Saturday, March 31, 2012

=3 episode terakhir=

Episode 8 dibuka dengan dibawanya Hana menemui Ryu. Hana tentu merasa aneh karena Yun Soo membawanya menemui Ryu secara tiba-tiba.
 
 Yun Soo berusaha meyakinkan Hana jika tempat Hana sebenarnya adalah di Hotel bersama dengan Ryu dan bukan dengannya.
“Aku merasa ini adalah cara yang baik, aku akan selamanya menemanimu” gumam Yun Soo dalam hati
Hana mendorong alat bersih-bersih menuju kamar yang biasa ditempati Yun Soo, tapi anehnya kamar tersebut sekarang ditempati oleh orang lain. Tepat sesaat Hana pergi, dibalik punggung Hana terlihat Yun Soo yang memperhatikannya.
Belum hilang rasa sedihnya karena tidak mengetahui jejak Yun Soo sekarang, Hana kembali dikejutkan dengan Maya yang tiba-tiba memukulnya ketika Hana berkunjung ke apartemen Maya untuk mengambil semua barang-barangnya yang masih tersisa.
Maya terus menanyakan keberadaan Yuki (panggilan Maya untuk Yun Soo) namun Hana hanya terdiam. Maya memperjelas status Hana dan Yun Soo sekarang bukanlah kakak adik jadi Hana tidak bisa terus bersama atau bergantung lagi dengan Yun Soo.
“aku ingin bersama dengan Yun Soo Oppa, hidup bersama dengannya tapi Oppa tidak mau. Aku sudah kehilangan cintaku” jawab Hana sedih karena Maya tak henti-hentinya memberondongnya dengan pertanyaan
“kamu ingin keluar dari rumah ini begitu saja? Hutangmu masih belum lunas” ucap Maya dan berusaha menahan Hana namun Hana tak perduli dan tetap berjalan. Maya hanya membiarkan Hana dan tak berbuat apa-apa.
Langkah kaki Hana membawanya menuju kota. Warung makan di pinggir jalan yang pernah dikunjunginya bersama dengan Yun Soo tak sengaja dilewatinya. Hana memutuskan singgah dan memesan semangkok ramen. Bulir-bulir air mata perlahan membasahi wajah Hana dan kemudian beralih dengan rasa terkejut ketika Yun Soo tiba-tiba muncul dan mengambil ramen Hana dan memakannya.
Tanpa sempat menjawab pertanyaan Hana “Oppa darimana saja?”, Yun Soo segera pergi dan menghilang seusai makan.
Hana kembali sendiri. Pikirannya kalut dan diliputi dengan berbagai pertanyaan “dimana sebenarnya Yun Soo Oppa sekarang?” ditambah Hana tak tahu ingin kemana sekarang. Pikiran Hana tiba-tiba memikirkan Mika sahabatnya dan segera meneleponnya. Hana beruntung karena Mika mengatakan jika Hana boleh menginap di rumahnya.
Sebuah bus berhenti di depan Hana. Tanpa disadari Hana, salah seorang anak buah Yun Soo sudah berada di dalam bus dan bertugas mengawal Hana menuju tempat yang seharusnya didatanginya.
“kamu datang sangat malam” ujar sebuah suara dan membangunkan Hana yang sedaritadi tertidur. Yun Soo menatap Hana yang terkejut dan memberikan sebuah senyuman padanya.
“rumahnya tak terlalu bagus, nanti perlahan-lahan kita merenovasinya” ucap Yun Soo
“aku tak bisa terima rumah ini” tolak Hana
“seorang kakak memberikan hadiah pada adiknya dan sang adik tak boleh menolaknya. Jika kamu tidak mau tidak apa-apa, silahkan pergi”
“gumawo Oppa” ucap Hana dan langsung memeluk Yun Soo. Yun Soo reflex terdiam, antara ingin membalas pelukan Hana atau melepaskannya.
“aku sangat lelah” ucap Yun Soo dan mendorong Hana menajuh darinya
“Oppa, kamu akan selalu bersamaku kan?” Tanya Hana

