Sa Ran membawa koper. “apa kakak akan ke Buyonggak?” tanya Gong Joo berusaha menebak dan dijawab Sa Ran iya.
Gong Joo segera menahan koper Sa Ran dan berucap “jangan pergi. Bagaimana bisa kakak menjadi Gisaeng? Jangan pergi dan tetaplah tinggal disini bersama kami. Ini bukan seperti kita tidak memiliki apa-apa. Bukankah kamu sudah mengatakan jika impianmu adalah menjadi seorang penari”. Aksi tarik menarik pun terjadi…. Gong Joo berusaha mencegah Sa Ran pergi meskipun Hwa Ja terus memukulinya untuk menghentikan tindakan sia-sianya tersebut.

“jika kakak menjadi miskin, kita akan miskin bersama-sama. Kenapa kakak menjadi seperti ini? Uang adalah salah satu hal yang kadang-kadang kita bisa miliki dan juga tidak” teriak Gong Joo dan kali ini menggigit pergelangan tangan Sa Ran hingga meninggalkan bekas. “Semua karena Ibu sudah menghasut hingga menjadi seperti ini, karena Ibu. Apa kakak orang bodoh? Kakak adalah anak tertua, mengapa harus meninggalkan mimpi? Kakak berpikir ini tidak akan mengecewakanku? Aku benci kakak yang mabuk di depan para pria, menari… aku bahkan tidak ingin membayangkannya. Kak, aku mohon padamu jangan pergi. Aku akan bekerja, aku akan belajar lebih rajin dan membuat kuliahku menjadi lebih cepat selesai” bujuk Gong Joo pada Sa Ran namun Sa Ran tetap tak merubah keputusannya dan menarik paksa kopernya dari Gong Joo. Gong Joo juga tak bergeming dan tetap mempertahankan koper Sa Ran. Hingga pada akhirnya Gong Joo harus rela melepaskan koper dan kepergian kakak yang sangat dicintainya.
Di dalam lift menuju lantai dasar apartemen dan di dalam taxi menuju Buyonggak… Sa Ran terus saja menangis. Dipandanginya bekas gigitan Gong Joo, rasa sakitnya tak sebanding dengan rasa sakit yang dirasakan hatinya karena harus berpisah dengan orang-orang yang disayanginya… mengetahui kenyataan jika dirinya adalah anak angkat membuat Sa Ran tersadar jika dirinya hanya sebatang kara sekarang di dunia ini.

Sebagai orang tua angkat, aku tidak memiliki hubungan darah. Aku akan bertanggung jawab terhadap mereka dan melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. 

Sa Ran akhirnya tiba di Buyonggak dan Dan Se adalah orang pertama yang menyambutnya. Sama seperti kedatangannya terakhir kali ke Buyonggak, kali ini Do Hwa mengantarkan Sa Ran bertemu Hwa Ran.
Malam harinya
Son Ja terkejut ketika mendengar kabar jika Sa Ran pergi Ke Buyonggak. Tanpa berpikir panjang Son Ja memutuskan ke Buyonggak untuk memaksa kakaknya, Sa Ran pulang…. Hwa Ja yang baru saja keluar dari kamarnya terkejut dan merasa akan gila mendengarnya.
Di rumah keluarga Ah
Da Mo berkumpul bersama ayah dan ibunya. Da Mo menceritakan pembicaraannya tadi siang dengan gadis yang sudah fix akan dinikahkan dengannya, Young Min. Young Min berkeinginan memiliki rumah sendiri dan tak ingin tinggal di rumah Da Mo yang menurutnya terlalu besar. Da Mo mengambil kesimpulan jika Young Min tak ingin mengurus mertuanya dan bagi Da Mo hal tersebut tidak bisa diterima. Tujuannya menikah adalah selain bisa memiliki keturunan, Da Mo juga ingin agar ada yang menemani Ayah dan Ibunya. Da Mo tidak mungkin meninggalkan ke dua orang tuanya dan tinggal berdua dengan istrinya nanti…. Da Mo akan mempertimbangkan kembali keputusannya untuk menikah dengan Young Min dan sepertinya ke dua orang tuanya setuju.

