[Recap] 18 VS 29 Episode 3

Annyeonghaseyo Chingudeul...
Jongmal mianhae dewi terlalu lama menghilang, maklum wanita karir banyak banget urusan di dunia nyata yang harus dikerjain, hehehehe...^^
Dan jongmal mianhae juga untuk keterlambatan recap 18 vs 29 (recapnya udah ngendap 2 bulan di draft).

Happy reading^^


Episode 3
Tak ada kata yang terucap dari bibir Hee Chan, hanya tangisan air mata dan isak tangis yang terdengar. Tatapan semua orang semakin membuatnya merasa aneh.
“Ibu” ucap Hee Chan hingga berulang kali. Bong Man bergegas naik ke atas panggung dan berucap kepada semua hadirin yang hadir jika istrinya terlalu berperasaan dan terharu.
Bong Man berlarian keluar dan tanpa sengaja berpapasan dengan wartawan atau bisa dibilang paparazzi yang selalu mengganggunya. Bong Man memilih mengabaikannya dan kembali mencari Hee Chan yang ternyata sudah pulang.
Di Bus, Hee Chan terdiam. Ucapan Ibunya “Hee Chan sudah makan?” kembali membayangi pikirannya. Dada Hee Chan sakit dan air mata tak henti membanjiri wajahnya…. Ibunya telah tiada dan itulah kenyataan pahit yang harus diterimanya.

Bong Man seperti orang gila. Hp Hee Chan sama sekali tidak dapat dihubungi dan parahnya Hee Chan sama sekali tidak ada di rumah. Dimana kamu Hee Chan? Setidaknya itulah kalimat yang tepat yang bisa menggambarkan perasaan Bong Man saat ini….

Hee Chan berjalan di gelapnya malam mencoba meyakinkan dirinya jika Ibunya belum meninggal, ya… Ibunya pasti belum meninggal dan Bong Man sudah pasti membohonginya. Tiba-tiba seorang pria mabuk mendekatinya karena mengira Hee Chan adalah istrinya. Hee Chan ketakutan dan berteriak histeris, namun sebuah tangan tiba-tiba mendorong pria mabuk tersebut dan menyuruhnya untuk pergi.
Hee Chan sekarang berada dalam boncengan sepeda yang dikendarai Noon. Noon dengan mudahnya mengenali Hee Chan sebagai Noona yang sudah meminjam baju olahraganya.
“dimana rumah Noona?” Tanya Noon dan masih terus mengayuh sepeda
“aku tidak mau pulang” jawab Hee Chan menolak dan kembali melanjutkan ucapannya “kamu mau kemana? Mau pulang?”
“aku mau ke perpustakaan” jawab Noon dan sesekali berbalik dan kembali focus mengendarai sepeda.
“benarkah? Kalau begitu aku ikut denganmu” ucap Hee Chan.

Hee Chan berdiri di puncak tertinggi sebuah gedung. Tatapannya kosong ke depan dan terlihat dengan jelas raut wajah kesedihan dan mata yang sembab. Noon tiba-tiba muncul dan menawarkannya minuman.
Noon dan Hee Chan duduk bersama. Hee Chan tiba-tiba berucap jika dirinya pernah datang menemui Noon ke sekolah untuk mengembalikan baju olahraga tapi Noon tidak ada, Noon seketika membenarkannya dan menjawab jika dirinya melihat Hee Chan namun Hee Chan bergegas pergi sebelum Noon sempat menghentikannya. Mereka kemudian bernyanyi bersama. Setidaknya hal tersebut bisa membuat Hee Chan merasa sedikit tenang dan melupakan hal tersulit yang baru saja dialaminya.
Noon bisa merasakan kesedihan Hee Chan melalui suaranya yang bergetar. Sesaat kemudian, air mata kembali menetes di wajah Hee Chan. 2 orang anak SMA tiba-tiba muncul, mereka adalah Eun Ji dan sahabatnya. Melihat kehadiran Eun Ji dan teriakannya yang mengenali Hee Chan sebagai “baju olahraga” membuat Hee Chan bergegas pergi. Noon mengejarnya namun Hee Chan sudah keburu menghilang.

