Friday, February 21, 2014

Happy Reading, doakan semoga dewi sehat selalu dan bisa nerusin sinopsis ataupun rekap yang tertunda^^


Episode 5^^

Hee Chan bertanya-tanya apa yang sedang dibicarakan Bong Man dengan Ji Young? Mengapa Ji Young bergegas pergi begitu melihat dirinya dan kenapa Ji Young menangis? Bong Man berusaha menjelaskan jika mereka hanya bertukar pikiran tentang syuting tadi, menangisnya Ji Young hanya karena dirinya merasa terharu… Hanya itu.
Hee Chan dan Bong Man kembali ke kamar. Karena merasa kasihan dengan Bong Man dan takut akan apa yang dipikirkan orang lain, Hee Chan akhirnya mempersilahkan Bong Man tidur di kamar. Tapi hanya untuk malam ini saja!!! Yang masih menjadi pertanyaan Hee Chan, kenapa Ji Young bisa menangis? Dan juga ekspresi terkejutnya ketika melihat kemunculan Hee Chan.
Pikiran Hee Chan mulai berimajinasi nakal. Hee Chan merasa ada hubungan special antara kedua orang tersebut yang tidak diketahuinya…. Namun pikiran tersebut segera ditepisnya “Bukan, dia bukan orang yang jahat, tapi aku tetap kesal kenapa dia menangis di depan suami orang?”
Keesokan harinya
Ketiganya berkumpul untuk sarapan pagi. Hee Chan berusaha menunjukkan kemesraannya di depan Ji Young namun yang terjadi Hee Chan justru berbuat kesalahan dengan menumpahkan terlalu banyak garam ke telur Bong Man. Kecurigaan Hee Chan masih belum berhenti, tatapan mata yang terjadi antara suaminya dan Ji young kembali membuatnya berspekulasi jika memang benar terjadi sesuatu diantara keduanya.
Bosan mendengar percakapan mengenai pekerjaan, Hee Chan berpura-pura sakit kepala dan meminta Bong Man mengantarnya kembali ke kamar. Hal tersebut sepertinya sengaja dilakukannya demi mempertegas kepada Ji Young jika Bong Man adalah suaminya atau bisa dikatakan membuat Ji Young cemburu. Tetapi kebersamaan mereka hanya berlangsung sekejap karena Bong Man harus melanjutkan syuting bersama Ji Young. Bosan di kamar, Hee Chan memutuskan menghabiskan waktu di pantai dan membuatnya bertemu dengan teman-teman baru yang berasal dari negeri Sakura Jepang.
Sementara itu di Seoul
Noon berusaha mengirimkan sms untuk Hee Chan namun keasyikannya tersebut sedikit terganggu oleh kehadiran Eun Ji yang sangat penasaran dengan kakak baju olahraga. Ada motif apa sehingga dia mendekati Noon?
Ingatan Hee Chan kembali datang. Insiden terlepasnya syal salah satu teman baru Hee Chan membuat Hee Chan mengingat sesuatu tentang dirinya dan juga Bong Man. Tidak hanya Hee Chan, Bong Man pun kembali teringat dengan kenangan lama mereka. Hilangnya Hee Chan dari kamar Hotel dan teriakan Hee Chan saat ditelepon Bong Man membuat Bong Man kalang kabut dan berusaha mencari Hee Chan hingga akhirnya langkah kakinya membawanya ke patung putri duyung di bibir pantai.