Hana berlari tergesa-gesa menuju klub Maya. Sebuah tangan tiba-tiba menariknya dan mengatakan jika Hana sudah bertingkah seenaknya dan menunjukkan surat perjanjian yang pernah ditandatangani Hana untuk bekerja di klub hingga hutangnya lunas.
Maya sekali lagi memberi peringatan pada Hana untuk menjauhi Yun Soo, jika tidak nyawa Yun Soo akan berada dalam bahaya. Hana tak perduli dan mengatakan jika dia tak ingin berpisah lagi dengan Yun Soo apapun yang terjadi. Ucapan Hana memancing emosi Maya dan tanpa segan-segan memukulnya dan menjambak rambutnya. Yun Soo yang baru saja datang segera melerai mereka dan menarik Hana menuju piano. Anak buah Yun Soo pun tak tinggal diam, mereka segera menghentikan Dj yang memutar musik dan menyingkirkan semua pengunjung yang sedang berdansa.
“Pianis, mainkan lagu untukku” ucap Yun Soo pada Hana.
Semua terdiam, sekarang yang terdengar hanya dentingan suara piano yang dimainkan Hana. Semua mata tertuju pada Hana tak terkecuali Yun Soo. Maya tidak tinggal diam dan mendekati Yun Soo.
“apa kamu pikir aku akan membiarkan Hana pergi begitu saja?” ucap Maya
“lalu apa maumu?” Tanya Yun Soo dan tetap menatap Hana
“aku akan melepaskannya”
“syaratnya?”
Maya mengajak Yun Soo ke kamarnya. Maya merobek surat perjanjian yang dibuatnya dengan Hana dan mulai menangis. Maya meluapkan segala isi hatinya jika dia sudah tidak tahan menjadi istri pria tua selama 20 tahun. Maya juga ingin merasakan yang namanya cinta walaupun hanya sekali. Maya ingin merasakan dicintai oleh Yuki walaupun hanya sesaat.
Yun Soo memeluk Maya namun Maya malah memanfaatkan kesempatan itu untuk berbuat lebih pada Yun Soo. Disaat bersamaan, Bos sekaligus suami Maya datang.
“apa kamu menginginkan Maya? Jika kamu mau, aku bisa memberikannya” Tanya Bos Yun Soo
“tidak”
“lupakan. Apa kamu tidak mau kembali ke Korea?”
“tidak. Disini, aku mempunyai seseorang yang aku cintai”
“pianis itu?” (Yun Soo hanya terdiam) “aku memang tidak salah menilai seseorang, jika kita saling mencintai maka harus mencintai seseorang dengan tulus. Apa aku boleh bertemu dengan gadis itu?” Tanya Bos Yun Soo yang membuat Yun Soo tetap terdiam dan menatap Bosnya.
Hari kelulusan bagi Hana tiba
Hana berhasil menyelesaikan pendidikannya bersama dengan Mika. Ryu datang dan membawa sebuket bunga untuk Hana. Dari arah yang berlawanan, di sebelah gedung tempat Hana berada sekarang diam-diam Yun Soo juga memperhatikannya. Hana menyadarinya begitupun dengan Mika. Mereka berdua berteriak dan melambaikan tangan pada Yun Soo.
“adikku cantik kan?” Tanya Yun Soo
“ya, dia seputih salju” jawab anak buah Yun Soo
Ponsel Yun Soo berdering. Suara yang paling tidak ingin didengarnya akhirnya harus didengar Yun Soo, shimada menelepon dan mengatakan jika adik Yun Soo sangat cantik. Yun Soo sontak marah dan mengancam Shimada jika dia berani melakukan sesuatu pada Hana, maka Yun Soo tak akan memaafkannya.
Ryu tak sendiri menghadiri acara kelulusan Hana. Ryu mengajak serta orang tuanya dan mereka makan siang bersama. Pembicaraan kearah pernikahan mulai diperbincangkan sementara itu di kamarnya, Yun Soo sudah mempersiapkan segalanya untuk memenuhi janjinya bertemu dengan Shimada.
Naasnya di acara kelulusan tersebut, Maya juga muncul dan mulai berteriak dan bertanya kepada Hana dimana Yun Soo? Kenapa Hana dan Yun Soo pergi bersama dari diskotik?. Orang tua Ryu yang mendengarnya tentu saja terkejut dan bertanya siapa Yun Soo dan kenapa Hana bisa ada di diskotik. Kepala Manager yang memang hoby ikut campur urusan orang, langsung menjawab dan jawabannya justru malah membuat Hana terpojok.
Yun Soo tiba-tiba datang dan memberi hormat kepada orang tua Ryu
“maafkan aku yang tidak bisa menjaga adikku dengan baik. Di diskotik, dia hanya bermain piano. Aku berjanji akan membuatnya berhenti. Aku bersalah tolong maafkan aku, dan hubungan anatra aku dan Hana hanya kesalahpahaman. Aku dulu memang menyukai Hana. Hana sudah tidak memiliki Ibu dan aku satu-satunya keluarga yang dia miliki. Hubungan kami hanyalah hubungan saudara dan bukan hubungan saling mencintai” ucap Yun Soo sambil berlutut di depan orang tua Ryu
“Oppa” panggil Hana sambil menangis
“Hana adalah gadis yang polos, aku adalah kakak Hana dan semuanya sudah mengetahuinya. Anda harus menerima Hana” tambah Yun Soo
“hentikan Oppa, hentikan” pinta Hana
Orang tua Ryu memutuskan pergi.
“maafkan aku tak bisa menjagamu” ucap Yun Soo
“mengapa? Mengapa kakak yang harus menanggungnya?” Tanya Hana
“na, Oppaya”
“Oppa mau pergi kemana?”
“ada hal yang harus kulakukan”
“andwae, Oppa tidak boleh pergi”
“aku akan menghubungimu” ucap Yun Soo dan segera pergi. Hana berusaha menahan namun Yun Soo tetap bersikeras pergi.
Sebuah tangan menahan Hana
“lepaskan, aku harus mengejar Oppa” ucap Hana pada Ryu
“mengapa?” Tanya Ryu berusaha meminta penjelasan Hana
“aku juga tidak tahu mengapa. Aku merasa sesuatu yang buruk akan menimpanya”
“Hana, kamu masih mencintai Yun Soo? Jawab aku”
“gomennasai” ucap Hana sedih “aku tak bisa menyembunyikan perasaan ini, aku mencintainya”ucap Hana sementara itu Yun Soo tak henti-hentinya menggenggam kalungnya sambil terus mengingat Hana.
Yun Soo akhirnya sampai di sebuah gudang tua tempat yang dijanjikannya untuk bertemu dengan Shimada. Anak buahnya berusaha memperingatkan Yun Soo, jika menemui Shimada seorang diri terlalu beresiko namun Yun Soo tak mengindahkannya dan ingin menyelesaikan masalah ini seorang diri karena dia yang memulai maka dia jugalah yang harus mengakhirinya
“jika aku tak bisa pulang, tolong jaga adikku” pinta Yun Soo
