[Sinopsis] Movie SUNNY Bagian Pertama

SUNNY
Director/Writer : Kang Hyung Chul
Producer : Ahn Byung Ki, Ahn In Ki
Cinematographer : Lee Hyung Duk
Release Date : 04 May 2011
Distributor : CJ Entertainment

Para Pemain :
Han Chun Hwa Im Na Mi
Kim Jang Mi Su Ji
Seo geum Ok Hwang Jin Hee
Ryoo Book Hee

Annyeonghaseyo Chingudeul....
Entah kenapa akhir-akhir ini dewi malas banget menonton k-drama, drama yang terakhir dewi nonton "Shut Up Flower Boy Band" dan "Take Care Of Us Captain". Sampai saat ini belum ada drama yang berhasil mencuri perhatian dewi (pengen nonton Rooftop Prince sayang dramanya belum selesai di Korea sana)....Akhirnya dewi memutuskan untuk merampungkan sinopsis Tree Of Heaven dan membuat sinopsis K-Movie Sunny. (Lagu yang menjadi penyemangat dewi membuat sinopsis kali ini, "Super Junior, Believe, See U In Jakarta^^)

Happy reading^^
Suasana pagi di sebuah rumah yang terbilang mewah masih tampak sepi. Bunyi alarm membangunkan si empunya rumah yang bernama Im Na Mi yang mendedikasikan dirinya untuk menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarganya. Rutinitas harian mulai dikerjakan Na Mi dimulai dari menyiapkan sarapan pagi (keren, Na Mi bekerja tanpa menimbulkan suara), membangunkan sang suami dan sang anak, Yae Bin. (aq suka dengan musik pembukanya)
Mungkin bagi sebagian orang hidup Na Mi terlihat sangat membosankan, tapi bagi Na Mi tidak….. Bagaimana tidak, sang suami sangat sibuk bekerja sementara putrinya terlihat cuek terhadap dirinya. Keseharian Na Mi hanya disibukkan dengan urusan rumah tangga dan menjaga Ibunya yang sedang menjalani pengobatan di sebuah rumah sakit.
Suatu hari, Na Mi melihat sekumpulan anak SMA yang terlihat sangat senang dan tertawa bersama…. Na Mi tiba-tiba rindu dengan masa-masa SMAnya bersama ke 6 sahabatnya.
SUNNY

Jadwal Na Mi hari ini adalah menjenguk ibunya di rumah sakit. Sang Ibu sangat senang ketika Na Mi membawakannya hadiah tas dan tanpa segan-segan memamerkannya pada pasien lainnya. Perhatiannya kemudian teralihkan pada drama korea yang sedang ditayangkan di televisi.
Saat melewati sebuah kamar, Na Mi mendengarkan suara teriakan dari salah satu pasien. Na Mi melihat papan nama yang menunjukkan nama pasien yang tertera “Ha Chun Hwa”.
Ha Chun Hwa, nama tersebut terus terngiang di benak Na Mi. Malam harinya, Na Mi menuju perpustakaan mini di rumahnya dan membuka salah satu majalah. Dalam majalah terdapat beberapa sketsa gambar beberapa gadis belia yang terlihat sangat senang dan wajah masing-masing dari gadis tersebut. Seseorang tiba-tiba masuk ke dalam perpustakaan, Na Mi menyadarinya dan berteriak bersamaan bersama putrinya, Yae Bin karena sama-sama terkejut.
Keesokan harinya, Na Mi kembali menjenguk sang ibu dan lagi-lagi ibunya terlihat sangat menikmati tontonan drama korea di televisi bersama pasien lainnya dan sepertinya drama korea yang satu ini merupakan tontonan waji dan tidak boleh dilewatkan (lucu liat adegan ini, ahjumma-ahjumma di Korea sangat menyukai drama percintaan dan konflik).
Perhatian Na Mi sekali lagi tertarik pada kamar yang ditempati pasien yang bernama Chun Hwa. Na Mi memberanikan diri masuk dan tersenyum ketika Chun Hwa bernyanyi dan tersenyum padanya. Dugaan Na Mi tepat, Chun Hwa adalah orang yang dikenalnya dan merupakan sahabat karibnya semasa SMA. Chun Hwa saat ini sedang menjalani therapy untuk penyakit kanker yang dideritanya dan hidupnya tak lama lagi.
Handphone Na Mi berdering. Suaminya meneleponnya dan memintanya untuk segera pulang karena dirinya akan melakukan perjalanan bisnis selama kurang lebih 2 bulan. Na Mi berpamitan pada Chun Hwa dan berjanji akan datang lagi. Sesaat sebelum Na Mi pergi, Chun Hwa bertanya
“apa kamu masih mengingat mereka?” tanya Chun Hwa
“siapa?” tanya Na MI balik
“SUNNY”
“aku ingin melihat mereka sebelum aku meninggal” pinta Chun Hwa
Na Mi mengantar sang suami ke Bandara. Pelukan hangat diberikan sang suami kepada Na Mi dan memberikan uang belanja untuk Na Mi. Awalnya Na Mi menolak namun sang suami terus memaksanya dan mengatakan kepada Na Mi untuk menghabiskan sebagian waktunya bersama dengan temannya, Chun Hwa.
Sekembali dari bandara, Na Mi kembali melihat sekumpulan anak SMA. Tanpa berpikir panjang, Na Mi bergegas menuju sekolahnya semasa SMA dan bayangan masa-masa SMA kembali dirasakan Na Mi.