=flashback=
Hee Chan : kenapa membawaku kesini
Bong Man : bukan aku yang membawamu tapi kamu yang mengikutiku
Hee Chan : bukankah itu putri duyung?
Bong Man : (mendesah) tidak punya wawasan… Putri duyung di Myanmar, ini adalah putri naga.
Hee Chan : pokoknya sama-sama putri. Putri duyung sangat malang, dia menjual pita suaranya tetapi pangeran tidak mengenalinya. Kenapa bisa tidak mengenali orang yang dicintai?
Tiba-tiba syal Hee Chan terbawa angin. Bong Man berusaha menggapainya namun yang terjadi, Bong Man harus tercebur ke dalam air.
Hee Chan : (menangis) Kang Bong sadarlah, kalau kamu mati bagaimana denganku? Bangunlah, aku sangat menyukaimu
Bong Man : (tersadar) benarkah?
Hee Chan memeluk Bong Man erat dan masih menangis…

=flashback end=

Bong Man tersadar dari lamunannya ketika sang manager memanggilnya dan mengatakan sudah saatnya mereka kembali ke Seoul, malam nanti ada syuting untuk pembuatan film. Tapi Bong Man menolak dan meminta managernya untuk berangkat terlebih dahulu, Bong Man tidak akan kemana-mana sebelum berhasil menemukan Hee Chan.
Hp Bong Man berbunyi. Seseorang menemukan ponsel Hee Chan yang terjatuh dan posisi ditemukannya ponsel tersebut adalah wahana bermain. Dengan cepat Bong Man menuju tempat tersebut dan memarahi Hee Chan yang berhasil membuatnya panik akibat keluyuran dan tak memberinya kabar.
Bong Man mengajak Hee Chan ke tempat yang barusan dikunjunginya dan tentu saja Hee Chan. Hee Chan bertanya apa mereka dulu pernah kesini dan dijawab Bong Man dengan tatapan sedih dan kembali mengulang ucapan Hee Chan beberapa tahun silam “Putri duyung sangat malang, dia menjual pita suaranya tetapi pangeran tidak mengenalinya. Kenapa bisa tidak mengenali orang yang dicintai?”
Sesampai di lokasi syuting, Bong Man dan Managernya mendapat marah dari sang sutradara karena terlambat datang ke lokasi… sedangkan Hee Chan sendiri di rumah merasa bersalah karena telah membuat Bong Man terlambat tetapi begitu melihat drama Bong Man dan Ji Young, Hee Chan buru-buru menghapus rasa bersalahnya. “kenapa aku harus mencemaskannya? Perduli amat dia mau syuting atau tidak, mau melamar atau tidak…. Benar, aku harus membuatnya tahu rasa, tunggu saja”.
Hee Chan melangkahkan kaki ke meja kerja Bong Man hendak mencari sesuatu namun yang ditemukannya berhasil membuat Hee Chan gembira, Hee Chan menemukan laptop… benda yang baru pertama kali dilihatnya. Meminta bantuan Bong Man yang baru saja pulang syuting, Hee Chan terlihat antusias dan penasaran dengan salah satu folder yang bertuliskan diary. Sayang diary tersebut memiliki password.
Saat Hee Chan pergi mengangkat telepon yang berdering, Bong Man berusaha menerka-nerka kira-kira password diary Hee Chan apa? Dan jawabannya adalah tanggal lahir Bong Man. Rasa penasaran Bong Man atas isi diary Hee Chan harus disingkirkannya untuk sesaat karena Hee Chan telah datang. Bukannya Bong Man tidak ingin memberitahu Hee Chan tetapi ada salah satu tulisan dari diary tersebut yang berjudul “aku ingin jadi janda”.

Karena tanganku gemetaran tak bisa menulis diari, aku tidak tahu harus bagaimana, akhirnya aku melihatnya sendiri

=flashback=
Hee Chan berada di depan sebuah apartemen dan terlihat menelepon seseorang (yang diteleponnya adalah Ji Young), namun sayang tidak diangkat. Hee Chan ingin memberikan kimchi pada Ji Young, sahabatnya dan juga sahabat Bong Man.
Sebuah kejadian di depan matanya membuat Hee Chan terbelalak, saat sebuah mobil berhenti tak jauh dari tempatnya parkir. Bong Man turun dari mobil dan memapah Ji Young yang terlihat tertidur.

=flashback end=
apa mungkin ini alasan dia ingin bercerai denganku?

Bong Man terkesiap pasca membaca salah satu diary Hee Chan “ini salah” ucap Bong Man dan segera menutup Laptop begitu Hee Chan kembali setelah diminta membeli disket.