Son Ja akhirnya tiba di Buyonggak. Dicobanya menghubungi Hp Sa Ran namun tidak aktif. Dengan bantuan beberapa penjaga dan juga Do Hwa, Son Ja akhirnya bisa berbicara dengan Sa Ran tapi untuk hari ini saja. Seterusnya selama Sa Ran menjadi seorang gisaeng di Buyonggak, Sa Ran tidak diijinkan bertemu orang dari luar Buyonggak kecuali pelanggan.
Son Ja berusaha membujuk Sa Ran namun Sa Ran tetap pada keinginannya dan tak akan merubahnya. Ini sudah menjadi jalan hidup dan pilihan yang dirinya pilih.
Dan dimulailah hari pertama Sa Ran di Buyonggak. Sa Ran berbaur tidur dengan para gisaeng lainnya, tidak diperbolehkan komunikasi dengan orang luar (Hp Sa Ran ditahan untuk sementara waktu), mendapat petuah dari Do Hwa jika semua kebiasaan buruk yang pernah dimiliki harus dirubah dan disingkirkan, fokus belajar seni dan juga berenang.
Di kamarnya, Gong Joo membaca surat yang ditinggalkan Sa Ran untuknya

Aku tidak ingin melihat anda bersedih saat melihatku pergi, jadi aku meninggalkan surat untukmu. Meskipun kita terpisah tapi hati kita tetap terhubung. Aku akan menelepon anda dan kita bisa bertemu. Aku berharap kamu selalu sehat. Liburan musim panas nanti, aku akan mengirimmu ke Eropa.

Tak hanya surat, Sa Ran pun menyelipkan beberapa uang untuk kebutuhan Gong Joo adiknya.
Rasa pilu akibat kepergian Kakek membuat Nenek Ra Ra masih saja bersedih. Nenek mengambil Hp Kakek dan menelepon nomornya sendiri. Nenek mengangkatnya dan bertindak seolah-olah suaminyalah yang meneleponnya.
Setelah Ra Ra yang diberitahu perihal perceraian Eo San dan Joo Hee, kali ini giliran Nenek. Dan sama seperti reaksi Ra Ra, Nenek juga terkejut dan dengan tegas menolaknya. Joo Hee menjelaskan jika suaminya, Eo San dikemudian hari bisa menemukan orang yang jauh lebih baik dari dirinya dan juga masalah dirinya yang tak memberikan keturunan pada keluarga membuat Joo Hee semakin memantapkan langkah mereka mengambil keputusan perceraian.
Sa Ran diajak Hwa Ran ke suatu tempat. Selain untuk tujuan berlibur juga mengajarkan Sa Ran beberapa hal yang perlu diketahuinya sebagai seorang gisaeng nanti. Tak hanya itu, Hwa Ran juga berbagi kisah hidupnya selama menjadi seorang gisaeng hingga akhirnya menjadi pemimpin Buyonggak. Hwa Ran menyadari saat ini yang terpenting adalah menyembuhkan luka hati Sa Ran terlebih dahulu sebelum akhirnya membuat Sa Ran terjun langsung dalam dunia gisaeng.
“Dimasa depan akan lebih banyak air mata…. Tubuhmu juga akan terasa lelah dan timbulnya kekhawatiran saat itu. Setiap langkah, semua terasa sakit dan dipenuhi air mata. Dapatkah kamu melakukannya?” ucap Hwa Ran
Da Mo kembali bertemu dengan Young Min. Da Mo berharap cara berpikir Young Min berubah tetapi ternyata tidak…. Da Mo akhirnya mengambil keputusan untuk membatalkan perjodohan ini dan keputusan Da Mo disambut baik oleh Ayahnya.
Hwa Ran memanfaatkan kesempatan liburan 2 hari bersama Sa Ran untuk mencari informasi tentang kehidupan Sa Ran. Sa Ran mulai bercerita jika dirinya baru saja putus dengan pacarnya namun alasan terbesarnya masuk ke Buyonggak adalah karena masalah keuangan. Hwa Ran ragu, baginya masih ada hal yang jauh lebih besar disembunyikan Sa Ran hingga akhirnya memutuskan masuk ke Buyonggak. Tapi apa?

Foto Son Ja sedang dipandangi seorang pria dan tebak dia adalah Kang San… Omo, jadi Song Ja adalah anak Kang San, itu artinya Son Ja dan Ra Ra bersaudara.
Son Ja berusaha menghibur Gong Joo yang masih bersedih karena kepergian Sa Ran, sayang semua yang dilakukan Son Ja tidak ada yang berhasil.

