Tuesday, January 31, 2012

Pesona Ah Da Mo


Annyeonghaseyo Chingudeul....
Bulan Januari berlalu juga, sungguh tak terasa waktu berlalu begitu cepat....^^
Chongmal Mianhae karena baru sekarang dewi lanjutin membuat rekap k-drama New Tales Of Gisaeng,....
Happy Reading

Soon Duk segera bersembunyi ketika melihat Ra Ra. Dalam pikiran Soon Duk sekarang terbersit sebuah pertanyaan “kenapa Ra Ra ada di Buyonggak?”
Ra Ra kembali ke ruangan Do Hwa. Perbincangan antara Sa Ran, teman-temannya dan Do Hwa masih berlangsung. Sa Ran sebenarnya tidak berniat untuk datang ke Buyonggak, tetapi karena dorongan oleh teman-temannya, Sa Ran akhirnya menurut dan membuat janji untuk bertemu dengan Do Hwa.
“jika dia tidak berkenan, bisakah diantara kami yang menjadi gisaeng?” tanya Ra Ra
“tidak bisa, dia telah belajar banyak hal. Seorang penari dapat menyampaikan perasaannya lewat tariannya dan hanya Sa Ran yang memilikinya” jawab Do Hwa yang membuat teman-teman Sa Ran menjadi cemberut. Dan memang benar, tarian Sa Ran dapat membuat siapapun terkesima termasuk Ah Da Mo yang diam-diam menyukai gadis cantik yang tak sengaja dijumpainya di rumahnya.

Hwa Ja mengantarkan minuman untuk tamu Do Hwa, namun Hwa Ja segera mengurungkan niatnya ketika mengetahui jika tamu dari Do Hwa adalah Sa Ran (anak tirinya) dan teman-temannya.

Do Hwa mengajak Sa Ran dan yang lainnya menemui Hwa Ran (Pemilik Gisaeng). Soon Duk dari kejauhan memperhatikan Ra Ra dan menjadi semakin sedih.
 
“aku melupakan syalku” ucap Sa Ran
“ambillah” ucap Do Hwa

Saat kembali mengambil syal, Sa Ran tanpa sengaja bertemu dengan Soon Duk. Muncul perasaan aneh ketika mata Sa Ran dan Soon Duk bertemu, namun mereka berdua segera mengabaikannya.
“siapa nama anda?” tanya Soon Duk ketika Sa Ran keluar dari kamar Do Hwa
“Dan Sa Ran”

Walaupun Sa Ran tidak berniat bekerja di Buyonggak, Hwa Ran dan Do Hwa tetap menghargainya karena bagi mereka Sa Ran dan teman-temannya adalah tamu Buyonggak. Hwa Ran menjelaskan kalau Gisaeng berbeda dengan seorang penghibur. Gisaeng selain bekerja demi menghibur tamu dengan tari-tarian,mereka juga mengajarkan secara langsung tentang apa yang menjadi ciri khas negeri Korea dan untuk menjadi seorang gisaeng harus menggunakan hati sebagai tonggaknya.
Sepulang dari Buyonggak, Sa Ran dan teman-temannya mampir ke sebuah cafeteria. Disana mereka kembali membahas tentang Buyonggak dan gaji yang didapatkan seorang gisaeng.
“apa yang akan kamu lakukan jika tak lulus masuk ujian tari Perusahaan Royal Dance?” tanya Jin Joo Ah namun Sa Ran hanya terdiam dan bingung ingin menjawab apa