Paginya
Sarapan telah tersedia di atas meja dan tebak yang memasaknya adalah Bong Man. Bong Man bahkan ingin mengajak Hee Chan menonton di bioskop tetapi Hee Chan menolak dengan alasan banyak hal yang harus dilakukannya.
Salah satunya adalah mengunjungi Kakek. Hee Chan membawakan oleh-oleh untuk Kakek berupa penggaruk punggung dan untuk istri Kakek berupa mutiara yang pada akhirnya pecah, wkwkwkwk…. Sesaat sebelum pulang Hee Chan mendapat petuah agar tidak keluyuran ke luar rumah ataupun mengikuti Bong Man syuting. Yang harus dilakukannya adalah menjadi istri yang baik dan segera mempunyai anak.
Tetapi jangan sebut Hee Chan jika mengikutinya dengan sukarela. Hee Chan masih mengikuti kelas film bersama Noon. Semangatnya semakin berkobar apalagi Hee Chan masih menganggap dirinya sebagai anak sma. Tak lupa Hee Chan memberikan Noon hadiah dari Busan yaitu kerang yang dipungutnya di pinggir pantai.
Setelah dari kelas film, Hee Chan mengunjungi adiknya Hye Won dan kehadiran adik iparnya Bong Kyu yang sedang memotong sayuran membuat Hee Chan sedikit terkejut... Hye Won segera menjelaskan jika Bong Kyu disini untuk berlatih sebelum Hee Chan berpikir jika dirinya dan Bong Kyu sedang pacaran (padahal iya).
Hee Chan terlihat senang melihat dirinya di cermin dengan seragam sekolah SMA-nya. Cita-citanya adalah menjadi seorang sutradara hebat, meskipun hal tersebut mendapat pertentangan dari Hye Won dan juga Bong Man.

Bel rumah yang berbunyi membuat Hee Chan sedikit kesal karena kesenangannya terganggu, Ji Young datang mengunjunginya. Tujuannya adalah mengingatkan Hee Chan agar lebih berhati-hati dalam bertindak karena kemarin Bong Man mendapat marah dari sutradara.
Kedatangan Bong Man membuat ke dua wanita tersebut berdiri dan Hee Chan buru-buru merangkul tangan suaminya dan meminta ijin kepada Jin Young untuk membantu menyiapkan baju ganti Bong Man. Selepas kepergian Jin Young, Hee Chan menarik tangannya dari lengan Bong Man dan buru-buru masuk ke kamar, wkwkwkwk (kembali membuat Jin Young cemburu).

Keesokan harinya
Waktu sudah menunjukkan pukul 8 dan Hee Chan baru saja bangun. Dengan terburu-buru Hee Chan mempersiapkan perlengkapan untuk sekolah filmnya hari ini dan saat bertemu dengan Bong Man di rung tamu, Hee Chan berasalan ingin melakukan olahraga pagi seperti kebiasaannya.
Dan jadilah Hee Chan sekarang terdampar bersama Bong Man di taman melakukan olahraga pagi. Keluhan terdengar dari mulut Hee Chan namun sebuah ide brilliant tiba-tiba muncul di kepalanya. Hee Chan memanggil beberapa orang ahjumma dan mengatakan jika artis Kang Sang Young sedang berolahraga di sana, ckckckck… Hee Chan,Hee Chan.
Dengan cepat Hee Chan menaiki bus lengkap dengan seragam SMAnya. Hee Chan bahkan tak memperdulikan panggilan istri Kakek yang sengaja datang pagi-pagi ingin mengunjunginya. Langkah kaki Hee Chan membawanya ke sekolah lamanya dan disana Noon sudah menunggu. Dengan berbekal sebuah kamera Hee Chan mulai menyorot salah satu siswa yang terlambat datang ke sekolah layaknya seorang kamerawoman handal, wkwkwkwk

