[Recap] New Tales Of Gisaeng Episode 8

=Pertemuan Yang Tak Terduga=


Sa Ran dan Da Mo akhirnya memutuskan menjalin sebuah hubungan setelah melalui proses dan perdebatan yang panjang (ya… ribet banget prosesnya, padahal sama-sama saling menyukai, hehehe). Mereka membuat sebuah perjanjian dimana Da Mo dan Sa Ran tidak akan melakukan kontak fisik dan mereka akan putus jika salah satu pihak mengatakan untuk mengakhirinya (nggak kuat kalau ingat perpisahan mereka nanti, pengen nangis T_T)…. Da Mo mengatakan jika Sa Ran tidak akan menyesal jika bersama dengan Da Mo. Sa Ran hanya terdiam dan menatap Da Mo (benarkah???).
Buyonggak, tepatnya kamar para Pria terlihat Ahjussi Saeng Kang, Ahjussi Dan Se dan Bong Yi berbincang. Mereka membicarakan tentang absennya Hwa Ja di dapur Buyonggak. Ahjussi Saeng Kang berpendapat jika absennya Hwa Ja karena tidak tahan dengan penindasan yang dilakukan Eun Ja padanya namun semuanya cepat diclearkan begitu Bong Yi muncul dan mengatakan jika salah satu anggota keluarga Hwa Ja meninggal dunia.

Kembali ke Sa Ran dan Da Mo
Sa Ran mengeluarkan sebuah pertanyaan yang membuat Da Mo menjadi bingung. “apakah kamu Gay?” tanya Sa Ran “apa maksudnya? Jika aku Gay maka anda seorang lesbian” jawab Da Mo. Pembicaraan mereka berlanjut di sebuah restoran lain.
Sa Ran kembali bertanya apa Da Mo dipecat dari pekerjaannya sehingga dirinya memiliki banyak waktu luang dan Da Mo membenarkannya dengan mengatakan temperamen Ayahnya sangat buruk, makanya dirinya dipecat. Da Mo balik bertanya apa yang ingin dilakukan Sa Ran. Sa Ran dengan antusias menjawab jika dia ingin berjalan-jalan ke Myeongdong (ini kan, salah satu tempat favorit di Korea untuk berbelanja dan beberapa hari yang lalu Yesung Oppa menghabiskan waktu luangnya ke Myeongdong ).
Hwa Ran memanggil Soon Duk ke kamarnya. Hwa Ran meminta kepada Soon Duk untuk mengingatkan Eun Ja agar tak sembarangan masuk ke dalam kamar pria, apalagi disaat jam tidur malam. Hwa Ran menjelaskan jika beberapa keluhan datang dari Karyawan Pria (pasti Ahjussi Saeng Kang, dia kan rival Eun Ja) tentang Eun Ja. Hwa Ran juga meminta tolong kepada Soon Duk untuk memasak makanan yang paling enak untuk tamu Hwa Ran besok… (siapa ya???). greatblogfromusualgirl.blogspot.com
Sa Ran dan Da Mo melanjutkan perjalanan mereka ke Myeongdong dan kemudian menuju sebuah kafe (heran dech, udah 3 kali pindah lokasi tempat makan). Sa Ran bertanya apakah hubungan yang mereka jalani sekarang perlu diberitahukan kepada Ra Ra. Da Mo menjawab “ya” tetapi ekspresinya menunjukkan sebaliknya, Sa Ran pun mengerti.
Perjalanan mereka hari ini berakhir. Da Mo mengantar Sa Ran pulang dan pandangan matanya tak terlepas dari Sa Ran hingga bayangan Sa Ran menghilang.
Di kediaman Sa Ran, Hwa Ja dan Dan Chul Soo (Ayah Sa Ran) baru saja pulang menghadiri pemakaman Nenek Son Ja. Hwa Ja terlihat sedih karena tak banyak menghabiskan waktu yang dimilikinya untuk menemui atau sekedar bertegur sapa pada Nenek Son Ja.
Lain halnya, di kediaman Da Mo. Ibu Da Mo terlihat khawatir karena suaminya dengan tegas mengatakan akan mengeluarkan Da Mo dari perusahaan. Nenek Da Mo terlihat tenang dan mengatakan jika semuanya akan baik saja dan kembali seperti semula.