Jam makan siang di Buyonggak
Do Hwa terlihat sedih karena gadis yang dilihatnya memiliki bakat sebagai seorang penari tidak ingin menjadi seorang gisaeng. Do Hwa sadar kalau itu adalah hak Sa Ran tetapi jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, dia ingin sekali mengajari Sa Ran lebih jauh tentang tekhnik menari yang baik.
“Madam,gadis-gadis yang tadi kesini sangat cantik dan yang memiliki rambut terikat adalah yang paling cantik (Sa Ran)” ucap Saeng Kang pada Hwa Ran
“jadi mengapa jika dia menarik?” tanya Do Hwa
“apa dia tidak tertarik?” tanya Saeng Kang
“apa mereka menolak?” tanya Hwa Ja
“dia menolak” jawab Do Hwa
“yang lainnya?” tanya Soon Duk
“mereka hanya menemani. Dari caranya bicara, dia sebenarnya datang kemari karena dorongan teman-temannya”
Ayah Da Mo, Ah Soo Ra mendatangi rumah sakit untuk check up. Soo Ra tanpa sengaja bertemu dengan Eo San, Ayah Ra Ra yang mengantarkan Ra Ra ke lift. Soo Ra terkesan dengan kecantikan Ra Ra dan berniat menjodohkan Ra Ra dengan Da Mo, putranya.
Sepulang dari Buyonggak, Hwa Ja memberitahukan kalau dia tanpa sengaja melihat Sa Ran di Buyonggak kepada suaminya. Hwa Ja ingin sekali agar Sa Ran bekerja di Buyonggak sebagai Gisaeng namun Chul Soo, Ayah Sa Ran terlihat tidak setuju.
Gong Joo menemukan sebuah baju berwarna hijau di meja belajarnya. Sa Ran masuk ke dalam kamar Gong Joo dan mengatakan kalau Son Ja tadi datang dan meminta tolong kepada Gong Joo untuk menjahit sobekannya.
“ketika kamu sendirian di rumah jangan biarkan Son Ja untuk masuk, orang lain mungkin akan salah paham. Berhati-hatilah juga bila berada di dekat pria” pesan Sa Ran
“aku sudah mengenalnya sejak dia berumur 10 tahun”
“tapi dia bukan anak kecil berusia 10 tahun lagi”
“apakah kamu mengkhawatirkanku? Terasa baik” ucap Gong Joo karena ini kali pertama Sa Ran perhatian kepadanya
Da Mo pulang ke rumah. Ibu Da Mo memberitahukan kalau Ayah Da Mo sedang beristirahat karena sedang tidak enak badan. Begitu masuk ke dalam kamar Ayahnya, Da Mo diminta untuk menelepon seorang gadis yang akan dijodohkan dengannya sementara itu Sa Ran masih terus mengingat pertemuannya dengan Soon Duk.
Kakek Ra Ra terus memainkan permainan yang pernah dimainkannya bersama dengan Ra Ra dan teman-temannya dan meminta kepada Ra Ra untuk mengundang teman-temannya kembali datang termasuk Sa Ran ketika sekeluarga makan siang bersama. Nenek Ra Ra pun terlihat antusias apalagi suaminya mengatakan kalau dia juga harus mencoba permainan untuk menyegarkan pikirannya. Ayah Ra Ra ikut berbicara dan mengatakan kepada Ra Ra jika sudah saatnya untuk Ra Ra menikah dan pria yang sempat ditemui Ra Ra di depan lift adalah orang yang anaknya akan dijodohkan dengan Ra Ra. Ra Ra mengatakan jika dia akan menikah jika orang tersebut pintar dan tampan.
Keesokan harinya
Da Mo bertemu dengan Sa Ran saat ingin mengunjungi temannya yang bertempat tinggal di apartemen yang sama dengan Sa Ran dan pertemuan tersebut tanpa sengaja dilihat oleh Hwa Ja, ibu tiri Sa Ran yang dengan antusias bertanya kepada Sa Ran siapa pria yang ditemuinya di depan apartemen namun Sa Ran hanya menjawab jika pria tersebut adalah orang yang ditemuinya ketika menari di sebuah rumah.
Sa Ran memikirkan pertemuannya yang terjadi tanpa sengaja dengan Da Mo apalagi Da Mo sempat meminta nomor telepon Sa Ran sesaat sebelum mereka berpisah.
Di Buyonggak, seorang tamu sedang berkunjung dan tanpa sengaja melihat Soon Duk yang sedang duduk melamun. Tamu tersebut adalah Tuan Jeon yang mengetahui jika Soon Duk telah memiliki anak yang disembunyikannya dari semua orang selama bertahun-tahun. Hal tersebut dikatakan kepada Hwa Ran yang merasa bingung dengan apa yang dikatakan Tuan Jeon karena yang diketahuinya Soon Duk sama sekali belum menikah.
Hyo Ri mengajak Ra Ra ke sebuah butik. Hyo Ri ingin membelikan sesuatu untuk putrinya yang selama ini menganggapnya hanya sebagai Bibi. Hari ini Ra Ra menjadi Super Hero untuk Hyo Ri karena telah menolong Hyo Ri dari mesin olahraga yang tak sanggup diatasinya. Malam harinya Hyo Ri menceritakan hal yang terjadi padanya kepada suaminya dan mengatakan jika Ra Ra memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengannya.
Ibu Da Mo masuk ke dalam kamar Da Mo disaat Da Mo sedang melihat pecahan jepitan rambut Sa Ran. Ibu Da Mo mengatakan kepada Da Mo jika ayahnya sangat mencintai Da Mo dan menginginkan yang terbaik untuk Da Mo termasuk pendamping.
“jika aku menikah nanti aku akan menunjukkan kepada Ayah bagaimana menjadi seorang suami dan ayah yang baik”
Sa Ran menemani Ra Ra untuk latihan menunggang kuda dan disaat bersamaan Da Mo juga dalam perjalanan menuju tempat latihan berkuda. Da Mo mengirimi Sa Ran sms dan mengajak Sa Ran bertemu hari sabtu nanti di rumahnya dengan alasan Nenek Da Mo ingin melihat tarian Sa Ran lagi, hal itu mengundang rasa penasaran Ra Ra ketika Sa Ran tersenyum saat membaca sms. Sa Ran berbohong dan mengatakan jika yang mengiriminya sms adalah adiknya Gong Joo yang saat ini sedang berada di rumah dan mengobrol dengan Hwa Ja mengenai perubahan yang terjadi pada Sa Ran yang mulai mengkuatirkan dirinya.