“teman apa kamu sering terlambat? Kenapa terlambat?” tanya Hee Chan dan mengikuti murid yang terlambat hingga ke kelas yang kebetulan sekelas dengan Noon. Bel berbunyi dan akhirnya Hee Chan harus ikut dalam proses pembelajaran di kelas Noon. Tak hanya itu, dirinya pun harus menjawab soal di papan tulis yang sama sekali tidak diketahuinya…. Semuanya terjadi karena keisengan Eun Ji….
Seusai sekolah, Hee Chan terus melakukan kegiatan rutinnya dan bahkan mewawancarai Bibi penjual kue pedas kenapa kebanyakan dari anak sekolah sering terlambat. Wawancara tersebut hanya berlangsung sesaat karena siswa yang menjadi bintang utama dalam film documenter Hee Chan terlihat melintas….

Hee Chan terus mengikuti siswa tersebut seharian penuh termasuk saat bekerja sebagai pekerja paruh waktu pengantar makanan. Dan karena kegiatan barunya, Hee Chan terpaksa harus berurusan dengan polisi karena memasuki hotel dengan menggunakan seragam sekolah. Dan bisa ditebak, Eun Jilah yang telah menghubungi polisi agar Hee Chan berada dalam masalah.
“ada yang melapor kamu memakai seragam sekolah masuk ke dalam hotel” ucap Polisi
“sungguh aku tidak berbuat salah, kamu tahu kan?” ucap Hee Chan berusaha membela diri dan bahkan meminta teman Noon untuk memberikan kesaksian
“aku hanya pengantar makanan, kakak ini mengikutiku terus…. Katanya ingin membuat film”
“sengaja memakai seragam sekolah dan membawa kamera ke dalam hotel, kamu pasti mau merekam sesuatu dan menyebarkannya ke internet” ucap petugas dengan nada sedikit tinggi
“tidak” ucap Hee Chan sedih “aku ingin ikut festival film” tambahnya
Bong Man yang baru saja selesai syuting bergegas ke kantor polisi begitu mendapat telepon jika istrinya sedang berada dalam masalah. Lelah yang dirasakannya segera disingkirkan demi Hee Chan.
Amarah Bong Man memuncak. Hee Chan sedaripagi membuat masalah termasuk membuatnya berurusan dengan ahjumma dan juga dengan polisi. Bong Man meminta Hee Chan untuk melepaskan seragamnya sekarang juga.
“buka seragamnya” perintah Bong Man kesal “kenapa pakai seragam sekolah ke hotel?”
“aku bukan mau berbuat jahat” ucap Hee Chan meyakinkan
“tapi kamu sudah berbuat jahat, aku sudah berusaha tapi kamu tidak memberiku kesempatan… kamu mau apa? Kenapa bersikap seperti ini padaku?”
“maaf…. aku hanya ingin kerja, aku ingin ikut festival film. Aku juga sangat sedih, banyak hal yang ingin kulakukan tapi begitu bangun semua orang mengatakan aku sudah berusia 29 tahun… aku tidak tahu apa-apa tapi aku tidak mau menyerah” isak Hee Chan dengan linangan air mata. Bong Man mendekat dan memeluk Hee Chan, merasa bersalah telah memarahi istri yang sangat dicintainya. Hee Chan tidak bersalah, Hee Chan hanya lupa jika dirinya telah berusia 29 tahun…. Dirinyalah yang salah karena telah membuat Hee Chan seperti ini, dirinya tidak pernah memperhatikan Hee Chan selama ini dan hanya sibuk syuting.
Di rumah Kakek
Kakek merasa tak senang karena begitu pulang disambut dengan teriakan panik istrinya yang mengataka jika Hee Chan mengenakan seragam sekolah SMA layaknya anak SMA. Kakek tentu saja tidak percaya dan mengatakan mungkin saja istrinya salah lihat. (kakek lebih menyayanginya Hee Chan istri Bong Man, disbanding istrinya sendiri, wkwkwkw)
Kembali ke Hee Chan dan Bong Man
Bong Man merasa malu saat Hee Chan menempelkan koyo di punggungnya yang sakit… tak hanya Bong Man, Hee Chan pun merasakan hal yang sama. Mereka bahkan hampir saja berciuman jika saja Bong Man tak cegukan. Saat Hee Chan ke dapur untuk mengambil sesuatu, Hp Hee Chan berbunyi. Rasa penasaran membuat Bong Man membuka Hp Hee Chan dan membaca pesan video yang ternyata berasal dari Noon.
Kesal dengan apa yang dilihatnya, Bong Man segera berdiri dan menarik Hee Chan dalam pelukannya dan melanjutkan apa yang sempat tertunda tadi.