Yun Soo berjalan tegap menuju bagian dalam gudang. Beberapa buah motor mulai mengikutinya dan mengelilinginya seolah-olah mengajaknya bermain. Yun Soo mempercepat langkahnya dan mulai berlari. Shimada sudah menunggunya.
Hana kembali ke rumah. Pandangannya menangkap sebuah sepeda yang pernah digunakan Yun Soo untuk memboncengnya.
“saranghaeyo Oppa, aku tak akan menyembunyikan apapun lagi dan tak akan takut pada apapun lagi. Pada saat kamu pulang aku akan mengatakan semuanya”
Sementara itu Yun Soo sekarang berhadapan dengan Shimada. Yun Soo menggenggam erat tangan Shimada dan mengajaknya untuk menyerahkan diri bersama-sama. Shimada tentu saja menolak dan mengatakan jika dia akan melakukannya dengan syarat Yun Soo harus menyerahkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya.
Yun Soo terdiam sesaat dan mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jasnya. Yun Soo meminta Shimada untuk menyelesaikan semuanya hanya dengan dirinya saja dan tidak melibatkan yang lain.
Shimada terlihat berpikir keras, perlahan mundur menjauhi Yun Soo dan kembali maju mendekatinya. Yun Soo terus menunduk dengan sebilah pisau di tangannya dan mengangkat kepalanya seketika ketika Shimada mengambil pisau dari tangannya. Yun Soo perlahan-lahan melepaskan jasnya dan berusaha menahan rasa sakit ketika Shimada menusukkan pisau ke perutnya. Perlahan-lahan bayangan serta kilasan beberapa tahun yang dilaluinya bersama Hana kembali terlintas di pikiran Yun Soo. Bayangan masa kebahagiaan dimana hanya ada senyuman dan tawa membuat Yun Soo bisa menahan rasa sakit yang dialaminya sekarang. Di tempat lain pun Hana mengalami hal yang sama. Rasa sakit yang dialaminya bukan karena tusukan pisau atau dinginnya udara salju, tetapi karena kesalahannya yang sudah menyia-nyiakan Yun Soo yang sangat mencintainya.
“begitu saja, aku sudah melunasi hutangku” ucap Yun Soo terbata-bata
“apa hal seperti ini dapat dihitung? Saat ita bertemu, jika aku membunuhmu itu bukan masalahku itu adalah karena masalah Bosmu” jawab Shimada
“aku berharap hal itu tidak akan terjadi. Jika kamu berani melukai Hana aku tidak mengampunimu” tambah Yun Soo. Shimada hanya tersenyum tipis dan meninggalkan Yun Soo bersama anak buahnya.
Yun Soo ambruk dan disaat yang bersamaan pun, Hana yang sedang mengemudikan sepeda pun terjatuh. Pikiran Hana semakin tidak tenang dan semakin mengkhawatirkan Yun Soo yang belum pulang.
Seseorang berdiri di depan pintu dan melemparkan sebuah senyuman pada Hana. Hana yang baru saja terbangun tentu saja senang dan membukakan pintu untuk Yun Soo. Hana memeluk Yun Soo dan tidak menyadari keadaan Yun Soo yang terluka parah.
Asisten Yun Soo datang bersama dengan seorang dokter. Hana hanya bisa melihat dari kejauhan dokter memeriksa keadaan Yun Soo.
Hana menjaga Yun Soo yang terlelap. Beberapa kalimat diucapkan Hana kepada Yun Soo sehingga membuat Yun Soo tersadar.
“uljima” lirih Yun Soo
“mengapa membuat aku menangis? Jangan membohongiku lagi dan jangan menutupi sesuatu hal apapun dariku. Oppa juga lelah dan selalu menangis sendirian”
“baiklah, aku tidak akan melakukannya demi Hana. Apa kamu bisa menungguku?”
“tidak bisa, mulai sekarang aku akan selalu bersama dengan Oppa, menemani Oppa apapun yang terjadi. Tak perduli apapun yang terjadi, Oppa harus berjanji padaku, jangan pergi lagi”
“tertawalah”
“tidak, sebelum Oppa berjanji”
“tertawa”
“tidak”
“tertawalah, itu baru Hanaku” lirih Yun Soo pada Hana yang berusaha tersenyum
Hana, aku bermimpi kamu tersenyum senang seperti sekarang ini. Berapapun waktu yang dibutuhkan aku akan bersamamu. Hana tersenyumlah.
Sebuah persiapan sedang dibuat oleh anak buah Yun Soo. Mulai dari membersihkan rumah (hehehe, gangster jadi tukang bersih-bersih) yang tidak boleh ketahuan dan sampai terlihat oleh Hana (dewi tertawa habis lihat adegan ini) hingga menyampaikan pendapat mereka mengenai kejutan-kejutan apa yang akan diberikan pada Hana.
Yun Soo mengajak Hana ke sebuah tempat arena skating. Yun Soo tidak tahu apa yang akan diperbuatnya sekarang karena yang merencanakan semuanya adalah anak buahnya. Sebuah telepon masuk, dari kejauhan anak buah Yun Soo bergerak bersamaan seolah-olah mengatakan jika Yun Soo harus mengajak Hana bermain ice skating.
Hana berusaha berpegangan pada besi di pinggir lapangan sebelum dirinya terjatuh. Yun Soo berusaha menahan tawa dan memberi pelajaran singkat kepada Hana cara bermain ski yang baik.
“irona” teriak Yun Soo ketika Hana jatuh tersungkur satu kali, dua kali hingga tiga kali
“jujur padaku, Oppa juga tak bisa bermain ice skating kan?” Tanya Hana namun Yun Soo berusaha berkilah
“aku bisa, coba lihat ini” ucap Yun Soo berusaha membela diri dan mulai bergerak perlahan disepanjang pinggir arena ski
“siapa bilang, lihat ini sekali lagi” tolak Yun Soo tak terima dengan ucapan Hana yang meremehkannya
“jangan membohongiku” ucap Hana dan berusaha membantu Yun Soo yang jatuh tersungkur
Akhirnya Hana yang mengajarkan cara bermain ice skating pada Yun Soo. Mereka kembali terlibat perdebatan kecil karena Yun Soo selalu saja jatuh dan mengajak Hana jatuh bersamanya.
“hari ini aku tidak bisa bermain” ucap Yun Soo menyerah dan merebahkan dirinya di atas es yang dingin
“hari ini mengapa tidak ada bintang?” gumam Hana
“bintang?” Tanya Yun Soo tersenyum
“ya, bintang. Akan jauh lebih baik jika kita bisa melihat bintang disini”
“benarkah? Oppa akan melakukannya untukmu, kamu menginginkan berapa bintang?” Tanya Yun Soo
“10, 20 ah tidak 100 bintang” teriak Hana senang. Yun Soo memberi kode kepada anak buahnya dan seketika disekeliling Hana dan Yun Soo cahaya lampu mendadak padam dan digantikan dengan nyala lampu berbentuk bintang.
“aku akan selalu bersamamu, selamanya”