Sedangkan di kediaman Ra Ra, terjadi perdebatan serius. Hyo Ri dan suaminya datang untuk mengkonfirmasi kepada Kakek Ra Ra apa benar Kakek Ra Ra telah membuat surat warisan seperti desas desus yang mereka dengar? Kakek Ra Ra membenarkannya dan setengah dari harta warisan akan dia sumbangkan dan sisanya akan diberikan pada Anak-anaknya tetapi tidak untuk Kang San dan Hyori.
Hyori memberontak, walaupun dia hanya anak menantu, dirinya dan suaminya pernah melakukan kesalahan (MBA, Married by accident), Hyo Ri tetap merasa pantas mendapatkannya, apalagi anak pertama mereka, Geum Ra Ra harus mereka ikhlaskan untuk dirawat oleh Eo San dan Joo Hee. Hyo Ri bahkan mengancam akan mengambil Ra Ra kembali dan mengatakan kebenaran yang sebenarnya kepada Ra Ra.


Kakek Ra Ra mulai meradang. Baginya, semua yang diberikannya selama ini kepada Hyo Ri sudah lebih dari cukup. Hyo Ri bahkan sudah menyetujui untuk membiarkan Ra Ra diasuh oleh tantenya dengan iming-iming uang. Kakek dan Nenek Ra Ra serta Joo Hee bertanya apa Hyo Ri pernah memikirkan perasaan Ra Ra jika mengetahui semuanya??? Hyo Ri terdiam dan mulai menangis, dia berkata jika pada awalnya, Ra Ra akan terluka tetapi seiring dengan berjalannya waktu, Ra Ra pasti akan mengerti, karena Ra Ra sudah dewasa.
Gong Joo mencari Son Ja di tempat sauna, tempat yang dikatakan ibunya saat terakhir kali bersama dengan Son Ja. Saat ini, Son Ja pasti sangat bersedih karena satu-satunya keluarga yang dimilikinya sudah tidak ada.


“tidak ada yang bisa kukatakan yang bisa membantumu, tetapi kamu masih memiliki kami dan jauh lebih baik daripada tidak memiliki siapapun”.
Belum lama Gong Joo menghibur Son Ja, Hwa Ja meneleponnya dan memintanya untuk segera pulang.


Kembali ke rumah keluarga Ra Ra
Ra Ra pulang pada saat yang tepat. Kakek Ra Ra mengambil keputusan akan merubah surat warisan sesaat sebelum Ra Ra masuk. Pertemuan keluarga yang tak pernah direncanakan pun diakhiri.
Di dalam kamar, Kakek Ra Ra tak henti-hentinya memikirkan anak mantunya, Hyo Ri yang seperti lintah darat. Nenek Ra Ra berucap jika Kang San, terlihat sangat kasihan karena dirinya terlalu menurut dengan sang istri namun Kakek Ra Ra berpendapat lain, baginya Kang San dan istrinya sama.
Eun Ja kesal terutama ketika diberitahu oleh Soon Duk agar jangan masuk ke kamar Pria seenaknya dan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu (padahal, Eun Ja masuk kan karena ingin menangkap pencuri telur di dapur yang dicurigainya adalah salah satu dari Karyawan Pria dan memang benar dia Ahjussi Saeng Kang^^). 
Kekesalan Eun Ja dilampiaskan dengan menyembunyikan kopi yang biasa digunakan oleh Ahjussi Saeng Kang di pagi hari untuk membuatkan kopi bagi Hwa Ran. (kena dech batunya Ahjussi Saeng Kang) dan hasilnya Ahjussi Saeng Kang kelabakan mencarinya.
Hwa Ran mendatangi salon untuk di make up. Kesiapannya untuk menyambut tamu agung membuat Eun Ja dan yang lainnya berpikir jika yang datang kali ini adalah benar-benar tamu istimewa.