=flashback=
Hee Chan membantu mengeringkan pakaian Bong Man yang basah akibat tercebur tadi dan tanpa sengaja menemukan sepucuk surat dalam amplop…. Surat yang ditujukan untuknya dan harus membuat Bong Man menulis, merobek dan kembali menulis hanya untuk dua baris kalimat….

=flashback end=

BERSAMBUNG
Dilarang Copas!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Category: articles

Monday, February 17, 2014

Drama: Marry Him If You Dare (English title) / Future Choice (literal title)
Revised romanization: Miraeui Suntaek
Hangul: 미래의 선택
Director: Kwon Gye-Hong
Writer: Hong Jin-Ah
Network: KBS2
Episodes: 16
Release Date: October 14 - December 3, 2013
Runtime: Mon & Tue 21:55
Language: Korean
Country: South Korea

Baru saja selesai menonton dramanya dan pengen cepat-cepat nulis ulasan dan pendapat setelah menonton drama ini baik itu kelebihan ataupun kekurangannya.

Memperkenalkan
Yoon Eun Hye sebagai Na Mi Rae

Gadis yang ceria,pekerja keras dan tak mengenal kata menyerah. Bekerja di call center setelah sekian lama membuatnya jenuh dan bertanya-tanya apa ini yang diinginkannya selama ini? Pertemuannya dengan seorang ahjumma aneh yang mengaku sebagai dirinya dan datang dari masa depan tepatnya tahun 2043 semakin membuatnya bingung dan akhirnya memilih keluar dari Call Center dan mengejar keinginannya sebagai penulis.
Langkahnya semakin mulus ketika tanpa sengaja dirinya bertabrakan dengan seorang penyiar terkenal bernama "Kim Shin".

Lee Dong Gun sebagai Kim Shin

Penyiar berita yang harus mengalami kekecewaan setelah diminta mundur sebagai pembawa berita di stasiun tv YBS. Dikenal keras kepala, tidak perduli dengan rekan-rekan kerjanya dan juga sekitarnya. Pertemuannya dengan Mi Rae yang terjadi di pagi buta mengantarkan hidupnya yang semula biasa-biasa saja tanpa adanya tantangan mulai menunjukkan warnanya. Terlebih dengan munculnya seorang ahjumma yang terus menerus melarangnya mendekati Mi Rae.

Jung Yong Hwa sebagai Park Se Joo

Pemuda tampan dan pewaris stasun tv YBS. Mengawali karirnya sebagai VJ di program Kim Shin Morning Show membawanya berkenalan dengan Kim Shin, Mi Rae dan Yoo Kyung. Pertemuannya pertama kali dengan Mi Rae sebenarnya terjadi di pulau Jeju saat Mirae berhasil memenangkan tiket liburan dan saat itulah Se Joo jatuh cinta untuk pertama kalinya dengan Mi Rae.

Han Chae Ah sebagai Seo Yoo Kyung

Berprofesi sebagai Reporter berita dan selalu berusaha bergaul dengan kaum jetset. Hidup dalam kemiskinan dengan kondisi sang ibu yang sedang sakit-sakitan. Selalu berusaha tampil sebaik mungkin dan bahkan jika harus menjatuhkan harga dirinya, Yoo Kyung tidak perduli. Jatuh cinta dengan Se Joo karena kebaikan hatinya dan menganggapnya sebagai manusia, sayang Yoo Kyung harus memendam rasa cintanya karena Se Joo telah jatuh cinta dengan Mi Rae.

dan
Choi Myung Gil sebagai Mi Rae masa depan

Datang ke masa lalu tepatnya tahun 2013. Tujuannya hanya satu yaitu mencegah Mi Rae 2013 untuk menikah dengan Kim Shin. Berusaha meyakinkan Mi Rae dan juga kakak Mi Rae jika dirinya adalah Mi Rae, tak hanya itu Mi Rae juga berusaha menjodohkan Mi Rae dengan Se Joo yang seharusnya menikah dengan Yoo Kyung.