=Flashback=
Na Mi termangu menatap sekolah barunya. Barisan para siswi-siswi SMA berjalan dengan cepat menuju sekolah. Di salah satu kelas, para murid terlihat asyik dengan kegiatan mereka masing-masing dan segera berhenti begitu guru masuk diikuti dengan Na Mi dibelakangnya.
Sang Guru menegur salah satu murid yang bernama Jang Mi karena terus menunduk dan beralasan jika dia belum menggunakan mascara. Selanjutnya Ibu Guru memperkenalkan Na Mi kepada yang lainnya
“ini anak pindahan baru bernama Im….Na Mi. dia dari Beolgyo, Jeolla-do. Dia baru pertama kali ke Seoul jadi bersikap baiklah padanya, mengerti? Terutama kamu Jang Mi”
“senang bertemu dengan kalian, namaku Im Na Mi, murid pindahan dari SMU Beolgyo” ucap Na Mi terbata-bata dan mendapat respon tertawa dari seisi kelas. Logat bicara Na Mi masih terdengar jelas.
Na Mi menuju kursi yang ditunjuk Ibu Guru. Salah seorang siswi memandangnya dengan tatapan penasaran (lebih mirip kesal) dan mendekatinya bersama temannya begitu Ibu Guru keluar dari kelas. Mereka mulai bertanya mengenai isi tas Na Mi dan meminta Na Mi untuk mengeluarkan isi tasnya dan segera pindah ke tempat duduk di dekatnya. Na Mi dengan serta menolak, Jang Mi yang masih terus menunduk menyuruh gadis yang bernama Sang Mi agar jangan mengganggu Na Mi dan segera pergi.
Seseorang ikut membantu Na Mi dan melempar tas berukuran besar ke kepala teman Sang Mi hingga mereka berdua memutuskan pergi. Dia adalah Ha Chun Hwa. Ha Chun Hwa memperkenalkan diri kepada Na Mi, namun Na Mi malah menjauh dan tanpa sengaja menjatuhkan seisi tas sekolahnya hingga berserakan di lantai.
Chun Hwa tak henti-hentinya tertawa melihat kekonyolan yang dilakukan Na Mi. Pertemuan pertama yang meninggalkan kesan yang sangat berarti bagi Chun Hwa tapi tidak bagi Su Ji, gadis cantik di kelas yang memasang wajah ketus dan cuek ketika Na Mi melemparkan sebuah senyum kepadanya
Bel berakhirnya jam pelajaran terdengar di seantero sekolah. Para murid berlarian keluar kelas tak terkecuali seorang gadis berkacamata yang bertugas menjadi pengisi siaran radio di sekolah.
“Selamat menikmati makan siang, Jinduk bersama dengan Dj Kim! Mendengarkan lagu-lagu indah dapat membantu pencernaan kalian. Lagu pertama dari Cyndi Lauper,Girl Just Wanna to Have Fun”