Ra Ra terlihat senang saat bertemu dengan Da Mo sementara Sa Ran hanya terdiam dan hanya bisa melihat ketika Da Mo dan Ra Ra latihan kuda bersama. Tatapan Sa Ran terus tertuju pada Da Mo, ketampanan Da Mo telah membuatnya terpesona. Sesaat kemudian Sa Ran memutuskan pulang terlebih dahulu meninggalkan Ra Ra dan Da Mo.
Ra Ra tentu saja senang dan merasa jika Sa Ran sangat mengerti dengan keadaan, keadaan dimana hati Ra Ra telah terpaut pada Da Mo. Ra Ra bahkan membayangkan jika Da Mo akan mengajaknya makan siang bersama namun kenyatannya berbanding terbalik. Da Mo pulang setelah mengatakan jika akan bertemu dengan Ra Ra dikesempatan lain. (hehehehe, kasihan banget Ra Ra).

Sementara di tempat lain tepatnya kereta bawah tanah seorang gadis berambut panjang sedang membayangkan jika sahabatnya saat ini sedang bersenang-senang, bersenda gurau dan makan siang bersama dengan pria yang sudah mencuri perhatinnya. Memikirkannya membuat Sa Ran menjadi sedih namun semua yang dibayangkannya salah ketika Ra Ra menelepon dan mengatakan jika Da Mo pulang begitu saja dan tidak meminta nomor teleponnya.
Di kediaman keluarga Ahn
Ruang tamu keluarga Ahn tak seperti biasanya, ruang tamu dihiasi dengan dekorasi ulang tahun dan beberapa perlengkapan ulang tahun lainnya. Hari ini adalah hari yang sangat menggembirakan untuk Tuan Ahn, Ayah Da Mo namun hari yang paling menyebalkan untuk Da Mo. Ayah Da Mo merayakan ulang tahun Andrew, anjing kesayangannya.

Hwa Ran mengajak Soon Duk pergi ke tempat peribadatan yang selama ini selalu dikatakan Soon Duk. Soon Duk tentu saja terkejut namun pada akhirnya setuju.
Sepulang dari tempat peribadatan, Hwa Ran mengajak Soon Duk makan di sebuah restoran. Satu hal yang membuat Soon Duk menjadi terkejut kembali saat Hwa Ran mengatakan apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan kepadaku???