============================================

Mengubah masa lalu dengan datang ke masa tersebut adalah tujuan Mi Rae masa depan. Mi Rae masa depan bahkan tak memperdulikan bagaimana nasib orang-orang disekitar Mi Rae termasuk Yoo Kyung ataupun Kim Shin asalkan masa depannya berubah. Terdengar egois memang namun tanpa mereka berempat sadari, kedatangan Mi Rae masa depan justru membuat mereka semakin menjadi dewasa dan perduli dengan lingkungan sekitar walaupun kenyataan yang harus diterima Mi Rae masa depan, mengubah masa lalunya hanyalah pekerjaan yang sia-sia karena Mi Rae di masa 2013 tidak sama dengan dirinya (atau bisa dikatakan mereka hidup dalam dimensi yang berbeda "jadi bingung sendiri").
Sebut saja Mi Rae.... dulu dirinya terlihat sangat kekanak-kanakan, selalu bergantung dengan kakaknya. Kedatangan Mi Rae masa depan justru step by step mengubah kepribadinya, meskipun Mi Rae harus merasakan kesedihan dan kesakitan karena tidak bisa bersama dengan Kim Shin. 
Tak hanya itu, hubungannya dengan sang kakak yang meregang justru kembali menjadi erat.

lalu Kim Shin sendiri... Keras kepala, malas bergaul dengan rekan-rekan kerja, menjunjung tinggi idealisnya. Perkataan Mi Rae masa depan yang mengatakan masa depannya akan hancur dianggap angin lalu oleh Kim Shin namun ketika masa-masa tersebut datang, Kim Shin mulai sadar jika yang dikatakan Mi Rae memang benar tetapi bukan berarti dirinya harus lari dari kenyataan tersebut melainkan harus menghadapinya dengan caranya sendiri. Masa depannya adalah miliknya sendiri dan bukan ditentukan oleh perkataan orang lain.
Se Joo.... selalu bergantung pada Neneknya dan menurut Yoo Kyung, Se Joo hanya bisa berlindung di bawah ketiak sang Nenek "Miranda". Memang Se Joo pada akhirnya tidak berjodoh dengan Mi Rae namun Se Joo akhirnya menyadari jika dirinya bisa menjadi lebih baik tanpa bantuan sang Nenek.
Yang terakhir, Yoo Kyung. Datangnya Mi Rae masa depan membuatnya kesal karena Se joo yang seharusnya menjadi jodohnya justru harus menjadi cinta bertepuk sebelah tangannya. Menyakitkan memang, tapi jika hal tersebut tidak terjadi Yoo Kyung justru hanya menjadi seorang gadis matrealistis yang hanya bergantung bagaikan benalu tanpa pernah berpikir dan berusaha untuk merubah kehidupannya sendiri.
Dan bagi Mirae masa depan sendiri, kedatangannya justru mengajarkannya untuk menerima keadaan dan takdir yang memang sudah diciptakan untuknya. Mengajarkannya untuk tidak lari dari kenyataan layaknya seorang pengecut, buktinya Kim Shin yang dikiranya telah mati ternyata masih hidup^^

Drama ini memang sedikit tidak masuk akal, menimbulkan sedikit kerancuan serta kebingungan dan ada kekurangan disana sini.Tapi entah kenapa aku sangat menyukai drama ini, jalan ceritanya sama sekali tidak membuatku mengantuk saat menontonnya justru menjadi tontonan yang menghibur. Banyak yang menyayangkan endingnya karena penonton diminta untuk berimajinasi sendiri menentukan siapa yang dilihat Mi Rae di akhir episode 16.
Dan biarkan aku berimajinasi dan menurutku memang ini adalah pilihan Mi Rae.