Young Min mendatangi kediaman Da Mo. Young Min ingin meminta maaf secara langsung dan bertemu dengan ke dua orang tua Da Mo. Sayang, mereka berdua tidak berada di rumah… itu kata Da Mo namun kenyataan yang sebenarnya, Ayah dan Ibu Da Mo sedang bersembunyi di dalam kamar memantau perkembangan apa yang akan dilakukan dan dikatakan putra kesayangan mereka.
Young Min meralat perkataannya tempo hari yang mengatakan tidak akan tinggal di rumah Da Mo . Namun bagi Da Mo sendiri yang sudah bisa menilai seperti apa gadis yang akan dinikahinya, Young Min adalah typical orang yang sangat bergantung kepada orang lain terlebih Ibunya dan tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Yang dibutuhkan Da Mo adalah sosok istri yang selalu ada untuknya, mencintainya dan hanya melihat serta mendengar kata-katanya. Keputusan Da Mo tetap tidak akan melanjutkan pernikahan.
Nenek Ra Ra lagi-lagi mengunjungi Buyonggak…. Entah sudah menjadi seperti candu ataukah karena tidak ada lagi teman berbagi, Nenek memberitahukan masalah yang menimpanya saat ini pada Hwa Ran. Nenek memberitahu jika anak tertuanya dan menantunya akan bercerai dan yang mengajukan gugatan pertama adalah anaknya. Hwa Ran tak berpikiran seperti itu. Hwa Ran akhirnya bercerita jika beberapa waktu yang lalu saat ke Spa, dirinya tanpa sengaja mendengar Joo Hee menelepon seorang lelaki. Dan karena omongan Hwa Ran, Nenek mulai membenci Joo Hee yang selama ini sudah menjadi menantu yang baik. Nenek meminta Joo Hee untuk segera pergi begitu rumah yang akan ditinggalinya selesai di renovasi.
Hari ke dua Sa Ran di Buyonggak….
Sa Ran melakukan pengukuran baju Hanbok dan juga belajar bahasa inggris.
Joo Hee mulai mengemasi semua barang-barangnya dan memberikan beberapa perhiasannya kepada Ra Ra. Malam harinya, saling bertukar cerita dengan Eo San. Joo Hee berharap Eo San bisa menemukan pengganti yang lebih baik dari dirinya.
Da Mo menghabiskan waktunya bersama dengan teman-temannya… sayang pikirannya terus tertuju pada Sa Ran. Disempatkannya singgah di tempat kerja Sa Ran namun yang didapatinya adalah berita jika Sa Ran sudah tidak bekerja di tempatnya mencari nafkah selama ini. Da Mo mencoba menghubungi Hp Sa Ran tetapi tidak aktif.

“ada apa ini? Ada apa dengan dirinya?”

Sa Ran mulai membiasakan dirinya dengan kehidupan Buyonggak. Saat malam semakin larut, satu persatu gisaeng kembali ke kamarnya dalam keadaan mabuk berat. Sa Ran dengan sigap membantu mereka termasuk menyiapkan selimut dan juga mengambilkan air madu.
Son Ja masih berusaha menghibur Gong Joo namun Gong Joo malah menangis…. Bagaimana bisa dirinya tertawa mendengar lelucon Son Ja atau bagaimana bisa dirinya tertawa melihat tingkat lucu Son Ja ketika menyadari jika Sa Ran sekarang berada di Buyonggak. Tak seperti Ibunya yang adem ayem saja seolah tak ada sesuatupun yang terjadi di rumah mereka.
Da Mo mendatangi kediaman Sa Ran dan yang ditemuinya hanyalah Gong Joo yang mengatakan jika kakaknya tak tinggal disini lagi. Da Mo penasaran kemana sebenarnya Sa Ran namun tak mudah untuk mengorek informasi dari Gong Joo terlebih Gong Joo telah mengetahui kelakuan buruk Da Mo terhadap kakaknya.
“apa kamu ingin mengetahui dimana Kakakku? Apa yang akan kamu lakukan setelah mengetahuinya?” tanya Gong Joo ketika dirinya dan Da Mo berada di sebuah kedai kopi
“apakah dia baik-baik saja? Apa ada yang terjadi?” tanya Da Mo khawatir
“dia meninggalkan rumah baru-baru ini”
“ke luar negeri?”
“menjadi seorang Gisaeng” jawab Gong Joo

=BERSAMBUNG=

0 comments:

Post a Comment

Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015