NB : Chongmal Mianhae sinopsis Tree Of Heaven baru sempat dewi posting sekarang karena berbagai alasan dan lain hal. 2 episode lagi, hwaiting^^

MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY PASTE TULISAN INI BAIK ITU KE BLOG ATAUPUN KE FANPAGE, KAMSAHAMNIDA


Category: articles

Sunday, March 18, 2012

Annyeonghaseyo Yeorobun...
Tinggal menghitung hari, dewi akan menghadapi seminar proposal (mudah-mudahan dimudahkan,amin ya rabb)....

Dewi sempat membahas Drama/film Korea Terlucu, kali ini dewi ingin membahas drama/film korea dengan tema keluarga yang bisa menjadi sumber referensi tontonanmu...

=DRAMA KOREA=

-It's Okay Daddy's Girls
Drama ini salah satu drama favorit dewi dan dewi beruntung karena bisa membuat sinopsisnya bersama Ooppie dan Amy di blog Pelangi drama. Alasan dewi suka drama ini karena jalan ceritanya yang mengharu biru dan mengingatkan dewi dengan sosok Appa yang sangat mirip dengan Eun Khi Hwan yang sangat menyayangi putrinya.
K-drama It's Okay Daddy's Girls menceritakan tentang perjuangan seorang gadis bernama Eun Chae Ryung untuk mengungkap pembunuh sebenarnya yang sudah membunuh Choi Duk Gi. Tuduhan pembunuhan yang diarahkan kepada Ayahnya membuat Chae Ryung sedih. Bersama dengan Hyuk Gi dan Wook Gi (saudara Duk Gi) serta bantuan sahabat-sahabatnya mereka berusaha untuk mengungkap kejadian sebenarnya. Metamorfose seorang anak manja dan cengeng serta hanya bergantung pada sang Ayah dapat dilihat di drama yang satu ini.

- Baker King Kim Tak Goo
Drama yang berhasil meraih rating tertinggi di tahun 2010 ini berhasil membuat dewi begadang sampai jam 3 pagi untuk menontonnya.
Perjuangan seorang Tak Goo untuk menemukan sang ibu tercinta dan mencari pria bertato kincir angin menjadi inti cerita drama ini. Kisah balas dendam, persaingan dan kadang kala diselingi oleh kisah cinta para pemeran utama membuat drama yang satu ini tidak boleh dilewatkan.
Tak lupa perjuangan seorang Tak Goo untuk menjadi seorang Baker King menjadi daya tarik sendiri dari drama yang satu ini dimana setiap Manusia Punya Mimpi dan hanya yang mempunyai keinginan dan harapan yang besar yang bisa mewujudkannya.

- Can You Hear My Heart
Satu lagi drama favorit dewi yang memberi banyak pelajaran berharga kepada dewi "Can You Hear My Heart".
Sekali lagi intrik, balas dendam, persaingan dan harapan untuk hidup mewarnai jalan cerita drama yang satu ini.
Cha Dong Joo, seorang pemuda tampan yang disangka semua orang adalah pria sempurna dan memiliki segalanya ternyata menyimpan sebuah rahasia besar. Dibantu oleh Ibu dan Kakaknya mereka berusaha menyembunyikan rahasia tersebut.
Selain Kim Jae Won Oppa, ada salah satu tokoh yang membuat dewi betah menonton drama ini, Nam Gong Min Oppa yang berperan sebagai Bong Ma Roo. Aktingnya patut diacungi jempol.
Buat yang ingin membaca sinopsisnya, salah satu sahabat blogger sudah membuatnya. Klik disini

- Cinderella Sister
Drama yang satu ini adalah salah satu hal yang sangat berpengaruh dan membawa dampak besar untuk kehidupan dewi (lebay). Karena drama ini, dewi pertama kalinya mengenal sosok Yesung Oppa, karena drama ini jugalah dewi memutuskan membuat blog yang dinamai Sœurs de Cendrillon..... hehehehe

Drama yang satu ini bercerita mengenai kehidupan seorang gadis yang tertutup, bersifat sedikit arogan dan cuek bernama Eun Joo. Semuanya beralasan. Ibu Eun Joo sering bergonta ganti pasangan dan akhirnya menikah dengan seorang pria pemilik sebuah pabrik makgulli yang memiliki seorang putri bernama Hyo Sun.
Sifat Eun Joo semakin dingin karena Ibunya lebih menyayangi Hyo Sun daripada dirinya ditambah dengan kepergian seorang pria yang diam-diam disukainya bernama Ki Hoon.

- Cruel Temptation
Drama yang pernah tayang di salah satu televisi swasta ini berhasil mencuri perhatian pemirsa (tak terkecuali dewi)...
Kisah Eun Jae, seorang wanita yang merasa dikhianati oleh sang suami karena berselingkuh dengan sahabatnya sendiri membuatnya berniat membalas dendam. Kisah hidupnya yang dipenuhi lika liku, suka dan duka membuat Eun Jae belajar banyak hal dan membawanya bertemu dengan pria yang benar-benar mencintainya dengan tulus.

- You Are My Destiny
Jumlah episodenya yang panjang mungkin membuat chingudeul semua berpikir panjang untuk menontonnya, tapi tidak buat dewi.... hehehehe
Setelah menayangkan Cruel Temptation, Indosiar kembali menayangkan drama yang berjudul You Are My Destiny yang dibintangi salah satu member SNSD "Yoona" dan tak tanggung-tanggung jumlah episodenya jauh lebih banyak dari pendahulunya.
Perjuangan seorang gadis bernama Sae Byuk yang berhasil mendapatkan donor mata untuk mencari arti sebenarnya dari kehidupan mempertemukannya dengan sebuah keluarga kecil yang sangat menyayanginya. Namun apa mau dikata, kasih sayang kepada Sae Byuk berubah menjadi rasa tidak suka ketika sebuah kenyataan terkuak ke permukaan.

- Smile Donghae
K-Drama Smile Donghae.
Melalui drama ini, kita diajak merenungkan kembali apa arti pernikahan dan apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan hidup bahagia bersama keluarga sekarang dan yang akan datang.
Kal Laker (Ji Chang Wook) seorang cowok berdarah Korea yang tinggal bersama ibunya yang diadopsi orang Amerika. Ibu Kal, Anna Laker (Do Ji Won), membesarkan anaknya seorang diri sambil menantikan kekasihnya kembali.
Kal berniat kembali ke tanah kelahirannya, Korea. Di Korea ia memakai nama aslinya, Donghae. Ia berpacaran dengan Yoon Sae Wa (Park Jung Ah), pembawa acara TV yang gila kerja. Mata Donghae tentang sifat Sae Wa yang sebenarnya akhirnya terbuka. Tak hanya memandang rendah Anna Laker, Sae Wa lebih mementingkan pekerjaannya, dan tega mengkhianati Donghae.
Dalam kondisi patah hati, Donghae mulai menelusuri jejak keluarganya. Ia bertekad mencari kekasih Anna Laker yang tak lain ayah kandungnya, dan bercita-cita membangun keluarga serta kebahagiaan baru dalam hidupnya.