"Saat natal... orang-orang mengharapkan keajaiban. Mengharap teman lama kembali.... berharap pacar lama mereka akan menghubungi menyampaikan berita gembira. Hari itu rasanya semua harapan didunia dapat terwujud. Walaupun impian tidak selalu menjadi kenyataan pada hari Natal. Tapi tahun ini, kita kembali bermimpi. Tahun ini, kuharap akan menjadi natal paling membahagiakan dalam hidupku.”

Inilah kata-kata yang diucapkan Mi Rae di ending episode 16 saat berkunjung ke toko buku,kembali berbalik dan tersenyum saat melihat seseorang. Banyak yang bertanya-tanya siapa kira-kira yang dilihat Mi Rae? Apakah Kim Shin atau Se Joo yang sedang berada di tempat yang sama?
Dan aku memilih Kim Shin.... Kenapa? karena ekspresi Mi Rae saat tersenyum adalah ekspresi yang sama, senyum yang sama setiap kali bertemu dengan Kim Shin. Senyum penuh cinta dan bukannya senyum persahabatan yang biasa kita lihat saat Mi Rae bersama dengan Se Joo. Takdir tidak bisa dirubah dan takdir Mi Rae adalah bersama dengan Kim Shin dan mungkin saja Se Joo tetap bersama dengan Yoo Kyung^^
Silahkan berimajinasi.

Masa depan biarlah menjadi urusan nanti. Justru yang harus kita pikirkan adalah masa kini, karena setiap tindakan dan keputusan yang kita ambil saat ini itulah yang akan menentukan masa depan kita ke depannya. Biarlah masa depan itu tetap menjadi rahasia.

Sekian, mian terlalu kepanjangan^^

Dilarang Copas!!!!!!!!!!!!!
Category: articles

Saturday, February 15, 2014

Movie: The Face Reader (English title) / Physiognomy (literal title)
Revised romanization: Gwansang
Hangul: 관상
Director: Han Jae-Rim
Writer: Kim Dong-Hyuk
Producer:
Cinematographer:
Release Date: September 11, 2013
Runtime: 139 min.
Genre: Period-15th Century / Drama / Best Film-Movie of the Year
Distributor: Showbox/Mediaplex
Language: Korean
Country: South Korea

Balik lagi dengan postingan review film korea yang masih lumayan baru dan berhasil menjadi box office di Korea sana. Dibintangi bintang papan atas Korea dan Lee Jong Suk, arrrggghhhh #teriakgaje


Memperkenalkan

Song Kang Ho sebagai Nae Kyung

Seorang ayah dan sangat menguasai ilmu Physiognomy. Mampu membaca karakter, sifat, kepribadian serta masa depan hanya dengan melihat wajah. Tinggal di pengasingan bersama dengan adik ipar dan anak lelakinya.
Keinginannya adalah menjadi pejabat negara namun sepertinya sulit untuk diwujudkan karena latar belakang keluarganya. Hingga pada suatu hari kesempatan itu datang, Nae Kyung berhasil mendapatkan hati sang raja.

Lee Jung Jae sebagai Pangeran Sooyang

Licik, kejam dan berniat merebut tahta kerajaan pasca meninggalnya Raja.

Kim Hye Soo sebagai Yeon Hong

Gisaeng yang memiliki wajah yang rupawan. Dialah yang berhasil membuat Nae Kyung keluar dari pengasingannya dan membuatnya menjadi terkenal seantero negeri. Bersama dengan asistennya, Yeong Hong membantu Nae Kyung dalam menghadapi masalah meskipun awal hubungan kerjasama mereka sempat diwarnai aroma kurang menyenangkan.