Seiring diputarnya lagu Cyndi Lauper, menandai waktu dimulainya jam istirahat dan jam makan siang. Para siswi mulai berbaur dengan yang lainnya. Ada yang memilih makan bersama dengan tema-teman kelompoknya dan ada pula yang memilih makan siang di kantin seperti yang terjadi pada Na Mi.
Chun Hwa merangkul pundak Na Mi dan mengajaknya makan siang bersama. Tepat disamping Na Mi, ada Jang Mi dan Hwang Jin Hee yang ternyata adalah anak seorang professor namun mempunyai hobi memaki. Jang Mi tiba-tiba berteriak pada salah seorang anak perempuan yang sedang berebut dengan murid lainnya untuk membeli makanan “oi, Geum Ok 4 roti salad lagi”.
Chun Hwa berucap “ Geum Ok adalah anak dari seorang dokter gigi dan seorang kutu buku. Geum Ok mempunyai kekuatan besar ketika marah”. Seorang gadis lain muncul dan berjalan ke arah mereka, dia adalah Book Hee, gadis yang bercita-cita menjadi Miss Korea.
Na Mi berusaha berbaur dengan yang lainnya, walaupun ia masih merasa risih dan canggung.
Di rumah
Waktunya makan malam. Ibu Na Mi terus memberondong Na Mi dengan pertanyaan bagaimana perasaanmu di sekolah baru? Apa kamu mendapat banyak teman?. Na Mi terus tertunduk dan berusaha menikmati makanannya. Dari ekpresinya, sang Ibu bisa menangkap jawaban jika Na Mi kurang menyukai sekolah barunya. Sang Ibu mencoba menyemangati putrinya sementara sang kakak mengatakan jika dulu dia sewaktu di sekolah juga suka dikerjai. Ayah Na Mi tiba-tiba bersuara jika Kakak Na Mi tidak mengerti perasaan wanita dan menyuruhnya untuk segera diam. Nenek Na Mi tiba-tiba berbicara tidak jelas membuat Na Mi, Ayah, Ibu dan kakaknya terdiam membisu (lucu…..).
Pelajaran jam pertama dimulai. Ibu guru memberi pertanyaan kepada Jang Mi namun Jang Mi tidak bisa menjawabnya, akhirnya Na Mi yang menjawabnya. Ibu Guru memuji Na Mi “Na Mi kamu murid pintar di sekolah lamamu dan memenangkan banyak penghargaan di kontes seni (sorak sorai terdengar dari teman-teman Na Mi), apa kamu ingin masuk ke klub seni? Datanglah ambil formulirnya dan Jang Mi kamu juga ikut dan aku akan membuatkanmu bulu mata palsu”
Na Mi berjalan menuju ruang guru

=flashback end=
Na Mi sekarang berdiri di depan seorang wanita yang terlihat sangat tua dan uban terlihat disana sini. Na Mi dan gurunya mulai bernostalgia tentang masa SMA. Ibu Guru terlihat antusias melihat Na Mi yang terus saja dipujinya karena terlihat sangat cantik dan berkata jika Jang Mi meninggalkan kartu nama padanya.
Di sebuah perusahaan asuransi jiwa, terlihat seorang pria yang mengumpulkan para karyawan/anak buahnya untuk mereview hasil pekerjaan mereka selama sebulan. Ada yang mendapatkan pujian karena berhasil mengumpulkan banyak nasabah dan ada pula yang mendapat kritik karena hasil penjualannya sangat sedikit. Jang Mi, salah satu karyawan yang mendapat kritikan dan bahkan hasil penjualannya adalah yang terendah dibandingkan teman-temannya. Hp Jang Mi berbunyi, seseorang meneleponnya.
Jang Mi menangis di pelukan Chun Hwa. Sahabat yang tidak ditemuinya kurang lebih 25 tahun. Chun Hwa hanya tersenyum melihatnya begitupun dengan Na Mi. Ekspresi Jang Mi tiba-tiba berubah dan melepaskan diri dari pelukan Chun Hwa “apa kamu sudah punya asuransi jiwa?” (hehehehe, konyol banget Jang Mi).
Jang Mi dan Na Mi sudah memutuskan untuk mencari ke 4 sahabat mereka. Tidak mudah memang tapi keyakinan membuat mereka percaya. Jang Mi dan Na Mi meminta bantuan seorang pria yang memang mempunyai tugas mencari orang hilang/tak diketahui dimana keberadaannya (Detektif). Kekonyolan terjadi di kantor pria karena anak buahnya selalu saja membuat kekacauan dengan membuat barang-barang berjatuhan/berserakan ke lantai. Na Mi sedikit ragu namun Jang Mi meyakinkannya jika pria tersebut sangat hebat.
Kekacauan di pagi hari terjadi di rumah Na Mi. Yae Bin berlarian kesana kemari mencari kaos kakinya. Terlambat bangun membuatnya kelabakan. Na Mi hanya tersenyum dan kembali mengingat masa dimana dirinya juga pernah mengalami hal yang dialami Yae Bin sekarang.