=FILM=

- Harmony
Harmony. Salah satu film favorit dewi yang mengajarkan kepada dewi jika kehangatan sebuah keluarga tak hanya bisa didapatkan di rumah saja tetapi di dalam penjara pun kita bisa menemukannya.

Hong Jong Hye harus mendekam dibalik bui karena tindakan pembunuhan yang sudah dilakukannya terhadap sang suami. Jong Hye bahkan harus melahirkan di dalam penjara.
Beruntung Jong Hye memiliki sahabat yang sudah dianggapnya sebagai keluarga yang menemani hari-harinya bersama dengan putranya, Min Woo.
Namun apa mau dikata, kebahagiaan tersebut hanya bersifat sementara ketika salah satu diantara sahabatnya dan sudah dianggapnya Ibu harus mengalami eksekusi dan yang lebih miris, Jong Hye harus merelakan Min Woo diadopsi demi kebahagiaan Min Woo.

-Champ
Champ bercerita mengenai perjuangan seorang pria bernama Lee Seung Ho untuk membesarkan putrinya pasca kecelakaan yang menimpanya yang menewaskan sang istri dan membuatnya kehilangan pekerjaan sebagai seorang joki kuda.
Champ diinspirasi dari kisah nyata seorang kuda pincang bernama Luna yang berhasil memenangkan perlombaan.
Sekali lagi Aktor ternama, Ahjussi Cha Tae Hyun berhasil membuat dewi terkagum-kagum dengan kemampuan aktingnya.

-Fly Daddy Fly
Perjuangan seorang Ayah untuk mendapatkan keadilan bagi sang anak membuat movie yang satu ini layak untuk ditonton. Akting aktor tampan Lee Jun Ki menambah daya tarik tersendiri untuk drama yang satu ini.

Kita dapat melihat usaha keras tanpa mengenal lelah dari Jang Go Pil mulai dari latihan tinju hingga beradu cepat dengan sebuah Bus hingga akhirnya usahanya tersebut harus berakhir di ring tinju.
Sosok Lee Jun Ki Oppa mengingatkan dewi pada sosok Yesung Oppa. Banyak yang bilang jika mereka berdua mirip....^^

-The Way Home
Apa jadinya jika kamu harus tinggal di sebuah rumah yang terletak diatas gunung, tanpa penerangan, tanpa hiburan dan jauh dari hiruk pikuk ramainya kota.
Sang Woo sudah membuktikannya. Hidup bersama sang Nenek membuatnya merasa bosan dan kadang kala mengerjai sang Nenek yang tak bisa mengabulkan permintaannya.
Buat penggemar Yoo Seung Hoo wajib menonton film yang satu ini. Disini kalian bisa liat akting Yoo Seung Hoo kecil dan wajah imutnya yang bikin gemes.

-Wedding Dress
Seorang single mother berjuang membesarkan putri satu-satunya seorang diri pasca ditinggal pergi sang suami. Kesehariannya yang lebih banyak dihabiskan di kantor daripada di rumah membuatnya jarang menemani sang putri hingga membuat sang putri menjadi tertutup.

Sebuah kenyataan pahit membuatnya tersadar dan memutuskan menemani putrinya di sisa waktu yang dimilikinya
Buat yang suka menonton film bergenre keluarga dan sedih, nggak ada salahnya menyempatkan diri menonton film yang satu ini.


Sebenarnya masih banyak drama/film korea dengan tema keluarga yang ingin dewi bahas, tapi waktu yang dewi punya sangat terbatas....
So, silahkan nambahin sendiri ya....
Kamsahamnida


MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY PASTE TULISAN INI

Category: articles

Thursday, March 15, 2012

Sunny.... Sunny....
Apa kabarmu, kabarku baik-baik saja....

Kayak lirik lagu BCL aja dewi???
Yup benar banget, tapi kali ini dewi bukan ingin ngebahas lagu Sunny tapi pengen ngebahas sebuah Film Korea dengan judul yang sama yaitu "SUNNY"....

Film yang genrenya dibuat berbeda dengan film-film korea kebanyakan yang mengusung tema cinta, horror ataupun fantasy....
Sunny bercerita mengenai persahabatan 7 orang siswa SMA yang berasal dari latar belakang, sifat dan kesukaan yang berbeda dan membuat sebuah kelompok/geng yang diberi nama SUNNY.

Alkisah, seorang wanita setengah baya bernama Im Na Mi yang memutuskan mendedikasikan dirinya untuk menjadi Ibu Rumah Tangga yang baik untuk suami dan anaknya tanpa sengaja bertemu dengan teman SMA-nya ketika menjenguk Ibunya di Rumah Sakit. Ha Chun Hwa divonis menderita kanker dan hidupnya tak akan lama lagi. Keinginan terakhirnya adalah berkumpul lagi dengan anggota Sunny sebelum ajal menjemputnya.

Na Mi pun tak tinggal diam dan berusaha memenuhi keinginan Chun Hwa walaupun rasanya mustahil. Masa-masa SMA pun kembali dibayangkan Na Mi ketika pencarian dan adventure dimulai, masa ketika Na Mi pertama kali pindah dari Jeolla-do ke Seoul, berteman dengan Chun Hwa dan yang lainnya, menjalani masa-masa jatuh cinta, patah hati dan kenakalan anak-anak SMA.
Tangisan dan kadang kala tertawa dialami Na Mi ketika mengingat semuanya, ketika mengingat sahabat-sahabatnya

  • Ha Chun Hwa sebagai pemipin geng Sunny yang sangat jago bela diri
  • Kim Jang Mi yang selalu memperhatikan bulu matanya setiap saat
  • Hwang Jin Hee yang mempunyai hobi memaki
  • Seo Geum Ok, gadis pecinta sastra dan kadang bersifat terlalu hiper
  • Ryu Bok Hee, bercita-cita menjadi Miss Korea
  • Su Ji, sicewek dingin yang awalnya sangat membenci Na Mi

Mampukah Na Mi memenuhi keinginan terakhir Chun Hwa setelah perpisahan mereka selama kurang lebih 25 tahun???