BERSAMBUNG.....
SEE U NEXT TIME



MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY PASTE TULISAN INI
(terutama buat fanpage Kumpulan Sinopsis K-drama)

Kamsahamnida

Category: articles

Saturday, January 28, 2012

Annyeonghaseyo chingudeul....
Dewi pengen review sebuah movie keluaran tahun 2010 yang sangat,sangat,sangat bagus dan menyayat hati. Movie yang berjudul "HARMONY" yang mengajarkan banyak hal tentang arti sebuah kehidupan....

Movie : Harmony
Director : Kang Dae Kyu
Writer : Lee Seung Yeon, Yun Je Gyun
Producer : Kim Nam Su, Yun Je Gyun, Jae Won Jeong
Cinematographer : KIm Yeong Ho
Release Date : 28 January 2010
Distributor : CJ Entertainment
Runtime : 115 minute

Mungkin ketika melihat sampul dvdnya, tidak ada seorangpun yang berniat untuk menontonnya termasuk aku....
Alasan pertama : pemainnya tidak terlalu terkenal kecuali pemeran utama
Alasan kedua : dari judulnya... HARMONY, tentu saja berkaitan erat dengan musik... kalau musik pop mungkin masih bagus tapi kalau paduan suara (pasti dipikiran kalian boring banget)
Alasan ketiga : dari blog-blog yang sering kukunjungi, nggak ada yang pernah membahas movie yang satu ini.....

Abaikan chingu, itu hanya pendapatku saja...
Aku sering melihat dvd yang satu ini di lapak-lapak tapi nggak pernah sekalipun terlintas dipikiranku untuk membelinya. Beruntung ketika aku berkunjung ke sebuah lapak, penjualnya menawarkan kepada aku untuk menontonnya, kata penjualnya ceritanya bagus banget tentang kehidupan seorang wanita di dalam penjara(ih, pasti menakutkan).
Semua yang kupikirkan berbanding terbalik ketika menonton movie yang satu ini. Kehidupan di dalam penjara yang menyeramkan dan menakutkan sama sekali tidak ditampilkan di movie yang satu ini justru persahabatan antara napi dan sipir yang lebih dicondongkan di film yang satu ini dan perjuangan para napi untuk tetap bertahan dalam menjalani masa-masa hukuman mereka.

Hong Jeong Hye seorang wanita yang harus menjalani hukuman di penjara karena tanpa sengaja membunuh suaminya yang terus menerus menyiksanya bahkan ketika ia hamil tua. Jeong Hye pun terpaksa harus melahirkan anaknya di dalam penjara.
Membesarkan seorang anak di dalam penjara mungkin kalian sudah pernah melihatnya di beberapa film tapi bagaimana jika anak tersebut dibesarkan dan diasuh oleh tahanan-tahanan lainnya bahkan seorang sipir penjara pun ikut membesarkannya.
Min Woo beruntung, walaupun dilahirkan di dalam penjara tapi ia tak pernah kekurangan kasih sayang. Kasih sayang yang datang dari seorang wanita tua bernama Kim Moon Ok, seorang wanita setengah baya yang bernama Ji Hwa Ja, seorang wanita bertubuh subur bernama Kang Yeon Sil, seorang wanita depresi bernama Kang Yoo Mi dan seorang sipir penjara bernama Sipir Kong.
Ide hebat datang dari Jeong Hye ketika dia melihat sebuah grup paduan suara. Jeong Hye memutuskan untuk membentuk sebuah grup paduan suara namun hal tersebut tidak mudah apalagi untuk mendapatkan persetujuan dari kepala penjara dan seorang sipir senior bernama Kepala Bang, belum lagi membujuk Moon Ok untuk menjadi seorang konduktor dan Yoo Mi untuk mengisi suara solprano.Iming-iming mendapatkan satu hari untuk bisa keluar dan melihat dunia luar bersama dengan Min Woo, Jeong Hye menjadi bersemangat.

Menonton film yang satu ini dari awal hingga akhir tidak pernah terucap kata BORING atau pun ceritanya standar. Perjuangan Jeong Hye untuk dapat bernyanyi dengan baik membuatku tertawa terbahak-bahak apalagi ketika Jeong Hye menyanyi Min Woo pasti akan menangis ataupun ketika melihat aksi lucu Min Woo yang sangat menggemaskan ataupun perjuangan Moon Ok yang harus berakhir dengan kata eksekusi.....