=flashback=

Na Mi gelisah, bingung, gelagapan mencari kaus kaki serta jaketnya yang ternyata sedang dicuci. Ayah Na Mi hanya bisa tertawa melihat tingkah putrid kecilnya tersebut.
Di sekolah, Na Mi terus saja gelisah dan takut. Takut jika gurunya menemukannya datang ke sekolah tanpa mengenakan kaus kaki. Bel tanda pelajaran berakhir berbunyi. Para siswi mulai bertebaran tak terkecuali Geum Ok, Book Hee dan Jin Hee yang memang berbeda kelas dengan Na Mi, Su Ji, Jang Mi dan Chun Hwa. Mereka berenam mulai berbicara mengenai berbagai hal dan juga rencana hebat yang akan mereka lakukan hari ini, tapi sayangnya rencana yang akan mereka lakukan membutuhkan jumlah personel sebanyak 7 orang sedangkan mereka hanya ada 6 orang. Bunyi besi terjatuh membuyarkan lamunan mereka. Na Mi tengah berdiri di depan pintu kelas dan bersiap-siap kabur sebelum gurul lain melihatnya tak memakai kaus kaki.
Para gadis mulai berjalan menuju suatu tempat. Diantara mereka terlihat Na Mi yang terlihat ketakutan dan terus memeluk tasnya yang berisikan peralatan besi salah satunya adalah kunci inggris yang sempat terjatuh tadi. Chun Hwa merangkul pundak Na Mi seolah menguatkannya jika semua akan baik saja.
“oi, So Nyeo Shi Dae (Girl’s Generation)” teriak Jin Hee mewakili ketika berada di hadapan 7 orang gadis yang memberi nama kelompok mereka SNSD.
Ha Chun Hwa sebagai ketua maju dan mulai berbicara dengan ketua SNSD. Perhatian Ketua SNSD teralihkan pada Na Mi yang terlihat gemetaran.
“siapa dia? kenapa kalian membawa anak kecil untuk menakuti kami?”
“aku tak membawanya, tapi….. apa kamu pernah mendengar tentang kerasukan?” tanya Chun Hwa balik “lihat dia sedang gemetaran, itu artinya sebentar lagi dia kerasukan. Jangan menatap matanya karena kau bisa ketularan kerasukan roh” tambah Chun Hwa menakut-nakuti ketua SNSD dan terbukti ketua SNSD terlihat ketakutan saat tanpa sengaja bertatapan dengan Na Mi.
Ketua SNSD menyuruh salah satu anggotanya untuk maju, Jin Hee pun tak mau kalah dan menyuruh Chun Hwa untuk segera mundur. Aksi adu mulut, saling mengejek, debat terjadi diantara mereka. Perdebatan dan pertengkaran mulut mereka segera terhenti ketika Na Mi mulai kesal dan berpura-pura kerasukan dan marah-marah.
Anggota SNSD terlihat termangu, ketakutan begitupun dengan teman-teman Na Mi. Kekonyolan kembali terjadi ketika ketua SNSD sudah berada jauh dibelakang dan segera berlari sembari memanggil teman-temannya untuk segera mundur.