Jangan lewatkan film yang satu ini chingudeul. Gaya tempo dulu era tahun 80-an, alur maju mundur yang dibuat seapik mungkin dan yang pasti jalan ceritanya yang nggak membosankan, pemilihan pemain masa sekarang dan masa dulu yang dibuat semirip mungkin yang membuat dewi betah nonton nich film dari menit pertama sampai terakhir.
Kadang kala tertawa sendiri ketika melihat kekonyolan anggota geng Sunny atau kadang kala menangis ketika mulai mendekati ending dan kembali tertawa ketika melihat dance anggota Sunny tempo dulu saat mereka masih ABG dan saat sekarang saat mereka sudah dewasa.
Pesan yang ingin disampaikan jelas banget, "Persahabatan nggak akan pernah lekang oleh waktu".
Aisshhh, dewi kasih nilai 10 dech atau lima bintang.
Dewi kagum dengan sosok Chun Hwa, seorang leader yang bertanggung jawab. Coba tebak siapa yang menjadi Chun Hwa di film ini???
Benar banget, Kang Sora, istri virtual dari Leeteuk Oppa Super Junior (salut dech ma Kang Sora)...



MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY PASTE TULISAN INI



Category: articles

Tuesday, March 13, 2012

Annyeonghaseyo Yeorobun.....^^
Dipostingan kali ini dewi ingin mereview sebuah drama bergenre fantasy, misteri berjudul "Vampire Prosecutor".

Sebenarnya udah lama dewi pengen review tapi sekarang baru ada kesempatan. Dewi suka banget dengan drama ini, alur cerita yang berbeda dengan drama korea biasanya, pemainnya yang udah malang melintang di dunia akting dan ostnya yang keren banget.
Pertama kali liat dvdnya, sedikit takut untuk menontonnya dan dibiarkan tergeletak dalam lemari selama sebulan,hehehehe.....

Title : Vampire Prosecutor
Genre : Fantasy, Mystery
Episode : 12
Broadcast Network : OCN
Broadcast Periode : 02 Oct 2011-18 Dec 2011
Director : Kim Byung Soo
Screenwriter : Yang Jin Ah, Han Jung Hoon, Park Hyung Jin

Para Pemain :
Drama Korea Vampire Prosecutor bercerita mengenai kehidupan seorang jaksa bernama Min Tae Yeon (diperankan oleh Yun Jung Hoon). Setiap kasus yang ditanganinya selalu berhasil dipecahkannya. Bersama dengan temannya Hwang Soon Bum (diperankan oleh Lee Won Jong), Jaksa wanita bernama Yoo Jung In (diperankan oleh Lee Young Ah) dan seorang pemuda magang bernama Cho Dong Man mereka berusaha mengungkap kasus hingga ke akar-akarnya dan menemukan pelaku sebenarnya.

Namun siapa sangka dibalik semua keberhasilan yang dicapainya, Tae Yeon menyimpan sebuah rahasia besar yang hanya diketahui oleh Soon Bum dan seorang bartender. Tae Yeon ternyata adalah seorang manusia setengah vampir.
Cara Tae Yeon mengungkap kasus terbilang unik yaitu meminum darah korban dan setelah itu bayangan kematian pada korban sesaat sebelum mereka meninggal dapat dilihat Tae Yeon(aisssshhh, keren banget).

Satu yang menjadi bahan pemikiran Tae Yeon saat ini adalah mengungkap dalang dibalik pembunuh adik kesayangannya dan yang mengubahnya menjadi manusia setengah vampir....

Ceritanya keren banget chingudeul.
Buat yang suka dengan drama yang bergenre misteri dan petualangan g ada salahnya meluangkan waktu untuk menontonnya.
Katanya Yun Jung Hoon Ahjussi adalah suami Han Ga In yang sedang bermain di drama The Moon That Embraces The Sun....

Yang mau membaca sinopsisnya ada di Blog Cha-Sya Unnie 
Sekian....^^
Dewi mau lanjut konsultasi draft skripsi dulu