Para Pemain
Kim Yoo Jin sebagai Hong Jeong Hye

Seorang wanita muda yang tanpa sengaja membunuh suaminya. Senyuman Min Woo mampu membuatnya menjadi sabar namun apa jadinya jika Jeong Hye harus dipisahkan dengan Min Woo.
Nah Moon Hee sebagai Kim Moon Ok

Seorang Profesor musik yang harus menjalani hukuman karena membunuh sang suami yang kedapatan berselingkuh. Mendapatkan tawaran menjadi seorang konduktor untuk sebuah paduan suara kecil di dalam penjara membuatnya senang dan setidaknya bisa mengobati rasa kerinduannya pada sang anak yang malu mempunyai ibu seorang pembunuh.
Dewi paling suka ucapan Moon Ok
"untuk bisa menyelami musik kita harus bisa membuka hati"

Kang Ye Won sebagai Kang Yoo Mi

Seorang gadis yang berusaha melakukan percobaan bunuh diri ketika berada di dalam penjara. Kasih sayang Min Woo kecil dan polos serta para narapidana di dalam sel membuatnya perlahan-lahan membuka diri dan menerima tawaran Jeong Hye untuk ambil bagian dalam paduan suara. Luka akibat tindakan pemerkosaan yang dilakukan oleh Ayah Angkat yang tak sengaja dibunuhnya perlahan-lahan pulih.
Park Joon Myeon sebagai Kang Yeon Sil

Seorang pegulat yang harus mendekam di penjara karena tanpa sengaja membunuh. Yeon Sil diam-diam menyukai seorang pria yang sama sekali belum dilihatnya begitupun sebaliknya.
Jeong Soo Young sebagai Ji Hwa Ja

Seorang Ibu muda yang harus berpisah dengan anak dan suaminya karena berurusan dengan lintah darat. Hwa Ja adalah orang yang terus meyakinkan Yeon Sil agar percaya diri ketika bertemu dengan pria yang disukainya.
Lee Da Hee sebagai Gong Na Yeong

Seorang sipir penjara yang sangat akrab dengan para narapidana dan sudah menganggap mereka seperti keluarga sendiri. Sipir Gong sangat senang ketika kembali menyalurkan bakat bermain pianonya yang sempat terhenti dan harus bersedih ketika harus menjemput Moon Ok untuk menjalani eksekusi.
Jang Young Nam sebagai Sipir Bang

Seorang sipir senior yang dikenal keras dan tegas. Menolak mentah-mentah ketika Jeong Hye memutuskan untuk membuat paduan suara namun pada akhirnya tersenyum senang ketika melihat grup paduan suara yang dibentuk Jeong Hye tampil di depan umum.
Lee Tae Kyeong sebagai Min Woo kecil

Satu kalimat buat Tae Kyeong, kecil-kecil cabe rawit....
Nich Anak jago banget aktingnya....


Argghhhhhhhhhhhhhhhh.....
Recomended banget chingu....
Jika Movie Wedding Dress membuat dewi menangis terisak-isak, Movie Harmony membuat dewi nggak bisa berhenti nangis hingga mata bengkak....

Tidak perlu Ending yang membahagiakan untuk membuat sebuah drama/film berkesan di hati penonton, justru jalan cerita yang mengharu biru lebih meninggalkan kesan di hati penonton dan akan tetap diingat di dalam hati ^^

See U next time^^ (kalau ada waktu, dewi bakalan buat sinopsisnya)






MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY PASTE TULISAN INI BAIK ITU KE BLOG ATAU FANPAGE, KAMSAHAMNIDA

Sumber : Hancinema.net
Category: articles

Friday, January 27, 2012

Annyeonghaseyo chingudeul.... 
Sudah sebulan lebih dewi selesai menonton k-drama MIDAS tapi bayang-bayang Jang Hyuk Ahjussi dan Unnie Lee Min Jung masih tetap nggak bisa dewi lupain terutama kisah cinta mereka yang mengharu biru.... 