Bong Man terus mencari Hee Chan namun tetap tak menemukan sosok wanita yang membuatnya pusing setengah mati. Hye Won yang baru saja selesai bermain game ditemani Bong Kyu merasa heran ketika melihat banyak panggilan tak terjawab di Hpnya.
“kenapa kakak bisa tidak hati-hati” teriak Hye Won kesal ketika sampai di rumahnya dan Bong Man sudah berada disana.
“kita tidak bisa menutupinya lebih lama” ucap Bong Man berusaha membela diri
“tapi kakak ipar tidak ingat, setelah Ibu meninggal kakak beberapa hari tidak bisa makan dan tidur… apa kakak ipar tidak tahu? Sekarang harus bagaimana? Jika terjadi sesuatu pada kakakku aku tidak akan melepaskan kakak ipar” teriak Hye Won semakin emosi.
Bong Man semakin bingung dan terkejut ketika menyadari kehadiran Hee Chan. Hee Chan telah pulang. Istrinya sudah pulang….
“kenapa bisa meninggal?” pertanyaan pertama yang diucapkan Hee Chan
“itu…. Karena penyakit jantung” jawab Hye Won terbata-bata
Bong Man berusaha ikut bergabung dalam pembicaraan mereka dengan bertanya dimana Hee Chan semalam, namun bukannya dijawab… Hee Chan malah marah dan berucap jika Bong Man sangat kejam dan tidak mengerti perasaannya. Hee Chan sadar jika dirinya memang bodoh, bodoh karena tak mengetahui kenyataan jika Ibunya sudah meninggal. Bong Man yang masih diliputi perasaan khawatir sekaligus kesal ikut meluapkan amarahnya. Hee Chan memilih meninggalkan Bong Man dan masuk ke dalam kamar, menyendiri.
Bong Man kembali menjalani aktifitasnya sebagai seorang actor. Hari ini ada jadwal syuting namun Bong Man sama sekali tidak bisa berkonsentrasi. Bisa ditebak, pikirannya pasti sedang kalut.
Sementara Hee Chan malah sedang sibuk menyapu dan tiba-tiba mendapat omelan dari adiknya “kakak apa yang sedang kamu lakukan? Kamu istri seorang actor terkenal”. Teriak Hye Won namun Hee Chan meminta Hye Won untuk tidak mengungkit-ngungkit lagi tentang Bong Man di hadapannya.
“aku sangat iri dengan kakak. Setelah Ibu meninggal, kakak iparlah yang mengurusi semua upacara pemakaman, mana ada orang sebaik itu” ucap Hye Won namun Hee Chan tetap tidak bersimpati pada Bong Man. Hee Chan malah ingin menuntut Bong Man dan meminta cerai darinya.

“aku tidak ingat pernah menikah dengannya” ucap Hee Chan ketika berada di sebuah kantor pengacara
“ penipu pernikahan” gumam pengacara
Setelah melalui pembicaraan singkat, Hee Chan memutuskan pergi. Biaya perceraian tidaklah murah dan saat ini dirinya sama sekali tidak memiliki uang.

Hee Chan mendatangi stasiun tempat Bong Man bekerja tetapi yang ingin ditemuinya bukanlah Bong Man melainkan Sun Mi sahabatnya. Seseorang memanggilnya dan dia adalah Ji Young. Ji Young merasa aneh dan terlihat jelas raut heran di wajahnya, Hee Chan terlihat sangat berbeda dan sangat bersahabat, berbeda jauh dengan pertemuan mereka yang diwarnai dengan pertengkaran hebat sesaat sebelum Hee Chan kecelakaan.
Hee Chan tiba-tiba bertanya bagaimana Bong Man menurut Ji Young dan membuat Ji Young terkesiap. Tak hanya itu Hee Chan mulai bercerita jika hubungannya dengan Bong Man sangat buruk dan Hee Chan berencana ingin bercerai dengannya. Hee Chan tiba-tiba bercerita sesuatu hal yang tak pernah diduga sebelumnya oleh Ji Young “sebenarnya aku hilang ingatan”.
Tangan Ji Young yang menggenggam kopi gemetaran ditambah dengan pertanyaan Hee Chan “apa yang aku katakan padamu sebelum aku mengalami kecelakaan, aku melihat di ponselku kamu adalah orang terakhir yang kuhubungi”. Namun bukannya menjawab, Ji Young meminta izin pergi karena sudah waktunya dirinya kembali bekerja.

Ji Young menghampiri Bong Man yang baru saja selesai menelpon. Ji Young berucap jika dia turut sedih atas apa yang menimpa Hee Chan tetapi sebenarnya terselip kebahagiaan jika sebentar lagi Bong Man akan jatuh kepelukannya.