Mohon untuk tidak mengcopy paste tulisan ini


Category: articles

I keep asking the same sorts of questions whenever I write: "How's 2009 working out for you?" If you're a 'boomer, you're in or beyond midlife, and what's going on in the world markets today are doubtless having a really negative impact on you, your family, and - evidently - your plans. Chances are extremely good that you never bargained for finding yourself in the row that you've quite suddenly found yourself hoeing. Particularly when bad news lands unexpectedly, the worst possible time of for it to land in would be midlife. At the same time, for any number of reasons that we could discuss at length at another time, midlife presents the largest possible target for bad news of any other period of life. So, unbeknownst to you, while you've been working very hard to set yourself up for a comfortable retirement, diversions, distractions and drama - bad news - has been carefully drawing a bead directly on your best-laid plans.
What were your plans over the last five years? Did it include career advancement? Salary increase? Investment opportunities? Travel? Vacations? Advanced education for you or your children? A new car? A new home? Maybe all of these? If you're like most reasonably affluent people, your future fit into a more-or-less neat equation: hard work + sacrifices + wise choices = security for you and your family. And also, if you're like most people, you woke up one morning to find that those rules that you've been relying on all this time suddenly no longer apply. Don't you hate when that happens?
It certainly doesn't make the situation any easier to bear to hear me say to you that the situation you find yourself in today was the result of a set of naive assumptions on your part. Learning about those assumptions inflicts a painful and expensive lesson. Planning for the future may always have been important to you; critically analyzing your present condition may have been much less so. The whole global economic bubble that just burst was based on unexamined assumptions. These big assumptions that drove the global markets were based on much more modest assumptions that, over the long run, caught every last one of us in their trap. The big assumption was (and still is) that quiet, steady, orderly growth is the default. It's the assumption on which most people build everything: including our sense of security. What life, the universe, and everything has to teach us boils down to this: quiet, steady, orderly growth throughout the universe is truly exceptional. What we think of as 'security' is, in universal terms, a freakish anomaly.
The world situation today does not represent a diversion from the norm. Rather, what we're experiencing right now is the norm. The bill of goods that you and I were sold about the June and Ward Cleaver existence that would reward a life of hard work and dedication has proven many times over to be a fraud. Yet that is the paradigm set with which you and I were equipped to head out into the world of our career, our family, and our sense of self-esteem. What's happening right now is not a diversion from the way things are supposed to function. In fact, the illusion of security is the diversion: for far too long it has diverted us from our real vocation: to be adaptable, responsible, humble citizens of the universe.
Midlife presents us with the perfect opportunity to lay aside our illusions and take up our true vocations. What, for too long, we've been dismissing as 'diversions' and 'distractions' to our lives has been, it now appears, the real deal. Here's an example that I believe most of us can relate with. Say your with a corporation (as owner or as employee), and your business is faced with a tremendous challenge that could mean a lot to you and to your fellow-workers. Especially if you sense that your future depends on the outcome of this project, you very likely devoted a tremendous amount of time and energy to it to make sure that you did all you could do to bring about success. Perhaps you even got short with family or friends who suggested that you were neglecting them. Fast forward a little while, and you're standing there outside of the door of the company with a pink slip in your hand, or with a "For Sale" sign on the darkened business door. How 'critically important' does all your hard work and dedication appear then?
Midlife transition represents the opportunity to reevaluate what's really important to you before your life has the chance to devolve into the chaos and drama that inevitably surrounds the breakup of your personal, private universe. That universe was always only partly real: the rest was a fiction you were taught by the cultural forces that surrounded you or the wishful thinking that permeates the universe that Madison Avenue wants to sell us (with a frightening degree of success). In that universe, there's an assumed contract: IF you do such-and-such, THEN you will receive so-and-so. In the universe of wishful thinking, if you work hard and don't get your 'dues,' then you've been cheated. You can rightfully consider yourself a victim of whatever powers spoiled your fun.
In the real world, no such contract exists. You come to learn that your life is whatever you make it and your intention to do the right thing counts more than any trophies on your shelf or in your bank account or portfolio. In a well-managed midlife transition, you leave the dreamworld of security behind you and embrace the uncertainties of a destiny and a purpose that's seldom if ever really clear to you. After all, just as what you thought of as 'distractions' were really the essence of your life, so where you end up in life has little relevance compared to the integrity with which you accomplished the journey. In the real world, there are no victims and no need for drama, except for those who have surrendered to the illusion that victimhood has somehow become their fate. If you can do it well, the midlife transition will ultimately teach you in the most realistic possible terms what "The Universe is unfolding as it should" (from Desiderata) really means.
Category: articles

Sunday, March 11, 2012

Annyeonghaseyo chingudeul....
Disela-sela kesibukan yang padat dewi berusaha menyempatkan diri untuk menonton drama korea (hehehehe). Pilihan selanjutnya setelah menamatkan drama korea 18 vs 29 jatuh kepada drama korea Man Of Honor aka Glory Jane....
Sudah lama dewi beli dvdnya, tapi baru sekarang bisa nonton....

Title : Man Of Honor/Glory Jane
Genre : Romance
Episoede : 24
Braodcast Network : KBS2
Broadcast Periode : 12 Oct 2011-28 Dec 2011

Para Pemain :

Drama korea Man Of Honor bercerita mengenai perjuangan seorang pemuda bernama Kim Young Kwang (Chun Jung Myung) untuk tetap bertahan di klub baseball, salah satu olahraga yang ditekuninya sedari kecil hingga dewasa. Bisa dibilang, Young Kwang hanya tahu bermain baseball.

Sebuah insiden kecelakaan terjadi pada Young Kwang dan disaat bersamaan insiden yang sama pun terjadi pada seorang pemain baseball ternama bernama Seo In Woo (Lee jang Woo) saingan berat Young Kwang.
Young kwang dan In Woo segera dilarikan ke rumah sakit. Keadaan Young Kwang kritis namun dokter dan para suster lebih memilih untuk menyelamatkan In Woo. Beruntung seorang gadis bernama Yun Jae In (Park Min Young) mendengar suara minta tolong Young Kwang dan segera membantunya.

Yun Jae In, seorang asisten perawat yang sedari kecil tinggal di panti asuhan dan berusaha mati-matian untuk menjadi seorang perawat harus merelakan impiannya demi menolong Young Kwang namun apa mau dikata bukan ucapan terima kasih yang diterima Jae In melainkan omelan dari Young Kwang dan kepala perawat.
Sebuah masa lalu menghubungkan mereka bertiga. Ayah Jae In, Ayah Young Kwang dan Ayah In Woo 17 tahun lalu mengalami kecelakaan dan salah seorang dari mereka tewas di tempat kejadian dan dia adalah Ayah Jae In. Kematian Ayah Jae In menjadi kesenangan tersendiri bagi Ayah In Woo karena otomatis kepemimpinan perusahaan Geodae yang mereka rintis bersama menjadi sepenuhnya miliknya dan Ayah In Woo tak perlu berurusan dengan pihak kejaksaan atas kasus penggelapan dana perusahaan yang dilakukannya.


Tidak terlalu sulit bagi Ayah In Woo untuk menutup mulut Ayah Young Kwang ditambah posisinya semakin kuat ketika Jae In kecil dan ibunya mengalami kecelakaan.
Ibu Jae In koma dan Jae In kecil dinyatakan hilang sesaat setelah terjadinya kecelakaan dan berhasil ditemukan beberapa jam kemudian. Ayah In Woo menyuruh Ayah Young Kwang mengirim Jae In ke panti asuhan dan mengganti nama Jae In, namun Ayah Young Kwang tak melaksanakan perintah kedua. Ayah Young Kwang berulang kali mengatakan kepada Jae In kecil jika namanya adalah Yun Jae In hingga yakin jika Jae In kecil mengingatnya.