Selain jang Hyuk Ahjussi dan Lee Min Jung Unnie ada seorang lagi yang menarik perhatin dewi, siapa lagi kalau bukan No Min Woo Oppa yang berperan sebagai Yoo Myung Joon seorang pria yang divonis menderita kanker pankreas. 

Ngomongin tentang Oppa yang satu ini g ada habisnya. Aktingnya di k-drama PASTA dan My Girlfriend is Gumiho g terlalu mencuri perhatianku tetapi aktingnya di k-drama MIDAS benar-benar mencuri perhatianku padahal peran yang didapatkannya sama seperti di drama MGIG yaitu sebagai pria kedua. 

Abaikan..... 
K-Drama MIDAS genrenya memang drama tetapi terkesan berat karena yang diomongin adalah saham dan saham, tapi g tw kenapa dewi suka banget..... Oh ya, dewi pengen share video No Min Woo Oppa saat menyanyikan lagu "CAN I LOVE U" (lagunya bagus banget dan dewi termasuk penyuka lagu yang bergenre slow dan ballad)....^^




LYRIC

manheun manname seollegido haetjyo 
manheun ibyeore nunmuldo heullyeotjyo 
sarangiran apeungeora yeongwonhajin antago 
hangsang kkeuchi itdago nan mideotjyo 

maeume eomneun mallo neol ulligo 
babocheoreom neol dachige haetjiman 
ijeya arasseo niga eobsi nan andoendaneungeol 
geureol jagyeokdo eomneun nagetjiman 

*geudael saranghaedo doenayo 
na geudael anabwado doenayo 
nae modeungeol jwodo akkapji anchyo 
sarangirangeo na cheoeum aratjyo 
na jasinboda saranghal saram geudaenikka 

ijen geudae irko sipji anhayo 
ijen dareun sarang motalgeot gata 
geudongan apahamyeo honja heullin manheun nunmureun 
geudael mannagi wihan yeonseubijyo 

*REPEAT 
geudael saranghago sipeoyo 
na geudael anabogo sipeoyo 
geudael mannago dasi taeeonatjyo 
sarmi himdeulgo sesangi sogyeodo 
naega geudaereul jikyeojulgeyo saranghaeyo 
=====================================
많은 만남에 설레기도 했죠
많은 이별에 눈물도 흘렸죠
사랑이란 아픈거라 영원하진 않다고
항상 끝이 있다고 난 믿었죠

마음에 없는 말로 널 울리고
바보처럼 널 다치게 했지만
이제야 알았어 니가 없이 난 안된다는걸
그럴 자격도 없는 나겠지만

*그댈 사랑해도 되나요
나 그댈 안아봐도 되나요
내 모든걸 줘도 아깝지 않죠
사랑이란거 나 처음 알았죠
나 자신보다 사랑할 사람 그대니까

이젠 그대 잃고 싶지 않아요
이젠 다른 사랑 못할것 같아
그동안 아파하며 혼자 흘린 많은 눈물은
그댈 만나기 위한 연습이죠
*REPEAT

그댈 사랑하고 싶어요
나 그댈 안아보고 싶어요
그댈 만나고 다시 태어났죠
삶이 힘들고 세상이 속여도
내가 그대를 지켜줄게요 사랑해요




Thanks to Uploader & http://lyricsalls.blogspot.com
Category: articles

Thursday, January 26, 2012

Assalamualaikum Ukhti, Akhi
Lama ya dewi nggak posting sesuatu hal tentang kisah-kisah penuh makna dan sarat pembelajaran.
Di kesempatan kali ini (ah, lebay... abaikan), dewi ingin memposting sebuah kisah yang bersumber dari sebuah fanpage Renungan N Kisah Inspiratif (dewi sudah minta ijin, dilike ya fanpagenya ^^)...

Perempuan itu datang lagi ke masjid. Seperti biasa, dia selalu dikucilkan dan selalu berada di shaf paling belakang. Seolah-olah perempuan itu sebuah benda najis yang harus dijauhi, tak boleh bersentuhan dengan yang lain. Padahal seperti jamaah jamaah perempuan lainnya, dia dalam keadaan suci. Tidak haid dan tidak pula sedang junub. Para jamaah yang lain seakan akan memiliki hak sekaligus kewajiban untuk membenci perempuan cantik yang berusia tigapuluh lima itu dan sebisa mungkin menjauhi perempuan itu karena satu alasan: perempuan itu dulunya bekerja menyewakan tubuhnya yang aduhai….