Malam harinya
Eo San dan Joo Hee berkendara menuju sebuah tempat. Sementara di Buyonggak, Hwa Ran telah siap dengan Hanboknya yang sangat indah. Do Hwa memuji penampilan Hwa Ran yang terlihat sangat indah. 
Di dapur Buyonngak, persiapan pun telah selesai. Makanan telah tersaji dan siap untuk dihidangkan. Hwa Ran berjalan menuju ruangan khusus dimana Eo San dan Joo Hee sudah berada disana. Senyuman tak henti terus terpancar di wajah Hwa Ran bahkan ketika bertemu dengan Eo San dan Joo Hee. Hwa Ran berpura-pura terkejut ketika melihat Eo San dan Joo Hee (Eo San dan Joo Hee sudah membuat kesepakatan sebelumnya, dengan maksud agar Joo Hee mengurungkan niatnya mengambil alih Buyonggak dan berhasil ).
Percakapan antara mereka bertiga terhenti untuk sesaat karena rekan Eo San yang berprofesi sebagai dokter yang mereka tunggu daritadi telah tiba. Percakapan kembali berlanjut dan kali ini lebih berwarna, namun tidak untuk Joo Hee. Joo Hee merasa kesal dengan Hwa Ran yang dengan jelas terlihat sangat perhatian dengan suaminya.


Sa Ran menyusuri jalanan yang dingin menuju apartemennya. Sebuah telepon masuk berasal dari Da Mo. Seharian ini mereka memang tidak saling bertemu.
Sa Ran terkejut ketika Da Mo tiba-tiba menutup teleponnya sesudah menanyakan dimana keberadaannya sekarang? Dan lebih terkejutnya lagi ketika Da Mo tiba-tiba muncul di hadapannya dan memberinya sebuah bunga yang sangat indah. Da Mo berucap: 


“aku tidak tahu apa kamu pernah menerima bunga dari seorang namja, tetapi bagiku ini adalah pertama kalinya aku memberikan bunga pada seorang wanita (omo, so sweet).
“ketika aku melihatmu, aku mengerti kenapa wanita sangat menyukai bunga”.


Sa Ran terlihat sangat bahagia, dia bahkan mengambil pot khusus untuk menyimpan bunga pemberian Da Mo. 
Hwa Ran meninggalkan kamar khusus karena Joo Hee memintanya untuk meninggalkan mereka. Hwa Ran kemudian beralih ke sebuah ruangan dimana seseorang bernama Master Joong Bong menunggunya. Kunjungan Master Joong Bong adalah untuk melihat Hwa Ran dan Soon Duk untuk terakhir kalinya. Dokter memvonis, Master Joong Bong tak akan bisa hidup lama dan sisa waktu yang dimilikinya adalah 2 bulan. Tangisan air mata terlihat, Soon Duk dan Hwa Ran menangis bersamaan. Bagi mereka Master Joong Bong adalah orang tua dan tetua yang sangat mereka hormati.greatblogfromusualgirl.blogspot.com
Eo San meminta izin ke kamar mandi dan disaat bersamaan Soon Duk juga keluar dari ruangan untuk menyiapkan makanan permintaan Master Joong. Tatapan mereka bertemu, raut terkejut jelas terpancar dari wajah mereka berdua. Soon Duk memilih pergi secepatnya dengan diikuti tatapan mata Eo San.
Di dapur, Soon Duk tak bisa berkonsentrasi begitupun dengan Eo San yang terlihat berpikir di taman Buyonggak setelah bertemu dengan Soon Duk yang akhirnya diketahuinya bekerja di dapur Buyonggak. Bunyi Hp membuyarkan lamunan Eo San, Joo Hee meneleponnya dan bertanya dimana dia sekarang???
Eo San masih terus memikirkan Soon Duk, bahkan ketika Hwa Ran menyuguhkan sebuah tarian yang ditarikan oleh seorang Gisaeng, pikiran Eo San tak pernah terlepas dari Soon Duk. Kenangan masa lalu kembali diingatnya ketika pertama kali dirinya bertemu dengan Soon Duk.
=flashback=
Sebuah kapal tengah terombang ambing di tengah lautan. Badai serta hujan membuat para penumpang kapal terlihat ketakutan tak terkecuali seorang pemuda dan seorang gadis yang diketahui bernama Eo San dan Soon Duk. Salah satu pria setengah baya berkata lebih baik jika para pria/pemuda dan para gadis saling berpegangan untuk membantu mengurangi rasa mual pada diri masing-masing. Eo San pun merangkul Soon Duk.
Eo San ternyata adalah seorang dokter yang sengaja datang ke sebuah desa untuk melakukan pengobatan gratis dan salah satu pasiennya adalah Soon Duk. Sikap Soon Duk yang pendiam namun terlihat bersahaja membuat Eo San mulai jatuh hati.
=flashback end=
Di kamarnya, Sa Ran terus tersenyum dan memandangi bunga pemberian Da Mo.