Apa yang akan terjadi selanjutnya???
Mampukah Jae In bertahan ketika mengetahui kenyataan sebenarnya?
Siapa yang akan dipilih Jae In, Young Kwang atau In Woo???


Nonton aja langsung chingu, ceritanya bagus....
Beberapa adegan sekilas mengingatkan dewi dengan drama korea Baker King Kim Tak Goo^^




MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY PASTE TULISAN INI





Category: articles

Wednesday, March 7, 2012


Music is one of the most important part of a Korean drama. It is called a Korean drama OST and also formally known as original soundtrack. Each of these OSTs have a distinct sound that often allows people to remember the drama, the feelings, and emotions that were felt by a character. And Cinderella's Sister OST is no exception. Cinderella's Sister OST is perhaps the best soundtrack that was ever created for any Korean drama. It's a masterpiece.
Cinderella's Sister is a Korean television drama that depicts the story of Song Eun Jo, Cinderella's evil stepsister. The drama tells you about Song Eun Jo's challenging life, influenced by her mother who cons and steals from other people. Song Eun Jo and Hong Ki Hoon fall in love for each other but they conceal their feelings for one another.
The most popular main song of the soundtrack, which is the opening track, is called "It has to be You" which was sung by YeSung from K-pop group, Super Junior. The ballad was #1 in online music sales in from late April to early May 2010. It also gained popularity in ringtones in Korea. The lyrics to this tune describe the romance between Song Eun Jo so well. It begins with the lines "Today I am wandering in my memories again, Standing at the end of this road, You are holding onto me even though I cannot see you again, Once again I'm stuck on this road again." On June 4, 2010, YeSung had a special on-stage performance on KBS's Music Bank television show for this unique song.
The second track is called "Calling Out" and was sung by Luna and Krystal from K-pop group, f(x). Once again it describes the relationship between Song Eun Jo and Hong Ki Hoon and Eun Jo's love for Ki Hoon. The lyrics begin with the words "From the strong loneliness, I woke up, Because I was picturing you smiling, I smiled too without even knowing." The song seems to describe Eun Jo's feelings after Ki Hoon left for eight years without even saying goodbye. The song continues with "My love disappeared like this again." This song has also gained huge popularity in May.
In addition to these two tunes, "Smile Again" by Lee Yun Jung and "Save My Love!" by Pink Toniq also brought some attention with its up-tempo beat. "It was You" by JM is also a good song that fits well in the television series. With such powerful acting from the stars and a solid soundtrack, it's no surprise that Cinderella's Sister is among the best Korean television series in the past couple months.
Category: articles

Tuesday, March 6, 2012

Annyeonghaseyo yeorobun....
Di postingan kali ini dewi ingin ngebahas sebuah drama korea dengan judul 18 VS 29....

18 VS 29
Genre : Drama, Comedy, Romance
Episode : 16
Broadcast Network : KBS2
Broadcast periode : 07 Mar 2005 - 26 Apr 2005


Drama yang dibintangi oleh Park Seon Yeong, Ryeo Soo Yeong, Park Eun Hye, Lee Joong Moon dan tentu saja Choi Siwon Super Junior.

Drama korea 18 vs 29 bercerita mengenai kehidupan rumah tangga seorang aktor terkenal bernama Kang Shang Young/ Kang Bong Man (diperankan oleh Ryeo Soo Yeong) dan Yoo Hye Chan (diperankan oleh Park Seon Yeong). Popularitas Shang Young sedang naik-naiknya namun semuanya tak sebanding dengan kehidupan pernikahannya dengan Hye Chan.

Kehidupan berumah tangga selama kurang lebih 11 tahun tak mampu mengukuhkan jalinan cinta mereka, rasa saling tidak percaya menjadi penyebab semuanya. Hye Chan mendapati suaminya tengah bersama Shin Ji Young (diperankan oleh Park Eun Hye yang dikenal melalui drama Pink Lipstick) lawan mainnya dalam sebuah judul drama.
Puncaknya Hye Chan menggugat cerai sang suami dan tanpa sengaja mengalami kecelakaan pasca mendatangi kantor pengacara.
Semua panik termasuk adik Hye Chan, Yoo Hye Won dan tentu saja adik Shang Young, Kang Bong kyu.
Kepanikan mereka semakin bertambah saat Hye Chan tersadar dan mengalami amnesia. Hye Chan hanya mengingat kejadian yang dialami dalam hidupnya sampai umur 18 tahun dan selebihnya Hye Chan melupakannya.
Hye Chan bahkan lupa jika dirinya sudah menikah dengan Shang Young yang sewaktu SMA sering dipanggilnya Bong Man dan sekarang Hye Chan memanggil Shang Young dengan sebutan ahjussi.
Hye Chan bahkan melarikan diri ke sekolahnya saat di SMA dan tanpa sengaja bertemu dengan seorang siswa SMA bernama Kim Noon (diperankan oleh Lee Joong Moon).

Bagaimana kisah selanjutnya dari seorang Hye Chan yang menganggap dirinya adalah gadis berusia 18 tahun???
Akankah dirinya dan Shang Young benar-benar akan bercerai atau malah sebaliknya???
Nonton sendiri aja chingu, kasetnya masih beredar luas di lapak-lapak.
Buat yang belum nonton wajib nonton^^


Pesona Siwon di drama 18 vs 29


Dewi suka dengan Siwon di drama 18 vs 29, wajahnya masih imut banget....
Kalau sekarang hati dewi sudah terpaut pada Hyung Siwon Oppa, Yesung Oppa.....^^
Hwaiting Super Junior


Hye Chan :

Bong Man kembali ke usia 18 tahun membuatku mengetahui suatu hal "meninggalkanmu adalah hal yang sangat menakutkan bagiku". Aku mengira karena kau aku melepaskan impianku, sebenarnya itu hanya alasanku saja, Apa kau tahu???

Bong Man :

Hye Chan, kalau waktu itu kau tidak kembali ke usia 18 tahun, mungkin aku akan lupa bagaimana perjalanan kita selama 11 tahun. Apa kau tahu? Kenangan indah tidak dapat ditukar dengan apapun juga, mengerti???




Created by : Dewi Cendrillon^^


Category: articles
Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015