Hari ini adalah tujuh hari setelah dia absen tak berjamaah di masjid. Seperti juga perempuan lain, dia baru saja kedatangan tamu bulanannya. Jadi bukan karena jera dikucilkan oleh jamaah lain yang kata-katanya sempat membuat kuping yang mendengarnya menjadi merah padam.

Maka setelah sholat dilaksanakan, para jamaah perempuan semakin nyaring gunjingannya.

“Apa kataku… perempuan itu cuma mau mengelabuhi kita. Cuma mau cari muka di depan pak Soleh.” Ucap seorang perempuan.

“Iya, baru beberapa hari ke masjid saja, sudah absen. Sekarang datang lagi.” Teriak perempuan yang lain yang lupa kalau sedang kedatangan tamupun dia juga tak akan pergi ke masjid.

“Ya wajarlah… kalau ordernya lagi sepi, dia kan mulai sadar.”

“Betul… dasar perempuan gituan!!”

“Aneh juga dengan pak Soleh. Masih saja membela wanita itu.”

Dan ternyata Pak Soleh mendengar gunjingan para perempuan itu. “Saya ingatkan lagi pada ibu ibu ya…. Jangan suka menggunjingkan orang lain!”

Para ibu ibu itu hanya diam.

“Kenapa mesti menghalangi orang yang mau bertobat? Allah sendiri Maha Penerima taubat hambanya yang benar benar mau bertaubat.”

Mereka hanya diam. Ada beberapa ibu-ibu yang menunjukkan mimik wajah tak suka.

“Baru saja kemarin saya berceramah, janganlah mengolok olok orang lain. Bisa jadi yang mengolok olok lebih jelek dari yang kita olok olok.”

Para ibu ibu itu tetap saja mematung. Kebencian semakin mencuat karena mantan pelacur ini selalu dibela oleh Pak Soleh.

####
Tepat berkumandang azan subuh, perempuan itu datang lagi. Seperti biasa dia selalu menyendiri di shaf paling belakang. Tekad dan niat yang dimilikinya sudah bulat dan tak bisa dipadamkan sekalipun gunjingan dari warga lain terutama para ibu ibu semakin nyaring dan semakin kejam. Saat pulang dari sholat subuh, ditengah perjalanan pulang, para ibu ibu itu mencegatnya.

“Hei! Perempuan! Belum kapok juga ya?”

Seperti kemarin kemarin perempuan itu hanya diam membisu.

“Beraninya cuma berlindung dibalik punggung Pak Soleh!”

Kedua mata perempuan itu mulai berkaca kaca. Dalam hatinya dia ingin sekali memberontak, ‘beraninya cuman main keroyokan!’. Tapi itu tak sempat diucapkannya, cuma menderas dalam hati saja.

“Eh… pake nangis segala…. Air mata buaya!!!”

Perempuan itu memberanikan diri menatap satu per satu wajah mereka.

“Ini peringatan terakhir buatmu. Sekali lagi jangan kau masuki masjid kami hai wanita najis. Cuih….!” Kata salah satu ibu ibu dengan membuang air ludah didepan perempuan itu.

“Jangan diam saja. Berjanji pada kami!”

“Ya, kalau kamu nekat, kami tak segan-segan membakar rumahmu. Mengerti!!!”

Mendengar ancaman yang terakhir, perempuan itu bergidik. Ternyata mereka tak main main. Perempuan itu segera mengucapkan janjinya, “Ya… aku janji aku tak akan memasuki masjid kalian lagi.”

“Bagus! Kau sendiri yang berjanji.”

Mereka akhirnya membubarkan diri pulang ke rumah masing masing meninggalkan perempuan itu yang mulai menitik air matanya. Begitu berat cobaan yang dihadapinya untuk menuju tobat.
####
Keesokan harinya, saat berkumandang azan subuh, perempuan itu bergegas mengambil air wudhu. Kalau kemarin dia masih memberanikan diri untuk berangkat ke masjid, tapi tidak kali ini. Semalam dia sudah memikirkan janji yang sudah diucapkannya di hadapan para ibu ibu itu. Kata kata itu selalu terngiang ngiang di telinganya. ‘Aku tak akan lagi memasuki di masjid kalian.’ Ini tidak berlaku kalau diluar masjid kan? Perempuan itu terus memikirkan cara, bagaimana supaya dia tetap bisa berbuat baik yang bisa dilakukannya diluar masjid.