Sedangkan di rumah, Hee Chan sedang berkemas-kemas dan memutuskan untuk meninggalkan rumah Bong Man dan tinggal di rumah Hye Won. Bong Man yang baru saja pulang terlihat gembira melihat Hee Chan namun sedikit bertanya-tanya kenapa Hee Chan membawa semua barang-barangnya?
Hee Chan mempertegas jika dirinya akan pergi dan tinggal di rumah Hye Won adiknya dan memilih mengabaikan ucapan Bong Man yang mengatakan jika Hee Chan tinggal di rumah Hye Won, Hye Won pasti akan merasa terbebani.

Hee Chan berada di sebuah ruangan yang terlihat sedikit gelap. Disampingnya berdiri Bong Man dan seorang pria berpakaian putih yang tak lain adalah dokter. Bong Man berhasil membujuk Hee Chan untuk berobat terlebih dahulu sebelum memutuskan mereka akan bercerai nantinya atau tidak.
Hee Chan tiba-tiba tertidur dan berada dalam dimensi lain. Hee Chan melihat sosok Bong Man yang berada di hadapannya dan bersiap mendekatinya. Hee Chan berterik, berusaha meronta dan seseorang dengan cepat menyadarkannya. Ya, Hee Chan baru saja dihipnotis untuk membantu memulihkan ingatannya… Namun bukannya pulih, Hee Chan justru semakin membenci Bong Man.

Hee Chan menemui Bibi pemilik warung kue beras yang sudah dianggapnya seperti Ibu sendiri. Hee Chan mengeluhkan semua yang terjadi padanya termasuk Bong Man yang ternyata menjebaknya agar bisa menikah dengannya. Bukannya mendapat dukungan, Hee Chan justru mendapat marah terutama saat dirinya menyinggung masalah perceraian.
Seseorang tiba-tiba memanggil namanya, dia adalah Noon. Noon tanpa sengaja melihat Hee Chan di kedai kue beras dan merasa senang. Sayang baru sesaat mereka mengobrol, Hee Chan berpamitan pergi.
Noon mengikuti Hee Chan termasuk saat Hee Chan bekerja paruh waktu sebagai tukang cuci mobil. Noon diam-diam membantu Hee Chan disaat Hee Chan lengah dan membuat Hee Chan bertanya-tanya?