Baek Yoon Sik sebagai Kim Jong Seo

Dialah yang menjadi tangan kanan raja demi melindungi tahta pangeran dari pengkhianat. Bersama dengan Nae Kyung mereka berjuang untuk negeri, namun siapa sangka semua yang mereka rencanakan harus hancur lebur....

Lee Jong Suk sebagai Jin Hyeong

Pemuda tampan yang memiliki cacat fisik, tetapi kekurangan yang dimilikinya tak menghalangi impiannya untuk menjadi pejabat pemerintahannya dan mengeluarkan keluarganya dari garis kemiskinan. Merubah identitas dirinya dan akhirnya berhasil mewujudkan impiannya serta berkumpul lagi bersama Ayah dan pamannya.
Tapi sayangnya, semua hal tersebut adalah permulaannya saja... Banyak hal buruk yang harus dilaluinya termasuk kehilangan penglihatan dan mungkin saja nyawanya

Awards

2013 (33rd) Korean Association of Film Critics Awards - November 29, 2013
Best Actor (Song Kang-Ho)
Best Supporting Actor Cho Jung-Seok
Best Music
CJ CGV Star Award Lee Jung-Jae
2013 (34rd) Blue Dragon Film Awards - November 22, 2013
Best Supporting Actor (Lee Jung-Jae)
2013 (50th) Daejong Film Awards - November 1, 2013
Best Film
Best Director (Han Jae-Rim)
Best Actor (Song Kang-Ho)
Best Supporting Actor (Cho Jung-Seok)
Best Costume Design


===================================

Film Korea The Face Reader benar-benar keren, tak heran berhasil menjadi box office dan meraih banyak penghargaan. Kekuatannya terletak pada ide cerita dan kemampuan akting para pemain... Aku jadi ingat perkataan temanku, Korea sangat jarang menghasilkan film korea yang hebat tapi untuk drama, Korea juaranya.
Ada benarnya juga, film-film yang berhasil mencuri hatiku bisa dihitung, tidak sampai 50 malah.
The Face Reader bercerita tentang kemampuan seorang pria bernama Nae Kyung untuk membaca garis wajah, sifat seseorang hanya dengan melihat wajahnya saja. Gaungnya bahkan terdengar sampai di telinga raja. Raja yang sedang sakit-sakitan dan mengkhawatirkan satu-satunya putra yang dimilikinya sepeninggalnya nanti meminta tolong pada Nae Kyung untuk menemui satu persatu saudara-saudaranya yang kemungkinan besar memiliki wajah sebagai pengkhianat.
Sayang saat menemui Pangeran Sooyang, Nae Kyung ditipu. Orang yang ditemuinya bukan Pangeran Sooyang melainkan anak buahnya dan hal tersebut terungkap setelah Raja meninggal dunia.

Bertekad ingin melindungi pangeran sesuai dengan pesan dan permintaan Raja, Nae Kyung bekerjasama dengan Kim Jong Seo menyusun rencana. Namun, sebelum rencana tersebut mereka kerjakan Pangeran Sooyang telah terlebih dahulu mengetahuinya. Semuanya terjadi karena kesalahan adik ipar Nae Kyung.
Bisa ditebak apa yang terjadi, tahta akhirnya jatuh pada Pangeran Sooyang dan nyawa-nyawa tak bersalahpun berjatuhan. T^T


Sebenarnya aku sedikit kecewa dengan film ini.... bukan karena jalan ceritanya yang tidak bagus, tetapi karena peran Lee Jong Suk disini bisa dibilang sedikit (padahal aku mendownload film ini hanya demi melihat Lee Jong Suk, tapi untungnya tidak kecewa-kecewa amat sich karena filmnya bagus). Akting Lee Jong Suk tak terlalu dieksplor dan di ending, Lee Jong Suk.... huffftttt
Oh ya, katanya The Face Reader bakalan dibuat versi dramanya... Semoga saja Lee Jong Suk kembali bermain di dramanya.
Sekian postingan hari ini, untuk recap 18 vs 29 insya Allah akan dilanjut^^
Dilarang Copas ya


Source : Asianwiki



Category: articles
Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015