Setelah mengambil air wudhu, dia tak langsung menunaikan sholat, tapi dia mengintip dari balik jendela rumahnya, orang yang lalu lalang menuju masjid. Saat iqomah diserukan, perempuan itu mengendan-endap pelan-pelan melangkahkan kakinya ke masjid. Perempuan itu tidak membawa peralatan sholat. Dan dia pun tak hendak mengingkari janjinya.

Ketika sampai di halaman masjid, perempuan itu mengatur langkahnya agar kehadirannya tidak diketahui oleh siapapun. Dan saat itu sangat sepi, para jamaah khusyuk melakukan sholat subuh.

Perempuan itu melakukan sesuatu yang siapapun tak akan menduga. Dia membalik setiap sandal yang ada di masjid dengan harapan pemiliknya akan mudah memakainya sewaktu pulang nanti. Dengan tulus perempuan itu membalik semua sandal karena dia yakin ada pahala disetiap kemanfaatan bagi orang lain.

===================

Mata dewi sampai berkaca-kaca bacanya. Dewi jadi ingat sebuah kisah dalam sebuah buku dimana ada seorang ahli ibadah dan seorang ahli maksiat. Ahli Ibadah pastinya rajin beribadah donk sementara ahli maksiat tentu saja rajin berbuat maksiat, tapi siapa sangka di akhir hidup masing-masing ke dua orang ini justru berbanding terbalik dengan apa yang mereka lakukan sehari-hari.

Si ahli ibadah ditemukan dalam kondisi yang memalukan karena di akhir hidupnya dia melakukan perbuatan maksiat sementara si ahli maksiat, subhanallah dia ditemukan dalam kondisi yang membuat siapapun tak akan percaya jika melihatnya. Si ahli maksiat ditemukan dalam keadaan bersujud.

Kita hanya bisa berdoa agar diberi akhir kehidupan yang baik yaitu khusnul khatimah, amin ya rabbal alamin....
Category: articles

Thursday, January 19, 2012

Annyeonghaseo chingudeul.... 
Sebelum share informasi tentang Super Junior, terlebih dahulu dewi ingin mengucapkan Chukkae untuk Oppa atas kemenangannya di Seoul Music Awards mendapatkan Daesang. Karena tugas kampus menumpuk dan rasa kesal masih ada karena seisi blogku dicopas, jadi untuk hari ini dewi hanya ingin menshare VSR Super Show 3. 

Pembukaan


Super Show 3 dibuka dengan penampilan wajah semua member di layar.


Konser dibuka dengan penampilan Super Junior membawakan lagu Sorry-Sorry (version remix), Super Girl (version Super Junior), Don't Don (feat Trax dan Heechul Oppa memainkan alat musik drum) dan VCR Sungmin Oppa dan Leeteuk Oppa yang membantu seorang anak kecil meniupkan balon (vcr-nya bagus banget)


Dilanjutkan dengan lagu No Other dan VCR lagi dan kembali menunjukkan wajah semua member yang menggunakan pakaian dari berbagai negara. Yang beda dari VCR ketiga ini adalah para Oppadeul muncul diatas panggung dan mengenakan sambil bergaya seperti apa yang ada di VCR (paling suka gaya Kyuhyun Oppa)^^





Super Junior kembali menyanyikan lagu Confession, Good Person (lagu Good Person menjadi salah satu soundtrack untuk k-drama Can U Hear My Heart), Rokuko dan VCR.
VCR selanjutnya adalah masa-masa kecil Ryeowook Oppa, Yesung Oppa dan Kyuhyun Oppa....
VCR-nya bagus banget



Sampai jumpa di VCR bagian kedua ^^
Category: articles
Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style Fashion,Fashion Style Ttrends, hair Style, Fashion Style, Fashion Style 2015