Hwa Ran berbincang dikamarnya bersama dengan Soon Duk. Mereka bercerita mengenai tamu khusus yang datang hari ini (Eo San dan Joo Hee) dan tentang Master Joong.
Hwa Ran melemparkan sebuah pertanyaan pada Soon Duk….
“jika suatu hari kamu mendapat kabar jika hidupmu hanya tersisa 2 bulan, apakah kamu tidak menyesal sudah menjalani hidupmu? Tidak mengenal cinta, tidak mengenai pria dan hanya tinggal sendirian???”
“aku tidak pernah memikirkan hal tersebut”
“hanya karena kaki kamu cacat, kamu tidak bisa seperti itu. Aku selalu khawatir jika kamu akan meninggalkan Buyonggak ketika jatuh cinta dengan seorang pria”.
Gong Joo kembali menemui Son Ja di tempat sauna dan membawakannya makanan. Walaupun Son Ja sedang bersedih tetapi Son Ja tetap harus hidup dan bangkit, karena hidup terus berjalan.
Eo San dan Joo Hee kembali berbincang (bisa dikatakan berdebat) begitu mereka sampai di rumah. Intinya Eo San tak ingin jika Joo Hee menutup Buyonggak, walaupun Buyonggak adalah miliknya. Perbincangan menjadi panas ketika Joo Hee mulai mengungkit tentang Hwa Ran yang terlihat sangat perhatian pada Eo San dan Joo Hee tidak menyukainya. 
Soon Duk kembali memikirkan Eo San.


=flashback=
Eo San dan Soon Duk berhasil sampai di dermaga dengan selamat. Hujan mengiringi perjalanan mereka menuruni kapal. Eo San bahkan membantu mengangkatkan tas Soon Duk.
=flashback end=
Da Mo bersiap-siap pergi, sesaat sebelum pergi Da Mo bahkan sempat memberi salam pada Ayahnya dan mengucapkan hati-hati di jalan.


Sa Ran terkejut ketika Da Mo tiba-tiba mengajaknya ke Vila miliknya. Omo, apa Sa Ran setuju???


=BERSAMBUNG=


Yuhuiiiiii, akhirnya posting juga Episode 8.... (Mianhae telat T_T)
Dewi mulai suka dengan drama yang satu ini saat memasuki episode 9
Konfliknya udah mulai terasa, sebuah rahasia akan terungkap yang membuat Eo San terkejut begitupun dengan Kakek dan Nenek Ra Ra....
Siap-siap dech banjir air mata T^T

Aigoo,aigoo, jadi tambah penasaran.


NB: NO COPAS!!!!!!!!!!!!


0 comments:

Post a Comment

Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015