“aku lapar” ucap Na Mi terlihat lelah (gubrak, wkwkwkwk).
Acara kumpul-kumpul diadakan di rumah Jang Mi. Jin Hee, Chun Hwa, Geum Ok, Book Hee dan Jang Mi mulai dance mengikuti irama lagu (lucu banget liat scene ini) sementara Na Mi hanya duduk tertawa melihat kekonyolan ke lima sahabatnya sedangkan Su Ji hanya duduk terdiam di pinggir jendela dengan sebuah buku di tangannya sambil memandangi Na Mi dengan tatapan tidak senang.
Lelah menari, ke lima gadis segera bergabung bersama dengan Na Mi dan Su Ji. Chun Hwa tiba-tiba berbicara jika sudah saatnya bagi mereka menambah anggota baru yaitu Na Mi. Yang lain terlihat setuju begitupun dengan Su Ji yang setuju paling terakhir menerima Na Mi menjadi anggota baru mereka. Yang menjadi masalah, mereka belum mempunyai nama kelompok. Jang Mi menyarankan bagaimana jika nama kelompok mereka adalah “Wonder Girls” dan ditanggapi oleh yang lainnya dengan teriakan.
Terdengar bunyi di depan pintu. Kakak Jang Mi pulang membawa teman-temannya. Jang Mi hanya tersenyum ketika beberapa dari mereka memuji Jang Mi yang semakin cantik tapi lain halnya dengan kakak Jang Mi yang lebih memilih memuji Su Ji dibandingkan adiknya.
Seorang pemuda masuk belakangan. Pemuda bernama Joon Ho berhasil mencuri perhatian teman-teman Jang Mi yang memang sudah lama mengenal Joon Ho. Na Mi sepertinya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Joon Ho terutama ketika Joon Ho (pertama liat, dewi kira dia Yoo Seung Hoo... eh taunya bukan^^) bertanya siapa Na Mi dan memuji jika Na Mi cantik.
Na Mi mulai menyukai kehidupan barunya. Na Mi bahkan tak segan-segan mengganti tasnya sama dengan teman-teman sekelasnya, saling menelepon dengan Chun Hwa dan Jin Hee ketika malam tiba dan mendengarkan pesan dari radio yang dikirimkan Geum Ok
“aku akan mengingat teman-temanku….. Chun Hwa, Su Ji, Jang Mi, Book Hee, Na Mi dan Jin Hee. Jika kamu ingin membuat sebuah nama untuk kelompok kita, mungkin kita bisa menjadi teman selamanya. Geum Ok bagaimana dengan SUNNY, S-U-N-N-Y? kuharap kamu suka (usul penyiar radio). Ini lagu untuk kalian untuk bisa mengenang moment terindah dalam hidup kalian “Jo Deok Bae, In My Dream”.

Hobi melukisnya pun dapat tersalur dengan baik tapi masih ada satu hal yang mengganjal hati Na Mi, Su Ji terlihat masih belum menyukainya.