Bong Man terlihat gelisah, segelas air berkali-kali diteguknya hingga hampir mendekati dasar gelas. Senyum terkembang di wajahnya ketika melihat kedatangan Hye Won, tapi tunggu dimana Hee Chan? Hye Won member jawaban yang membuat Bong Man seketika terkejut. Hee Chan sedang melakukan kerja paruh waktu.
Bong Man langsung ke inti permasalahan, meminta Hye Won untuk membantunya. Tapi bukan Hye Won jika menyetujuinya seketika… Hye Won ingin melihat sikap kakak iparnya berubah terlebih dahulu terutama terhadap Hee Chan, kakaknya baru setelah itu dia akan memutuskan.
Malam harinya
Bong Man masih saja gelisah, terus menerus memikirkan Hee Chan. Mobil yang dikendarainya dihentikannya tepat di depan kedai kue beras dan kue pedas. Bong Man sebenarnya sangat tidak menyukai kue tersebut tetapi entah mengapa langkah kakinya membawanya menuju kedai.
Di apartemen Hye Won
Hee Chan terkejut ketika melihat nominal angka yang tertera di sebuah surat selebaran yang dialamatkan untuknya. Disaat bersamaan Hye Won pulang dan Hee Chan pun memutuskan bertanya.
Hye Won tersenyum melihat surat selebaran dan tiba-tiba ide briliantnya muncul. Hye Won mengatakan jika ini adalah tagihan kartu kredit Hee Chan atas pembelian mobil, jika Hee Chan tidak melunasinya maka dirinya akan di penjara.
Hee Chan ketakutan, dirinya sama sekali tidak memiliki uang. Hye Won pun mengatakan hal yang sama dan memberi saran agar Hee Chan meminta uang pada Bong Man…
Keesokan harinya
Bong Man merasakan sakit perut yang tiada tara. Kenekatannya untuk makan kue pedas membawa dampak negative untuknya sementara di tempat lain, Hee Chan terlihat sedang berada di sebuah gedung yang diketahui sebagai markas rentenir. Ya, Hee Chan berencana ingin meminjam uang daripada harus mengemis pada Bong Man. Namun sebelum rencananya terlaksana, Hee Chan memutuskan kabur… Hee Chan melihat seorang wanita seperti dirinya disiksa karena tidak mampu mengembalikan uang kepada rentenir.
Hp Hee Chan berdering, Hye Won mengabarkan jika Bong Man sedang sakit.
Hee Chan hanya bisa melihat Bong Man yang terbaring lemah dan tak bisa berbuat apa-apa. Hee Chan memutuskan untuk tinggal setelah Hye Won dan Yoon Oh, manager Bong Man menasehatinya dan meminta tolong kepadanya untuk merawat Bong Man. Terlebih iming-iming jika Bong Man akan melunasi hutang kartu kredit Hee Chan. Dan tentu saja selama Hee Chan tinggal di rumah Bong Man, Hee Chan harus melakukan kewahiban sebagai seorang istri yaitu mencuci dan memasak.
Hee Chan mengucapkan terima kasih kepada Ji Young atas kesediannya untuk menemani dirinya berbelanja ke supermarket. Hari ini adalah peringatan kematian Ayah Bong Man dan Bong Man meminta Hee Chan untuk berbelanja.
Hee Chan dan Bong Man berangkat menuju rumah Kakek yang sedaritadi sudah menunggu mereka. Kesan tidak suka mulai diperlihatkan Kakek terhadap Bong Man cucunya dan Hee Chan yang melihatnya merasa kasihan apalagi Bong Man dimarahi oleh Kakek.
Cerita pun mengalir. Bibi mengatakan jika mereka selalu seperti itu setiap kali bertemu, apalagi semenjak Ayah Bong Man meninggal dan Ibu Bong Man pergi entah kemana meninggalkan ke dua anaknya, Bong Man dan tentu saja Bong Kyu. Semenjak saat itu Bong Man pun perlahan-lahan ikut berubah. Bibi membujuk Hee Chan agar dia dan Bong Man mau menginap, dengan begitu amarah Kakek akan mereda karena selama mereka menikah Hee Chan dan Bong Man jarang sekali menginap… (yang mengetahui Hee Chan hilang ingatan adalah Bong Man, Hye Won, Bong Kyu, Ji Young dan manager Bong Man).

Bong Man dan Hee Chan terpaksa tidur dalam satu kamar, tidak ada jalan lain. Kakek mana mungkin mau memberikan mereka 2 kamar, hehehehe…
Hee Chan gelisah dan tidak bisa memejamkan mata begitupun dengan Bong Man. Bong Man bangun dan menyuruh Hee Chan tidur di ranjang sedangkan dirinya akan tidur di bawah. Hee Chan bertanya kenapa Bong Man menjadi actor, padahal Kakek sangat membencinya?
“semakin dilarang aku semakin mau… saat berakting aku bisa melupakan semuanya, kenapa Ayah meninggal muda, kenapa Ibu meninggalkan kami”.

Hee Chan merasa iba dan entah angin apa yang membuatnya mengizinkan Bong Man tidur disampingnya. “ayo naik sini, apa lantainya terlalu keras?”. Hee Chan tiba-tiba menemukan sebuah bantal duduk buatan dirinya yang berada di belakang tempat tidur Bong Man. Perdebatan pun tak dapat terelakkan, Hee Chan menuduh Bong Man mencuri bantalnya sedangkan versi Bong Man, Hee Chanlah yang sudah memberikannya saat mereka kelas 3.

=flashback=

Hee Chan dan Bong Man terlihat berada di sebuah tempat makan. Mereka menghabiskan waktu dengan minum soju hingga Hee Chan mabuk. Bong Man terpaksa membawa Hee Chan ke sebuah motel dan terlihat jijik dengan pakaiannya yang telah dimuntahi Hee Chan.
Saat hendak mengganti baju Hee Chan, Hee Chan tiba-tiba tersadar dan menarik Bong Man dalam pelukannya…. Wkwkwkwk (kisah aslinya ternyata seperti ini dan bukan seperti yang dimimpikan Hee Chan saat dihipnotis).

=Bersambung=

DILARANG COPY PASTE BAIK ITU KE BLOG LAIN ATAUPUN FANPAGE FACEBOOK....
HARGAI KERJA KERAS PENULIS!!!

0 comments:

Post a Comment

Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015