=flashback end=

Na Mi terlihat bernyanyi sambil mendengarkan lagu “In My Dream by Jo Deok Bae”. Na Mi terlihat larut dan ikut bernyanyi. Kenangannya pada masa-masa SMA membuatnya mencoba kembali pakaian SMA dan tak menyadari jika Yae Bin baru saja pulang sekolah dan hanya bisa melongo melihat sang Ibu yang terlihat sangat kekanak-kanakan.
Handphone Na Mi berbunyi, Jang Mi mengabarkan kepadanya jika Jin Hee, si ratu Makian telah ditemukan.
Seorang wanita terlihat sedang asyik mengobrol dengan teman-teman sebayanya. Jin Hee, si ratu makian sekarang telah berubah menjadi sosok wanita kalem, supel dan glamor. Dibandingkan masa SMA, saat ini kehidupan Jin Hee berbanding terbalik 180 derajat.
Jin Hee berusaha mengontrol tawanya ketika bertemu dengan Na Mi dan Jang Mi. Saat ini dirinya adalah wanita berkelas dan harus bisa mengontrol diri dimanapun dirinya berada. Jin Hee mengatakan jika Na Mi tak berubah terlalu banyak dan ditanggapi oleh Na Mi dengan senyuman sedangkan Jang Mi mengatakan jika Jin Hee berubah banyak termasuk dari bentuk wajah dan cara bicaranya.
Suami Jin Hee tiba-tiba muncul dan membuat Jang Mi memuntahkan kembali air yang diminumnya ke dalam gelas. Suami Jin Hee terlihat manja pada sang istri dan mulai mengajukan pertanyaan bagaimana istrinya dulu semasa gadis. Jang Mi tertawa dan mengatakan jika Jin Hee sangat anggun, anggun dalam hal memaki. Raut wajah Jin Hee seketika berubah dan meminta suaminya untuk pergi sementara meninggalkannya dan teman-temannya.
Jin Hee memilih fokus pada Na Mi dan menanyakan mengapa dia ingin bertemu dengannya dan menanyakan usia anaknya sekarang? Jang Mi tertawa dan kembali mengejek Jin Hee. Na Mi ikut tertawa dan kembali bertanya apa Jin Hee tidak ingin bertemu dengan Chun Hwa?
Jin Hee terlihat kesal terutama ketika mengetahui jika cara Jang Mi dan Na Mi menemukannya dengan bantuan detektif. Jin Hee kemudian meminta kartu nama Jang Mi dan mengatakan akan menghubungi mereka lain kali.
Raut wajah Na Mi berubah sedih ketika menemui detektif dan sang detektif memberikannya dua buah buku yang berisikan alamat dua rekan Na Mi, Geum Ok dan Book Hee. Na Mi meminta tolong dengan sangat untuk menemukan seorang lagi temannya yaitu Su Ji. Sebuah suara menghentikan perbincangan mereka, suara yang lagi-lagi ditimbulkan oleh anak buahnya yang terkejut karena seorang wanita setengah baya bersembunyi di balik lemari.
“oh, anda masih berada disini?” tanya detektif.
Jin Hee menaruh jari telunjuknya di bibir seolah-olah mengisyaratkan untuk diam, namun terlambat Na Mi sudah terlanjur melihat Jin Hee. Jin Hee mendatangi Detektif untuk mencari tahu tentang suaminya yang dikabarkan selingkuh.
Jin Hee berusaha mensejajarkan langkahnya dengan langkah Na Mi yang sudah berada di depan. Memakai high heels membuatnya sulit berjalan apalagi jalan yang sekarang sedang mereka jalani adalah tanjakan.
Terdengar suara seorang wanita dari dalam apartemen ketika Jin Hee menekan bel pintu. Wanita setengah baya berkacamata membuka pintu dan terlihat bingung ketika melihat Jin Hee dan Na Mi namun tetap mempersilahkan mereka berdua masuk.
Geum Ok terlihat senang melihat kehadiran kedua sahabatnya. Geum Ok mengatakan jika Na Mi tidak berubah banyak sedangkan Jin Hee, Geum Ok tertawa karena tak mengenalnya. Hal yang sama yang terjadi pada Jang Mi. Sebuah suara yang memanggilnya membuat raut wajah Geum Ok berubah.
Bos Geum Ok memanggil Geum Ok dan mulai memarahinya karena bermain-main disaat jam kerja. Jin Hee dan Na Mi samar-samar mendengarnya dan hanya bisa terdiam. Pandangan Na Mi teralihkan pada Koran yang menunjukkan halaman lowongan kerja yang dilingkari dengan spidol berwarna merah. Na Mi menyadari jika sahabatnya sedang dalam kesulitan dan merasa harus membantunya.
Geum Ok terlihat ketakutan dan meminta Na Mi dan Jin Hee untuk segera pergi. Samar-samar suara marah kembali terdengar, ditambah dengan suara bayi yang mulai menangis.
Na Mi memandangi 2 buah surat yang ditujukan untuknya. Satu dari Geum Ok dan satu dari suaminya. Surat dari Geum Ok berbunyi “Chun Hwa, maaf aku tak bisa mencintaimu” dan dari surat dari suaminya adalah berisikan beberapa lembar uang 100.000 won. Suara pintu terbuka membuyarkan lamunan Na Mi. Yae Bin datang dengan wajah penuh luka lebam dan hal tersebut membuat Na Mi khawatir. Sikap Yae Bin yang cuek terhadap ibunya membuatnya tak menjawab pertanyaan yang diajukan Na Mi “ada apa denganmu, mengapa bisa seperti ini?”.
Na Mi memutuskan membuntuti Yae Bin dan mencari tahu alasan sebenarnya luka lebam di wajah putrinya. Aksi Na Mi layaknya seperti seorang detektif membuatnya kembali mengingat masa lalu ketika dirinya membuntuti Joon Ho.

=flashback=
Na Mi membuntuti Joon Ho hingga sampai di sebuah klub. Na Mi mulai mencari sosok Joon Ho hingga tatapannya menangkap sosok Joon Ho yang sedang duduk santai dengan earphone di telinganya. Na Mi menuju ke sebuah kursi dan tersenyum senang ketika bisa melihat sosok sang pujaan hati dengan jelas. Seseorang tiba-tiba berdiri menghalangi pandangannya dan menanyakan apa pesanan Na Mi. “kopi” jawab Na Mi cepat dan mulai mencari sosok Joon Ho yang tiba-tiba menghilang.
Na Mi mengitari akuarium besar dan merasa putus asa karena tidak bisa menemukan sosok Joon Ho. Sebuah suara musik pop tiba-tiba mengagetkannya. Waktu terasa sehenti berputar ketika Joon Ho berdiri di hadapannya dan tersenyum pada dirinya. Na Mi seolah terbawa dengan suasana dan segera kembali ke masa sekarang begitu melepas earphone yang dipasang Joon Ho di telinganya.
Wajah Na Mi seketika berubah menjadi berwarna merah layaknya buah tomat. Na Mi merasa malu berdiri di hadapan Joon Ho yang mengenalinya sebagai teman Jang Mi, keputusannya untuk segera pergi dengan alasan ingin ke kamar mandi malah mengantarkannya untuk bertemu dengan kelompok SNSD yang menyadari kehadirannya di klub.
Na Mi merasa terpojok, apalagi kebohongan kerasukan yang dilakukannya terakhir kali sudah diketahui. Berita bergabungnya Na Mi dengan kelompok Chun Hwa telah tersebar luas begitupun nama kelompok mereka “SUNNY”. Ketua SNSD tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, apalagi Na Mi berada di daerah kekuasaan mereka. Tangan dan kaki Na Mi dipegang dengan erat karena Na Mi menolak memberi uang pada mereka.
Seseorang tiba-tiba muncul. Joon Ho dengan gaya gentlenya berhasil membuat ketua SNSD ketakutan. Ketua SNSD mengancam Joon Ho dengan sebuah silet sedangkan Joon Ho mengancam mereka dengan bohlam lampu yang sudah pecah. Sama seperti sebelumnya saat beradu dengan SUNNY, Ketua SNSD sudah berada jauh di belakang dan segera memanggil anak buahnya untuk segera pergi. Na Mi berhasil lolos kali ini.
Joon Ho mengantar Na Mi pulang. Sepanjang jalan mereka bercerita panjang lebar. Sebuah kejadian lucu terjadi. Joon Ho mengatakan ada sesuatu di rambut Na Mi dan mendekatkan wajahnya ke Na Mi. Na Mi yang polos menyangka Joon Ho akan menciumnya tetapi ternyata Joon Ho hanya memastikan benda yang ada di rambut Na Mi yang ternyata adalah permen karet. Sesaat sebelum pergi, Joon Ho berteriak “jika mereka mengganggumu lagi, katakan jika aku adalah pacarmu”.
Wajah Na Mi kembali memerah bak buah tomat apalagi ketika mengingat ucapan terakhir Joon Ho yang mengundang tepuk tangan dari beberapa tentara yang berada tidak jauh dari mereka. Senyuman terus terlihat di wajahnya untuk beberapa saat. Sekumpulan pria berdiri di depan rumah Na Mi, suara ibunya terdengar dengan jelas sementara Ayahnya hanya terdiam.
Pria tersebut mengabarkan kepada Ibunya jika anaknya terus membuat selebaran propaganda maka anaknya akan ditangkap polisi. Na Mi melihat selebaran dan mengingat jika saat ini memang sedang terjadi demo besar-besaran menuntut diturunkannya kepala Negara Korea Selatan dan faktanya,kakaknya ikut bergabung dengan para demonstran.
Keesokan harinya.
Kelompok Sunny terlihat berkumpul bersama (minus Su Ji) menunggu kedatangan kelompok SNSD. Di sekeliling mereka terlihat para pendemo mulai berorasi menuntut diturunkannya kepala Negara. Aparat keamanan mulai bersiaga.
Kedatangan SNSD menandai dimulainya pertempuran antara SNSD dan Sunny. Hal yang sama pun terjadi pada pendemo dan aparat keamanan. Sunny seolah mewakili kelompok pendemo dan SNSD seolah mewakili aparat keamanan.
Sunny berbaur dengan pendemo dan aparat keamanan. Aksi jontok-jontokan terlihat antara Sunny VS SNSD dan Pendemo VS Aparat keamanan (jangan berharap, di scene ini ada ceceran darah atau wajah babak belur yang membuat bulu kuduk merinding, yang ada justru membuat dewi tertawa terbahak-bahak).
Di tengah-tengah kerusuhan, Chun Hwa muncul bak pahlawan. Kemampuan bela diri serta kepemimpinannya membuatya berhasil menyelamatkan teman-temannya yang hendak diamankan aparat kepolisian.

=flashback end=
Na Mi sedang melukis Chun Hwa yang mulai merasa bosan.
“jangan bergerak, aku sudah lama ingin melakukan ini” ucap Na Mi dan pandangannya tertuju pada kanvas dihadapannya sedangkan jari jemarinya asyik menari bersama dengan kuas
“Im Na Mi…. apa ada yang ingin kamu lakukan dalam hidupmu?” tanya Chun Hwa
“aku terlalu tua untuk memiliki impian” jawab Na Mi dan masih fokus pada kanvas
Chun Hwa menatap Na Mi “jangan hidup seperti itu. Hidup ini terlalu singkat dan janganlah hidup tanpa impian” pesan Chun Hwa
Seseorang tiba-tiba muncul di depan pintu kamar Chun Hwa “Chun Hwa, Na Mi suamiku berselingkuh” ucap Jin Hee sedih
Anggota Sunny yang telah terkumpul menjadikan kamar Chun Hwa sebagai markas. Jin Hee meminta maaf karena di pertemuan pertama mereka, dirinya malah curhat tentang suaminya yang berselingkuh. Chun Hwa tersenyum dan ikut bergabung bersama dengan Jin Hee dan Jang Mi yang sedang tengkurap di tempat tidur. Na Mi pun ikut bergabung dan memberi sahabatnya masing-masing satu pisang.
Chun Hwa dan Jang Mi berkata apa mereka perlu membantu Jin Hee untuk membalasnya? dan Na Mi menambahkan jika suami Jin Hee layak dibalas dan memutar pisang yang dipegangny hingga terbelah dua. Jin Hee sedih dan mengatakan jika dia tak ingin suaminya disiksa. Chun Hwa, Jang Mi tertawa dan mulai memukul Jin Hee dengan bantal. Mereka tertawa riang bersama mencoba membantu Jin Hee melupakan kesedihannya.


Akankah Book Hee dan Su Ji ditemukan???
Mampukah Sunny kembali berkumpul seperti dulu sebelum Chun Hwa meninggal dunia?
Nantikan jawabannya hanya di [Sinopsis] Movie Sunny Bagian Kedua (END)^^


MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY PASTE TULISAN INI BAIK ITU KE BLOG MAUPUN KE FANPAGE.... HARGAI KERJA KERAS PENULIS

0 comments:

Post a Comment

Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015